PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Dunia Desahan


__ADS_3

Kayo memperhatikan kakaknya yang terlihat murung sambil memandangi layar ponsel. Bosan karena tidak memiliki aktifitas di rumah, Kayo memutuskan untuk datang menemani kakaknya bekerja. Tapi begitu dia sampai di perusahaan, dia malah di suguhi pemandangan yang membuat mata menjadi sakit. Casanova ini kembali di landa kegalauan, dan Kayo yakin sekali pasti ini ada hubungannya dengan Luri.


"Kali ini apa yang dilakukan Luri padamu, Kak?" tanya Kayo seraya menepuk bahu sang kakak yang tengah melamun.


"Kay, menurutmu apa yang harus aku lakukan agar Luri tidak selalu menyiksaku seperti ini. Dia ... lagi-lagi di kelilingi oleh banyak pria," sahut Fedo baik bertanya.


Sejak dimana Nania mengirimkan pesan padanya, Fedo menjadi sangat gelisah. Kali ini entah pria mana lagi yang akan menjadi saingannya. Masalah Galang saja masih belum di bereskan, sekarang malah datang kumbang satu lagi. Sebenarnya Fedo bisa saja menanyakan pada Luri tentang pria yang di maksud oleh Nania, tapi Fedo merasa itu sedikit tidak pantas. Fedo khawatir Luri akan merasa tersinggung karena pertanyaannya akan sangat menjurus pada ketidakpercayaan pada hubungan mereka. Dia takut Luri merasa kecewa.


"Hmmm... Kak-Kak, kau ini bukan anak lima belas tahun yang baru mengalami masa puber. Cobalah untuk berpikir rasional sedikit," jawab Kayo sambil menggelengkan kepala. "Luri itu memiliki paras yang cantik, wajar saja jika ada banyak pria yang ingin menjadikannya sebagai kekasih. Itu hal normal, apalagi usia Luri masih begitu muda. Aku yakin pria-pria yang menyukainya pasti masih seusia dengannya juga. Jadi kau tidak perlulah segalau ini hanya karena memikirkan masalah tersebut. Santai saja. Kalau memang jodoh, Luri pasti tidak akan berpindah ke lain hati. Percaya padaku, Kak."


"Itu dia masalahnya, Kay. Kami terpisah jarak, aku takut dia tidak kuat menahan kerinduan lalu memutuskan untuk mendua. Nania bilang orang yang datang menjenguk Luri sangat tampan dan juga kaya raya. Aku takut di duakan olehnya."


Kayo memutar bola matanya jengah mendengar ucapan sang kakak. Yang benar saja. Jelas-jelas di sini kakaknya-lah yang menggila gara-gara menahan rindu, entah bagaimana caranya dia bisa memutar balikkan fakta seolah Luri-lah yang begitu tergila-gila. Dasar Casanova aneh.


"Jangan beralibi dengan menjadikan Luri sebagai kambing hitam atas masalah ini, Kak. Bilang saja kalau kau-lah yang sebenarnya tidak bisa tinggal berjauhan darinya. Dasar kadal buntung."


"Hei, kenapa kau malah mengatai kakakmu sendiri sih, Kay? Casanova setampan ini kau sebut kadal buntung? Lalu apa kabar para hidung belang yang berkeliaran di luaran sana? Peternakan buaya?" protes Fedo tak terima mendengar olokan yang di layangkan oleh sang adik.


Kayo tertawa dengan sangat puas melihat kakaknya merajuk. Sungguh, meski sang kakak terkadang bertingkah sedikit kekanakan, tapi jarang sekali dia merajuk ketika di olok seperti tadi. Biasanya sang kakak malah dengan senang hati membanggakan diri jika di cap sebagai kadal buntung. Akan tetapi sepertinya mulai sekarang respon Casanova ini akan sedikit berbeda. Sungguh menggelikan.


"Huhft, datang-datang bukannya menghibur kau malah membuat moodku semakin memburuk, Kay. Pulang saja sana!" usir Fedo sedikit kesal.


