
Sambil berbaring di atas ranjang, Nania masih terus memikirkan tentang si nenek peyot. Besok pagi dia dan kakaknya akan kembali masuk sekolah, dan Nania cukup khawatir kalau Jovan dan Galang gagal dalam menjalankan misi mereka yang ingin mengerjai wanita yang mengaku sebagai kekasihnya Fedo.
"Kira-kira mereka berdua bisa di andalkan tidak ya? Awas saja kalau besok sampai kecolongan, akan kuhancurkan masa depan kalian berdua. Huh!" ucap Nania sambil mengepalkan kedua tangannya ke atas.
Nania menoleh ke arah meja saat mendengar suara dering ponsel miliknya. Malas untuk bergerak, dia memilih untuk tetap bergulingan di atas ranjang. Nania tak peduli meski ponselnya tidak berhenti meraung seakan memaksa agar pemiliknya segera menjawab.
"Heh, menjeritlah sepuasmu karena aku tidak akan mengangkatnya. Ini adalah hari libur, yang artinya kalau aku juga akan libur dalam semua hal kecuali makan dan tidur. Hehehe," ucap Nania tanpa merasa kasihan sama sekali pada si penelpon.
Luri yang kebetulan masuk ke kamar Nania tampak mengerutkan kening melihat adiknya yang mengabaikan panggilan. Karena penasaran, Luri pun berniat untuk menjawab panggilan tersebut. Akan tetapi ketika tangannya hendak mengambil ponsel, Nania tiba-tiba saja memekik kencang kemudian meloncat turun dari atas ranjang.
"Kak Luri, jangan di angkat!" cegah Nania dengan raut wajah yang begitu panik.
"Ponselmu tidak berhenti berdering, Nania," sahut Luri. "Angkat saja sebentar. Siapa tahu orang yang menelepon ingin menyampaikan sesuatu yang penting."
Nania bimbang. Dia kemudian melirik ke arah layar ponselnya yang menyala karena kembali mendapat panggilan. Bola mata Nania hampir terbang keluar begitu melihat id dari si penelpon. Sugar daddy, orang yang menelpon adalah Fedo. Nama ini sengaja Nania gunakan agar teman-temannya tidak mengatainya gadis genit setelah insiden di kantin waktu itu.
Ah sialan. Kenapa sih Kak Fedo menelponku malam-malam begini? Yang dia suka kan Kak Luri, kenapa dia malah mencariku? Mana Kak Luri ada di sini pula. Bagaimana kalau dia sampai salah paham? batin Nania bingung.
"Sugar daddy? Siapa itu, Nania?" tanya Luri kaget melihat nama yang tertera di layar ponsel adiknya.
Yang Luri tahu, sugar daddy adalah julukan untuk pria dewasa yang di gilai oleh banyak gadis muda di mana gadis-gadis itu akan di manjakan dengan harta kekayaan milik si sugar daddy tersebut. Dan sekarang adiknya mendapat telepon dari seseorang dengan id nama seperti itu. Mungkinkah Nania ....
"Ih, kenapa Kakak menatapku sampai seperti itu sih?" tanya Nania risih dengan cara sang kakak menatapnya.
__ADS_1
"Jawab pertanyaan Kakak dengan jujur, Nania. Dimana dan siapa yang mengenalkanmu pada sugar daddy itu!" cecar Luri dengan nada suara yang begitu tegas. "Astaga, Nania. Bagaimana bisa kau menjadi peliharaan pria dewasa sepertinya hah. Apa kau masih merasa tidak cukup dengan segala kemewahan yang di berikan oleh Kak Gleen selama ini? Sadar Nania, sadar. Apa yang kau lakukan itu sangat salah. Ayah dan Ibu pasti akan langsung menghukummu jika mereka tahu kalau kau menjalin hubungan dengan seseorang yang usianya sangat jauh darimu. Tahu tidak!"
Nania tercengang mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh sang kakak. Dia bingung dan tidak mengerti kenapa kakaknya bisa begitu marah hanya karena nama sugar daddy. Nania juga merasa heran mengapa kakaknya ini sampai membawa-bawa tentang peliharaan segala. Dan yang lebih membingungkan lagi dia di tuduh menjalin hubungan dengan si sugar daddy yang tak lain adalah Fedo. Yang benar saja.
"Jangan diam saja, Nania. Ayo cepat jelaskan!" desak Luri.
"Apanya yang harus di jelaskan si, Kak. Aku tidak melakukan apa-apa dengan sugar daddy ini. Kami hanya terlibat bisnis biasa," sahut Nania apa adanya. Toh memang benar kan antara dia dan Fedo hanya terikat kontrak sebagai bos dan mata-mata. Kakaknya ini kenapa aneh sekali sih.
Luri sampai tidak bisa berkata-kata lagi begitu Nania menjawab kalau antara keduanya ternyata terlibat sebuah pekerjaan. Apakah mungkin adiknya ini memperjual-belikan teman-temannya sendiri demi keuntungan pribadi? Jika benar, maka Luri akan langsung mengadukan hal tersebut pada orangtua mereka. Ini semua tidak benar, dan adiknya harus sesegera mungkin di sadarkan sebelum masalah makin melebar.
"Ya Tuhan, Nania. Kenapa kau jadi seperti ini."
"Ck, kau ini kenapa sih, Kak. Memangnya apa yang salah kalau aku menjalin kerjasama dengan sugar daddy? Itu halal-halal saja kan?" tanya Nania memperjelas kalau dirinya tidak melakukan sesuatu yang salah.
