PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Teman Tapi Mesra


__ADS_3

Deburan ombak terdengar begitu merdu di telinga dua anak manusia yang kini tengah duduk di atas kap mobil. Fedo, dia memutuskan mengajak Luri untuk bicara di luar rumah setelah meminta izin pada orangtuanya. Fedo butuh tempat yang nyaman untuk dia memperjelas perasaannya terhadap Luri. Gadis desa yang entah kenapa senang sekali mengombang-ambingkan hatinya.


"Apa kau masih menyimpan kalung yang tempo hari aku berikan?" tanya Fedo sembari menatap ke arah lautan.


"Masih, Kak. Kalungnya selalu aku pakai," jawab Luri pelan. Dia sedang sangat gugup sekarang.


Fedo menarik nafas. Dia kemudian beralih melihat ke arah Luri yang sedang memegangi kalung di lehernya. Fedo tersenyum, tapi hatinya merasa kosong setelah penolakan yang dia terima dari orangtua Luri.


"Aku menyukaimu, dan kau tahu itu. Aku bahkan sudah bilang padamu kalau aku akan menunggu sampai kau siap menjalin hubungan. Tapi kenapa kau tidak mengatakan apapun saat Paman Luyan dan Bibi Nita memberi penolakan? Apa aku sudah salah mengartikan ucapanmu malam itu?"


Telapak tangan Luri mengeluarkan keringat dingin saat di cecar seperti itu oleh Fedo. Dia bingung harus menjawab apa sekarang.


"Luri, katakan saja apa yang sedang kau pikirkan. Mungkin sikapku memang arogan, aku juga tidak bisa menyebut diriku adalah pria baik-baik. Akan tetapi rasaku tulus padamu. Aku sama sekali tidak ada niat untuk mempermainkanmu. Sungguh!" ucap Fedo berusaha meyakinkan.


"Ini bukan tentang siapa yang mempermainkan siapa, Kak. Tapi ini tentang menjaga perasaan," sahut Luri. "Apa yang aku ucapkan malam itu benar adanya. Dan aku juga tidak memiliki anggapan kalau Kakak hanya ingin mempermainkan aku saja. Kakak tahu benar siapa aku dan darimana aku berasal. Hal ini yang menjadi tolak ukur untuk kita menjalin hubungan. Ayah dan Ibu juga sangat mengkhawatirkan hal ini. Mereka takut salah satu di antara kita akan terluka jika tidak seimbang!"


"Apanya yang harus seimbang hah? Apa hanya karena kau berasal dari desa lantas aku tidak boleh menyukaimu? Begitu?" tanya Fedo mulai terpancing emosi.


Hilang sudah sisi konyol Fedo yang biasa dia tunjukkan di hadapan Luri. Dia tidak habis pikir kenapa kasta bisa menjadi penghalang suatu hubungan.


"Kak, tenanglah. Kita bicarakan masalah ini baik-baik. Apa yang dilakukan oleh Ayah dan Ibu adalah untuk kebaikan bersama, terutama untuk kebaikan keluargamu. Meski tak tahu banyak, tapi kami sadar betul kalau keluarga Kakak adalah salah satu keluarga yang memiliki reputasi penting di Jepang. Kami cukup tahu diri untuk tidak mencoreng nama baik keluarga Kakak jika suatu hari ada gosip yang beredar kalau pewaris keluarga Eiji berhubungan dengan gadis desa yang miskin dan tidak mempunyai apa-apa. Tidakkah Kakak berpikir ke arah sana?"


Dengan tatapan teduhnya Luri terus memperhatikan Fedo yang diam dengan wajah murung. Tampan, dan Luri begitu menyukai pria tampan yang duduk di sebelahnya ini.


"Apa ini artinya tidak ada harapan untuk kita bisa bersama?" tanya Fedo lirih. Suaranya hampir tak terdengar karena tersapu angin.


"Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu padamu, Kak. Kalau memang sekarang di mata Ayah dan Ibu aku tidak sepadan untuk bisa bersamamu, maka tolong beri aku waktu untuk memantaskan diri," jawab Luri dengan sangat bijak.


Fedo terhenyak kaget mendengar ucapan Luri. Dia kemudian menatap Luri dengan seksama, mencari pembenaran bahwa apa yang baru saja dia dengar bukanlah sesuatu yang salah.

__ADS_1


"Maksudnya.. maksudnya kau juga ingin bersamaku?" tanya Fedo begitu menyadari maksud dari kata memantaskan diri.


Luri mengangguk pelan. Pipinya merona. Kata memantaskan diri sengaja Luri ucapkan untuk memberi kode pada Fedo kalau dirinya juga mempunyai rasa yang sama. Luri merasa canggung jika harus bicara terus terang mengenai perasaannya. Terlebih lagi dia adalah seorang perempuan. Baginya itu adalah sesuatu yang memalukan.


"Apa kau menyukaiku?" tanya Fedo sambil mengulum senyum.


"Kak Fedo, tolong jangan menggodaku," sahut Luri malu-malu.


