PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Ledakan Nikmat


__ADS_3

Nafas Fedo naik-turun dengan cepat saat panggilannya tak kunjung di jawab oleh Nania. Dia seperti terkena serangan jantung saat menerima pesan masuk berisi bom atom yang sangat mengerikan. Fedo yang sedang makan malam bersama keluarganya merasa kalau makanan yang dia telan berubah menjadi potongan kaca yang sangat tajam ketika melihat gadisnya tengah berpelukan dengan pria lain di ruang tamu rumahnya.


"Angkat telponku, brengsek. Jangan membuatku kesal!" umpat Fedo meneriaki layar ponselnya.


Abigail, Mattheo dan juga Kayo sama-sama menghentikan makan malam mereka ketika mendengar teriakan Fedo. Mereka begitu penasaran dengan apa yang terjadi hingga membuat buaya darat ini terlihat begitu marah.


"Ini ruang makan, Fed. Ibu tidak suka kau mengacau seperti ini!" tegur Abigail ketika melihat sang putra masih terus mengumpat.


"Maafkan aku, Bu. Tapi ini sedang sangat gawat, benar-benar sangat gawat," sahut Fedo sambil menulis pesan di ponselnya.


"Gawat kenapa, Kak? Apa yang terjadi?" tanya Kayo khawatir.


Fedo menoleh sekilas ke arah sang adik. Setelah itu dia kembali sibuk dengan ponsel di tangannya.


Rambut Fedo yang tadinya rapi kini sudah berubah menjadi berantakan. Dan dasi yang melingkar di kerah bajunya kini sudah tergeletak di lantai. Fedo cemburu, marah, dan juga kesal setelah melihat apa yang dilakukan Luri dan Galang. Di tambah lagi sekarang Nania tidak mau mengangkat ataupun membalas pesan yang dia kirim. Membuat kekesalan Fedo kian memuncak.


Melihat gelagat putranya yang begitu kacau, Mattheo yakin sekali kalau ini ada hubungannya dengan Luri. Ya, gadis desa itu pasti yang menjadi penyebab utama kenapa Fedo bisa seperti ini. Bahkan putranya ini sama sekali tak mengindahkan teguran ibunya yang sangat tidak suka pada orang yang membuat kebisingan ketika sedang berada di meja makan. Sepertinya kali ini masalah antara Luri dan Fedo cukup genting.


"Fed, memangnya apa yang dilakukan Luri sampai-sampai kau menggila begini?" tanya Mattheo penasaran.


"Darimana Ayah tahu kalau ini tentang Luri?" sahut Fedo balik bertanya.


"Memangnya siapa lagi yang bisa membuatmu menjadi tidak waras selain gadis desa itu hah. Kemarin saja kau langsung minggat ke Shanghai hanya gara-gara di diamkan olehnya. Jadi mana mungkin Ayah tidak tahu kalau kau begini gara-gara dia. Iya kan?"


Dengan tampang memelas Fedo akhirnya menganggukkan kepala. Dia lalu menunjukkan foto yang tadi di kirimkan oleh Nania.


"Oh, jadi ini penyebabnya," ucap Kayo seraya tersenyum miring ke arah sang kakak. "Gadis desa ini lumayan pintar juga ya. Dia tahu mana pria yang sudah karatan dan mana pria yang masih segar."


"Apa maksudmu bicara seperti itu, Kay? Kau sedang mengejekku ya?" tanya Fedo sambil memicingkan mata ke arah sang adik.


"Iya. Kenapa memangnya? Lagipula apa yang ku katakan barusan itu benar kok. Luri dan anak laki-laki itu terlihat masih sama-sama muda, tidak sepertimu yang sudah berumur. Dan juga anak itu terlihat masih polos belum terjamah. Berbeda denganmu yang suka celap-celup di sana sini. Kau dan ulat berbulumu itu sudah terkontaminasi virus yang sangat menjengkelkan, Kak!" jawab Kayo seraya melirik ke arah ************ kakaknya. Dia kemudian tertawa.

__ADS_1


Fedo ternganga mendengar jawaban Kayo. Dia lalu melihat ke arah ayahnya, kemudian beralih melihat ibunya. Fedo mendengus jengkel ketika mendapati kedua orangtuanya yang sedang menahan tawa.


"Tertawalah. Berbahagialah kalian di atas penderitaanku!" ucap Fedo dengan nafas menderu.


"Begitu saja langsung merajuk. Pantaslah kalau Luri kabur ke pelukan pria lain, rupanya karena sikapmu yang masih kekanak-kanakan!" sahut Abigail sedikit tak tega melihat putranya putus asa.


"Ck, tidak seperti itu juga Ibu. Di sini yang salah itu bukan Luri, tapi pria yang sedang di peluknya. Ini pasti hanya akal-akalannya saja supaya bisa menyentuh gadisku. Anak itu pasti sengaja melakukannya. Aku yakin sekali!" ucap Fedo dengan raut wajah yang sangat serius.


Abigail tersenyum. Dia kemudian berjalan menghampiri putranya.


