
"Permisi Nyonya, di luar ada seorang wanita yang datang bertamu," ucap seorang pelayan melapor.
Abigail yang sedang menata sarapan di meja tampak mengerutkan kening. Dia menghentikan aktifitasnya kemudian bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang di pagi-pagi begini.
"Selamat pagi, Bibi Abigail!"
Seorang wanita cantik langsung menyapa Abigail dengan begitu sopan saat dia sampai di ruang tamu. Seulas senyum tipis kemudian muncul di bibirnya begitu dia tahu siapa wanita tersebut.
"Selamat pagi kembali, Kanita. Ada apa kau pagi-pagi begini sudah datang kemari? Apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Abigail seraya mendudukkan bokongnya ke sofa.
Sebelum menjawab, Kanita terlebih dahulu melihat ke bagian dalam rumah. Dia mencari-cari keberadaan pria yang sudah beberapa hari ini tidak bisa dia temui.
"Kanita, kau belum menjawab pertanyaanku!" tegur Abigail sedikit tak suka melihat gelagat wanita ini yang terkesan tidak sopan.
"Oh, maaf Bibi!" sahut Kanita tak enak. "Kalau boleh tahu Fedo kemana ya Bi? Akhir-akhir ini aku sangat sulit untuk bisa bertemu dengannya. Apa dia baik-baik saja?"
Terdengar helaan nafas pelan begitu Abigail mengetahui maksud dari kedatangan Kanita ke rumah ini. Rasanya sungguh kesal karena lagi-lagi dia harus menghadapi wanita yang sibuk mencari keberadaan putranya.
"Beberapa waktu lalu kami semua tidak berada di Jepang, Kanita. Ada masalah keluarga yang membuat kami harus segera pergi ke Negara N," jawab Abigail.
"Oh, begitu. Pantas saja aku tidak melihat Fedo dimana-mana," ucap Kanita sembari menyelipkan anak rambut ke belakang telinga.
__ADS_1
Abigail kemudian lanjut berbincang dengan Kanita di ruang tamu. Meski sedikit risih karena wanita ini tak kunjung pergi, Abigail berusaha untuk tetap sabar menemaninya mengobrol. Dia juga tidak mungkin mengusir Kanita dari sini mengingat kalau ayah Kanita adalah salah satu kolega bisnis Mattheo. Jadi mau tidak mau Abigail terpaksa harus menjadi tameng berkat ulah putranya yang kurang ajar itu.
Di ruang makan, Fedo yang tidak melihat keberadaan ibunya langsung bertanya pada pelayan. Dia kemudian pergi ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang berkunjung hingga menyita waktu sang ibu yang biasanya sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk dia, Kayo, dan juga ayahnya.
"Ibu, siapa yang datang?"
Mata Kanita langsung berbinar begitu dia melihat pria pujaannya muncul. Andai saja di sana tidak ada Bibi Abigail, dia pasti akan langsung menghambur memeluk Fedo. Kanita begitu merindukan pria tampan ini meski sekarang pria itu tengah menunjukkan raut wajah yang sedikit tidak enak di pandang mata.
"Mau apa kau datang ke rumahku?" tanya Fedo dingin.
"Ekhmm... Fed, kau temanilah Kanita mengobrol dulu di sini. Ibu akan masuk ke dalam menyiapkan sarapan untuk ayah dan juga adikmu!" ucap Abigail sambil melirik tajam ke arah putranya agar tidak berlaku tidak sopan pada tamu mereka.
Meskipun enggan, Fedo akhirnya tetap menganggukkan kepala saat menyadari arti dari lirikan tajam ibunya. Dia dengan malas duduk berseberangan dengan Kanita, mendengus beberapa kali saat mantan teman one night stand-nya itu tak berhenti menatapnya.
"Jangan pernah memanggilku seperti itu, Kanita. Ingat ya, di antara kita berdua tidak pernah ada hubungan apapun. Kau harusnya berhenti mengejarku karena aku sama sekali tidak tertarik padamu!" tandas Fedo.
