PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Konspirasi


__ADS_3

Luri kaget setengah mati saat Nania tiba-tiba menarik tangannya begitu dia keluar dari dalam kelas. Dia lalu menatap bingung ke arah sang adik yang dengan begitu santainya bergelayut di lengannya.


"Kau kenapa, Nania? Apa kau membuat ulah lagi di kelas?" tanya Luri sambil berjalan menuruni anak tangga.


"Kak Luri, kenapa Kakak selalu berpikiran buruk padaku sih. Memangnya salah ya kalau aku bermanja pada kakakku sendiri? Apakah ada undang-undang yang melarang kalau sesama saudara tidak boleh saling berdekatan? Iya?" sahut Nania balik bertanya.


Luri tertawa pelan mendengar pertanyaan panjang adiknya. Dia tentu saja paham kalau adiknya ini sedang berusaha menjauhkannya dari Galang. Luri sangat hafal dengan tabiat Nania yang selalu bersikap posesif setiap kali ada pria yang ingin mendekatinya. Dia tidak marah, justru malah senang karena artinya Nania sangat peduli dengan kebahagiaan kakaknya sendiri. Sangat manis bukan?


"Oh ya Kak, sore ini siswa gatal itu datang ke rumah lagi tidak?" tanya Nania mencari tahu.


"Galang maksudnya?"


"Iyalah. Siapa lagi kalau bukan dia orangnya," sahut Nania sarkas.


"Jangan mengatainya seperti itu, Nia. Galang adalah siswa yang baik, dia tidak memiliki niat jahat pada Kakak," ucap Luri berusaha mengubah pandangan sang adik. "Galang dan Kakak sama-sama sedang berjuang untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Jadi kami memang butuh tempat untuk saling sharing ilmu pelajaran. Begitu."


Benar juga ya apa yang di bilang oleh Kak Luri. Tapi kan aku sudah berjanji pada Kak Fedo kalau aku akan membuat Kak Luri dan Kak Galang tidak bisa berduaan. Em bagaimana ya? Kapal siapa yang akan aku dukung?


"Nania, ada apa? Kau terlihat seperti orang yang sedang bingung?" tanya Luri heran melihat raut wajah adiknya yang terlihat aneh.


"Begini Kak, tadi saat aku dan teman-teman sedang berada di kantin Kak Fedo menelponku. Dia bilang mulai sekarang aku adalah mata-matanya di sini. Kak Fedo ingin aku membuat Kak Galang tidak bisa mendekati Kakak lagi. Dan nanti jika aku berhasil, aku akan di beri uang yang sangat banyak olehnya. Begitu Kak ceritanya!" jawab Nania dengan bodohnya membongkar rahasia antara dia dengan si pria genit.


Sudut bibir Luri berkedut mendengar kejujuran sang adik tentang konspirasi yang ingin dilakukan oleh Fedo. Bagaimana bisa Nania dengan begitu polosnya memberitahu kalau Fedo memintanya untuk menjadi mata-mata. Sungguh, Fedo benar-benar telah salah memilih partner bisnis. Dia tidak seharusnya meminta gadis selugu Nania untuk menjaga rahasia. Ada-ada saja.


"Kalau aku berbisnis dengan cara seperti ini dosa atau tidak sih, Kak?" tanya Nania memastikan.


"Tidak dosa kok. Yang bisa menimbulkan dosa itu jika bicara bohong, Nania. Kalau hanya sekedar menjadi mata-mata aku rasa itu adalah sesuatu yang wajar," jawab Luri sambil menahan tawa.


"Oh, syukurlah. Aku jadi lega sekarang, Kak," ucap Nania sambil mengelus dada.


Saat Luri dan Nania sampai di dekat pintu gerbang, mobil Galang lewat di samping mereka. Siswa populer itu langsung berhenti kemudian keluar untuk menghampiri Luri yang sudah di jaga ketat oleh adiknya.


"Mau apalagi, Kak?" tanya Nania cetus.

__ADS_1


"Aku ini bukan penjahat yang ingin menculik kalian berdua, Nania. Kita kan teman satu sekolah," jawab Galang merasa lucu dengan tingkah adik kelasnya ini.


"Iya, teman satu sekolah yang suka pada teman sekelasnya sendiri. Benar tidak?"


Galang menjadi kikuk saat di sindir seperti itu oleh Nania. Dia kemudian melirik ke arah Luri yang sedang tersenyum sambil menyelipkan anak rambut ke belakang telinga.


Ya ampun... Luri cantik sekali sih. Aku rasa setelah ini aku tidak akan bisa lagi melihat wajah wanita cantik lainnya. Pesonanya Luri benar-benar sangat mematikan. Aku bisa gila ini.


"Kak Galang, bola matamu jatuh ke tanah!" teriak Nania dengan sengaja.


