PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Wanita Tak Tahu Malu


__ADS_3

"Kayo!!"


Kayo yang tengah berjalan-jalan di gedung pusat perbelanjaan langsung menoleh ke belakang saat ada yang memanggil namanya. Dia kemudian menatap bingung ke arah seorang wanita yang sedang berlari kecil ke arahnya.


"Ah, akhirnya sampai juga," ucap Kanita dengan nafas sedikit terengah.


"Kau temannya kakakku kan?" tanya Kayo memastikan.


Kanita menggeleng. Dia tentu saja tak mau hanya di anggap sebagai temannya Fedo saja. Sambil menormalkan nafasnya, Kanita membenarkan anggapan Kayo tentang siapa dia di hidup Fedo.


"Aku kekasihnya Fedo, Kay. Bukan temannya."


"Benarkah? Tapi seingatku Kak Fedo itu tidak pernah memiliki kekasih. Em tunggu-tunggu, wajahmu sedikit familiar. Kalau tidak salah namamu Kanita bukan? Ah iya, Kanita. Waktu itu kau yang pernah datang ke rumah sambil menangis dan mengatakan kalau kakakku meninggalkanmu sendirian di hotel. Benar tidak?"


Kayo tersenyum sinis melihat wajah Kanita yang memerah. Jelas-jelas antara wanita ini dengan kakaknya hanya sebatas hubungan one night stand saja, tapi dengan begitu percaya dirinya Kanita berani menyebut kalau dia adalah kekasih kakaknya. Sungguh definisi wanita yang tidak tahu malu. Menjijikkan.


Sialan. Lancang sekali mulut gadis ini. Beruntung kau adalah adiknya Fedo, Kay. Jika tidak, aku pasti akan langsung memberikan pelajaran padamu agar tidak sembarangan bicara. Dasar gadis kurang ajar. Batin Kanita geram.


"Oh ya Kay, kau datang bersama siapa? Apa Bibi Abigail juga ikut?" tanya Kanita mengalihkan pembicaraan.


"Tidak. Ibu sedang pergi menemani Ayah," jawab Kayo singkat.


"Oh begitu. Em kalau boleh tahu apa yang sedang kau cari di sini?"

__ADS_1


Mood Kayo mendadak jadi terasa buruk setelah bertemu dengan Kanita. Jujur saja, dia sangat tidak suka melihat sikap wanita ini yang secara terang-terangan ingin mendekatinya demi agar bisa menarik simpati kakaknya.


"Kenapa Kay? Apa pertanyaanku membuatmu tersinggung?"


"Tersinggung sih tidak. Hanya saja aku sangat tidak menyukai caramu yang seperti ini. Aku tahu kau menyukai kakakku, tapi tidak perlulah bersikap sok manis di hadapanku. Aku benci melihat wanita yang bermuka dua."


Rahang Kanita mengerat. Dia merasa sangat tersinggung dengan kata-kata wanita bermuka dua yang di lontarkan oleh Kayo barusan. Namun demi agar bisa mencari tahu siapa gadis yang di sukai oleh Fedo, Kanita mencoba untuk bersabar. Dia harus tetap tenang agar rencananya tidak rusak.


"Kay jujur, sebenarnya aku sedikit kurang paham dengan maksud dari perkataanmu. Tapi jika aku boleh meminta penjelasan, apa yang kau maksud dengan wanita bermuka dua itu adalah aku?" tanya Kanita sambil menekan suaranya ketika mengucapkan kata wanita bermuka dua.


"Menurutmu siapa lagi orangnya kalau bukan kau? Satu-satunya orang yang sedang berbicara denganku adalah dirimu. Jadi mana mungkin kata-kata itu kutujukan untuk orang lain?" tandas Kayo.


"Kau terlalu terang-terangan menghinaku, Kay."


Tubuh Kanita menegang. Semudah inikah niatnya dibaca oleh Kayo? Padahal Kanita sama sekali belum menyinggung tentang siapa gadis itu. Kalau begini artinya sudah tidak ada gunanya lagi untuk Kanita berpura-pura baik di depan adiknya Fedo. Percuma, pun lidah gadis ini juga sangat tajam. Membuatnya merasa sangat kesal.