"Ya ampun, kau sampai begitunya membenci adik sendiri hanya gara-gara seorang gadis, Kak. Ckckck!" sahut Kayo berdecak heran. "Dengar baik-baik ya kau Fedo Eiji ... Kalau kau memilih untuk menjalin hubungan jarak jauh, maka kau harus siap dengan segala konsekuensinya. Entah itu di duakan, atau bahkan di lupakan. Jarak antara Jepang dan Shanghai itu lumayan jauh, Kak. Kalau kau dan Luri tidak sama-sama menanam kepercayaan, hanya dalam sekejap hubungan kalian pasti akan hancur. Kau cemburu pada Luri hanya gara-gara ada pria yang mendekatinya. Lalu bagaimana dengan kau sendiri? Lupa ya siapa Kanita dan wanita-wanita yang sampai detik ini masih mengejarmu? Coba Kakak pikirkan bagaimana perasaan Luri jika dia sampai tahu tentang kelakukan burukmu selama tinggal di sini. Dia pasti akan langsung berpikir dua kali untuk menjalin hubungan serius dengan buaya darat sepertimu. Aku yakin itu!"

__ADS_1


Dan begitu Kayo selesai bicara, Fedo langsung menelan ludah. Benar juga, selama ini Luri sama sekali tidak mengetahui sepak terjangnya dalam dunia ******* malam. Fedo jadi takut sendiri membayangkan jika salah satu dari mantannya ada yang membongkar rahasia ini. Luri-nya pasti akan sangat terluka nanti.


"Lalu apa yang harus aku lakukan, Kay?" tanya Fedo sembari mengacak rambut. Dia frustasi sendiri memikirkan kisah percintaannya.


"Yang perlu kau lakukan hanyalah bertobat dan bersikap dewasa. Jangan selalu mencemburui Luri jika dia sedang bersama pria lain. Karena bisa jadi pria itu hanyalah teman ataupun saudaranya. Hal-hal kecil seperti ini bisa menjadi pemicu masalah yang berujung pada pertengkaran, atau bahkan yang lebih buruk adalah perpisahan. Dia itu masih muda, Kak. Dia butuh pergaulan luas untuk menghiasi masa putih abu-abunya. Jadi kau tidak boleh egois," jawab Kayo memberi pengertian pada sang kakak.


"Tapi Luri tidak memiliki saudara laki-laki, Kay. Hanya ada dia, Lusi, dan juga Nania. Satu-satunya pria yang berhubungan dekat dengannya ya hanya Gleen saja, tidak ada yang lain lagi," ucap Fedo meyakinkan.


Andai saja ada bor listrik di ruangan ini, ingin rasanya Kayo melubangi kepala kakaknya untuk memperbaiki kabel saraf yang sudah rusak. Tanpa dijelaskan pun Kayo juga tahu kalau Luri itu hanya tiga bersaudara dan semuanya sama-sama perempuan. Entah, kali ini kakaknya benar-benar sangat konyol. Tidak biasanya sang kakak menjadi bodoh dalam mencerna ucapan orang lain.


"Kak, tolong kembalilah normal seperti dulu. Aku tahu kau mencintai Luri, tapi jangan sampai menjadi bodoh begini. Yang aku katakan tadi itu hanya perumpamaan saja, aku juga tahu kalau Luri tidak memiliki saudara laki-laki. Astaga, tubuhku jadi gerah gara-gara bicara denganmu. Sangat melelahkan!" keluh Kayo sambil mengipasi wajahnya dengan tangan.


"Kenapa kau malah kesal sendiri si, Kay? Aku ini bicara apa adanya, kau jangan malah emosi begini."


Fedo langsung mengangguk cepat. Kali ini dia benar-benar sedang membutuhkan banyak masukan yang bisa meredakan kegalauan yang tengah dia rasakan.


