PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Penyebab Keributan


__ADS_3

Sambil menunggu putranya pulang, Abigail mengajak suaminya untuk duduk berbincang. Dia mendapat laporan dari bawahannya kalau siang tadi Fedo mengamuk di perusahaan. Dan penyebab dari keributan itu adalah Kanita, anak dari salah satu kolega bisnis suaminya.


"Apa yang sudah dilakukan Kanita hingga membuat Fedo menjadi begitu marah, Matt?"


Mattheo menarik nafas. Dia lalu menarik pinggang Abigail agar duduk di atas pangkuannya. Sambil membaui aroma tubuh istrinya yang selalu harum, Mattheo menjelaskan masalah yang membuat Fedo mengamuk bahkan sampai bersikap sedikit kasar.


"Kanita terlalu memaksakan perasaannya pada Fedo, Darling. Dan itu membuat putra kita merasa tidak nyaman. Siang tadi Kanita bahkan nekad mengajak Dominic untuk datang ke kantor dengan alasan ingin mengajak aku dan Fedo makan siang bersama. Awalnya kedatangan mereka sempat ingin ditolak, tapi Kanita menyadarinya dengan cepat kemudian memohon padaku agar bisa di pertemukan dengan Fedo. Dan aku terpaksa membawa mereka masuk ke ruangan Fedo karena tak enak hati pada Dominic."


"Lalu apa yang mereka bicarakan sampai-sampai Fedo mengamuk tak mengenal tempat?" tanya Abigail ingin tahu. "Jujur saja aku tidak suka jika putra kita bertindak kasar di hadapan umum. Terlebih lagi pada wanita. Aku paling pantang dengan hal-hal seperti ini, Matt!"


"Iya darling, aku tahu. Tadinya aku itu ingin datang melerai, tapi Dominic menahanku. Dia berpikiran kalau itu hanya kesalahpahaman kecil saja antara Fedo dengan Kanita. Jadi ya sudah, akhirnya kami hanya menonton mereka dari jauh. Tapi darling, aku rasa Kanita pasti telah mengucapkan sesuatu yang membuat Fedo merasa tersinggung. Jika tidak, Fedo tidak akan mungkin tega bertindak begitu kasar di depan para karyawannya. Selama ini putra kita tidak pernah menunjukkan sikap arogan seperti itu. Aku yakin sekali pasti ada yang salah dengan perkataan Kanita!" ucap Mattheo menebak-nebak.


Memang benar saat pertengkaran itu terjadi baik Mattheo maupun Dominic, mereka tidak mendengar dengan jelas kata-kata apa saja yang menjadi pemicu keributan tersebut. Yang mereka tahu hanyalah Kanita yang sedang terduduk di lantai sebelum akhirnya di seret keluar oleh para penjaga. Dan selebihnya Mattheo sudah tidak tahu apa yang terjadi.


Tatapan mata Abigail terlihat begitu dalam saat dia merasa kalau Kanita sudah terlalu jauh mengusik ketenangan putranya. Sebagai seorang ibu, sudah pasti Abigail tidak akan terima jika putranya sampai merasa tidak nyaman. Karena selama ini Abigail selalu memastikan kalau Fedo, Kayo dan juga suaminya hidup dalam kebahagiaan.


"Selamat malam Ayah, Ibu!"


Mattheo dan Abigail menoleh saat mendengar sapaan putra mereka. Setelah itu Abigail bergegas turun dari pangkuan suaminya kemudian menghampiri Fedo yang sudah duduk dengan wajah tak senang.


"Ada apa, hm? Apa ada yang mengusik hari-harimu?" tanya Abigail seraya membelai lembut kepala putranya. Dia paling benci jika melihat putranya murung begini.


"Bu, boleh tidak kalau aku menculik Luri dan membawanya datang ke negara ini? Rasanya sungguh tidak enak berjauh-jauhan dengannya, Bu!" ucap Fedo meminta pendapat sang ibu.


Mattheo membelalakkan mata saat mendengar keinginan putranya. Ingin rasanya dia melemparkan asbak ke kepala buaya darat yang kini tengah memperlihatkan raut wajah memelas. Namun sedetik kemudian Mattheo tersenyum kecil. Dia seperti de ja vu melihat sikap Fedo yang tidak bisa berjauhan dengan gadis yang sedang di sukainya.

__ADS_1


Aku tidak menyangka kalau sikap ini akan menurun pada Fedo. Dulu kan aku juga merasa gila seperti ini setiap kali Abigail pergi ke luar negeri untuk menjalankan tugas. Wahh, rupanya Fedo benar-benar anakku. Luar biasa, batin Mattheo.


"Fed, Luri itu gadis baik-baik. Ibu yakin ayah dan ibunya tidak akan mengizinkanmu membawanya datang ke Jepang. Lagipula kau kan bisa melakukan video call padanya untuk melepas rindu. Zaman sudah sangat canggih, sayang," sahut Abigail dengan sabar.


