PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Nasehat Kayo


__ADS_3

Fedo berjalan mondar-mandir di dalam kamar sambil mencakari rambutnya. Dia sedang sangat galau sekarang. Besok pagi dia dan keluarganya sudah harus kembali ke Jepang, tapi dia sendiri belum berpamitan pada Luri. Fedo tentu saja tidak rela jika harus berpisah tanpa bertatap muka terlebih dahulu dengan gadis pujaannya itu. Yang ada nanti dia bisa mati karena menahan rindu. Namun, malam sudah sangat larut sekarang. Dia bingung memikirkan cara agar bisa menemui Luri sebelum bertolak ke Jepang besok pagi.


"Apa aku sogok Glenn saja ya supaya dia mau membantuku bertemu dengan Luri? Ah, tapi kan dia dan Lusi tinggal di apartemen, bagaimana caranya dia membawa Luri keluar untuk bertemu denganku," gumam Fedo bermonolog dengan dirinya sendiri.


Hembusan nafas berat terus saja terdengar dari mulut Fedo ketika dia tidak bisa menemukan jalan keluar. Andai saja dia mempunyai ilmu untuk membelah diri, Fedo pasti tidak akan segalau ini. Sayangnya dia adalah manusia normal yang hanya memiliki satu raga plus satu belalai gajah. Eh, ngomong-ngomong tentang belalai gajah, apa kabar juniornya sekarang? Sejak Fedo datang ke negara ini, juniornya sama sekali belum pernah beroperasi. Libur panjang kalau istilah anak sekolah.


"Hei belalai gajah, kau tidak sedang merajuk kan? Kenapa kau tidak pernah lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan semenjak bertemu dengan Luri? Jangan bilang kau juga jatuh cinta padanya ya. Awas saja kalau benar!" ujar Fedo sambil menunjuk-nunjuk ke arah juniornya yang tidak memperlihatkan pergerakan sama sekali.


Saking asiknya Fedo memarahi juniornya, dia sampai tidak sadar kalau saat ini di depan pintu kamarnya ada Kayo yang tengah berdiri sambil melipat tangan. Kayo terus menggelengkan kepala saat mendengar omongan-omongan vulgar yang terucap keluar dari mulut sang kakak.


"Ckck, aku sungguh prihatin dengan nasibmu sekarang, Kak. Sepertinya tingkat kegilaanmu semakin bertambah saja setiap harinya," ucap Kayo seraya berdecak heran. "Sebegini frustasinya ingin berpisah dengan Luri, hm?"


"Jangan mengolokku, Kay. Kau belum merasakan saja seperti apa rasanya membucin pada seseorang yang berbeda dari yang lainnya," jawab Fedo kemudian duduk di ranjang. "Aku rasa Luri itu mempunyai ilmu sihir, Kay. Bisa-bisanya hanya dalam satu kali pertemuan aku langsung tergila-gila padanya. Ini sangat aneh bukan? Selama ini aku yang selalu di kejar para wanita, tapi kenapa di depan Luri pesonaku tidak bekerja ya? Justru malah aku yang termakan pesonanya sampai seperti ini. Rasanya hatiku sangat hampa jika tidak melihatnya sehari."


Ingin rasanya Kayo muntah di wajah kakaknya saat ini juga. Kata-katanya yang sok narsis malah membuat bulu kuduk Kayo berdiri semua. Sambil terus memperlihatkan ekpresi jijik, Kayo berjalan menghampiri sang kakak kemudian duduk di sebelahnya.


"Kalau tingkat kebucinanmu sudah separah ini, lalu kenapa kau tidak pergi menemui Luri saja, Kak? Aku tidak mau ya saat kita sampai di Jepang kau tiba-tiba berubah menjadi pria yang tidak normal. Itu akan membuat pamorku turun sebagai bunga di keluarga Eiji."


"Bisa tidak kau jangan membuatku semakin stres, Kay? Aku perhatikan kau suka sekali membully kakakmu sendiri. Ada apa? Kau iri melihatku yang begitu mencintai Luri?" tanya Fedo sambil memicingkan mata ke arah sang adik.


"Darimananya kau bisa menganggapku iri Kak? Yang benar itu aku sedang sangat prihatin. Seorang Casanova yang biasanya di kelilingi oleh para wanita tiba-tiba saja merasa galau karena seorang gadis. Tidakkah menurutmu kalau ini adalah sebuah karma instant yang diberikan oleh Tuhan? Selama ini kan kau yang selalu mempermainkan perasaan wanita, dan sekarang perasaanmu yang di permainkan oleh Luri. Bagaimana rasanya Kak? Enak tidak?" jawab Kayo kemudian tertawa puas melihat wajah kakaknya berubah masam.

__ADS_1


"Kayo?"


"Hmm....


"Enyahlah dari pandanganku. Kedatanganmu kemari malah membuat kepalaku semakin bertambah sakit. Kau sungguh adik yang sangat kejam, Kayo Eiji!" keluh Fedo kesal.


Kayo terbahak-bahak. Dia kemudian menepuk bahu sang kakak, lama-lama kasihan juga melihatnya.


