PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Buaya Gatal


__ADS_3

Fedo mengeluarkan keringat dingin ketika di tatap dengan begitu intens oleh ayah dan ibunya Luri. Tadi setelah Fedo tersadar kalau Luri telah mengetahui perihal fitnah yang dilakukan oleh Kanita, dia langsung bergegas pergi ke Shanghai. Dan sesampainya Fedo di negara ini dia langsung pergi menuju kediaman keluarganya Luri guna menjelaskan bahwa yang di katakan oleh Kanita tidaklah benar. Namun siapa sangka kalau kedatangan Fedo ternyata sudah di tunggu oleh Glenn dan juga Nania. Dengan penuh kemurkaan Gleen dan Nania langsung menghajar Fedo sampai babak belur begitu dia keluar dari dalam mobil. Sebenarnya tadi Fedo bisa saja melawan, tapi dia cukup sadar diri kalau apa yang dilakukan oleh Gleen dan Nania adalah karena dia yang telah membuat Luri bersedih. Wajar, dan Fedo sangat mengerti akan hal ini. Jadi dia pasrah saja ketika tubuhnya di jadikan bulan-bulanan oleh kedua orang ini.


"Fedo, apa kau baik-baik saja? Wajahmu babak belur begitu. Ingin di kompres dulu tidak?" tanya Nita tak tega melihat pria yang telah mengecewakan putrinya terluka seperti ini.


"Tidak usah, Bibi. Terima kasih," jawab Fedo sambil tersenyum kecut. "Aku pantas menerima ini dari Gleen dan Nania. Mereka punya hak untuk menghajarku yang telah membuat orang kesayangan mereka kecewa. Aku pantas menerimanya."


Luyan menghela nafas. Dia terus menatap lekat raut wajah Fedo yang terlihat begitu menyesal. Dari sini Luyan mencoba meyakini kalau Fedo tidaklah bersalah seperti yang sedang heboh di kabarkan. Dia percaya kalau pria ini hanyalah korban dari keegoisan seorang wanita.


"Paman, Bibi. Bisakah aku bertemu dengan Luri? Aku tahu dia pasti sangat membenciku setelah melihat berita yang beredar di media. Akan tetapi dia juga perlu tahu bahwa aku tidak pernah melakukan hal serendah seperti yang di beritakan. Antara aku dengan Kanita hanyalah seorang mantan yang dulu pernah bersama, tapi setelah itu aku tak pernah mau menjalin hubungan apapun lagi dengannya. Tolong Paman dan Bibi percaya padaku ya? Aku memang pria brengsek, tapi aku tidak pernah sekalipun terpikir untuk menghamili wanita yang bukan istriku. Kanita hamil bukan karena aku, tapi dia sengaja menargetkan aku karena tak terima melihat kedekatanku dengan Luri. Jika Paman dan Bibi masih belum percaya, aku punya buktinya. Tunggu sebentar!"


Fedo dengan sedikit tergesa menyalakan ponselnya kemudian menunjukkan satu video di mana Andero tengah melakukan konferensi pers untuk membongkar kebenaran yang sebenarnya.


"Astaga, jadi bayi yang di kandung wanita itu adalah anak dari pria ini?" pekik Nita syok. Dia sampai ternganga tak percaya melihatnya.

__ADS_1


"Benar, Bibi. Dan dia sengaja mengaku kalau itu adalah anakku dengan tujuan ingin menghancurkan hubungan percintaanku dengan Luri," sahut Fedo.


"Bagaimana bisa ada wanita sekejam dia? Ya Tuhan, dunia sudah semakin tua. Sudah ada banyak manusia yang bertindak tanpa menggunakan logika sehatnya. Benar-benar sangat di sayangkan!"


Fedo mengangguk. Dia merasa lega karena setidaknya orangtua Luri masih percaya kepadanya. Sekarang tugas Fedo tinggal satu lagi, yaitu kembali mendapatkan kepercayaan gadis desanya. Namun sebelum sempat Fedo menanyakan keberadaan Luri, dia sudah lebih dulu di buat syok saat Paman Luyan memberinya sepucuk surat yang di tinggalkan oleh Luri.


"Fed, jujur Paman merasa lega karena ternyata kabar itu tidaklah benar. Akan tetapi kedatanganmu kemari sangatlah terlambat karena Luri sudah lebih dulu percaya bahwa anak yang di kandung oleh wanita itu adalah anakmu!" ucap Luyan sembari mengambil surat dari saku bajunya. "Ini adalah surat yang di tulis oleh Luri. Bacalah, nanti kau akan paham kenapa Luri melakukan semua ini!"


Dengan nafas tercekat dan tangan gemetaran Fedo mulai membaca huruf demi huruf yang merupakan curahan hati Luri. Dan ketika Fedo membaca bagian di mana Luri telah merasa di bohongi dua bulan lalu saat Fedo mengaku mendatangi seorang kliennya di hotel, di saat itu dunia Fedo seakan menggelap seketika. Dia tidak menyangka kalau Luri akan mengingat kejadian di mana Fedo memang beralasan ingin menemui seorang klien yang sebenarnya adalah Kanita. Fedo terpaksa berbohong karena tak ingin membuat Luri berpikir macam-macam. Akan tetapi Fedo sama sekali tidak menyangka kalau Luri sebenarnya memendam kecurigaan, tapi dia memilih untuk diam. Fedo terlalu brengsek bukan?