"Oh, begitu ya. Tapi Kak Fedo baru memberiku sekotak permen lolipop saja, Kak. Dan semua itu sudah habis aku makan. Perlukah aku mengeluarkannya dari dalam perut lalu mencetaknya ulang? Tapi itu akan sangat menjijikkan. Iyuh."
Mulut Luri langsung terkatup rapat begitu Nania menyebut nama Fedo. Dia lalu mengerjapkan mata, apakah dia sudah salah menebak? Sugar daddy. Mungkinkah inisial sugar daddy yang ada di ponsel Nania adalah Fedo? Tapi kenapa Nania memberi nama seperti itu untuknya?
"Em, sugar daddy itu ... apa untuk kontak namanya Kak Fedo?" tanya Luri hati-hati.
"Iya. Kenapa memangnya, Kak? Tidak boleh ya kalau aku memberinya nama seperti itu?" sahut Nania balas bertanya.
Nania menatap lekat ke arah sang kakak yang terlihat kaget. Dia merasa ada yang salah begitu memberitahu kalau sugar daddy-nya adalah Fedo.
__ADS_1
"Kak Luri, kau jangan berpikir yang macam-macam pada kami berdua ya. Aku sama sekali tidak ada niatan untuk merebut Kak Fedo darimu. Kakak ingatkan kalau Kak Fedo pernah memintaku untuk menjadi mata-mata? Nah, seperti itulah hubungan di antara kami berdua. Jadi Kakak jangan salah paham ya?"
Dan setelah Nania selesai bicara, wajah Luri langsung memerah seperti buah tomat. Bagaimana tidak! Dia merasa sangat malu karena telah salah menuduh adiknya sudah berbuat yang tidak-tidak. Siapa yang akan menyangka kalau nama sugar daddy ternyata di peruntukkan untuk laki-laki yang sedang dekat dengannya. Sambil menahan malu, Luri akhirnya meminta maaf pada Nania atas kesalahpahaman yang dia lakukan barusan.
"Nania, Kakak minta maaf ya karena sudah salah menuduhmu. Kakak kira orang yang bernama sugar daddy itu adalah pria dewasa yang menjadi incaran para gadis muda. Makanya Kakak menjadi sangat marah padamu tadi. Sekali lagi Kakak minta maaf ya, sayang," ucap Luri.
Kening Nania mengerut. Kebingungannya kembali bertambah saat kakaknya tiba-tiba meminta maaf. Dia lalu memikirkan ucapan sang kakak yang menyebut kalau sugar daddy adalah pria dewasa yang di sukai oleh para gadis muda.
Jangan-jangan sugar daddy itu memiliki arti yang sangat buruk. Kalau benar begitu berarti selama ini teman-temanku berkata bohong karena sudah mengatakan kalau sugar daddy adalah julukan untuk orang-orang yang mempunyai banyak uang. Waahhh, sialan. Mereka membully-ku, geram Nania dalam hati.
"Kak Luri, temanku yang bilang kalau sugar daddy adalah julukan khusus untuk orang-orang yang ber-uang. Karena Kak Fedo sangat kaya jadi aku memberi nama kontaknya seperti itu. Aku benar-benar tidak tahu kalau sugar daddy adalah sesuatu yang sangat buruk. Sungguh, Kak. Aku baru tahu yang sebenarnya setelah Kakak bicara tadi."
"Jadi kau tidak tahu arti dari sugar daddy yang sebenarnya?" tanya Luri syok.
Adiknya ini polos atau bodoh sih. Bisa-bisanya asal menjuluki orang tanpa mencari tahu artinya lebih dulu. Untung saja hal ini di ketahui oleh Luri. Jika sampai orang lain yang mengetahuinya, maka bisa di pastikan kalau nama baik adiknya akan langsung tercoreng. Hmmm, Nania-Nania. Mulut dan tingkahmu saja yang garang seperti pedang, sementara otaknya sendiri hanya seperti hiasan. Luri sungguh tidak habis pikir dengan kelakuan adiknya kali ini. Benar-benar sangat mengejutkan.
"Tidak, Kak. Pokoknya yang aku tahu sugar daddy adalah julukan untuk orang kaya saja," jawab Nania dengan polosnya. "Hiksss Kak Luri, aku di bully oleh teman-temanku. Mereka mempermainkan aku."
"Bukan mereka yang membully-mu, tapi kau saja yang bodoh. Harusnya kau mencari tahu dulu apa arti dari sugar daddy yang sebenarnya, bukan malah langsung mempraktekkannya pada Kak Fedo. Kau beruntung karena Kakak lah yang mengetahui hal ini. Jika tidak, orang pasti akan berpikiran buruk tentangmu. Dasar gadis bodoh. Sudah sana ganti nama Kak Fedo dengan benar sebelum Ayah atau Ibu melihatnya. Kau bisa berada dalam masalah besar jika mereka tahu kau memiliki sugar daddy."
Dengan jurus seribu tangan, Nania dengan cepat mengganti nama sugar daddy menjadi nama Fedo. Sambil menyimpan nama baru itu, Nania mengumandangkan perang pada teman yang sudah mengerjainya. Dia berjanji dalam hati untuk menuntut balas pada temannya yang sangat kurang ajar itu. Nania tidak akan melepaskannya begitu saja. Heh.
*****
__ADS_1