PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Bersaing Sehat


__ADS_3

Seperti biasa, Galang dengan setia menunggu kedatangan Luri di dekat pintu gerbang sekolah. Dia tetap melakukan kebiasaan ini meskipun pernyataan cintanya telah di tolak. Bagi Galang selagi Luri tidak menutup pintu pertemanan mereka, maka sah-sah saja kalau dia ingin tetap memperjuangkan perasaannya. Selagi ada kesempatan, kenapa tidak?


"Aku perhatikan akhir-akhir ini kau sering sekali berdiri di sini. Kenapa? Sedang menunggu Luri datang ya?"


Galang memutar bola matanya jengah saat mendengar seseorang bicara. Dia kemudian menoleh, menatap dongkol ke arah rivalnya yang sedang berdiri menyender di dinding pos penjaga.


"Apa yang aku lakukan tidak ada urusannya denganmu, Jo."


"Memang tidak ada. Tapi jika itu berhubungan dengan Luri, maka yang tadinya tidak ada akan menjadi ada," sahut Jovan santai.


"Ck, sebenarnya maumu itu apa, Jo. Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi Luri?" geram Galang sambil mengepalkan tangan.


Jovan tertawa pelan mendengar perkataan Galang. Rivalnya satu ini cukup agresif juga ternyata. Tapi bukan berarti Jovan akan takut padanya. Sambil memasukkan satu tangan ke saku celana, Jovan berjalan mendekat ke arah Galang kemudian merangkul bahunya.


"Bagaimana kalau kita berdua bersaing secara sehat saja untuk menentukan siapa yang lebih pantas mendekati Luri. Karena setelah aku pikir-pikir, rasanya sedikit tidak adil kalau kau terus memintaku untuk menjauhinya."


Mendapat tantangan seperti itu dari rivalnya membuat semangat di diri Galang membara. Galang tentu merasa di untungkan dengan tantangan ini karena dia dan Luri kan berada dalam satu kelas yang sama.


"Oke, aku terima tantangan darimu, Jo. Jangan menangis ya jika nanti kau kalah," ejek Galang.


"Menangis? Lang-Lang, sebaiknya kau cemaskan saja dirimu. Aku memiliki banyak pengalaman dalam menaklukan hati para gadis. Tidak sepertimu yang hanya sibuk menghafal rumus-rumus fisika!" sahut Jovan balas mengejek.


Kedua siswa unggulan di kelas masing-masing ini saling melemparkan tatapan sinis setelah resmi bersaing. Tapi mereka melupakan satu hal. Yaitu... tangan Jovan masih merangkul bahu Galang. Andai saja ada yang mendengar kalau mereka baru saja saling menyatakan perang, mereka pasti tidak akan mempercayainya karena posisi Galang dan Jovan lebih terlihat seperti sahabat dekat, bukan seperti rival yang sedang bersaing.


Tak lama kemudian, yang di nantikan oleh Galang dan Jovan akhirnya datang. Namun kemunculan seorang pria membuat keduanya mengerutkan kening. Ya, kali ini Luri dan Nania tidak di antar oleh sopir yang biasanya, melainkan di antar oleh seorang pria yang wajahnya terlihat sangat tampan.


"Terima kasih, Kak!" ucap Luri seraya tersenyum manis.


"Sama-sama," sahut Fedo senang.


Nania yang merasakan ada percikan-percikan cinta di diri kakaknya dan si pria genit ini hanya diam memperhatikan. Semalam dia sudah mendapat banyak wejangan dari Kak Lusi, jadi untuk sekarang dia akan sedikit meng-kondisikan mulutnya. Catat, hanya untuk sekarang ya, tidak untuk ke depannya nanti.


"Nania, kau belum berterima kasih pada Kak Fedo," tegur Luri sambil menatap sang adik yang hanya berdiri diam.


"Memangnya harus ya Kak?" tanya Nania sambil melirik ke arah Fedo.


Luri mengangguk. Dia lalu mengusap puncak kepala adiknya penuh sayang.

__ADS_1


"Hmmm, terima kasih sudah mengantarkan aku dan Kak Luri ke sekolah, Kak. Lain kali sering-seringlah menjadi sopir untuk kami," ucap Nania malas-malasan.


Fedo tertawa sambil menganggukkan kepala. Dia kemudian tidak sengaja melihat dua orang siswa laki-laki yang tengah menatap ke arahnya. Penasaran, Fedo akhirnya bertanya pada Nania tentang siapa kedua siswa tersebut.


"Nania, apa kau kenal dengan dua orang siswa yang berdiri di dekat pintu gerbang? Mereka terus melihat ke arah kita sejak tadi."


Luri dan Nania pun segera menoleh ke arah pintu gerbang begitu mendengar pertanyaan Fedo. Mereka saling ber-oh ria begitu mengetahui siapa kedua siswa tersebut.


