PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Tempat Berburu Kesenangan


__ADS_3

Jackson berjalan masuk ke sebuah club malam mengikuti seseorang yang sudah membuatnya penasaran sejak kemarin. Kanita, ya, nama wanita ini terus terngiang-ngiang di kepalanya. Jackson ingin tahu seberapa licik wanita ini hingga mampu membuat calon istrinya merasa sangat kesal.


"Hmmm, wanita murahan ternyata," ucap Jackson ketika melihat Kanita tengah berjoget vulgar bersama dengan teman prianya.


Wajarlah jika Kayo menolak dengan sangat keras kalau wanita ini ingin menjadi kakak iparnya. Meski berasal dari keluarga terhormat, nyatanya Kanita sama sekali tidak mempedulikan harga dirinya. Dia dengan begitu nafsu meliuk-liukkan tubuhnya yang hanya terbungkus pakaian kekurangan bahan ke dada pria hidung belang yang menemaninya menari. Menjijikkan, itu yang ada di dalam pikiran Jackson sekarang.


"Halo Tuan tampan, sendirian saja?"


Jackson melirik sekilas ke arah wanita yang baru saja menyapanya. Dia dengan cepat menepis tangan wanita tersebut ketika ingin menyentuh tangannya.


"Menjauh, sebelum aku mematahkan tulang di tanganmu!" geram Jackson.


"Upss, sorry. Aku pikir kau adalah pria yang sama seperti para bajingan itu," ucap si wanita tanpa merasa takut. "Yuri. Anggap saja aku wanita panggilan yang bekerja di sini."


"Aku tidak peduli kau siapa. Pergilah, jangan menggangguku!" usir Jackson kemudian mencari tempat duduk.


Bukannya pergi, Yuri malah mengekori pria dingin yang baru saja mengacuhkannya. Ini adalah kali pertama dia ditolak, yang mana membuat Yuri jadi merasa lebih tertantang untuk mendekatinya.


"Aku rasa telingamu belum tuli, Nona. Pergilah, aroma tubuhmu membuatku mual!" ucap Jackson tanpa ragu menghina wanita yang kini sudah duduk di sebelahnya.


"Jangan galak-galak, Tuan tampan. Aku kemari karena kau belum memberitahu siapa namamu," sahut Yuri dengan nada yang menggoda.


"Kau bisa berada dalam bahaya jika tidak segera menjauh dariku!"


Jackson bicara sambil memperhatikan wanita yang sedang berjalan ke arahnya. Dia kemudian tersenyum kecil ketika wanita itu menatap jengkel ke arah Yuri.


"Bukan aku yang mengundangnya. Lalat ini datang atas kemauannya sendiri!" ucap Jackson menjelaskan.


"Tuan, kau sedang bicara dengan siapa?" tanya Yuri heran.


"Dia bicara denganku!" sahut Kayo kemudian duduk di atas pangkuan Jackson. "Apa kau sedang menjajakan diri pada calon suamiku, Nona? Cih, dengan tampilan seperti ini apa kau pikir pria-ku akan tergoda? Kau bermimpi terlalu tinggi, Nona."


"Sialan! Siapa kau berani menghinaku hah!" umpat Yuri jengkel.


"Bukankah tadi aku sudah bilang kalau pria yang sedang kau goda adalah calon suamiku? Itu artinya aku adalah calon istrinya. Paham!" sentak Kayo seraya melayangkan tatapan tajam ke arah wanita tersebut.

__ADS_1


Yuri menjadi kikuk sendiri setelah dibentak seperti itu oleh wanita yang ternyata adalah calon istri dari pria dingin yang sedang di rayunya. Merasa canggung, Yuri memutuskan untuk pergi dari sana. Tapi baru saja dia berdiri, tangannya ditarik dengan sangat kuat hingga membuatnya jatuh terduduk di tempat yang tadi.


"Kau kenal dengan wanita yang bernama Kanita?" tanya Kayo. Dia kemudian menunjuk ke arah mantan teman tidur kakaknya yang sedang asik berciuman dengan salah seorang pria.


Yuri segera melihat ke arah yang di tunjuk oleh wanita ini. Dia kemudian mengangguk.


"Aku mengenalnya, tapi kami tidak dekat. Kanita cukup pemilih dalam berteman, dia juga sangat angkuh pada orang-orang sepertiku."


"Ternyata citra wanita itu cukup buruk juga ya?" gumam Jackson sambil memilin rambutnya Kayo.


"Aku rasa mata Kak Fedo sudah buta saat mengajak Kanita naik ke ranjangnya. Dasar buaya bodoh, bisa-bisanya dia memilih wanita seperti itu untuk menemaninya bermalam. Seperti sudah tidak ada wanita lain saja!" gerutu Kayo setelah mendengar gumaman Jackson.


Seketika tubuh Yuri menegang ketika dia mendengar wanita ini menyebut Tuan Muda Fedo dengan sebutan kakak. Yuri seakan tidak percaya kalau yang sedang berbicara dengannya adalah nona muda kesayangan keluarga Eiji. Ini benar-benar membuatnya sangat syok. Siapa yang akan menyangka kalau nona muda ini akan mendatangi tempat berburu n*fsu para hamba yang tersesat.


