PESONA SI GADIS DESA

PESONA SI GADIS DESA
(FELUR) ~ Mendapat Dukungan


__ADS_3

"Kanita, Ayah tahu kau menyukai Fedo. Tapi tolong jangan bersikap kekanak-kanakan seperti tadi. Kau tahu tidak kalau kelakuanmu membuat Ayah merasa sangat buruk di hadapan Paman Mattheo. Ayah malu, Kanita. Ayah merasa gagal karena sudah membesarkan gadis yang tidak punya sopan santun sepertimu!" tegur Dominic begitu sampai di rumah.


"Ini sebenarnya ada apa, Dom? Tadi siang Kanita pulang ke rumah sambil menangis seperti orang gila. Sekarang giliran kau yang marah-marah begitu pulang dari kantor. Ada apa? Tolong jangan membuatku pusing?," tanya Mili, ibu Kanita.


Dominic menghela nafas panjang saat mendengar pertanyaan istrinya. Dia lalu melihat ke arah Kanita yang hanya diam dengan tatapan kosong. Sebagai orangtua, sebenarnya Dominic merasa iba. Dia bisa melihat kalau putrinya ini benar-benar sangat menyukai anaknya Mattheo. Tapi sekali lagi Dominic harus tetap profesional dalam bersikap. Dia tidak mungkin mencampur-adukan urusan pribadi dengan pekerjaan. Dominic tidak mau jika harus kehilangan kolega bisnis yang seroyal dan sekuat Mattheo Eiji.


"Dom, ada apa? Tolong jelaskan padaku, jangan diam saja," desak Mili tak sabar.


"Aku menyukai Fedo, Bu. Anaknya Paman Mattheo," jawab Kanita lirih.


Mili menatap lekat ke arah putrinya. Senyum kegembiraan langsung mengembang di bibirnya begitu dia tahu pria dari keluarga mana yang sedang di sukai oleh Kanita.


"Ini kabar yang sangat bagus, Kanita. Ibu sangat setuju kalau kau menjalin hubungan dengan anaknya Nyonya Abigail. Selain masa depanmu yang terjamin, reputasi keluarga kita juga akan naik semakin tinggi. Orang-orang yang ada di negara ini pasti akan merasa sangat iri kalau kau bisa menjadi menantu di keluarga Eiji."


Raut wajah Kanita yang tadinya terlihat menyedihkan langsung berubah cerah saat dia mendapat dukungan dari sang ibu. Dengan tatapan penuh harap, dia meminta sang ibu agar membantunya untuk mendapatkan Fedo. Termasuk juga untuk menyingkirkan gadis misterius yang sedang di dekati oleh pria pujaannya itu.


"Bu, Fedo bilang padaku kalau sekarang dia sudah memiliki kekasih. Tolong bantu aku untuk mencari tahu dimana gadis itu tinggal. Dan juga tolong Ibu bantu aku mendekati Fedo melalui Bibi Abigail. Bisa kan?"


Belum sempat Mili menjawab, Dominic sudah lebih dulu berbicara. Begitu jelas terlihat kalau di sini Dominic sangat tidak setuju dengan rencana anak dan istrinya.

__ADS_1


"Kalian berdua sebaiknya jangan melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan kesalahpahaman antara keluarga kita dengan keluarga Nyonya Abigail ya. Kalian harusnya sadar kalau di sini Fedo itu tidak menginginkan Kanita!" tegur Dominic mulai emosi.


"Kenapa jangan, Dom? Kanita kita sangat cantik. Menurutku dia sangat cocok untuk menjadi menantu di keluarga Eiji. Perkara Fedo menyukai Kanita atau tidak, itu biar menjadi urusan belakangan saja. Yang terpenting putri kita bisa menjadi menantu di keluarga mereka!" sahut Mili menggebu-gebu.


"Iya, Ayah. Aku setuju dengan perkataan Ibu. Masalah perasaan Fedo aku bisa menanganinya nanti. Aku tinggal menyodorkan tubuhku padanya, maka dalam sekejap dia pasti akan langsung luluh. Putrimu ini sudah sangat tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh calon menantumu, Ayah. Jadi tolong jangan menyanggah keinginanku!" timpal Kanita tak kalah menggebu seperti sang ibu.


"Kalian berdua memang sudah gila! Apa kalian pikir Mattheo dan Nyonya Abigail akan diam saja jika ada orang yang mengusik ketenangan putra dan putri mereka? Iya?!" teriak Dominic tak habis pikir.


"Tapi Dom, keluarga kita jauh lebih berpengaruh dari keluarga mereka. Apa yang kau takutkan?" sahut Mili balas meneriaki sang suami.


