PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Pria Yang Tepat


__ADS_3

Abigail berdiri diam sambil memperhatikan Kayo yang sedang mengobrol dengan Jackson di ruang tamu. Tak lama kemudian dia tersenyum, bahagia karena ternyata pilihannya tidak salah. Ada alasan kuat kenapa Abigail kekeh memilih mantan penjahat itu untuk menjadi suami putrinya. Di mata Abigail, Jackson adalah pria yang paling tepat menjadi pasangan Kayo, putrinya yang sangat keras kepala dan juga tegas. Wajah boleh saja cantik, tapi Kayo memiliki perangai paling jelek jika di bandingkan dengan suami maupun putranya. Karena hal inilah mengapa Abigail memilih Jackson untuk menjadi menantunya. Dia yakin kalau si Jack-Gal ini mampu meluluhkan sikap Kayo yang sangat luar biasa ini.


"Apa yang sedang kau lamunkan, darling?" tanya Mattheo sembari memeluk tubuh sang istri dari belakang.


"Hanya sedang merasa lega karena akhirnya Kayo menemukan pria yang tepat," jawab Abigail. "Apa Fedo sudah memberi kabar?"


Mattheo mengangguk. Dia menciumi puncak kepala istrinya sembari memperhatikan putrinya yang terlihat sangat bahagia di sisi Jackson. Pilihan istrinya memang yang terbaik karena untuk pertama kalinya Mattheo bisa melihat Kayo memperlihatkan tatapan mendamba pada seorang pria.


"Tidak kusangka gadis dingin itu bisa jatuh cinta juga."


Kening Abigail mengernyit saat dia mendengar gumaman suaminya. Dia kemudian berbalik.


"Apa maksudmu bergumam seperti itu, Matt? Aku kau bermaksud mengatai putrimu sendiri tidak normal?" tanya Abigail tak terima.


"Astaga darling, kau sensitif sekali sih. Aku itu hanya tidak menyangka kalau Kayo akhirnya bisa jatuh cinta juga seperti para gadis lainnya. Memangnya kau lupa ya kalau selama ini dia itu seperti tidak pernah tertarik pada lawan jenis. Jadi wajar kan kalau aku berpikir menyimpang seperti tadi!" jawab Mattheo memberi penjelasan.


"Dia bersikap seperti itu karena memang belum bertemu dengan pria yang tepat saja. Bukan karena dia menyimpang ya!"


"Iya-iya maaf. Jangan marah, ehm?"


Abigail mendengus kesal. Bisa-bisanya Mattheo berpikiran buruk tentang putrinya. Tapi jika di pikir-pikir lagi ada benarnya juga sih dengan pemikiran Mattheo barusan. Selama ini Kayo memang tidak pernah berhubungan dengan pria manapun. Perjodohan yang coba dilakukan oleh para tetua Eiji pun selalu berakhir gagal karena semua pria yang di jodohkan dengan Kayo selalu mengeluh jika Kayo itu terlalu mandiri. Mereka merasa tidak mempunyai harga diri lagi karena putrinya bisa melakukan semuanya sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain.


"Ayah, Ibu, apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Kayo curiga. "Kalian sedang mengintip kami ya?"


"Sembarangan. Untuk apa Ayah dan Ibu mengintip kalian yang hanya duduk tanpa melakukan apa-apa? Cihh, percaya diri sekali kau!" jawab Mattheo bersungut-sungut.


"Jaga bicaramu, Matt!" tegur Abigail.


Jackson berdiri diam sambil mendengarkan perdebatan antara Kayo dengan calon ayah mertuanya. Hangat, ini yang dia temui dalam keluarga ini.


"Oh ya Jack, kau akan menginap dimana malam ini?" tanya Abigail sembari menatap seksama ke arah calon menantunya.

__ADS_1


"Selama berada di Jepang rencananya aku akan menginap di salah satu hotel milik Nyonya Liona. Kenapa Nyonya, apa ada masalah?" jawab Jackson sopan.


"Kapan kau akan memanggilku Ibu?"


Kayo langsung melirik ke arah Jackson. Dia sudah menduga kalau ibunya pasti akan bertanya seperti ini pada calon suaminya.


"Aku akan segera meresmikannya setelah mendapat restu dari kalian."


"Memangnya restu apa yang ingin kau minta dari kami?" tanya Mattheo seraya memasang wajah garang.


Sebelum menjawab, Jackson meraih tangan Kayo kemudian menggenggamnya erat. Tanpa malu-malu lagi, dia pun mengangkat genggaman tangan tersebut ke hadapan calon mertuanya.


"Restu untuk mempersunting pemilik tangan ini. Dia sudah berjanji jika aku mendapat restu dari kalian, maka dia akan langsung menerima lamaranku!" jawab Jackson bangga.


Mattheo dan Abigail tersenyum melihat cara Jackson meminta restu. Mereka kemudian saling menatap sebelum akhirnya sama-sama menganggukkan kepala.


"Terima kasih atas restunya Ayah, Ibu. Tapi aku baru akan menikah setelah Kak Fedo menikah lebih dulu!" ucap Kayo yang mana ucapannya membuat wajah Jackson berubah masam.


