PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Salah Menuduh


__ADS_3

Fedo membanting ponselnya hingga pecah berhamburan di lantai. Dia begitu emosi karena Luri masih tidak mau menjawab panggilannya. Entahlah, Fedo benar-benar dibuat pusing karena masalah ini. Dia bingung kenapa Luri tiba-tiba bersikap dingin padanya.


"Apa mungkin ada orang lain yang telah mengatakan sesuatu padanya? Rasanya mustahil jika Luri mengabaikan aku tanpa sebab," gumam Fedo sambil menatap ke arah kaca jendela.


Pikiran Fedo langsung tertuju pada Kanita yang memang sedang mencari tahu tentang Luri. Dia mulai menebak-nebak apakah pengabaian Luri ada hubungannya dengan Kanita atau tidak. Jika ada, maka Fedo bersumpah akan membuat wanita itu menyesal seumur hidup. Dia sangat tidak terima jika kehidupan pribadinya sampai di campuri.


Saat Fedo tengah gundah dengan perasaannya, pintu ruangannya di ketuk. Segera dia mempersilahkan orang tersebut untuk masuk ke dalam.


"Selamat siang, Tuan Muda!" sapa sekertaris Fedo sambil menundukkan kepala.


"Langsung saja katakan kabar apa yang kau bawa. Aku sedang tidak ingin di ganggu sekarang!" sahut Fedo sambil berjalan menuju kursi kerjanya.


"Di lobi perusahaan ada Nona Kanita, Tuan Muda. Beliau memaksa ingin masuk untuk menemui anda. Katanya ada kabar penting yang harus segera dia sampaikan!"


Satu alis Fedo terangkat ke atas begitu dia mendengar kalau wanita yang sedang dia curigai ternyata ada di perusahaan ini. Merasa moment ini cukup tepat, Fedo meminta sekertarisnya untuk membiarkan Kanita masuk kemari.


"Bawa wanita tidak tahu malu itu menghadapku. Dan jangan lupa minta beberapa penjaga untuk menunggu di depan pintu ruangan ini!" ucap Fedo sambil mengendurkan dasi di lehernya.


"Baik, Tuan Muda!"


Sambil menunggu Kanita datang, Fedo kembali menghubungi nomor Luri menggunakan ponsel yang lain. Tapi lagi-lagi panggilannya di abaikan. Hal ini membuat emosi Fedo kian meningkat. Dia semakin yakin pasti ada orang yang telah mengatakan hal buruk pada gadis yang di sukainya itu.


Tak berselang lama, Kanita muncul dengan raut wajah yang begitu semringah. Fedo yang melihat senyum di bibirnya merasa sangat muak. Andai memang benar pengabaian Luri ada hubungannya dengan wanita ini, mungkin Fedo akan langsung membunuhnya detik ini juga.


"Halo Fed, terima kasih ya sudah mengizinkan aku masuk kemari," ucap Kanita sambil duduk di pinggiran meja tepat di hadapan Fedo.


"Menjauh dariku. Wangi parfummu membuatku ingin muntah!" ucap Fedo dengan kasar.


Kanita terkekeh pelan. Sepertinya suasana hati pria ini sedang tidak baik. Ekor mata Kanita kemudian melirik ke arah serpihan ponsel yang berceceran di lantai. Dia menebak kalau Fedo sedang bermasalah dengan kekasihnya.

__ADS_1


Ini kesempatan yang bagus. Aku bisa menggunakan kekesalan Fedo untuk membujuknya agar meninggalkan pacar sialannya itu. Oho Kanita, pucuk di cinta ulam pun tiba. Yang kau nanti-nantikan akhirnya terjadi juga. Hari ini kau benar-benar sangat beruntung, baby. Batin Kanita kegirangan.


"Ekhmm, kau sedang ada masalah ya?" tanya Kanita mencoba melunakkan hati pria yang kini tengah memejamkan mata.


"Jangan ikut campur dengan urusan orang lain jika kau masih ingin hidup lama, Kanita. Terlebih lagi urusan pribadiku," jawab Fedo dingin.


"Sorry Fed, sepertinya kau salah mengartikan pertanyaanku. Aku bukan ingin mencampuri urusan pribadimu, aku hanya merasa kalau suasana hatimu sedang tidak baik. Ya anggap saja perhatian dari seorang teman ke teman lainnya yang sedang ada masalah. Itu maksudku,"


Fedo tertawa sumbang. Sungguh pandai bersilat lidah wanita satu ini. Tak ingin membuat Kanita terus berada di dekatnya, Fedo pun segera menanyakan keanehan dari sikap Luri. Dia ingin tahu apakah Kanita pernah menemui gadis desa itu atau tidak.


"Kanita," panggil Fedo dengan suara yang sangat rendah.


"Iya sayang. Ada apa?"


