PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Pengabaian Dominic


__ADS_3

Mili terlihat berjalan kesana kemari di teras depan rumahnya sambil menikmati segelas jus dingin. Wajahnya terlihat gelisah, dia juga tidak berhenti menghubungi seseorang.


"Kau kemana, Dominic," gumam Mili saat panggilannya lagi-lagi di abaikan. "Sejak kemarin kau tidak pulang ke rumah, dan sekarang kau juga tidak mau menjawab panggilanku. Sebenarnya kau kenapa, Dom."


Kesal karena panggilannya tak juga di respon, dengan marah Mili membanting minumannya ke lantai. Dia lalu berjalan masuk ke dalam rumah kemudian duduk di ruang tamu. Kegelisahan ini terus Mili rasakan sejak Kanita pergi dari rumah, dan setelah itu suaminya tak lagi menampakkan batang hidungnya sampai sekarang. Mili benar-benar tidak tahu mengapa Dominic melakukan semua ini padanya. Karena yang Mili tahu, suaminya itu adalah tipe orang yang tidak nyaman berada di tempat yang bukan rumahnya sendiri. Namun kali ini sepertinya Mili salah mengenali sikap Dominic. Untuk pertama kali dalam hidupnya, suaminya itu melakukan pengabaian meski Mili sudah menelponnya puluhan kali. Sangat tidak masuk akal.


"Kesalahan apa yang sudah aku lakukan padamu sampai kau mengabaikan aku seperti ini, Dom? Kau tahu tidak kalau putri kita pergi dari rumah. Aku sangat khawatir padanya, Dominic. Tolong pulanglah," keluh Mili sambil memijit pinggiran kepalanya.


Saat Mili sedang gelisah sendirian, seorang pelayan datang melapor. Dia langsung berlari ke luar rumah begitu di beritahu kalau suaminya sudah pulang. Dengan harap-harap cemas Mili menunggu suaminya keluar dari dalam mobil. Wajah Mili langsung berubah pias ketika Dominic berlalu begitu saja tanpa menyapanya. Hatinya sedikit berdenyut melihat pengabaian itu.


"Dom, kau kemana saja dari kemarin? Kenapa baru pulang sekarang?" tanya Mili sambil mengikuti langkah suaminya yang sedang berjalan menuju kamar mereka.


Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Dominic. Hatinya masih begitu sakit setelah mengetahui kalau Kanita telah membohonginya. Dan menurut Dominic, tidak akan ada gunanya jika dia membicarakan hal ini dengan Mili. Karena istrinya ini pasti akan langsung membela Kanita mati-matian. Dominic tak ingin Mili kembali salah paham jika dia mengatakan kalau Mattheo lah yang telah memberitahu dimana keberadaan Kanita sekarang dan apa yang sedang dia lakukan di sana. Dia tidak mau kembali di buat malu oleh kelakuan istrinya yang sangat tidak berattitude.


"Dom, jawab. Jangan diam seperti ini."


"Aku sedang lelah. Kau sebaiknya jangan menggangguku dulu," sahut Dominic akhirnya merespon perkataan Mili.


"Bagaimana mungkin aku tidak mengganggumu setelah apa yang kau lakukan padaku, Dom!" teriak Mili mulai emosi. "Kau tidak pulang ke rumah sejak kemarin, dan kau juga tidak mau menjawab panggilan dariku. Ada apa? Apa kau sedang asik berselingkuh dengan wanita lain di luaran sana. Iya?"


Tangan Dominic terkepal kuat begitu mendengar tuduhan kejam yang di layangkan oleh istrinya. Sungguh, dia benar-benar merasa sangat iba dengan nasib hidupnya sendiri karena mempunyai istri yang tidak berperasaan seperti Mili. Dominic sedang kecewa, tapi dia malah di tuduh sedang melakukan sesuatu yang tidak senonoh di luaran sana. Dia jadi menyesal karena sudah pulang ke rumah ini.


"Kenapa diam? Apa perkataanku benar kalau kau mempunyai wanita lain di belakangku. Iya?" teriak Mili dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kau!!" sentak Dominic sambil mengangkat sebelah tangannya ke atas. "Seburuk apapun kelakuanmu, tidak pernah terlintas di pikiranku untuk berselingkuh dengan perempuan lain. Jadi hati-hati dengan ucapanmu, Mili. Aku ini suamimu, jangan paksa aku untuk melakukan kekerasan yang bisa membuatmu sadar dengan siapa kau bicara."


Mili tergugu melihat kemarahan di diri suaminya. Dulu, sebesar apapun kesalahan yang dia lakukan Dominic tidak pernah bereaksi seperti ini. Apakah mungkin perkataannya tadi sudah sedikit keterlaluan? Tapi wajar saja bukan kalau seorang istri berpikiran seperti itu saat suaminya tiba-tiba tidak pulang ke rumah? Dimana letak salahnya?


"Kalau begitu tolong beritahu aku kemana kau pergi dan kenapa mengabaikan panggilanku. Aku ini sedang gelisah, Dom. Aku butuh kau di sisiku," ucap Mili melunak. Dia benar-benar takut melihat tatapan mata suaminya yang begitu membara.


Sebelum menjawab, Dominic menurunkan tangannya terlebih dahulu. Dia lalu menarik nafas dalam-dalam, dadanya kembali berdenyut begitu terpikir akan kelakuan Kanita.