Saat hendak membalas perkataan sang ibu, Kayo teringat dengan kejadian sebelum kakaknya pergi ke Shanghai. Juga dengan kejadian dimana Kanita memergokinya sedang bermesraan di pinggir jalan bersama Jackson.


"Bu, tadi setelah aku menjemput Jackson sepertinya Kanita salah paham pada kedekatan kami. Dan aku rasa kedatangannya ke perusahaan adalah untuk mengadu pada Kak Fedo kalau dia melihatku sedang bersama pria asing di pinggir jalan. Sayangnya niat liciknya itu di sambut dengan kemarahan Kak Fedo yang begitu mengerikan. Kanita bahkan hampir mati kehabisan nafas gara-gara lehernya di cekik dengan sangat kuat!"


"Jadi Fedo kembali berbuat kasar pada Kanita?" tanya Abigail sedikit kaget.


"Iya, Bu. Kanita sampai pucat pasi karena ketakutan melihat sisi gelapnya Kak Iel. Tadi di sana suasananya cukup menegangkan, tapi juga asik," jawab Kayo sembari tersenyum kecil.


"Asik apanya sih, Kay. Kau tahu bukan kalau Ibu sangat tidak suka pada laki-laki yang kasar pada wanita? Hal itu juga berlaku bagi ayah, kakakmu dan juga calon suamimu!"


Jackson dan Mattheo terbatuk pelan saat nama mereka di sebut. Mereka tentu sadar kalau itu bukan hanya sekedar ucapan belaka, melainkan ada ancaman yang terselip di dalamnya.


"Iya Bu aku tahu. Tapi tetap saja menurutku lumayan mengasikkan melihat Kanita dibuat ketakutan oleh Kak Fedo. Lagipula itu juga salahnya sendiri kok. Siapa suruh dia terus memaksakan keinginannya, padahal kan Kak Fedo sudah menolaknya mentah-mentah. Wajarlah kalau kakak sampai bertindak kasar padanya."

__ADS_1


Abigail berdecak pelan. Dia sebenarnya juga tidak sepenuhnya menyalahkan Fedo, tapi hati nuraninya menolak untuk menerima sikap kasar yang telah dilakukan oleh putranya.


"Darling, sudahlah. Jangan terlalu memikirkan apa yang dilakukan Fedo pada Kanita. Aku tahu itu tidak benar, tapi di sini Kanita-lah yang memanaskan keadaan. Tenang ya. Nanti aku akan bicara dengan Dominic supaya dia menasehati Kanita agar tidak mengganggu putra kita lagi!" hibur Mattheo yang tanggap akan pergolakan batin istrinya.


"Lama-lama aku kesal juga pada Kanita, Matt. Apa perlu aku yang turun tangan untuk membereskan masalah ini? Aku tidak mau Fedo melakukan hal-hal yang tidak aku sukai. Aku takut dia akan mati di tanganku!" sahut Abigail seraya menarik nafas panjang.


Kayo, Jackson dan Mattheo saling melirik. Ini tidak benar. Sikap Fedo telah memancing kemarahan si dewi perang ini. Dan sekarang Kanita juga dalam masalah besar karena telah menyinggung Nyonya Eiji.


"Bu, Ibu tidak perlu repot-repot berurusan dengan wanita tidak tahu malu itu. Biar aku saja yang memberi pelajaran padanya jika dia masih bebal mengganggu Kak Fedo!" ucap Kayo sambil menyeringai tipis.


"Kau tidak usah ikut campur, Kay. Lebih baik kau fokus pada hubunganmu dan Jackson. Ibu tidak ingin kedekatan kalian malah menjadi bahan gunjingan orang-orang di sini. Ingat Kayo, kau mengemban nama baik keluarga Eiji. Jadi jangan sampai kau membuat kami kecewa!"


Setelah berkata seperti itu Abigail langsung pergi dari sana. Dia perlu sedikit waktu untuk menenangkan emosinya yang bergejolak setelah tahu kalau putranya telah melakukan sesuatu yang tidak dia sukai.


"Ayah, aku benar-benar tidak sengaja mengatakan perbuatan Kak Fedo di depan Ibu. Aku lupa kalau Ibu sangat sensitif dengan hal-hal seperti ini," ucap Kayo dengan raut penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa, nanti Ayah yang akan menjelaskan pada Ibumu," sahut Mattheo dengan tenang. "Oh ya Jack, sebaiknya kau jangan terlalu malam berada di sini. Segeralah pergi setelah urusan kalian selesai."


"Apa Ayah mengusirku?" tanya Jackson.


"Sebenarnya sih tidak. Tapi kalau kau berpikir seperti itu... ya anggap saja Ayah memang mengusirmu."


Kayo dan Jackson menggelengkan kepala melihat kelakuan Ayah mereka yang langsung pergi begitu saja setelah berkata dengan sangat terus terang. Setelah itu Kayo mengajak calon suaminya untuk mengobrol sebelum kembali ke hotel.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini

__ADS_1


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2