"Emm maaf Nona, apa namamu adalah Kayo Eiji?" tanya Yuri memastikan.


Kayo yang masih kesal hanya menganggukkan kepala. Dia tengah sibuk merutuki kelakuan kakaknya yang begitu bodoh memilih wanita bekas seperti Kanita.


"Ya Tuhan Nona Muda, tolong maafkan sikap lancangku barusan. Aku tidak tahu kalau Tuan ini adalah calon suamimu!" ucap Yuri setelah tersadar dari keterkejutannya.


"Namaku Yuri, Nona," jawab Yuri. Dia bergidik ngeri saat menerima tatapan dingin dari si nona muda.


"Baiklah Yuri. Karena kau orang luar pertama yang tahu kalau pria ini adalah calon suamiku, jadi aku sarankan kau tidak terlalu banyak bicara pada orang lain. Karena apa? Karena aku tidak suka urusan pribadiku di campuri. Aku juga tidak akan segan-segan membuatmu di tolak oleh seluruh masyarakat Jepang jika hal ini sampai bocor ke media!"


Bulu kuduk Yuri berdiri semua saat dia mendengar ancaman yang sangat mengerikan itu. Dia dengan cepat langsung menganggukkan kepala sambil membuat gerakan tangan sedang mengunci mulut. Siapalah yang tidak kenal dengan kesadisan keluarga Eiji dalam memberi hukuman pada orang-orang yang mengusik keluarga mereka. Belum lagi dengan Nyonya Abigail, jadi tidak mungkin Yuri mau bersikap bodoh yang mana bisa membuat hidupnya seperti berada dalam neraka.


"Yuri, bisakah aku meminta bantuanmu?" tanya Kayo saat teringat dengan tujuannya datang ke club ini.


"Bisa, Nona. Bantuan apa yang kau inginkan," jawab Yuri dengan raut wajah gembira. Adalah kehormatan baginya jika bisa membantu wanita berkelas ini.


"Ambilkan ponsel Kanita lalu bawa kemari. Ada hal penting yang perlu aku hilangkan dari memori card-nya."


Sebelum menjawab iya, Yuri lebih dulu menoleh ke arah Kanita. Dia kemudian melihat ke arah Nona Kayo sambil mengangguk pelan. Setelah itu Yuri segera mendatangi meja dimana tadi menjadi tempat duduk Kanita. Dia dengan begitu lihai mengalihkan perhatian pria yang duduk di sana kemudian mulai membuka tas milik Kanita untuk mengambil ponselnya.


Aku mendapatkannya, yeyyy. Nona Kayo pasti akan sangat senang nanti, batin Yuri kegirangan.

__ADS_1


"Hmmm, siapa yang memberitahumu kalau aku ada di sini?" tanya Jackson sambil menunggu Yuri kembali.


"Kau tidak perlu tahu darimana aku mengetahuinya. Yang jelas aku tidak akan membiarkanmu di jamah tangan-tangan wanita yang ada di club ini," jawab Kayo santai.


"Posesif, eh?" ledek Jackson. Dia lalu mencium lengan calon istrinya.


"Anggaplah seperti itu jika bisa membuatmu merasa senang."


Obrolan Kayo dan Jackson terhenti saat Yuri datang sambil membawa ponsel Kanita. Setelah itu Kayo segera mengotak-atik sandi untuk membukanya. Hanya dalam hitungan menit semua foto Kayo dan Jackson yang ada di dalam ponsel Kanita sudah hilang. Kayo kemudian meminta Yuri untuk mengembalikan ponsel tersebut lalu memberinya beberapa lembar uang sebagai bayaran atas pekerjaan yang baru saja dia lakukan.


"Terima kasih banyak, Nona Kayo!" ucap Yuri senang.


"Pastikan kau menjaga mulutmu dengan baik, Yuri. Kami mengawasimu!" sahut Kayo kemudian beranjak dari atas pangkuan Jackson.


"Nona tenang saja. Aku jamin rahasia ini tidak akan bocor keluar. Nyawaku taruhannya."


Kayo mengangguk. Dia lalu menarik tangan Jackson untuk keluar dari sana. Dentuman musik yang sangat keras dan bau alkohol membuat Kayo merasa muak. Dia benci keramaian seperti ini.


"Kita langsung pulang atau mau ke hotel dulu?" tanya Jackson menggoda calon istrinya ketika sudah berada di dalam mobil.


"Ke hotel saja kalau kau ingin pulang ke Shanghai tanpa kepala," sahut Kayo sarkas.


"Uhhh, kau sangat menakutkan, sayang."


"Bukan aku yang menakutkan, tapi Ibuku."


Kayo menahan senyum saat Jackson membisikkan kata di telinganya. Dia lalu membiarkan pria ini terus menciumi punggung tangannya ketika mobil mulai bergerak pergi dari parkiran club.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani, dan disana baru saja up part. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss


πŸ’œIg: rifani_nini

__ADS_1


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2