PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Berusaha Tenang


__ADS_3

"Luri, ada seorang wanita datang mencarimu. Dia menunggumu di depan gerbang sekolah," ucap salah seorang siswa perempuan.


"Mencariku?" tanya Luri sembari mengernyitkan kening.


"Iya. Dia memintamu untuk datang secepat mungkin karena sedang buru-buru."


Luri diam sejenak, mencoba menebak siapa wanita yang tiba-tiba ingin bertemu dengannya. Luri kemudian teringat dengan tingkah aneh Nania sejak kemarin. Mungkinkah wanita ini ada hubungannya dengan hal tersebut? Jika iya, maka bisa Luri pastikan kalau wanita itu datang dengan Fedo sebagai alasannya.


Hmmm, awal dari permasalahan mulai muncul. Jadi ini maksud ucapan Kak Fedo dengan meminta untuk tetap percaya padanya jika suatu hari ada seseorang yang datang mencariku? Kira-kira wanita ini berstatus sebagai apa ya di hidupnya? batin Luri penasaran.


"Cepat pergi temui dia, Luri. Kasihan, di luar panas."


"Oh, baiklah. Terima kasih banyak ya atas informasinya."


Setelah itu Luri bergegas keluar dari dalam toilet. Dia lalu tak sengaja melihat Galang dan Jovan yang sedang mengobrol di bawah pohon bersama dengan Nania. Kalau ketiga orang ini sampai tahu ada yang ingin bertemu dengannya, mereka pasti akan langsung menghalangi langkah Luri untuk bertemu dengan wanita tersebut. Ini tidak boleh terjadi. Jika benar wanita itu datang karena Fedo, maka hal ini harus Luri sendiri yang menyelesaikan. Luri sudah bersiap diri untuk menghadapi seseorang yang datang dari masa lalu pria yang di sukainya itu. Karena tidak akan ada gunanya juga jika dia terus menghindar. Masalah tidak akan pernah selesai.


"Maafkan aku Lang, Jo, Nania. Masalah ini biar aku saja yang menghadapi, kalian tidak perlu ikut campur. Bukannya aku tidak menghargai bantuan dari kalian. Akan tetapi kalian tidak seharusnya ikut terlibat dalam masalahku. Aku tidak mau kalian bertiga sampai kenapa-napa," gumam Luri pelan.


Luri akhirnya memutuskan untuk melewati jalan lain karena tak mau mengambil resiko ketahuan oleh adik dan juga kedua temannya itu. Dengan pasti, Luri melangkah menuju gerbang di mana wanita yang mencarinya sedang menunggu. Dan benar saja. Begitu Luri sampai di dekat pos jaga, terlihat seorang wanita dengan pakaian sangat seksi tengah berdiri sambil menutupi wajahnya menggunakan syal. Sebelum mendekat Luri menarik nafas panjang terlebih dahulu. Baru setelahnya dia menghampiri wanita tersebut kemudian menyapanya dengan sopan.

__ADS_1


"Maaf, apa benar kau yang mencariku?"


Kanita yang sedang mengawasi keadaan sekitar langsung berbalik badan saat mendengar suara lembut seseorang. Untuk beberapa saat dia tertegun melihat kecantikan alami dari wajah seorang gadis yang tengah berdiri menatapnya. Kanita baru tersadar dari kekagumannya saat gadis ini kembali mengulang pertanyaan.


"Maaf Nona, apa benar kau yang mencariku? Ada seorang siswa yang mengatakan kalau kau ingin bertemu dengan siswa bernama Luri. Dan akulah pemilik nama tersebut!" ucap Luri dengan tenang. "Kalau boleh tahu ada urusan apa ya kau mencariku ke sekolah?"


"Oh, jadi kau ya yang bernama Luri?" tanya Kanita sinis. Seketika dia merasa kalah saing setelah melihat kecantikan gadis ini.


"Benar, Nona. Akulah yang bernama Luri," jawab Luri sambil tersenyum manis.


Untuk sekian detik lamanya Kanita dan Luri saling memandang dalam diam. Jika Kanita menatap Luri karena merasa iri akan kecantikannya, lain halnya dengan arti tatapan mata Luri. Pikirannya sibuk menerka apakah Fedo dulunya begitu menyukai wanita seksi seperti wanita ini atau bagaimana? Jujur saja, sebagai sesama perempuan Luri merasa malu melihat cara wanita ini berpakaian. Dia terlahir sebagai gadis desa biasa di mana orang-orang yang tinggal di sana sangat amat tabu dengan hal-hal yang bisa mengundang n*fsu. Para gadis di sana akan langsung menjadi bahan cemoohan orang-orang jika berani berpenampilan seperti ini saat keluar rumah.


"Ekhmmmmm, apa benar kau kekasihnya Fedo?" tanya Kanita tanpa basa basi.


Kanita tergugu saat Luri melayangkan pertanyaan yang sangat tidak dia duga. Entah kenapa dia merasa kalau gadis ini sama sekali tidak terkejut dengan kedatangannya. Malah terkesan seperti orang yang sedang menunggunya untuk di interogasi. Kanita jadi bingung sendiri melihat reaksi Luri. Mungkinkah mata-mata yang mengawasinya telah memberitahu gadis ini tentang tujuannya datang ke Shanghai?


Sial. Kenapa keadaannya malah terbalik seperti ini sih? Kenapa juga malah jadi aku yang terkejut. Ini tidak benar, batin Kanita resah.


