PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Bertepuk Sebelah Tangan


__ADS_3

Luri menatap layar ponselnya yang terus menyala. Saat ini dirinya sedang berada di dalam kelas sambil menunggu guru pengajar datang. Ada sedikit perasaan sedih saat Luri hanya memandangi nama yang tertera di sana. Hatinya ragu antara ingin mengangkat panggilan ini atau tidak.


"Maafkan aku, Kak. Aku tidak mau memberimu harapan palsu. Semoga saja ini adalah keputusan yang benar dengan mengabaikan panggilan darimu," gumam Luri pelan.


Setelah di tegur oleh ayah dan ibunya, Luri memutuskan untuk mengurangi kedekatannya dengan Fedo. Dia ingin fokus pada sekolahnya dulu. Juga karena Luri yang tidak ingin membuat kedua orangtuanya merasa kecewa.


"Kau pasti bisa, Luri. Kalau Kak Fedo benar-benar menyukaimu, dia pasti akan setia menjaga hati sampai dimana kau pantas untuk bersamanya. Ingat Luri, Ayah dan Ibumu begitu mencemaskan masa depanmu. Kau tidak boleh sampai mengecewakan harapan mereka!" ucap Luri menyemangati dirinya sendiri.


Galang yang sejak tadi memperhatikan Luri nampak mengerutkan kening. Dia heran melihat Luri yang seperti sedang berbicara sambil menatap layar ponselnya. Karena penasaran, Galang akhirnya memutuskan untuk bertanya. Mumpung guru pengajar belum datang, begitu pikirnya.


"Luri, kau sedang bicara dengan siapa?" tanya Galang setelah duduk di bangku sebelah Luri.


"Ah, kau rupanya. Sampai kaget aku," jawab Luri sambil mengelus dada. "Kau bertanya apa barusan, Lang?"


"Aku bertanya kau sedang bicara dengan siapa. Aku perhatikan sejak tadi mulutmu terus bergerak-gerak seperti orang yang sedang mengobrol. Makanya aku datang kemari untuk bertanya."


Mata Galang terus mengawasi setiap ekpresi yang muncul di wajah Luri. Dan hatinya langsung meleleh melihat Luri tersenyum yang mana membuat kedua lesung pipinya muncul dengan begitu indah. Sungguh, kali ini Tuhan telah menciptakan maha karya yang sangat luar biasa. Galang sampai bingung harus mensejajarkan kecantikan alami Luri dengan apa. Benar-benar seperti tidak ada duanya.


"Lang, apa sebelum ini kau pernah jatuh cinta?" tanya Luri dengan pipi bersemu. Dia sedikit malu setelah bertanya seperti itu.


"Jatuh cinta ya? Emmm, aku dulu pernah merasakannya. Dan sekarang aku juga sedang jatuh cinta pada seorang gadis cantik berhati lembut. Kenapa memangnya?" jawab Galang tanpa ragu menyentil sedikit perasaannya terhadap gadis di sampingnya ini.


"Tidak kenapa-napa kok," sahut Luri sembari menyelipkan anak rambut ke belakang telinga. "Apa yang kau rasakan saat sedang jatuh cinta?"

__ADS_1


Galang menatap lekat manik mata Luri saat gadis ini terus mencecarnya dengan pertanyaan yang berhubungan dengan jatuh cinta. Dia jadi curiga, jangan-jangan Luri sedang merasakan hal ini pada Jovan. Secara mereka baru saja berkenalan saat di perpustakaan tadi. Memikirkan hal ini membuat perasaan Galang menjadi tidak karu-karuan. Haruskah dia mengalami cinta bertepuk sebelah tangan di saat perjuangannya baru saja di mulai? Jika benar, maka ini adalah kisah cinta yang paling menyedihkan dalam hidupnya.


"Aku akan menjawab setelah kau menjawab pertanyaanku lebih dulu!" ucap Galang menahan emosi. "Apa kau jatuh cinta pada Jovan?"


Luri membelalakan mata begitu mendengar pertanyaan Galang yang sangat konyol. Bagaimana mungkin Luri jatuh cinta pada siswa yang baru saja dia kenal. Pun ini juga bukan tentang Jovan, melainkan tentang Kak Fedo. Pria konyol yang telah menempati ruangan khusus di dalam hatinya.


"Ayo jawab pertanyaanku, Luri. Jawab!" desak Galang merusuh.


"Lang, aku dan Jovan baru saja saling kenal. Jadi mana mungkin aku jatuh cinta padanya? Kau ini kenapa konyol sekali sih. Darimana kau mendapat pemikiran seperti itu!" jawab Luri tak habis pikir.


"Sudah pasti aku berfikir seperti itu karena aku merasa cemburu, Luri. Aku takut kau lebih memilih Jovan daripada aku!"


