PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Batu Sandungan


__ADS_3

Keluarga Abigail saat ini tengah berkumpul di ruang makan. Mereka terlihat begitu menikmati makan malam yang di masak oleh si nyonya rumah.


"Masakan Ibu memang yang terbaik!" puji Fedo sambil menyeka mulutnya dengan tisu.


"Hei, beraninya kau memuji wanitaku!" tegur Mattheo sambil berpura-pura hendak melemparkan sendok ke arah putranya. "Cari istri sendiri. Jangan mengganggu istri orang."


Fedo ternganga mendengar ucapan ayahnya. Dia lalu menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan keposesisafan sang ayah yang kian menjadi meski umurnya yang tak lagi muda.


"Bu, lihatlah kelakuan dua pria itu. Apa Ibu tidak memiliki keinginan untuk menancapkan garpu ke mulut mereka supaya berhenti bertengkar?" ucap Kayo sambil tersenyum licik ke arah ibunya.


Abigail yang mendengar ucapan putrinya hanya menghela nafas panjang. Dia lalu menatap ke arah suami dan anaknya secara berganti. Entahlah, terkadang Abigail sampai pusing sendiri menghadapi sikap keduanya yang selalu bertengkar seperti anak kecil. Baik Fedo maupun Mattheo, mereka sama-sama tak ada yang mau mengalah. Terlebih lagi jika itu menyangkut dirinya, kedua pria tersebut pasti akan selalu bersitegang.


"Jangan memprovokasi Ibu, Kay. Aku dan Ayah bukan sedang bertengkar, tapi kami hanya sedang saling memuji masakan Ibu dengan cara yang tak biasa," ucap Fedo membela diri.


"Betul. Kali ini Ayah setuju denganmu, Fed," sambung Mattheo ikut menimpali. Setelah itu dia menoleh ke arah istrinya. "Darling, jangan marah-marah. Nanti kau cepat tua."


"Aku cukup sadar dengan umurku sendiri, Matt. Tidak sepertimu yang kian menjadi saat umur hampir setengah abad," sahut Abigail.


"Astaga Darling, kau kenapa begitu terus terang saat menyebut kalau aku sudah tak muda lagi sih? Ah, tapi biar saja. Umur boleh setengah abad, tapi kekuatan mesin boleh di coba. Aku bahkan masih sanggup membuatmu setengah pingsan saat berada di atas ranjang. Benar kan?"


Fedo dan Kayo saling mencebikkan bibir saat mendengar ucapan mesum sang ayah. Sementara itu, wanita yang baru saja di goda oleh ayah mereka tampak tenang-tenang saja. Mungkin karena sudah kebal mendengarnya.


"Kak Fedo, tadi siang di mall aku bertemu dengan wanita yang pernah menjadi teman tidurmu," ucap Kayo saat terkenang pertemuannya dengan si wanita tak tahu malu bernama Kanita.

__ADS_1


Raut wajah Fedo terlihat buruk saat dia mendengar ucapan Kayo. Dia lalu menatap wajah sang adik dengan penuh penasaran.


"Wanita yang mana? Siapa namanya?"


"Kanita. Dia sengaja mengajakku bicara untuk mencari tahu tentang Luri," jawab Kayo kemudian melirik ke arah ibunya. "Bu, aku tidak sudi menerima Kanita sebagai kakak iparku. Tolong Ibu ingatkan buaya ini agar tidak dekat-dekat dengannya. Aura wanita itu sangat negatif, dia pasti hanya akan membawa pengaruh buruk di keluarga kita."


Setelah mendengar aduan putrinya, Abigail langsung menatap tegas ke arah Fedo. Sedikit banyak dia mulai menyalahkan sikap putranya yang sangat suka bergonta-ganti teman tidur. Dan sepertinya Kanita adalah salah satu batu sandungan yang akan menganggu hidup putranya mulai sekarang.


"Bu, aku tidak pernah menjanjikan apapun padanya. Antara Kanita dan aku sama sekali tidak ada hubungan apapun selain hanya saling menghangatkan ranjang. Sungguh!" ucap Fedo mulai tegang saat sang ibu hanya diam menatapnya.


"Dan dari saling menghangatkan ranjang sekarang Luri mencari orang paling di cari oleh mantanmu. Ingat Fed, Ayah dan Ibu sudah pernah mengingatkan untuk tidak mendekati Luri karena kami tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi padanya. Luri adalah gadis baik-baik, dia tidak tahu menau tentang kelakuan bejadmu selama tinggal di Jepang. Dan satu lagi, kakaknya Luri adalah sahabat dekatnya Elea. Kau bisa mati di tangan Bibi Liona jika sampai membuatnya bersedih," sahut Mattheo menggantikan istrinya bicara.


