PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Milik Bersama


__ADS_3

Siang ini, Kanita menghibur diri dengan berkumpul bersama dengan teman-temanya. Tak lupa dia pergi ke salon langganan mereka untuk melakukan perawatan agar tubuh dan wajahnya selalu mempesona. Sambil menunggu pekerjaan karyawan salon selesai, Kanita bergosip dengan teman-temannya tentang rencana clubing yang akan di gelar malam ini. Awalnya mereka bergosip dengan begitu heboh, tapi semuanya berubah ketika nama Fedo mulai di sebut.


"Eh, aku dengar malam ini Tuan Muda kita akan datang ke club. Kau mau datang tidak?" ucap salah satu wanita yang sedang melakukan perawatan kuku.


"Siapa? Tuan Muda Fedo maksudnya?"


"Iyalah. Memangnya Tuan Muda mana lagi yang suka gentayangan di club malam kalau bukan Fedo Eiji? Ah, membayangkan deretan roti sobek di perutnya membuat air liurku seperti akan menetes. Dia benar-benar sangat menggairahkan."


"Hei, kalian jangan coba-coba membayangkan kehangatan pria milikku ya? Fedo hanya akan menjadi miliknya Kanita, dan semua orang tahu itu!" protes Kanita tak terima Fedo menjadi bahan fantasi teman-temannya.


"Halah Kanita, kau jangan sok menguasai Fedo ya. Dia itu Tuan Muda milik bersama. Lagipula ya, aku itu mendengar kalau kau sebenarnya sudah di tolak mentah-mentah olehnya. Jangan kau kira aku tidak tahu kalau waktu itu kau di usir keluar dari perusahaan Fedo. Jadi kau sebaiknya jangan berlagak seolah Fedo begitu menginginkanmu. Kita semua tahu dengan jelas kalau dia tidak akan mau tidur dengan wanita yang sudah pernah menghangatkan ranjangnya. Jadi kau jangan bermimpi terlalu tinggi, Kanita. Jatuh itu sakit lho!"


Kanita mengepalkan tangan saat di ejek oleh teman-temannya. Dia tidak menyangka kalau pengusiran yang dilakukan Fedo beberapa waktu lalu bisa sampai ke telinga para wanita sialan ini. Padahal Kanita sudah memerintahkan orang untuk menghancurkan semua video yang sempat di ambil oleh para karyawan di sana. Ini sungguh memalukan.


"Aku sarankan padamu ya Kanita. Berhentilah mengejar Fedo karena dia tidak akan mau denganmu. Kau itu tidak ada bedanya dengan kami yang hanya di anggap sebagai teman ranjangnya saja. Jadi berhentilah sebelum Fedo mempermalukanmu dengan cara yang lebih buruk lagi."


"Diam kau! Jangan ikut campur pada sesuatu yang bukan menjadi urusanmu. Mau Fedo mempermalukan aku atau tidak, itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu. Paham!" hardik Kanita emosi.


Teman-teman Kanita saling mencebikkan bibir setelah melihat reaksinya yang berlebihan. Mereka kemudian saling berbisik-bisik, menyebut jika Kanita adalah wanita yang tidak tahu malu. Tak tahan dengan gunjingan itu, Kanita akhirnya memutuskan untuk pergi lebih dulu. Dia sudah tidak mood untuk berkumpul dengan mereka lagi.


"Dasar wanita-wanita sialan. Awas saja jika malam ini kalian berani mendekati Fedo. Kalian akan berurusan denganku!" geram Kanita sambil berjalan keluar menuju mobil.

__ADS_1


Saat Kanita hendak menyalakan mesin mobilnya, dari seberang jalan dia tidak sengaja melihat Kayo yang sedang mengobrol bersama seorang pria. Tiba-tiba saja muncul sebuah ide untuk mengabadikan moment tersebut dalam sebuah foto. Kanita berniat menggunakan foto tersebut untuk membalas perbuatan Kayo yang sudah dua kali mempermalukannya di depan umum dan juga di pesta pernikahan temannya kemarin malam.


"Oho Nona Muda Kayo, sepertinya kali ini nama baikmu akan sedikit tergores. Selama ini kan kau di kenal sebagai gadis yang sangat menjaga harga diri keluarga. Jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi denganmu jika Fedo tahu kalau kau sedang bicara dengan pria asing di tepi jalan!" gumam Kanita sambil terus mengambil gambar sebanyak mungkin.


