PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Hanya Tentang Fedo


__ADS_3

"Kanita, dimana kau!" teriak Dominic dengan wajah merah padam menahan emosi.


Mili yang baru saja selesai makan siang buru-buru menghampiri suaminya. Dia begitu kaget melihat tampilan wajah suaminya yang terlihat sangat mengerikan.


"Dom, ada apa ini? Kenapa kau berteriak seperti itu?" tanya Mili takut.


"Dimana Kanita. Gadis itu benar-benar sudah kelewatan sekarang. Dia sudah membuatku malu di hadapan Mattheo. Cepat panggil dia kemari atau aku sendiri yang akan menyeretnya keluar!" jawab Dominic sambil terus berteriak.


"Ini sebenarnya ada apa sih Dom. Memangnya apa yang sudah dilakukan Kanita sampai kau jadi semarah ini padanya?"


Sambil menunggu jawaban dari suaminya, Mili meminta pelayan untuk mengambil air minum. Dia kemudian duduk di sebelah suaminya, memijit bahunya pelan dengan harapan bisa sedikit memberi ketenangan.


"Dia kembali membuat ulah di perusahaan Mattheo, Mil. Bahkan Kanita membuat putranya Mattheo kembali mengamuk seperti tempo hari."


"Astaga, benarkah?" pekik Mili kaget. "Fedo ini benar-benar ya. Selalu saja bersikap kasar pada putri kita. Seperti tidak pernah di didik saja."


Dominic langsung menggeretakkan gigi saat mendengar perkataan istrinya. Entahlah, bicara dengan Mili rasanya hanya akan sia-sia saja. Istrinya ini tidak akan pernah rela jika Kanita sampai di persalahkan, apalagi jika sampai ada orang yang menyakitinya. Mili tak pernah peduli putrinya salah atau tidak. Baginya Kanita selalu benar, dan hal inilah yang membuat Kanita tumbuh menjadi gadis manja yang selalu membuat onar dimana-mana.


"Jaga mulutmu, Mili. Kau jangan sembarangan mengatai keluarga mereka!" tegur Dominic.


"Cih, sembarangan apanya. Aku ini bicara fakta, Dom. Bukankah kau sendiri yang bilang kalau Fedo kembali mengamuk saat Kanita datang ke kantornya? Dari sini saja kita bisa melihat kalau pria itu sama sekali tidak memiliki attitude yang baik. Sungguh miris. Beginilah jadinya jika mempunyai orangtua yang bukan berasal dari kasta yang sama!" sahut Mili penuh nada menghina.


"Dan itu juga berlaku padamu dan Kanita. Kau dan Kanita sama-sama berasal dari kalangan terhormat, tapi lihat attitude apa yang kalian miliki. Mulutmu dengan mudahnya merendahkan orang lain, sama sekali tidak mencerminkan orang yang berpendidikan. Sedangkan Kanita, dia dengan mudahnya naik ke ranjang pria yang bukan suaminya. Dia bahkan tidak malu menggunakan noda itu untuk mendekati Fedo. Apakah dengan sikap murahan ini kau berhak menghina Nyonya Abigail hanya karena dirinya bukan berasal dari kasta yang sama seperti kita? Iya?" bentak Dominic dengan mata berkilat marah.


Mili langsung terdiam seperti orang bodoh. Dia mati kutu jika suaminya sudah mengungkit hal-hal seperti ini. Ya, mungkin semua orang yang ada di Jepang tahu kalau ibunya Fedo bukan berasal dari golongan konglomerat. Namun karena kekuasaan keluarga Eiji yang begitu kuat, tidak ada satu pun orang yang berani menyelidiki latar belakang wanita tersebut. Belum lagi dengan kebrutalan Abigail yang terkenal sebagai dewi perang di keluarga Eiji, semakin membuat orang-orang merasa segan padanya.

__ADS_1


"Ayah, Ibu, apa yang terjadi? Kenapa berisik sekali?" tanya Kanita sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Kebetulan kau muncul, Kanita. Sekarang cepat jelaskan pada Ayah apa yang sudah kau lakukan di kantornya Fedo kemarin. Apa kau tahu Kanita, ayahnya Fedo baru saja menegur Ayah. Dia meminta Ayah untuk menasehatimu agar tidak mengganggu Fedo lagi. Gara-gara kau, sekarang Fedo pergi ke Shanghai. Dia begitu marah setelah kau mendatanginya di perusahaan!" ucap Dominic sambil menatap tajam ke arah putrinya.


Kanita menelan ludah. Dia tidak menyangka kalau Paman Mattheo akan berbuat sejauh ini untuk menjauhkannya dari Fedo. Sambil menahan rasa takut, Kanita mencoba menjelaskan pada ayahnya tentang kejadian kemarin. Dia juga berniat memberitahu kalau kemarin itu Fedo hampir saja membunuhnya.


"Ayah, Ayah jangan hanya mendengar penjelasan sepihak saja. Di sini aku juga mempunyai pembelaan atas apa yang telah dilakukan Fedo padaku. Aku tidak sepenuhnya bersalah, Ayah!"