"Ke London," jawab Luyan. "Sebenarnya hari ini dia memintamu datang kemari adalah karena ingin berpamitan, Fed. Dia dan Galang sama-sama memenangkan beasiswa kuliah kedokteran di London. Namun Luri sengaja merahasiakan hal ini darimu karena dia khawatir kau akan melarangnya pergi. Paman harap kau tidak merasa di permainkan oleh Luri ya, Fed. Dia melakukan ini semua demi agar bisa terlihat pantas ketika kalian bersama nanti. Luri sedang berjuang untuk hubungan kalian!"


"Kapan dia pergi, Paman?" tanya Fedo dengan suara yang sangat pelan.

__ADS_1


"Harusnya besok Luri dan Galang baru akan berangkat ke London. Akan tetapi Luri meminta keberangkatannya di percepat setelah wanita itu menelponnya dan mengatakan tengah mengandung anakmu. Di dalam surat itu tertulis alasan kau menolak bertanggung jawab adalah karena kalian akan menikah. Luri pasti merasa sangat bersalah jika dia sampai menjadi penyebab seorang anak lahir tanpa di dampingi oleh ayah kandungnya. Dia mengalah demi masa depan bayi yang dia pikir adalah benar anakmu, Fedo. Dia terguncang lalu mengambil keputusan untuk pergi menjauh dengan harapan kau bersedia untuk bertanggung jawab pada bayi itu!" jawab Nita menggantikan suaminya bicara.


Luyan dan Nita saling menatap ketika melihat Fedo yang langsung lemas begitu tahu kalau putri mereka sudah tidak ada di negara ini lagi. Sungguh, mereka sangat kasihan pada pria ini. Akan tetapi apa mau di kata, mereka tidak bisa menyalahkan keputusan Luri sepenuhnya. Namun satu yang jelas, baik Luyan maupun Nita, mereka sama-sama lega karena Fedo bersih dari masalah yang membuat Luri pergi dari rumah.


"Ternyata aku sangat buruk sampai-sampai Luri pun tak bisa mempercayaiku seperti ini. Tidak kusangka dia akan lebih memilih untuk pergi bersama laki-laki lain ketimbang meminta penjelasan dariku!" ucap Fedo sambil tertawa sedih. Dia sakit sekali saat tahu kalau Luri telah merencanakan kepergiannya bersama Galang dari jauh-jauh hari. Dia kecewa.


Tanpa di sangka-sangka satu pukulan kuat langsung mendarat di wajah Fedo begitu dia meluapkan kekecewaannya terhadap Luri. Sambil memegangi pipinya yang terasa kebas, Fedo berniat membalas balik orang yang sudah tiba-tiba memukulnya. Namun baru saja Fedo mengangkat setengah tangannya, dia langsung keki melihat keberadaan Nania yang tengah memelotkan mata sambil membawa pemukul bisbol di tangannya. Fedo mati kutu.


"Kak Fedo, kau itu memang benar-benar sudah tidak tertolong lagi ya. Berani sekali kau berpikir seperti itu tentang kakakku!" amuk Nania sambil menatap Fedo dari ujung rambut hingga ujung kakinya. "Cihh, di pikir hanya kau saja apa pria tampan yang ada di muka bumi ini. Sadar Kak, sadar. Kak Galang bahkan seribu kali jauh lebih tampan darimu. Tapi apa, Kak Luri bahkan menolaknya hanya demi pria tak tahu diri sepertimu. Dan sekarang dia pergi jauh gara-gara kau yang menggatal. Dasar buaya, kakakku banyak menderita batin asal kau tahu. Huhhh!"


"Kakakmu yang tidak jujur padaku!" sahut Fedo sambil melihat ke arah lain. Tatapan mata Nania terlalu galak, dia enggan melihatnya.


"Kau yang lebih tak jujur pada kakakku. Bilangnya ingin menemui teman bisnis, tapi kenyataannya kau malah menggatal dengan si Kanita-Kanita itu. Hih, sekalinya buaya gatal tetap saja buaya gatal. Kau benar-benar sudah tidak terselamatkan lagi, Kak Fedo. Aku sangat mendukung keputusan Kak Luri yang lebih memilih pergi bersama Kak Galang daripada dia harus makan hati karena terus bersama pria gatal sepertimu. Payah kau!" umpat Nania tak tanggung-tanggung mendikte kesalahan Fedo.

__ADS_1


Sadar kalau kemarahan putrinya masih akan terus meluap, Nita memutuskan untuk membawa Nania pergi dari hadapan Fedo. Dia merasa tak enak hati karena putrinya ini terlalu blak-blakan dalam memaki dan mengungkit kesalahan pria Jepang itu. Nita masih memiliki hati untuk tidak membiarkan Nania semakin melukai perasaan Fedo yang memang sedang terluka karena ketidakjujurannya sendiri. Dia iba.


*****


__ADS_2