Nafas Kanita tercekat. Namun dia masih berusaha untuk tenang meski hatinya sedikit sakit mendengar kata-kata kejam tersebut. Biarlah dia kehilangan harga dirinya sebagai seorang wanita, asalkan bisa kembali merebut perhatian Fedo, maka itu bukanlah suatu masalah yang besar. Kanita rela berbuat serendah ini karena dia sangat ingin mendapatkan Fedo, pria sukses yang menjadi incaran banyak wanita di negara ini.
"Aku tahu di antara kita memang tidak ada hubungan apa-apa, Fed. Tapi apa salah jika aku memiliki perasaan lebih padamu? Aku mencintaimu sejak kebersamaan kita di hotel waktu itu, Fedo. Aku sungguh-sungguh dengan perasaanku!"
"Sayangnya aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padamu. Kebersamaan kita waktu itu hanya sebatas untuk bersenang-senang saja. Kau salah jika menempatkan perasaanmu hanya karena kita pernah tidur bersama!" tandas Fedo dengan nada yang sangat ketus.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita tidur bersama lagi agar kau bisa merasakan ketulusan cintaku, Fed!"
Fedo tertawa jijik mendengar ide yang di lontarkan oleh Kanita. Merasa kalau pembicaraan mereka sudah tidak sehat lagi, Fedo memutuskan untuk segera pergi dari sana. Dia sangat muak melihat wanita berwajah tembok seperti Kanita.
"Kanita, tolong dengarkan kata-kataku dengan baik!" ucap Fedo. "Aku adalah orang yang tidak akan pernah sudi tidur dengan wanita yang sama untuk kedua kali. Dan juga, sekalipun kau bertelanjang di hadapanku, aku tidak akan pernah tertarik untuk menyentuhmu lagi. Karena apa? Karena sekarang aku sudah memiliki gadis yang sangat istimewa."
"G-gadis? Maksudmu kau sudah memiliki kekasih?" tanya Kanita tak percaya.
"Ya, kau benar. Dia adalah seorang gadis baik-baik, dia murni, dan juga terhormat. Aku mana mungkin melepaskan gadis seistimewa dia hanya demi seorang wanita sepertimu yang sudah di jajah oleh banyak pria, termasuk aku. Jadi Kanita, hentikan semua omong kosongmu detik ini juga karena kau tidak akan mungkin mendapat tempat di hatiku. Dan aku minta jangan pernah datang lagi ke rumah ataupun ke perusahaanku. Itu membuat mataku sakit!" jawab Fedo kemudian masuk ke dalam meningggalkan Kanita yang sedang diam mematung di tempatnya berdiri.
Kanita tak kuasa untuk tidak menangis begitu tahu kalau pria pujaannya telah memiliki wanita lain. Hatinya hancur. Impian indah yang selama ini dia bayangkan musnah sudah gara-gara gadis terhormat yang di puji setinggi langit oleh Fedo.
"Aku sangat mencintaimu, Fed. Kenapa kau tega berpaling pada wanita lain? Apa salahku?"
Sambil terus terisak, Kanita akhirnya melangkahkan kaki keluar dari kediaman keluarga Eiji. Dia patah hati. Tidak di sangka, cinta yang di rasakan oleh Kanita ternyata bertepuk sebelah tangan. Dan yang lebih buruknya lagi, pria yang dia sukai ternyata telah memiliki kekasih. Kenyataan ini membuat Kanita kian merasa sakit. Sakit, tapi tidak berdarah.
πππππππππππππππππ
β Hai gengss, kisah PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di chanel yutup emak ya. Nama chanelnya @Mak Rifani, dan part 41 baru saja up. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya
...πJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan mereka ya gengss...
__ADS_1
...πIg: rifani_nini...
...πFb: Rifani...