"Oke Casanova, sekarang bilang padaku bantuan apa yang kau butuhkan. Adikmu yang baik ini akan dengan senang hati membantu mewujudkan keinginanmu itu. Tapi....


Sebelah alis Fedo terangkat ke atas. Melihat raut tengil di wajah adiknya, tiba-tiba saja perasaan Fedo terasa tidak enak. Ekpresi ini adalah pertanda kalau adiknya akan melakukan pemerasan besar-besaran. Fedo tahu hal ini karena sudah berulang kali terjadi. Namun, demi agar Kayo mau membantunya bertemu dengan Luri, Fedo akhirnya memilih untuk menjadi korban pemerasan saja. Dia lebih rela uang tabungannya berkurang banyak daripada tidak bisa bertemu dengan si pujaan hati sebelum berpisah dalam kurun waktu yang belum bisa di tentukan.


"Jangan ada tapi di antara kita, Kay. Tenang saja, asalkan kau bisa mempertemukan aku dengan Luri malam ini juga, kau bebas meminta apapun dariku," ucap Fedo dengan tampang antara pasrah dan juga penuh harap.


"Lain bagaimana? Bukannya kau itu sangat suka memeras uangku ya? Ayolah Kay, jangan mengulur waktu terus. Cepat katakan apa yang kau mau lalu segera pertemukan aku dengan Luri sebelum hari semakin malam."


Fedo menatap Kayo dengan raut tidak sabar. Dia khawatir kalau Kayo tidak segera bertindak, Luri akan tenggelam ke lautan mimpinya. Jika itu sampai terjadi, maka bisa di pastikan kalau Fedo akan menjadi tidak waras setelah sampai di Jepang. Berpisah rumah saja sudah membuat Fedo stres begini, apa jadinya nanti jika mereka sampai beda negara. Bisa-bisa Fedo di tendang keluar dari keluarga Eiji karena tidak fokus mengurus perusahaan.


"Kak Fedo, aku harap kali ini kau tidak main-main dengan Luri. Dia adalah gadis baik-baik, aku akan memotong juniormu kalau kau sampai berani mempermainkannya. Dan kau juga tahu bukan kalau kakaknya Luri adalah sahabat dekatnya kakak ipar Elea? Kau bisa menjadi kambing guling jika Kak Iel dan Bibi Liona sampai marah. Karena inilah aku mengingatkanmu agar lebih serius jika ingin mendekati Luri. Tinggalkan kebiasaan burukmu yang suka bermalam dengan para wanita tidak jelas itu. Sudah saatnya kau memikirkan masa depan bersama dengan wanita yang kau pilih. Paham?" ucap Kayo memberikan petuah pada sang kakak.


Fedo terkesima mendengar ucapan Kayo yang begitu menyentuh hati. Adiknya sekarang sudah besar rupanya, sudah bisa memberikan nasehat untuk sang kakak. Sambil menahan rasa haru, Fedo pun memeluk sang adik dengan penuh rasa bangga.

__ADS_1


"Apa ini bentuk rasa sayangmu padaku, hm?"


"Hanya kau satu-satunya saudara kandung yang kupunya, Kak. Aku tidak mungkin tidak menyayangimu. Meskipun masih sangat muda, aku setuju kalau kau memilih Luri sebagai calon Nyonya Eiji. Tapi dengan syarat kau tidak boleh mempermainkannya. Aku ini wanita Kak, aku juga bisa merasakan rasa sakit jika di campakkan begitu saja oleh pria yang kita sayang. Jadi aku harap Luri adalah pelabuhan terakhirmu. Bisa?"


"Aku janji Luri adalah yang terakhir, Kay. Aku juga sudah lelah bermain-main dengan mereka. Aku ingin seperti Gabrielle dan Gleen yang memiliki hubungan sehat dengan Elea dan Lusi. Jujur saja kalau sebenarnya aku merasa sangat iri melihat mereka yang dicintai begitu dalam oleh istri masing-masing. Dan aku sangat berharap kalau cinta itu datang dari Luri. Entahlah, feelingku mengatakan kalau Luri adalah wanita yang paling tepat untukku meskipun saat ini usianya masih sangat muda!" ucap Fedo sungguh-sungguh.


"Kalau begitu bersiaplah. Aku akan mencari cara agar kau bisa bertemu dengan Luri malam ini juga. Jangan lupa bawa hadiah yang bisa membekas di hatinya nanti. Ingat Kak, Luri itu sangat cantik. Kalau kau tidak pandai-pandai merebut hatinya, dalam sekejab aku yakin Luri sudah akan berada di pelukan pria lain. Percaya padaku!"


Setelah berkata seperti itu, Kayo bergegas keluar dari kamar sang kakak. Meninggalkan si pemilik kamar yang kini tengah mengobrak-abrik isi dalam lemari.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜



✅ Hai gengss, kisah PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutup emak ya. Nama chanelnya @Mak Rifani, dan part 34 baru saja up. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya gengss


...💜 Jangan lupa vote, like, dan comment keuwuan mereka ya gengss...


...💜 Ig: rifani_nini...


...💜 Fb: Rifani...

__ADS_1



__ADS_2