"Jawab dulu pertanyaanku. Kau menyukaiku tidak?" desak Fedo semakin tak sabar.


"Iya," sahut Luri dengan suara yang sangat kecil. "Tapi aku tidak mau pacaran dulu. Aku tidak mau membuat Ayah dan Ibu kecewa."


Tanpa di duga-duga, Fedo melompat turun dari mobil. Dia kemudian berteriak dengan sangat kuat sambil mengucapkan kata jika cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Luri yang melihat tingkah konyol Fedo hanya tersenyum tipis sambil menatapnya dari belakang. Dia kemudian tertawa ketika Fedo mengangkat tubuh seorang nenek yang sedang berjalan-jalan di tepi pantai.


"Nek, gadis yang duduk di kap mobil itu ternyata menyukaiku. Dia baru saja mengakuinya," ucap Fedo sambil menunjuk ke arah mobil.


"Terima kasih banyak, Nek. Dia sangat cantik bukan?" ucap Fedo lagi dengan bangganya.


"Ya ya ya. Kekasihmu adalah gadis tercantik yang pernah Nenek lihat di pantai ini. Dia seperti bidadari!"


Tawa Fedo kian melebar setelah mendengar pujian sang nenek. Setelah itu dia pergi meninggalkannya kemudian berlari menghampiri Luri yang sedang duduk sambil menundukkan kepala. Gadis ini sedang malu rupanya.


"Em, karena kita tidak boleh pacaran, bagaimana kalau sekarang kita menjadi teman tapi mesra saja. Kau mau tidak?" tanya Fedo dengan penuh semangat.


"Teman tapi mesra? Maksudnya bagaimana Kak?" sahut Luri balik bertanya. Wajahnya terlihat bingung.


"Maksudnya begini, jika di depan orang lain kita akan bertindak seperti teman biasa. Tapi di belakang mereka kita bisa bermesraan seperti pasangan-pasangan lainnya. Bagaimana? Kau setuju kan?"


Luri diam berpikir. Dia sedang menimang apakah keputusan menjadi teman tapi mesra ini memiliki resiko ketahuan orangtuanya atau tidak. Luri sungguh tidak mau membuat ayah dan ibunya kecewa jika mereka sampai tahu kalau dia baru saja mengungkapkan rasa sukanya pada Fedo. Bukannya ingin melawan perintah orangtua, dia hanya tidak mau terlalu mempermainkan perasaannya sendiri. Juga karena dia tidak ingin terus menggantung perasaan Fedo.

__ADS_1


"Kak Fedo, tapi aku sungguh tidak bisa berpacaran denganmu. Aku ingin fokus sekolah dulu dan....


"Iya, tidak masalah kalau sekarang kita tidak bisa pacaran. Yang penting aku sudah tahu kalau kau juga menyukaiku. Hal ini jauh lebih membahagiakan daripada harus menjadi kekasihmu, sayang. Tenang saja, aku mendukungmu untuk sukses supaya kau bisa segera pantas untukku!" sela Fedo memotong perkataan Luri.


"Jangan memanggilku seperti itu, Kak. Nanti kau kebablasan!" cegah Luri khawatir.


"Tidak akan. Aku akan sangat hati-hati dalam menempatkan hubungan baru kita, sayang. Teman tapi mesra, entah kenapa status ini terdengar jauh lebih segar ketimbang menjadi status pasangan kekasih. Benar tidak?"


Dengan kebahagiaan yang membuncah Fedo membantu gadisnya untuk turun. Dia kemudian membimbing Luri untuk masuk ke dalam mobil lalu membantunya memakai seatbelt. Jika kalian bingung darimana dia mendapatkan mobil ini, jawabannya adalah dia meminjam mobil milik Gleen.


"Gadis cantik, jaga hatimu hanya untukku ya. Dan tolong jangan dekat-dekat dengan pria lain. Terutama Galang!" ucap Fedo setelah mobil mulai bergerak menjauh dari pantai.


"Tidak ada apa-apa di antara aku dengan Galang, Kak. Kami berdua murni berteman," sahut Luri sedikit gugup. Dia tidak ingin sampai ketahuan kalau Galang telah menyatakan cinta padanya.


"Menurutmu mungkin tidak, sayang. Tapi belum tentu Galang berpikiran sama sepertimu. Aku dan Galang sama-sama pria, dan sudah pasti aku tahu apa yang dia inginkan ketika mendekati wanita. Apapun alasanmu aku tetap tidak rela kau berdekatan dengannya. Paham?"


Luri tersenyum. Dia kemudian mengangguk sambil menatap ke luar jendela. Langit malam ini sangat indah. Bintang-bintang nampak bermunculan menghiasi awan, menciptakan pesona yang sangat memikat.


Jadi seperti ini ya rasanya jatuh cinta? Tidak kusangka kalau rasanya akan sebegini indah," batin Luri senang.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani, dan part baru saja up. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani

__ADS_1


__ADS_2