"Nona, apapun tujuanmu datang mencariku itu tidak akan berpengaruh pada kedekatan antara aku dan Kak Fedo. Kak Fedo mengatakan padaku kalau dia tidak pernah memiliki kekasih. Dan satu-satunya wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta hanyalah aku seorang!" ucap Luri dengan sangat tenang.

__ADS_1


Lebih baik menyerang terlebih dahulu sebelum wanita ini bicara yang tidak-tidak. Untung saja Nania dan Fedo sempat menunjukkan hal-hal aneh yang berhubungan dengan wanita ini. Jadi Luri sudah mempersiapkan hatinya dengan sangat baik agar tetap tenang dan santai ketika masalah ini datang. Tapi jujur, sebenarnya saat ini jantung Luri sedang berdetak dengan sangat kuat. Dia hanyalah seorang gadis biasa yang belum pernah sekalipun terlibat masalah seperti ini. Jadi mau setenang apapun Luri sekarang, rasa takut tetap menghantui pikirannya. Luri begitu takut kalau wanita ini akan mengatakan sesuatu yang bisa membuat hati dan harapannya menjadi hancur.


"Baiklah. Karena kau sudah tahu maksud dari kedatanganku kemari maka aku tidak akan berbasa-basi lagi. Benar kalau aku datang dari masa lalunya Fedo, dan kau juga benar kalau Fedo memang tidak pernah menjalin hubungan pasti dengan wanita manapun. Tapi Luri, kau sepertinya melewatkan satu hal yang sangat penting dari pria itu!" ucap Kanita sambil menyeringai licik.


"Katakan saja apa yang kau ketahui tentang Kak Fedo, Nona. Sebisa mungkin aku akan tetap tenang saat mendengarkan," sahut Luri sambil meremas ujung seragamnya.


Kanita tertawa melihat kepercayaandirian di diri Luri. Keberanian gadis ini boleh juga, tegas dan berkata tepat pada sasaran. Berbeda dengan gadis yang waktu itu dia temui. Di mata Kanita, Luri yang asli terlihat sangat pandai menutupi kegugupannya. Sementara gadis yang waktu itu mengaku sebagai Luri cukup sulit untuk di hadapi karena mulutnya begitu culas dan blak-blakan. Pantas saja Kanita terus di hantui rasa bimbang karena tidak yakin kalau gadis culas itu adalah benar gadis yang sedang dia cari. Dan terbukti. Karena memang jenis gadis seperti Luri-lah yang di sukai oleh Fedo.


"Jangan berpura-pura sok kuat di depanku, Luri. Aku tahu kau sebenarnya sedang sangat ketakutan kan sekarang?" tanya Kanita penuh nada mengejek.


"Nona, tidak ada yang perlu aku takuti dari orang sepertimu. Dan sebaiknya kau segera bicara saja karena jam istirahatku hampir habis," jawab Luri masih berusaha untuk tetap tenang. Padahal telapak tangannya sudah basah keringat sejak tadi.


"Oke, kita langsung saja. Kau tahu, awal pertama aku berkenalan dengan Fedo adalah saat kami berpesta di sebuah club malam. Karena sama-sama mabuk berat, kami berdua memutuskan untuk menginap di kamar hotel yang sama. Kau tahu Luri, malam itu Fedo begitu perkasa saat bermain di atas ranjang bersamaku. Dia juga mengatakan kalau tubuhku membuatnya sangat kecanduan. Sejak malam itu, kami berdua selalu bertemu untuk saling melepaskan hasrat. Dia tidak bisa tidur jika tidak aku puaskan terlebih dahulu. Sampai sini apakah kau sudah paham betapa istimewanya hubungan di antara kami berdua, hm?" ucap Kanita sambil memperhatikan dengan seksama perubahan ekpresi di wajah Luri. Dalam hatinya, Kanita merasa sangat puas karena sudah berhasil memporak-porandakan pertahanan gadis ini. Dia yakin setelah ini hubungan Luri dan Fedo pasti akan langsung hancur.


Tepat ketika Luri hendak berbicara, bel tanda jam istirahat berakhir berbunyi. Dia mencoba menormalkan nafasnya yang terasa sedikit sesak sebelum berpamitan untuk pergi dari sana.


"Maaf Nona, sudah waktunya untukku kembali ke kelas. Dan untuk yang tadi, terima kasih karena sudah menjelaskan dengan begitu mendetail awal mula hubungan kalian berdua. Dari sini aku bisa belajar kalau hubungan kalian berdua sangat tidak sehat. Tapi maaf, sekeras apapun kau berusaha mengacaukan hubungan kami, aku tidak akan pernah melepaskan Kak Fedo. Terkecuali kau datang sambil membawa bukti yang bisa membuatku percaya kalau Kak Fedo benar-benar kecanduan dengan tubuhmu. Permisi!"


Mulut Kanita ternganga lebar begitu mendengar perkataan Luri. Sulit di percaya. Bagaimana mungkin gadis itu tetap tak terpengaruh meskipun Kanita sudah memoles kata dengan begitu apik. Dia bahkan rela membual dengan mengatakan kalau Fedo begitu bern*fsu pada tubuhnya hanya demi agar gadis tersebut merasa marah kemudian pergi meninggalkan Fedo.

__ADS_1


"Kau benar-benar gadis yang sangat tidak tahu diri, Luri. Harusnya kau itu marah dan mengamuk kemudian memutuskan hubunganmu dengan Fedo. Tapi kenapa kau malah berkata tidak akan melepaskannya? Kau itu ingin mati atau bagaimana hah!" teriak Kanita frustasi. Dia lalu bergegas masuk ke dalam mobil kemudian kembali ke hotel dengan suasana hati yang sangat buruk.


*****


__ADS_2