"Apa kau gelisah karena memikirkan anak sundal itu?" tanya Dominic dingin.


"Dia putri kita, Dominic. Jangan memanggilnya seperti itu!" jawab Mili tak terima putri kesayangannya di panggil sundal.


"Kau mau kita bicara baik-baik atau bagaimana, hah. Kesabaranku ini adalah batasnya, Mili. Dan jika kau masih terus membela anak tidak tahu diri itu maka sebaiknya kau pergi dari hadapanku sekarang juga. Aku muak bicara dengan orang-orang yang tidak memiliki otak seperti kalian!" hardik Dominic dengan kasar.


"Kali ini kau benar-benar membuat Ayah sangat kecewa, Kanita. Kau membuat harga diri seorang ayah tercoreng dengan cara yang begitu buruk," ratap Dominic lirih. "Ya Tuhan, kesalahan apa yang pernah kuperbuat sampai Engkau memberiku anak yang tidak memiliki belas kasih bahkan pada orangtuanya sendiri? Jika aku pernah melakukan dosa besar, tolong ampuni aku, Tuhan. Rasanya sangat sakit di khianati seperti ini oleh putriku sendiri. Sangat sakit."


Mili yang berada di luar kamar nampak terdiam dengan tatapan kosong. Hatinya sangat sakit mendengar Kanita di sebut sundal oleh suaminya sendiri. Mili sebenarnya menyadari kalau perubahan sikap di diri Dominic ada hubungannya dengan putri mereka. Akan tetapi nalurinya sebagai seorang ibu menolak untuk mengakui hal tersebut. Mili sangat menyayangi Kanita, dia tidak rela jika putrinya di anggap salah oleh orang lain meski itu adalah suaminya sendiri.


"Apa mungkin ada seseorang yang telah mencuci otak Dominic agar membenci Kanita? Tapi siapa?" gumam Mili bingung. "Jangan-jangan Fedo dan keluarganya ada hubungannya dengan semua ini. Ah, tapi itu tidak mungkin. Untuk apa mereka menghasut Dominic agar membenci kami berdua? Tapi kalau bukan mereka siapa lagi? Selama ini kan hanya mereka saja yang mempunyai masalah dengan kami."


Bimbang dengan pemikiran yang ada di kepalanya, Mili kemudian memutuskan meminta bantuan seseorang untuk menyelidiki siapa orang yang dekat dengan suaminya akhir-akhir ini. Dia perlu mengetahuinya agar sikap Dominic bisa kembali seperti semula.


"Tolong cari tahu dengan siapa suamiku pergi akhir-akhir ini. Segera beritahukan padaku begitu kau mendapatkan informasinya!" ucap Mili kemudian memutuskan panggilan.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan Dominic keluar dari dalam kamar mandi. Dia acuh saja meskipun tahu kalau istrinya masih ada di sana.


"Apa kau benar-benar tidak peduli kemana Kanita pergi, Dom?" tanya Mili membuka pembicaraan.


"Gadis itu bukan anak lima tahun yang harus selalu di awasi. Kalau otaknya bisa berfungsi dengan baik, harusnya dia tahu kemana kakinya harus melangkah," jawab Dominic sambil mengenakan pakaian. "Kalau kau di sini hanya untuk membahas tentang anak kesayanganmu itu maka sebaiknya kau keluar saja dari kamar ini. Aku sedang tidak ingin membicarakan apapun tentangnya."


"Kanita itu putrimu juga, Dom. Jangan dingin beginilah," sahut Mili masih kekeh membela. "Aku takut dia melakukan sesuatu yang salah di luar sana. Aku sangat khawatir, Dominic. Tolong mengerti sedikit."


Dominic mendengkus. Tanpa mempedulikan keluh kesah istrinya, Dominic langsung naik ke atas ranjang kemudian berbaring di sana. Hati dan tubuhnya sudah begitu lelah. Dan untung saja kemarin Mattheo dengan suka rela mau menemaninya pergi mencari hiburan. Kalau tidak, mungkin hari ini Dominic di temukan sudah mengambang di atas sungai tempatnya memancing kemarin. Di bohongi oleh putrinya sendiri ternyata rasanya jauh lebih menyakitkan daripada kalah tender yang jumlah keuntungannya bisa mencapai ratusan milyar. Ya, anak dan istrinya adalah kelemahan terbesar seorang Dominic. Dia sebenarnya amat sangat mencintai Mili dan Kanita, tapi entah mengapa kedua wanita itu tidak ada yang mau mengerti perasaannya. Padahal selama ini Dominic sudah sangat luar biasa sabar dalam menghadapi kearoganan dan keegoisan Mili dan juga Kanita. Akan tetapi mereka masih saja membuatnya kecewa. Sungguh balasan yang begitu menyakitkan.


Mili yang melihat suaminya memejamkan mata hanya bisa mend*sah pelan. Dia sangat bingung dengan sikap Dominic sekarang. Dan satu-satunya jalan yang bisa membuat Mili mengetahui penyebabnya adalah kabar dari orang suruhannya.


Awas saja kalau memang benar ada orang lain yang menjadi dalang dari sikap acuh Dominic. Aku pastikan orang itu akan menyesal seumur hidup karena sudah berani mengacaukan hubungan antara kami bertiga, geram Mili dalam hati.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


...πŸ’œJangan lupa vote, like dan komentar...


...ya gengss...


...πŸ’œIg: rifani_nini...


...πŸ’œFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2