Puas mengambil gambar, Kanita segera melajukan mobilnya untuk pergi dari sana. Hatinya merasa sangat senang karena sebentar lagi dendamnya akan terbalaskan. Tapi karena terlalu senang, Kanita tidak menyadari kalau Kayo tengah menatap ke arah mobilnya. Dia tidak tahu kalau segala tentang dirinya sudah di tandai oleh gadis berwajah dingin itu.


"Kau sedang melihat siapa, Kay?" tanya Jackson sambil melihat ke seberang jalan.


"Melihat sampah yang ingin menggunakanmu untuk membalas dendam padaku," jawab Kayo.


Kening Jackson langsung mengerut. Jiwa Jack-Gal dalam dirinya langsung mencuat saat tahu ada seseorang yang ingin menyakiti calon istrinya. Sambil memperlihatkan raut wajah yang begitu dingin, Jackson mencecar Kayo dengan beberapa pertanyaan tentang siapa orang yang sudah berani mengancamnya.


"Siapa namanya? Apa pekerjaannya?" tanya Jackson tak sabar.


"Memangnya gadis mana yang sedang di sukai oleh kakakmu?"


Jackson menarik tangan Kayo hingga menabrak dadanya. Dia lalu memeluk gadis ini dalam sekali rengkuhan.


"Gadis itu namanya Luri. Dia adalah adiknya Lusi, istrinya Gleen. Kau tahu kan?"


"Luri si gadis desa itu?"

__ADS_1


Kayo mengangguk. Satu tangan Kayo dia gunakan untuk merapihkan anak rambut Jackson yang berantakan karena tertiup angin. Calon suaminya benar-benar sangat tampan.


"Hei, jangan terpesona dulu denganku. Jelaskan dengan detail kenapa Kanita ingin balas dendam padamu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi di antara kalian?" desak Jackson sambil menahan tangan Kayo yang mulai merambat ke wajahnya.


"Aku dua kali membuatnya malu, Jack. Pertama, itu terjadi di mall saat aku menampar wajahnya. Dan yang kedua baru terjadi kemarin malam saat kami tidak sengaja bertemu di acara resepsi pernikahan temanku. Dia berlagak seolah-olah kami tidak saling kenal. Aku kesal, kemudian mengungkit tentang kejadian dimana aku menampar wajahnya. Dan aku rasa Kanita berniat menggunakan foto-foto kita untuk menjelekkan namaku."


"Darimana kau tahu kalau dia akan menggunakan foto-foto kita?"


"Cara liciknya terlalu mudah di baca, Jack. Walaupun dia berada di dalam mobil, aku yakin sekali kalau tadi Kanita pasti sudah melihat keberadaan kita di sini. Di otaknya pasti akan muncul sebuah ide untuk mengambil foto-foto kita kemudian menunjukkannya pada Kak Fedo atau pada Ayah. Dia pasti berharap kalau aku akan di marahi oleh mereka kemudian dia akan menyebarkan foto tersebut ke internet. Aku ini anaknya Abigail, Jack. Tidak akan mudah untuk mengelabuiku!" jawab Kayo sembari menyeringai tipis.


Jackson tersenyum puas melihat kepercaya-dirian Kayo. Rasanya sungguh senang karena dia memiliki calon istri yang sangat hebat dan juga cantik. Malas membicarakan Kanita, Jackson kemudian mengajak Kayo untuk masuk ke dalam mobil. Dia berniat mengajaknya pergi untuk menyapa calon mertuanya yang saat ini tengah berada di perusahaan.


Sebenarnya tadi itu Kayo baru saja menjemput Jackson di bandara. Mereka kemudian berhenti di minimarket untuk membeli air minum. Tapi sayangnya kebersamaan mereka di ganggu oleh kemunculan sosok yang tidak mereka harapkan. Kanita, wanita tidak tahu malu itu tanpa sengaja telah melakukan kesalahan besar karena ingin memfitnah Kayo yang sedang bermesraan dengan calon suaminya sendiri. Sambil mengemudikan mobil, Jackson menantikan performa Kanita dalam merusak nama baik calon istrinya. Dia ingin lihat seberapa kuat wanita ini mampu menumbangkan sikap dingin Kayo yang bahkan dirinya saja pernah sampai mengeluh.


Kau akan mati jika tidak membuatku puas, Kanita. Beraninya menyinggung calon istriku, batin Jackson menahan emosi.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub ya. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss

__ADS_1


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2