Galang langsung terdiam syok begitu sadar kalau dia baru saja mengungkapkan kecemburuannya di hadapan Luri. Dia menjadi panik sendiri saat gadis ini menatapnya tak berkedip.


"Itu ... Maksudku ... aku ini, Luri. Aku ... Haduhh, kenapa jadi gugup begini sih!" keluh Galang sambil menepuki kepalanya sendiri.


Bukannya marah, Luri malah mentertawakan kegugupan Galang. Dia merasa lucu sendiri melihatnya yang salah tingkah gara-gara ucapannya barusan. Sejak mereka belajar bersama, Luri sudah menyadari kalau Galang menyimpan perasaan lebih padanya. Namun dia berpura-pura tidak mengetahui apapun karena tidak ingin membuat Galang merasa canggung. Tapi siapa yang akan menduga kalau Galang malah mengatakan secara langsung tentang kecemburuannya yang mengira kalau Luri jatuh cinta pada Jovan. Hal ini benar-benar sangat menggelitik hati.


"Luri, maaf. Jujur, aku sudah menyukaimu sejak di awal kau datang ke sekolah ini. Tapi tolong jangan membenciku ya. Perasaan ini muncul sendiri, sungguh!" ucap Galang mencoba menjelaskan.


"Ya ampun Lang. Aku tidak mungkin membencimu hanya karena hal ini. Karena menurutku siapapun berhak untuk jatuh cinta. Entah itu jatuh cinta pada temannya sendiri, tetangganya, atau malah dengan orang lain yang tidak sengaja kita temui. Kau tidak salah kok jika menyukaiku. Tapi maaf, aku tidak bisa membalas rasa sukamu," sahut Luri dengan tegas menolak perasaan Galang.


Bagai orang idiot, Galang hanya bisa diam membisu saat Luri menolak perasaannya. Rasanya sedikit sesak di dada, dan matanya juga sedikit memanas. Ini adalah pertama kalinya Galang ditolak oleh seorang gadis. Wajar saja jika dia bereaksi seperti ini.

__ADS_1


"Galang, kau dan aku masih sama-sama pelajar. Aku tidak ingin sekolah kita terganggu jika kita sampai menjalin hubungan. Bukannya sok jual mahal atau bagaimana, tapi ini adalah pesan dari orangtuaku. Mereka ingin melihatku sukses di mass depan!" ucap Luri dengan sabar memberi pengertian.


"Iya, aku bisa memahami keputusanmu kok. Aku saja yang bodoh karena tidak bisa menahan perasaan. Hmm," sahut Galang dengan kepala tertunduk.


Raut ketidak-tegaan muncul di wajah Luri saat dia melihat Galang bersedih. Tak ingin pertemanan mereka hancur, dengan tulus Luri menggenggam tangan Galang yang berada di atas meja.


"Lang, mungkin saat ini aku tidak bisa menerima perasaanmu. Tapi bukan berarti kita akan menjadi musuh. Kau dan aku akan tetap menjadi teman dan juga rival dalam memperebutkan beasiswa kuliah. Aku juga masih bersedia untuk belajar bersama. Jadi tolong jangan sedih ya. Aku jadi merasa tidak enak padamu."


Kesedihan di wajah Galang langsung berganti dengan binar kebahagiaan saat tahu kalau Luri masih mengizinkannya untuk tetap menjadi teman. Sungguh, tadi Galang sudah merasa putus asa akan di acuhkan oleh Luri setelah ungkapan cintanya ditolak. Tapi untungnya semua itu tidak terjadi. Dia sangat lega sekarang.


"Terima kasih ya masih mau menjadikan aku sebagai temanmu. Huffttt, benar-benar menegangkan!" ucap Galang sambil menarik nafas panjang berulang kali.


"Menyukai seseorang itu adalah sesuatu yang wajar kok. Kita ini adalah manusia normal, jadi tidak ada yang salah dengan hal itu. Hanya saja kita perlu berpikir matang-matang untuk menjalin sebuah hubungan karena ada masa depan yang akan di pertaruhkan. Untuk remaja seusia kita memang rata-rata akan mengalami masa pubertas. Begitu juga denganku, Lang," sahut Luri kemudian menarik tangannya.


Saat Galang hendak membahas tentang jatuh cinta yang tadi di tanyakan oleh Luri, guru pengajar masuk ke dalam kelas. Mau tidak mau Galang terpaksa harus kembali ke tempat duduknya karena pelajaran akan segera di mulai. Padahal Galang begitu ingin tahu siswa mana yang telah membuat gadis pujaannya merasa jatuh cinta. Dia sangat penasaran, pesona apa yang pria itu miliki sampai-sampai membuat si gadis desa bertanya seperti itu padanya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya tayang di yutub. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya gengss


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini

__ADS_1


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2