PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Sedikit Posesif


__ADS_3

Fedo tersenyum sambil memandangi foto Luri yang dia jadikan wallpaper di layar ponsel miliknya. Wajah gadis desa ini terlihat begitu cantik meski tanpa menggunakan riasan. Selama ini ada banyak wanita yang pernah Fedo temui tapi baru Luri saja yang berani tampil apa adanya. Fedo yakin kalau Luri pasti akan terlihat semakin cantik jika menggunakan sedikit polesan make-up di wajahnya.


"Ah tidak-tidak. Semua laki-laki bisa jatuh cinta padanya kalau Luri sampai bermake-up. Tidak berdandan saja dia sudah ada yang mengincar, apalagi berdandan. Bisa-bisa ada belut listrik lain yang datang bermunculan. Ini tidak boleh di biarkan," ucap Fedo bermonolog dengan dirinya sendiri.


Mendadak benak Fedo terbakar api cemburu saat teringat dengan nama Galang. Meskipun Fedo sudah meminta Nania agar menjauhkan laki-laki ini dari sekitaran Luri, tapi anak ini masih saja berusaha mendapatkan hati gadisnya. Fedo kemudian mend*sah panjang saat teringat kalau Nania itu tidak serius melakukan pekerjaan yang dia beri karena seringnya Nania mangkir dari laporan yang setiap hari harus dia katakan padanya.


"Tidak kusangka seorang Fedo Eiji bisa di permainkan oleh gadis kecil seperti Nania. Kau memalukan sekali, Fedo."


Fedo mengumpat kuat saat ponselnya tiba-tiba berdering. Dia kaget. Namun kekagetannya itu tidak berlangsung lama karena sekarang di bibir Fedo telah terbit senyum cerah secerah sinar matahari begitu tahu siapa yang menelpon.


"Hehehe, pucuk di cinta ulam pun tiba. Tahu saja kalau aku sedang merindukanmu," ucap Fedo sebelum akhirnya mengangkat panggilan tersebut. "Halo sayang, ada apa? Tumben sekali kau menelponku. Rindu ya?"


"Kak Fedo, apa aku mengganggu waktumu?" tanya Luri dari seberang telepon.


"Tentu saja tidak, sayang. Kenapa kau bertanya seperti itu sih. Kau tahu sendiri bukan kalau aku selalu memiliki waktu khusus untukmu meski dalam keadaan terdesak sekalipun," jawab Fedo sambil membenarkan duduknya.

__ADS_1


Lama tak ada sahutan dari dalam telepon. Dan hal itu membuat perasaan Fedo menjadi tidak enak. Detik itu juga tiba-tiba nama Kanita melintas di pikiran Fedo. Dia cemas, khawatir kalau-kalau wanita tidak tahu malu itu telah berhasil menemui gadisnya.


"Sayang, kenapa diam saja?" tanya Fedo pelan. Sebisa mungkin dia berbicara dengan nada biasa agar Luri tidak curiga kalau dirinya sedang gelisah. Karena setiap kali Luri memberi jeda untuk bicara, gadis ini pasti akan mengatakan sesuatu yang membuatnya panik setengah mati. Dan Fedo sangat yakin kalau hal itu akan berhubungan dengan Kanita.


"Kak, aku sebenarnya tidak ingin membahas masalah ini sekarang. Akan tetapi kita berdua sudah berjanji untuk saling jujur. Jadi bisakah Kakak jangan menyelaku sebelum aku selesai bicara?"


Deg. Jantung Fedo seperti berhenti berdetak begitu Luri menyinggung tentang kejujuran. Dia semakin yakin kalau Kanita memang telah berhasil mewujudkan tujuannya datang ke Shanghai. Sambil mengeratkan pegangan ponsel di tangannya, Fedo pun menjawab iya lalu meminta Luri untuk segera mengatakan apa yang terjadi.


"Iya, sayang. Kau dan aku sudah sama-sama berjanji untuk saling jujur. Sekarang beritahu aku apa yang sedang mengganggu pikiranmu. Dan aku juga berjanji tidak akan menyela sepatah katapun sampai kau selesai bicara. Oke?"


"Terima kasih untuk pengertiannya, Kak. Aku hanya ingin memberitahu kalau siang tadi ada seorang wanita yang datang ke sekolah untuk menemuiku. Dia mengaku sebagai orang istimewa dalam hidupmu dimana kalian berdua sudah sering menghabiskan malam bersama. Jujur saja Kak, hatiku sakit sekali mendengar kenyataan itu. Akan tetapi aku berusaha bijak dalam menanggapinya karena aku yakin semua itu terjadi sebelum kita saling mengenal. Benar kan?"


"Kak, jujur lah. Kau sudah berjanji tidak akan merahasiakan apapun dariku. Tidak apa-apa kalau memang benar kau dan wanita itu sering menghabiskan malam bersama. Karena yang aku butuhkan sekarang adalah jawaban apakah hubungan kalian terjadi sebelum kau mengenalku atau setelah kita saling mengungkapkan perasaan. Aku tahu Kak kalau aku tidak secantik dan seseksi wanita itu. Tapi aku tulus padamu, aku benar-benar sangat menghargai hubungan kita walaupun kita masih belum menjadi pasangan kekasih. Tolong jujur padaku Kak supaya aku berhenti merasa gelisah!" ucap Luri kembali mendesak Fedo untuk menjawab.