Ekor mata Abigail melirik ke arah suaminya yang sedang tersenyum-senyum tidak jelas. Dari aura mesum yang muncul di matanya, Abigail yakin sekali kalau suaminya sedang memikirkan sesuatu yang kurang ajar. Karena tadi Abigail sempat merasa familiar dengan kata-kata Fedo yang menyebut jika dirinya tidak sanggup hidup berjauhan dari Luri. Abigail kemudian ingat kalau dulu Mattheo seringkali muncul di kamarnya ketika dia sedang berada di luar negeri. Like father, like son. Mungkin ini adalah pepatah yang cocok untuk anak dan suaminya. Sama-sama pembual bermulut manis.


"Tidak puas jika hanya video call saja, Bu. Aku ingin memeluknya, memegang tangannya, kemudian mengajaknya makan malam romantis. Aku ingin seperti itu, Bu."


Fedo menatap ibunya dengan tampang yang dibuat semenyedihkan mungkin. Dia sangat berharap kalau ibunya akan bersedia untuk membawakan Luri padanya.


"Ayolah, Bu. Aku sangat menderita sekarang, hatiku tersiksa!" desak Fedo lirih.


"Abaikan saja rengekan buaya itu, darling. Dia hanya sedang menebar racun untuk merusak sistem syarat otak di kepalamu agar kau mau patuh padanya. Kalau memang benar dia menyukai Luri, harusnya dia bisa menjadi pria yang lebih berani. Bukan malah bersembunyi di bawah ketiak ibunya," sambung Mattheo cemburu melihat Abigail yang terus di peluk oleh putra mereka.


"Bilang saja kalau Ayah itu sedang cemburu. Iya kan?" ejek Fedo.


"Matt, kau sepertinya sedikit keterlaluan. Sebagai ibunya aku tidak terima jika putraku di anggap lemah seperti itu. Aku tidak terima!"


Cepat-cepat Mattheo menghampiri istrinya saat menyadari ada nada kemarahan di sana. Dia lalu mendorong tubuh Fedo kemudian memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.


"Maafkan aku, darling. Aku tidak benar-benar ingin merendahkan putra kita. Tadi itu aku hanya sedang bercanda saja. Sungguh. Jangan marah ya? Please....


"Aku bukan marah, tapi aku tidak terima. Bercanda boleh-boleh saja Matt, tapi kau harus tetap menjaga perasaan orang yang sedang kira ajak bicara. Bagaimana jika seandainya Fedo adalah orang lain kemudian dia merasa tersinggung gara-gara candaanmu tadi. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Abigail.


Fedo menyeringai puas melihat ayahnya yang mati kutu hingga tidak berani bicara lagi. Dia kemudian melihat ke arah tangga saat mendengar suara adiknya.

__ADS_1


"Wah wah wah ... Sepertinya sedang ada diskusi yang sangat serius di sini. Apa aku boleh ikut bergabung?" tanya Kayo yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Sayang, kau cantik sekali malam ini. Mau pergi kemana?" tanya Abigail seraya memperhatikan penampilan putrinya yang sudah rapi.


"Oh, aku ingin pergi menghadiri acara pernikahan temanku, Bu," jawab Kayo.


"Teman yang mana? Kenapa kau tidak mengatakan apapun pada Ibu sebelumnya?"


Sadar kalau ibunya sedang curiga, Kayo pun segera memberikan penjelasan. Dia tidak mau kalau keluarganya sampai berpikiran macam-macam.


"Kabar ini sedikit mendadak, Bu. Biasalah, MBA. Married By Accident."


Mattheo, Fedo, dan Abigail membulatkan mulut mereka begitu tahu kalau teman Kayo menikah karena sudah hamil lebih dulu. Mereka kemudian memberi sedikit petuah agar Kayo tidak mengikuti jejak temannya yang berprilaku tidak baik.


"Ayah, Ibu dan Kak Fedo tenang saja karena aku akan menjaga kehormatanku dengan sangat baik. Aku sudah di didik sejak kecil agar tidak tumbuh menjadi gadis yang gampangan. Maka dari itu kalian tidak usah terlalu mencemaskan aku. Semuanya pasti akan baik-baik saja sampai batas waktunya tiba!"


"Gadis baik. Ayo beri Ibu satu pelukan hangat!" ucap Abigail terharu.


Ke empat orang tersebut saling berpelukan dengan begitu hangat. Mereka bertiga bergantian mencium kening dan pipi Kayo sebelum akhirnya membiarkan gadis tersebut untuk pergi ke acara resepsi pernikahan temannya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub . Nama Chanelnyaβ–Ά Mak Rifani, di sana sudah up beberapa bab lebih banyak. Silahkan mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak ya...


...πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur ya gengss...

__ADS_1


...πŸ’œIg: rifani_nini...


...πŸ’œFb: Rifani...


__ADS_2