Dominic bangkit dari duduknya. Dia berkacak pinggang sambil memelototkan mata ke arah istrinya. Mau sebesar apapun kasta keluarganya, Dominic tahu benar kalau wanita yang di juluki sebagai dewi perangnya keluarga Eiji itu tidak takut dengan apapun. Belum lagi dengan saudarinya yang tinggal di Negara N, keluarga Ma, bisa-bisa Dominic dan keluarganya hilang tak berbekas. Kabar tentang kebengisan Nyonya Abigail dan saudaranya sudah di dengar oleh banyak orang. Bahkan para tetua keluarga Eiji pun mengakui hal tersebut. Lalu apakah mungkin Dominic masih berani mencari masalah dengan keluarga rekan bisnisnya itu di saat ada bahaya besar yang bisa mengintai keselamatan keluarganya sendiri. Di bayar sebanyak apapun Dominic tidak akan pernah mau melakukannya. Dia tidak mau hidup keluarganya berakhir dengan cara yang tidak terhormat.


Kanita dan ibunya langsung diam begitu mendengar perkataan panjang ayahnya. Memang benar kalau Fedo sudah sangat kasar padanya hari ini. Tapi itu sama sekali tidak menyurutkan keinginan Kanita untuk tetap mendapatkannya. Kanita benar-benar sudah sangat tergila-gila pada Fedo. Dia tidak bisa jika tidak memiliki pria tersebut.


"Mili, Kanita, Nyonya Abigail bukanlah seseorang yang bisa kalian permainkan sesuka hati. Ketenangan dan kebahagiaan keluarganya adalah sesuatu yang bersifat harga mati bagi Nyonya Abigail. Kalian berdua pasti sudah pernah mendengar nasib dari salah satu keluarga di negara ini yang pernah mengusik kebahagiaan putri mereka bukan? Keluarga itu hilang tanpa bekas, bahkan sampai detik ini tidak ada yang tahu dimana keberadaannya. Apa kalian ingin keluarga kita berakhir setragis itu? Kalian mau? Jika mau, maka silahkan lanjutkan omong kosong ini. Tapi nanti di saat kemarahan Nyonya Abigail sudah memuncak, kalian jangan pernah datang minta tolong padaku. Karena aku akan menulikan telinga, membutakan mata dan mengosongkan hati untuk orang-orang yang tidak tahu diri seperti kalian ini. Paham!"


Setelah memarahi anak dan istrinya, Dominic bergegas masuk ke dalam kamar. Dia benar-benar sangat kesal sekarang, terlebih lagi pada istrinya. Entah apa yang di pikirkannya sampai-sampai berani mendukung keinginan putri mereka yang begitu terobsesi pada seorang pria yang tidak menyukainya.


"Bu, bagaimana ini? Sepertinya Ayah tidak mau mendukung keinginanku untuk mendapatkan Fedo?" tanya Kanita merengek.

__ADS_1


"Kau tenang saja, sayang. Jika Ayahmu tidak memberi dukungan, di sini masih ada Ibu. Ibu pasti akan membantumu agar bisa masuk ke keluarga Eiji. Karena bagaimanapun Ibu juga sangat ingin memiliki besan yang hebat dan berpengaruh. Jadi kau jangan khawatir, oke?" jawab Mili dengan senang hati.


"Ibu memang yang terbaik!"


"Itu sudah pastilah. Ibunya siapa dulu," sahut Mili dengan begitu bangga.


Kanita langsung memeluk ibunya dengan sangat erat begitu mendapat dukungan. Dia yang tadinya merasa putus asa dalam mencari cara untuk mendekati Fedo, kini seperti telah menemukan jalan yang terang. Kanita yakin sekali dengan bantuan dari ibunya perlahan-lahan Fedo pasti akan menjadi jinak. Membayangkan hal tersebut membuat dada Kanita berdebar kuat. Dia sudah sangat tidak sabar ingin segera menyatu dengan pria pujaannya itu. Dan untuk gadis yang kini menjadi kekasihnya Fedo, Kanita pastikan kalau hubungan kedua orang ini akan segera putus.


Siapapun dirimu, aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekati Fedo-ku. Cepat atau lambat kau pasti akan segera di buang oleh Fedo setelah kami bersama. Aku berani menjamin hal itu, gadis sialan. Batin Kanita.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


βœ…Gengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub ya. Nama Chanelnya β–ΆMak Rifani/kalian bisa ketik judul novel ini di sana. Jangan lupa mampir ya


...πŸ’œJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur kita ya genss...


...πŸ’œIg: rifani_nini...


...πŸ’œFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2