"Ya sayang, yang di katakan oleh wanita itu memang benar kalau kami pernah tidur bersama. Tapi itu hanya satu kali, dan kejadiannya sudah sangat lama. Jauh sebelum aku melihatmu untuk yang pertama kalinya di rumah sakit. Dan nama wanita itu adalah Kanita!" jawab Fedo jujur. "Sayang, mungkin kau belum tahu siapa aku sepenuhnya. Dan sekarang aku ingin jujur padamu tentang semua hal buruk yang pernah aku lakukan sebelum hatiku terjebak oleh pesonamu."

__ADS_1


Jeda sejenak. Fedo menarik nafas dalam-dalam sebelum menceritakan keahliannya yang sangat suka mengembara di atas tubuh para wanita. Berat memang, tapi lebih baik Luri mendengarnya langsung dari Fedo daripada nanti akan berdatangan Kanita-Kanita lain yang bisa menghancurkan kepercayaan di antara mereka berdua.


"Di mata para wanita Jepang aku di kenal sebagai seorang Casanova yang sangat mahir menaklukkan wanita di atas ranjang. Di setiap malamnya, aku selalu membawa wanita yang berbeda untuk menemani tidurku. Tapi aku tidak pernah menggunakan perasaan maupun hatiku saat sedang bercinta dengan mereka. Biarlah petir menyambarku kalau aku sampai berkata bohong. Dan satu lagi, aku adalah tipe orang yang tidak akan mau tidur dengan wanita yang sama untuk kedua kali. Jadi apa yang di katakan Kanita padamu itu sangat tidak benar, sayang. Kami hanya pernah tidur bersama dalam satu malam saja. Dan setelah itu tidak terjadi kontak apapun lagi di antara kami berdua!" jelas Fedo dengan sangat detail. "Sayang, tolong maafkan kebejatanku dulu ya. Aku berani bersumpah setelah mengenalmu aku tidak pernah lagi tertarik pada wanita manapun. Hati dan tubuhku sudah kukunci hanya untukmu seorang. Tolong jangan marah padaku ya? Please," ....


Terdengar helaan nafas panjang dari seberang telepon. Fedo yang menyadari kalau Luri sedang kecewa padanya hanya bisa mend*sah pasrah. Mau bagaimana lagi, di mana-mana kejujuran pasti akan terasa pahit jika di katakan.


"Kak Fedo, sebenarnya agak aneh setelah tahu kalau selama ini kau ternyata banyak berhubungan dengan para wanita. Tapi apa mau di kata, kau mempunyai hak penuh atas hidupmu sendiri. Dan aku rasa akan sangat tidak adil jika aku menghakimimu yang sekarang sebagai orang yang sama seperti dulu. Sebisaku aku akan berusaha memahaminya dengan catatan semua itu terjadi sebelum kita saling mengenal. Jadi jangan khawatir, aku tidak marah kok. Hanya sedikit sesak saja. Hehe."


Untuk beberapa saat lamanya Fedo hanya diam mematung begitu mendengar respon gadisnya. Sebaik inikah hati Luri sampai-sampai memaafkannya dengan begitu cepat? Dan apa itu tadi. Luri bahkan bersedia untuk memahami masa lalunya yang lumayan buruk itu. Sebenarnya Fedo ini sedang berbicara dengan manusia atau malaikat sih? Hatinya baik sekali.


"Kak Fedo, sudah dulu ya. Aku ingin menyiapkan makan malam untuk Ayah, Ibu dan juga Nania. Kakak bekerjalah dengan benar. Dan saat sudah pulang ke rumah nanti jangan lupa untuk mengabari aku. Tadi siang aku terlanjur mengatakan pada Nona Kanita kalau aku tidak akan pernah melepaskan Kakak apapun yang terjadi. Jadi aku harap mulai hari ini Kakak bisa menerima sikapku yang mungkin akan sedikit lebih posesif. Aku matikan dulu panggilannya ya, Kak. I miss you."


Tulang-tulang di tubuh Fedo seperti mencair begitu dia mendengar kata i miss you yang keluar dari mulut Luri. Tubuhnya bahkan sampai merosot ke lantai saking senangnya Fedo saat ini.


"Ya Tuhan Ya Tuhan, apa tadi aku tidak salah dengar. Luri bilang dia tidak akan melepaskan aku. Apa ini artinya dia benar-benar mencintaiku? Astaga, jantungku kenapa berdebar sangat kuat ya. Aku tidak terkena serangan jantung kan?" ucap Fedo melantur seperti orang tidak waras.

__ADS_1


Setelah itu Fedo tertawa terbahak-bahak. Bahagia, itu sudah pasti. Fedo sangat tidak menyangka kalau pengakuannya akan di respon dengan begini manis oleh gadisnya. Bahkan Luri tanpa ragu mengingatkan kalau mulai sekarang dia akan sedikit lebih posesif kepadanya. Hari ini Fedo benar-benar di buat kegirangan oleh gadis itu. Hatinya telah di porak-porandakan oleh ucapan seorang gadis yang membuatnya terlihat seperti orang gila.


*****


__ADS_2