"Mana ponselmu? Biarkan Ibu melihat dengan jelas laki-laki mana yang sudah berani membuat putra kesayangan Ibu marah!"


Tampang Fedo langsung berubah seratus delapan puluh derajat saat dia mendapat perhatian dari sang ibu. Dia kemudian memberikan ponselnya.


"Namanya Galang, Bu. Dia adalah teman sekelas Luri, dan Nania bilang anak ini menyukainya," adu Fedo.


"Cihh, aku benar-benar ingin muntah mendengar caramu bicara, Kak. Menggelikan!" ejek Kayo sambil bergidik geli.


Kayo langsung menutup mulutnya dengan rapat ketika mendapat tatapan datar dari sang ibu. Dia langsung tahu kalau sekarang bukan waktunya untuk bercanda.


"Mereka sedang belajar bersama, Bu. Tadi sebelum foto ini di kirim, Luri sudah lebih dulu memberitahuku kalau Galang ada di rumahnya," sahut Fedo menjelaskan.


Sebelah alis Abigail terangkat ke atas. Dia lalu menatap Fedo dengan raut wajah keheranan.


"Kalau Luri saja sudah memberitahumu lalu kenapa kau seperti ini? Apa sebenarnya yang membuatmu marah? Cepat jelaskan, jangan membuat Ibu menjadi bingung."


"Aku marah karena merasa cemburu melihatnya memeluk pria lain, Bu. Luri itu gadisku, aku mana mungkin rela membiarkannya dekat-dekat dengan Galang. Dia milikku, Bu!"


Sendok yang sedang di pegang Mattheo langsung terjatuh ke atas piring saat dia mendengar ucapan putranya. Sungguh, gen gila yang ada di tubuhnya benar-benar mengalir ke tubuh Fedo. Buaya darat ini begitu posesif dan suka mengklaim anak orang sesuka hati.


"Tapi yang Ibu lihat Luri bukan sedang berpelukan seperti orang pacaran, Fedo. Sekarang buka matamu dengan benar. Hanya tangannya saja yang menyentuh punggung dan bahunya Galang, sedangkan tubuhnya dia tarik ke belakang. Luri malah terlihat seperti sedang memberi ketenangan. Ibu berani bertaruh kalau ini hanya sekedar pelukan simpatik saja, tidak seperti yang kau pikirkan!" omel Abigail setelah men-zoom foto yang menjadi skandal calon menantunya.

__ADS_1


Karena penasaran, Kayo dan Mattheo mendekat ke arah Fedo. Mereka bertiga sampai menyipitkan mata ketika memandangi foto itu dengan seksama. Dan hasilnya adalah....


"Wahh, sepertinya matamu sudah tidak berfungsi dengan baik lagi, Kak. Jelas-jelas Luri menjaga jarak bahkan ketika dia sedang memeluk Galang. Dan di sini kau sudah kebakaran jenggot tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. Ternyata memang benar kalau cinta itu buta. Aku baru tahu sekarang!" sindir Kayo sambil berjalan ke tempat duduknya.


"Hmm, untung saja tidak ada Elea di sini. Jika dia ada di sini, habislah kau Fed. Elea pasti akan mengejekmu habis-habisan," imbuh Mattheo sembari menggelengkan kepala.


Fedo meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia lalu melirik ke arah sang ibu yang masih berdiri di sebelahnya.


"Kali ini Ibu memaafkanmu. Tapi jika kegaduhan seperti ini kembali terjadi saat kita sedang makan, maka bersiaplah menjadi Casanova yang gagal. Ibu tidak akan segan-segan untuk membuat burungmu tidak berani keluar lagi. Mau?" ancam Abigail.


"Jangan begitu lah, Bu. Aku kan hanya terbakar cemburu saja tadi!" sahut Fedo panik.


"Cemburu ya cemburu, Fed. Tapi akal sehat harus tetap di pakai. Jangan seperti Ayahmu yang suka meledak-ledak tanpa alasan."


"Mana ada aku seperti itu, darling. Aku bisa meledak hanya ketika sedang berada di dalammu saja. Karena ledakan itu rasanya sangat nikmat, membuatku menjadi ketagihan ingin lagi dan lagi!" timpal Mattheo sambil menyeringai mesum.


"Apa aku perlu melebarkan mulutku sampai ke belakang telinga, Matt?" tanya Abigail sembari mengacungkan pisau buah ke depan wajah suaminya.


Jakun Mattheo bergerak dengan sangat cepat. Dia kemudian menggelengkan kepala sambil mengusap tengkuk belakangnya yang meremang setelah melihat kilatan pisau.


"Sekarang diam dan habiskan makan malam kalian!"


"Baik, Bu," sahut Kayo dan Fedo berbarengan.


Dan ruang makan pun kembali tenang setelah si nyonya rumah mengamuk. Mereka tidak lagi berani membuat keributan saking takutnya pada wanita yang kini tengah menatap wajah mereka satu-persatu.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnyaβ–Ά Mak Rifani, dan di sana part baru saja up. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss

__ADS_1


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2