"Karena aku dan Jackson tidak pernah berpikiran yang macam-macam. Kami berdua selalu saling sport meskipun sambil menahan rindu. Baik aku maupun Jackson, kami sama-sama menjaga hati dan juga menjaga mata. Cukup dengan menjalin komunikasi yang baik, maka kami yakin hubungan kami akan baik-baik saja. Tidak sepertimu yang seperti akan mati setiap kali mendengar hal yang tidak-tidak tentang Luri. Kasihan dia Kak kalau selalu di curigai. Aku khawatir dia akan merasa bosan kalau kau terlalu posesif. Paham tidak?" jelas Kayo panjang lebar.


Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Fedo setelah mendengar petuah dari sang adik. Yang di ucapkan Kayo tidak salah, tapi dia menjadi sangat posesif kan karena terlalu menyayangi Luri. Jujur saja, meski Fedo adalah seorang senior dalam urusan desah-mendesah, untuk masalah percintaan dia masih sangat nol. Selama menyelami dunia Casanova, tidak sekalipun Fedo pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Perasaan seperti itu baru dia rasakan ketika tidak sengaja melihat Luri di rumah sakit. Dan untuk pertama kalinya jantung Fedo berdebar dengan sangat kuat ketika dia tersihir oleh senyuman manis si gadis desa. Sejak saat itu pula-lah Fedo sudah terLuri-Luri hingga mendarah daging.


"Kak Fedo, aku tahu kau sangat mencintai Luri. Karena akupun merasakan hal yang sama sepertimu terhadap Jackson. Di sini aku hanya ingin mengingatkanmu kalau tidak semua wanita nyaman ketika di perlakukan dengan sangat posesif oleh pasangannya. Ada kalanya mereka akan merasa tertekan, bosan, atau bahkan merasa tidak di percayai. Sedangkan kau sendiri belum terlalu lama mengenal Luri. Kau masih belum tahu dengan pasti seperti apa watak aslinya. Aku hanya takut kau patah hati jika memperlakukannya dengan cara yang berlebihan. Kau paham kan apa maksudku?" ucap Kayo tak tega melihat raut wajah sang kakak.


"Aku tahu aku memang sedikit kekanak-kanakan dalam menyikapi hal ini, Kay. Harus aku akui kalau ini adalah kali pertama aku jatuh cinta pada wanita. Jadi aku sama sekali tidak memiliki pengalaman tentang hal itu. Tapi terima kasih ya telah mengingatkan aku. Kau adalah saudara terbaik yang ada di dunia ini," sahut Fedo sembari menarik tubuh Kayo ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Kayo mengangguk. Dia lega karena sekarang sang kakak telah berhasil mengatasi kegalauan yang tadi melanda hatinya. Mereka berdua berpelukan cukup lama sebelum akhirnya pelukan mereka terlepas saat ponsel milik kakaknya bergetar.


"Kak Fedo, apa yang sedang kau lakukan? Ini sudah siang, apa kau sudah makan?"


"Heemmmm, sepertinya keberadaanku sudah tidak di butuh lagi di sini," sindir Kayo setelah mengintip pesan di ponsel sang kakak.


"Kau dan Luri adalah wanita yang akan selalu aku butuhkan di hidupku, Kay. Jadi jangan pernah berkata seperti itu lagi ya? Kakakmu yang tampan ini akan selalu menyayangimu. Kau harus ingat itu!" sahut Fedo dengan raut wajah yang sangat serius.


"Iya-iya. Ya sudah sana balas dulu pesan dari Luri, dia pasti sedang menunggu balasan darimu."


"Kau jangan cemburu ya?" ledek Fedo kemudian mengerlingkan mata.


Kayo hanya tertawa saja mendengar ledekan kakaknya. Tak ingin mengganggu, Kayo pun mengambil ponsel miliknya lalu mengirim pesan pada Jackson. Entah kenapa melihat kakaknya yang begitu bahagia menerima pesan dari Luri, Kayo jadi terpikir untuk melakukan hal yang sama terhadap calon suaminya itu. Jackson pasti akan sangat senang jika dia memberinya perhatian meski hanya lewat tulisan.


"Calon suamiku, jangan lupa makan siang. Aku akan menghajarmu kalau kau sampai jatuh sakit. I miss you."


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini

__ADS_1


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2