Fedo gusar. Dia terlihat begitu gelisah setelah mendapat peringatan dari ayahnya. Sungguh, Fedo benar-benar tidak menyangka kalau Kanita akan bertindak sejauh ini dengan mendekati adiknya. Kalau tahu akan begini, Fedo pasti tidak akan memberitahu Kanita kalau sekarang dia sudah memiliki calon istri. Tentunya istri yang dia buat-buat sendiri karena Luri saja menolak cinta yang dia ungkapkan.


"Kak, apa kau menyebut nama Luri di hadapan wanita itu?" tanya Kayo memastikan. "Aku beritahu kau satu hal. Amarah dan kecemburuan wanita jangan pernah kau sepelekan. Type wanita seperti mantanmu itu pasti sanggup untuk melakukan segala macam cara demi agar bisa memilikimu lagi. Kau harus hati-hati dengannya."


"Segera selesaikan masalah ini secepatnya, Fedo. Ibu tidak ingin masalahmu dengan Kanita sampai merembet kemana-mana. Dan untuk Luri, kau aturlah orang untuk mengawasinya dari jauh. Ibu bisa melihat kalau Kanita begitu terobsesi denganmu!" ucap Abigail memberi saran pada putranya.


"Baik, Bu. Aku janji masalah ini tidak akan melebar kemana-mana. Dan untuk Luri, aku jamin Kanita tidak akan bisa menyentuhnya!" sahut Fedo kemudian pamit untuk masuk ke kamarnya.


Sepeninggal Fedo, ruang makan terlihat sangat sepi. Abigail, Mattheo dan Kayo, mereka sibuk dengan pikiran di benak masing-masing. Kanita adalah putri tunggal dari keluarga yang sangat terpandang. Rasanya akan sedikit canggung jika mereka harus mempunyai masalah dengan keluarga itu.


"Ayah, Ibu. Jika Kanita tetap tidak mau berhenti mengacaukan hidup Kak Fedo bagaimana?" tanya Kayo setelah terdiam cukup lama.

__ADS_1


"Maka Ibu yang akan turun tangan langsung. Seterhormat apapun keluarganya, jika berani menyentuh kebahagiaan keluarga kita maka akan Ibu tidak akan tinggal diam. Di sini kakakmu tidak sepenuhnya bersalah, Kanita saja yang terlalu terbawa perasaan. Makanya dia jadi menggila seperti ini!" jawab Abigail. Dia kemudian memberi nasehat untuk putri bungsunya. "Kayo, jangan pernah sekalipun kau mencontoh prilaku kakakmu dengan Kanita. Jika Ibu sampai tahu kau bermalam dengan Jackson, Ibu bersumpah akan memasungmu sampai tua. Ingat sayang, pria yang baik adalah pria yang mau menjaga kehormatan wanitanya, bukan malah merusaknya hanya demi kesenangan sesaat. Jadilah wanita yang penuh wibawa dan kehormatan sampai dimana kau resmi menjadi istri orang. Paham?!"


"Paham, Bu. Aku janji tidak akan pernah melakukan sesuatu yang hina sebelum Jackson resmi menjadi suamiku. Lagipula kami juga menjalin hubungan jarah jauh, rasanya sedikit mustahil kalau aku dan Jackson bisa melakukan hal-hal yang tidak senonoh!"


"Siapa bilang jarak yang jauh tidak bisa membuat seseorang melakukan hal seperti itu, Kay? Ibu pernah membuktikannya sendiri," ucap Abigail menyindir pria yang duduk di sebelahnya.


Di sindir seperti itu oleh istrinya membuat Mattheo tertawa puas. Ya, dia tentu belum lupa dengan cara yang dia lakukan untuk bisa menaklukkan istrinya yang dulu begitu anti pada sentuhan pria. Namun, dari Mattheo jugalah akhirnya Abigail bisa sembuh dari trauma mendalam yang pernah dia rasakan.


"Jadi dulu Ayah adalah pria yang seperti itu ya Bu? Pantas saja kelakuannya menurun pada Kak Fedo. Ternyata ini biang keladinya!" sindir Kayo sambil menatap penuh ejek ke arah sang ayah.


"Hei, kenapa kalian jadi terus-terusan menyindirku sih?" protes Mattheo pada anak dan istrinya.


"Bukan menyindir, Ayah. Tapi itu adalah fakta yang keluar dari mulut Ibu."


"Itu sama saja Kay."


Kayo dan ibunya tertawa melihat wajah sang ayah yang sudah berubah masam. Mereka bertiga kemudian pergi ke ruang tamu untuk berbincang-bincang hangat. Sesuatu yang selalu mereka lakukan sebelum beristirahat di kamar masing-masing.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutup emak ya. Nama chanelnya @Mak Rifani, di sana baru saja up part 45. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan FELUR kita ya gengss

__ADS_1


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2