"Mana? Mana?" sahut Galang tergagap sambil mencari bola matanya di bawah.


Nania tertawa terbahak-bahak melihat Galang yang kebingungan mencari bola matanya. Padahal tadi itu dia hanya bercanda saja. Siapa yang tahu kalau Galang akan termakan oleh tipuan yang Nania lakukan barusan.


"Mana bola mataku, Nania?" tanya Galang yang masih belum sadar kalau dirinya sedang di kerjai.


"Lang, bola matamu tidak kemana-mana kok. Itu masih ada di tempatnya," sahut Luri sambil menunjuk ke arah mata Galang yang baik-baik saja.


"Tapi Nania bilang bola mataku terjatuh, Luri."


Dan begitu Luri selesai bicara, barulah Galang menyadari kalau dirinya sedang di permainkan. Andai saja Nania bukan adiknya Luri, Galang pasti akan langsung mengomelinya. Gadis ini benar-benar sangat usil.


"Hehehehe, rasanya enak tidak Kak di kerjai oleh adik kelas?" tanya Nania sambil tertawa penuh kepuasan.


"Enak. Saking enaknya aku sampai ingin memasukkanmu ke dalam karung lalu membuangnya ke tengah laut supaya menjadi santapan ikan hiu yang tinggal di sana," jawab Galang sedikit kesal.


"Ishh, isshh, isshhh... Tidak kusangka ternyata kau memiliki jiwa seorang psikopat, Kak Galang. Mengerikan!"


"Menghadapi gadis nakal sepertimu memang di butuhkan jiwa-jiwa seperti itu, Nania. Kalau tidak, aku pasti akan mati berdiri di tanganmu."


Bibir Nania langsung mengerucut ke depan. Dia lalu melihat ke arah kakaknya yang sedang tertawa.


"Aduh, kalian ini lucu sekali sih. Setiap kali bertemu pasti bertengkar. Apa tidak lelah, hm?" tanya Luri sambil bergantian menatap Galang dan adiknya.

__ADS_1


"Aku tidak lelah sama sekali, Kak. Kan nanti aku akan menerima bayaran," sahut Nania dengan entengnya.


Galang mengerutkan kening saat mendengar jawaban Nania. Dia merasa ada yang aneh saat Nania menyebut kalau nanti akan ada yang membayarnya. Mungkinkah....


"Nania, tidak baik memanfaatkan seseorang hanya demi kesenanganmu sendiri. Itu adalah sikap yang tidak benar. Ayah dan Ibu pasti akan langsung marah jika mengetahuinya."


"Kalau begitu Ayah dan Ibu jangan sampai tahu lah, Kak. Ini rahasia antara kita berdua saja ya, oke?" sahut Nania sambil mengedip-ngedipkan mata ke arah sang kakak.


"Maksud pembicaraan kalian itu apa ya? Apa yang akan di bayar dan siapa yang akan membayar?" tanya Galang penasaran.


"Hih, ingin tahu urusan orang lain saja. Dasar tukang gosip!" jawab Nania kemudian menarik tangan sang kakak ke arah mobil jemputan yang baru saja datang.


Luri menyempatkan diri untuk melambaikan tangan ke arah Galang sebelum masuk ke dalam mobil. Dia merasa sedikit prihatin dengan nasibnya yang terus di bully oleh Nania. Luri tahu kalau Galang itu menyimpan perasaan lebih padanya. Tapi Luri tidak berniat menanggapi karena dia ingat sudah ada seseorang yang menunggunya. Memikirkan tentang pria itu tiba-tiba saja membuat dada Luri berdebar kuat. Dia jadi salah tingkah sendiri saat Nania menatapnya lekat.


"Sedang memikirkan Kak Galang ya, Kak?" tanya Nania curiga.


"Bukan, Nania. Kakak sedang memikirkan film yang semalam Kakak lihat," jawab Luri berkilah.


"Tuhan bisa marah lho kalau Kakak berkata bohong."


"Kakak tidak bohong, Nania. Kakak benar-benar sedang memikirkan film yang kita tonton semalam. Sungguh!" sahut Luri panik.


"Oh, ya sudah. Tapi memikirkan Kak Galang juga tidak apa-apa biar nanti aku memiliki bahan untuk di laporkan pada Kak Fedo. Kan lumayan untuk menambah uang bonusnya."


Luri tergelak mendengar ucapan adiknya. Sudahlah, lebih baik dia diam saja daripada harus terkena serangan jantung gara-gara mendengar jawaban nyeleneh Nania.


Sabar, sabar. Batin Luri seraya menarik nafas panjang.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub ya. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani. Jangan lupa mampir kesana gengss


πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya gengss

__ADS_1


πŸ’œIg: rifani_nini


πŸ’œFb: Rifani


__ADS_2