"Apa maksudmu, hah! Masih ingin mengelak juga setelah membuat nama baik Ayah rusak di mata ayahnya Fedo. Iya?"


Nafas Dominic naik turun dengan cepat saat putrinya masih belum mau mengakui kesalahannya. Saking emosinya, Dominic sampai gelap mata. Dengan kalap dia mengangkat tangan hendak menampar wajah putrinya.


"Dominic, apa-apaan kau hah! Kanita itu putrimu. Bagaimana bisa kau ingin memukulnya!" teriak Mili sambil menahan tangan suaminya. "Kau sudah gila ya!"


"Biar saja, Mili. Sesekali gadis tidak tahu malu ini memang harus di beri pelajaran. Tingkah lakunya sama sekali tidak mencerminkan wanita terhormat, malah lebih terlihat seperti wanita murahan yang tidak memiliki harga diri sama sekali!" hardik Dominic dengan kejam.


Mata Dominic kian memerah saat istrinya terus membela Kanita. Dengan langkah lebar dia memutuskan untuk pergi dari sana. Dia sangat muak dengan kelakuan Mili yang terus membela Kanita mati-matian.


Setelah suaminya pergi, Mili segera memeluk putrinya yang sedang menangis. Hatinya begitu kesal karena suaminya lebih membela keluarga orang lain daripada keluarganya sendiri.


"Ssstttt, tidak apa-apa sayang. Jangan menangis, ada Ibu di sini."


"Bu, kenapa Ayah tidak pernah mau mendukungku? Bukankah sebagai seorang ayah harusnya dia yang berdiri paling depan untuk menjagaku. Tapi kenapa Ayahku tidak seperti itu? Ayah malah lebih percaya pada Paman Mattheo daripada aku. Aku itu tidak salah, Bu. Aku sudah meminta izin pada karyawan di sana sebelum masuk ke ruangannya Fedo. Aku tidak bersalah, Bu!" adu Kanita sambil menangis tersedu-sedu di pelukan sang ibu.


"Entahlah. Ibu juga tidak mengerti kenapa Ayahmu bisa bersikap seperti itu. Juga si ayahnya Fedo, sesuka hati mengadu pada Ayahmu tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. Huhh, Ibu benar-benar sangat geram sekarang. Lihat saja, Ibu pasti akan mencari keadilan untukmu. Ibu tidak akan tinggal diam melihatmu di hina seperti ini. Ibu tidak terima!" sahut Mili dongkol.

__ADS_1


Sambil menangis Kanita mengangguk setuju mendengar tekad sang ibu yang ingin mencari keadilan untuknya.


"Pertama-tama Ibu akan mendatangi ibunya Fedo. Ibu akan mengajarinya cara untuk mendidik anak dengan baik. Tidak seperti putranya yang brutal seperti ketua mafia. Cihh, mentang-mentang keluarganya memiliki nama besar di Jepang lantas mereka bisa bersikap semena-mena padamu. Enak saja. Beraninya hanya dengan putriku. Kalau berani, lawan ibunya!"


Mili benar-benar dibuat kesal oleh Fedo yang berani bersikap kasar pada putri kesayangannya. Juga dengan si Mattheo yang telah mengadukan sesuatu yang tidak-tidak pada suaminya. Gara-gara ulah dua orang ini, Kanita hampir saja menerima kekerasan dari ayahnya sendiri. Sebagai ibu, Mili jelas tidak terima. Selama ini dia membesarkan Kanita dengan penuh cinta, bahkan tak sekalipun Mili tega memarahinya.


"Bu, aku mencintai Fedo. Aku ingin menikah dengannya," ucap Kanita setelah tangisnya mereda.


"Hei, kemarin kau baru saja mendapat perlakuan buruk dari Fedo dan masih berani berpikir untuk menikah dengannya? Ayolah Kanita, kau jangan bercanda!" omel Mili tak percaya.


"Aku tidak sedang bercanda, Bu. Aku serius ingin menikah dengannya. Tolong bantu aku mewujudkan keinginan ini, Bu. Aku bisa gila jika tidak menikah dengan Fedo!" sahut Kanita kekeh.


Mili melepaskan pelukannya kemudian menatap Kanita dengan tajam. Ini benar-benar tidak percaya dengan apa yang diminta oleh putrinya barusan.


"Otakmu sakit, Kanita. Ibu tidak akan membiarkanmu menikah dengan Fedo!"


"Otakku memang sudah sakit sejak aku mengenal Fedo, Bu. Dan akan semakin sakit jika tidak bisa memilikinya. Aku mencintai Fedo, apapun caranya dia harus menjadi milikku dengan atau tanpa restu dari Ayah dan Ibu!"


Setelah berkata seperti itu Kanita berlari masuk ke kamarnya meningggalkan sang ibu yang sedang mengomel. Dia tidak peduli meskipun harus di tendang keluar dari rumah ini sekalipun. Karena bagi Kanita Fedo adalah segala-galanya. Dunianya hanya tentang Fedo sekarang.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss

__ADS_1


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2