Kanita langsung menggigit bibir bawahnya saat dia kelepasan memanggil Fedo dengan sebutan sayang. Dadanya berdebar kencang karena takut kalau pria ini akan mengamuk. Tapi untunglah pria ini hanya diam saja, atau mungkin malah tidak mendengar saat Kanita memanggilnya sayang. Apapun itu masa bodo. Yang jelas Kanita begitu menikmati ukiran tangan Tuhan yang telah mengirimkan titisan dewa Yunani di diri Fedo. Pria tampan nan kaya raya yang membuat Kanita tergila-gila.


"Apa kau pernah menemui gadis yang kusukai?" tanya Fedo kemudian membuka mata. "Kalau kau berkata jujur aku mungkin masih akan memberi kesempatan untukmu menikmati hidup. Tapi jika kau berkata bohong, maka bersiaplah menjadi gelandangan yang tidak memiliki harga diri!"


"Jangan berpura-pura tidak tahu, Kanita. Aku yakin pasti kau orang yang telah membuat Luri menjauhiku. Iya kan? Mengaku sajalah!" teriak Fedo mulai terpancing emosi.


Kanita begitu kaget saat tubuhnya di dorong hingga jatuh terlentang di atas meja. Dia menelan ludah berulang kali melihat mata dan wajah Fedo yang sudah memerah seperti darah. Kanita sungguh tidak tahu siapa dan dimana gadis yang bernama Luri itu. Namun suaranya seperti terhenti di tenggorokan saat ingin menjelaskan hal ini pada Fedo. Dia benar-benar sangat takut sekarang.


"Apa yang sudah kau katakan padanya, Kanita? Kau bilang apa pada Luri!" bentak Fedo semakin hilang kendali.


"F-Fedo, tolong kau jangan begini padaku. Aku ... aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan. Tolong lepaskan aku, Fed. Kau jangan gila begini!" teriak Kanita setelah mengumpulkan keberanian.


"Melepaskanmu? Heh! Tidak akan sebelum kau memberitahu apa yang sudah kau katakan pada Luri. Cepat beritahu sebelum aku menghabisimu. Sekarang Kanita!"


Tepat ketika Fedo mulai mencekik leher Kanita, seseorang masuk ke dalam ruangan. Dan ternyata yang datang adalah Kayo dan Jackson. Mereka berdua segera berlari untuk menyematkan Kanita yang sedang kesulitan bernafas. Kanita yang sudah setengah lemas hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh Kayo erat-erat. Dia tidak menyangka kalau Fedo bisa sebrutal ini ketika marah. Benar-benar sangat mengerikan.

__ADS_1


"Kanita, kau sebaiknya segera pulang ke rumah. Aku khawatir kakakku akan lepas kendali jika melihatmu masih ada di sini!" ucap Kayo sambil terus memperhatikan Jackson yang sedang menenangkan amarah kakaknya.


"B-b-baik. Aku akan pulang sekarang juga!" sahut Kanita dengan suara gemetar.


"Biarkan penjaga mengantarkanmu turun ke bawah. Dan sebaiknya kau mencari sopir pengganti untuk membawa mobilmu!" ucap Kayo sedikit tak tega melihat wajah Kanita yang sudah pucat pasi.


Kayo kemudian berteriak memanggil penjaga yang ada di luar ruangan untuk mengantarkan Kanita ke mobil. Setelah itu dia bergegas menghampiri sang kakak yang masih terlihat sangat emosi di bawah pengawasan Jackson.


"Kau ini kenapa, Kak? Tadi Kanita bisa saja mati kalau aku dan Jackson terlambat datang ke ruangan ini. Apa yang membuatmu jadi begini marah?" tanya Kayo sambil memeluk kakaknya agar cepat tenang.


"Luri terus mengabaikan aku, Kay. Dan aku menduga kalau ini ada hubungannya dengan Kanita," jawab Fedo dengan nafas yang masih belum beraturan.


"Ya ampun, Kak. Kau sudah salah menuduhnya. Kanita sama sekali tidak melakukan apapun pada Luri. Dia bahkan tidak tahu dimana Luri tinggal. Kau sudah salah menuduh orang!"


Jackson hanya berdiri diam sambil mendengarkan calon istrinya mengomel. Dia tidak terlalu mempedulikan keadaan Fedo karena sekarang pikirannya sibuk menikmati cara Kayo dalam menenangkan emosi kakaknya. Itu terlihat keren dan juga menakjubkan.


"Kak, uangmu kan sangat banyak. Kenapa kau tidak langsung pergi menemui Luri untuk menanyakan penyebab yang sudah membuatnya jadi begini. Dia itu masih remaja, harusnya Kakak bisa lebih mengerti!" ucap Kayo memberi saran.


Bagai mendapat cahaya di kala gelap, emosi Fedo langsung mereda begitu Kayo memberinya saran. Tanpa membuang waktu lagi Fedo bergegas keluar dari ruangannya. Dia tidak mempedulikan keberadaan Kayo dan Jackson yang sedang terbengang-bengang melihat kelakuannya.


"Pergi ke landasan pesawat sekarang juga!" perintah Fedo kepada para penjaga yang berdiri di luar ruangan.


"Baik, Tuan Muda!"


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya.


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss

__ADS_1


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2