"Baiklah karena kau sudah tahu apa tujuanku mengajakmu bicara, maka aku tidak akan berpura-pura lagi. Sekarang tolong beritahu aku siapa nama gadis itu dan dimana dia tinggal. Aku perlu bicara empat mata dengannya!"


Satu seringai muncul di bibir Kayo setelah dia melihat wajah asli Kanita. Sambil memperlihatkan tatapan sinis, Kayo berjalan mendekat ke arah Kanita kemudian mendekatkan wajah hingga tinggal berjarak beberapa senti dari wajahnya.


"Siapa kau berani bertanya seperti itu padaku, hah? Kau pikir kau pantas untuk tahu siapa gadis yang akan menjadi kakak iparku? Tidak Kanita, kau sangat tidak berhak untuk tahu siapa dia. Karena apa? Karena aku sudah tahu apa niatanmu sebenarnya!" ucap Kayo penuh penekanan.


"Kenapa aku harus tidak pantas? Kau jangan lupa Kay kalau kakakmu pernah bertekuk lutut di bawah kakiku. Dia pernah memuja tubuhku meskipun hanya satu malam!" tandas Kanita balas menekan kata-katanya.

__ADS_1


"Oh ya?" ejek Kayo. "Kanita-Kanita, kalau hanya hubungan seperti itu tidak hanya kau saja wanita yang pernah tidur dengan kakakku. Banyak wanita di luaran sana yang pernah menjadi teman ranjangnya Kak Fedo yang bahkan jauh lebih cantik darimu. Jadi kau jangan men-dewikan diri seolah-olah hanya kau saja yang pernah di tiduri oleh Kak Fedo. Sebagai wanita kau harusnya malu bicara seperti ini, terlebih lagi pada adik dari pria yang sedang kau perjuangkan. Di mataku kau tidak lebih dari seorang wanita tak bermoral yang dengan bodohnya menggunakan kelakuan hina seperti ini untuk membanggakan diri. Asal kau tahu Kanita, kau sekarang malah terlihat sangat seperti wanita yang tidak memiliki harga diri!"


Geram mendengar hinaan yang di lontarkan oleh Kayo, Kanita dengan marah mengangkat satu tangannya. Dia berniat menampar wajah gadis ini agar tidak sembarangan berkoar. Namun, rupanya Kayo bukanlah gadis lemah seperti yang Kanita pikirkan.


"Ingin menamparku? Jangan mimpi, Kanita!" ucap Kayo sambil menahan tangan Kanita yang hampir menyentuh wajahnya. "Aku pikir dengan memberimu teguran seperti tadi kau akan bisa berfikir dengan baik. Tapi ternyata aku salah."


Setelah berkata seperti itu Kayo langsung menampar wajah Kanita sebanyak dua kali. Belum puas sampai di sana, Kayo kembali menampar wajahnya hingga sudut bibir Kanita meneteskan darah. Baru setelah itu dia mendorong wanita tersebut hingga jatuh terjerembab ke lantai. Pertengkaran antara Kayo dan Kanita akhirnya mengundang perhatian dari para pengunjung yang ada di sana. Mereka segera berkerumun sambil mengarahkan ponsel masing-masing ke arah Kanita yang sedang terduduk di lantai.


"Aku peringatkan padamu, Kanita. Jangan coba-coba mencari tahu tentang siapa gadis yang sedang bersama Kak Fedo. Kalau aku sampai mendengar kau melakukan sesuatu padanya, aku pastikan kau akan menerima pelajaran yang jauh lebih buruk daripada ini. Paham?!" ancam Kayo sambil mengibaskan tangan yang tadi dia gunakan untuk menampar wajah wanita tidak tahu malu ini.


Kanita hanya bisa berteriak marah setelah Kayo pergi dari sana. Dia malu dan juga sangat emosi. Berani-beraninya gadis itu mempermalukannya di depan umum.


"Awas saja kau, Kayo. Aku bersumpah akan membalas rasa malu yang sudah kau berikan padaku hari ini. Dan untuk gadis itu, apapun caranya aku pasti bisa menemukannya. Hanya aku Kay, hanya aku yang boleh memiliki Fedo. Hanya aku!" geram Kanita kemudian memaki para pengunjung yang masih sibuk merekam dirinya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub ya. Nama chanelnya Mak Rifani, dan disana baru saja up part 44. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani

__ADS_1


__ADS_2