"Oh, mereka itu teman satu angkatan Kak Luri, Kak. Yang tangannya berada di bahu temannya itu berasal dari kelas IPS, namanya Kak Jovan. Lalu yang satunya itu satu kelas dengan kakakku, namanya Kak Galang," ucap Nania memperkenalkan satu-persatu nama siswa yang di maksud oleh Fedo.


Begitu nama Galang di sebut, raut wajah Fedo langsung berubah. Tidak di sangka ternyata yang namanya Galang lumayan tampan juga. Dan kenyataan ini membuat Fedo menjadi sangat khawatir. Dia takut kalau siswa itu akan merebut Luri dari tangannya.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak, Kak. Antara aku dengan mereka hanya berteman saja. Tidak lebih!" ucap Luri yang paham dengan apa yang sedang di pikirkan oleh Fedo.


"Benar tidak ada apa-apa?" tanya Galang memastikan.


"Iya. Kau boleh tanya Nania jika tidak percaya," jawab Luri.


Nania langsung tersenyum evil saat menyadari ketakutan di diri Fedo. Tiba-tiba saja muncul niat untuk membuat pria genit ini kebakaran jenggot.


Bola mata Fedo hampir melompat keluar mendengar ucapan Nania. Sungguh, ingin rasanya dia membuang gadis nakal ini ke tengah laut saat ini juga. Bukannya membela, yang ada Nania malah sengaja membuat hatinya terbakar cemburu. Gadis ini benar-benar kelewatan.


"Jangan bicara sembarangan, Nania. Kakak tahu kalau kau itu hanya ingin mengerjai Kak Fedo saja kan?" tegur Luri merasa tak enak hati.


"Kakak kok tahu sih?" sahut Nania balas bertanya.


Fedo menatap penuh luka ke arah Luri. Dia butuh pembelaan dari gadisnya untuk meredakan rasa cemburu yang menyayat hati.


"Jangan di ambil hati ucapan Nania barusan, Kak. Jovan hanya temanku, sama seperti Galang dan siswa lainnya," ucap Luri meyakinkan Fedo. Dia merasa lucu melihat raut wajah pria ini sekarang.


"Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu kan?" tanya Fedo pelan.


"Iya. Kami bertiga benar-benar hanya sebatas teman. Sungguh!"


Terdengar helaan nafas lega dari mulut Fedo setelah mendapat kepastian dari gadisnya. Dia kemudian menatap sinis ke arah Nania yang tengah menatapnya dengan tatapan polos tanpa dosa.


Ini tidak bisa di biarkan. Gadis nakal ini perlu di suap agar tidak mengerjaiku terus, Batin Fedo.

__ADS_1


Luri dan Nania bingung melihat Fedo yang tiba-tiba membuka bagasi mobil. Dan mereka semakin bingung melihat Fedo yang kembali datang sambil membawa bingkisan kecil di tangannya.


"Yang kau bawa itu bom ya Kak?" tanya Nania penasaran.


Andai tidak memikirkan perasaan Luri, Fedo sangat ingin berkata kasar pada gadis nakal ini. Kesabarannya benar-benar sangat di uji sekarang.


"Nania, ini untukmu," ucap Fedo menahan kesal sambil menyodorkan bingkisan yang dia bawa.


"Ini bukan benda berbahaya kan Kak?" tanya Nania khawatir.


"Nania, jangan begitu. Itu namanya tidak sopan!" tegur Luri.


Bibir Nania mengerucut. Dia lalu menerima bingkisan tersebut kemudian membukanya. Dan begitu di buka, Nania langsung memekik kesenangan melihat banyaknya permen lolipop di dalamnya.


"Uwaahhh, lihat Kak Luri. Ini permen kesukaanku," ucap Nania kesenangan. "Terima kasih banyak, Kak Fedo. Kali ini aku menerima suap darimu."


Fedo tergugu karena ternyata Nania menyadari kalau permen itu adalah sogokan darinya. Mengabaikan Nania yang terus berceloteh ria, Fedo melangkah mendekati Luri. Dia berdiri di hadapannya kemudian memegang kedua bahunya dengan lembut.


"Jaga diri baik-baik di sini ya. Sekarang aku harus segera kembali ke Jepang karena ada pekerjaan yang tidak bisa ku tinggalkan. Kau tidak masalah bukan kalau untuk sementara kita berpisah jarak dulu?" ucap Fedo berpamitan.


"Aku tidak apa-apa, Kak. Ya sudah, segeralah pergi ke bandara. Nanti kau tertinggal pesawat," sahut Luri sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya.


Fedo mengangguk. Sebelum pergi, dia menyempatkan diri untuk membisikkan kata cinta pada gadisnya yang mana hal itu membuat wajah Luri merona merah.


"Jaga mata dan jaga hatimu saat aku jauh. Ingat kalau kita sudah saling berjanji. Aku mencintaimu, gadis desaku,"


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya.


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment


ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani

__ADS_1


__ADS_2