
"Kay, kau sedang sibuk tidak?" tanya Abigail pada putrinya.
Kayo yang sedang berkirim pesan dengan Jackson menoleh ke arah sang ibu. Dia kemudian menggelengkan kepala.
"Aku tidak sedang sibuk, Bu. Kenapa memangnya?"
"Begini, Ibu ingin mengajakmu pergi ke salon. Ayahmu ribut meminta Ibu untuk memotong rambut. Sudah terlalu panjang katanya,"
"Ya ampun, ada-ada saja si Ayah. Kali ini apa alasannya, Bu?" tanya Kayo tak habis pikir dengan keinginan ayahnya.
"Hmmm, seperti biasalah ya Kay. Alasan Ayahmu sangat tidak masuk di akal. Dia bilang Ibu jadi terlihat semakin cantik jika memiliki rambut yang terlalu panjang. Makanya Ayahmu ingin Ibu memotongnya sedikit," jawab Abigail kemudian duduk di samping putrinya.
Kayo tergelak mendengar jawaban tersebut. Ayahnya ini memang paling bisa mencari-cari alasan untuk menarik perhatian ibunya. Sedangkan ibunya sendiri selalu patuh meski tahu kalau itu hanya modus ayahnya saja.
"Kalau sudah begini urusannya bisa gawat kalau tidak segera di penuhi. Jadi kapan Ibu mau pergi ke salonnya? Putrimu yang cantik ini selalu siap menemani," ucap Kayo meledek.
"Bagaimana kalau kita pergi sekarang saja, Kay. Ibu tidak mau mendengar omelan Ayahmu ketika pulang dari kantor nanti," jawab Abigail sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Aduh Ibu, jangan polos-poloslah. Yang akan Ayah lakukan itu bukan mengomel, tapi merengek. Ayah kan selalu seperti itu jika keinginannya tidak terpenuhi."
Abigail tersenyum. Bahkan putrinya sudah begitu paham dengan kelakuan ayahnya sendiri. Tak ingin membuang waktu, Abigail pun segera mengajak Kayo untuk berangkat ke salon langganannya. Mereka berdua berpenampilan layaknya teman seusia, sama sekali tidak terlihat kalau hubungan mereka adalah ibu dan anak.
"Waahh, selamat datang Nyonya Abigail, Nona Muda Kayo. Silahkan masuk!" sapa karyawan salon dengan sangat ramah.
"Terima kasih," sahut Kayo lembut.
Di dalam salon, Mili yang juga sedang melakukan perawatan rambut langsung menoleh ke arah pintu ketika nama Abigail di sebut. Seketika kekesalan langsung muncul di wajahnya saat dia teringat Kanita yang di amuk oleh suaminya gara-gara ulah suami dan anak dari wanita ini.
"Yo, lihat siapa yang datang!" ucap Mili dengan nada menghina. "Kebetulan sekali kita bertemu di sini, Nyonya Abigail yang terhormat. Apa kabar?"
__ADS_1
Abigail menanggapi pertanyaan sinis dari Nyonya Mili dengan sangat tenang. Namun berbeda dengan respon Kayo yang langsung menatap tajam ke arah ibunya Kanita.
"Kabarku sangat baik, Nyonya Mili. Lalu bagaimana dengan kabarmu sendiri?" sahut Abigail balas bertanya.
"Heh, tadinya kabarku baik-baik saja. Tapi semuanya menjadi buruk setelah putriku mendapat perlakuan keji dari seorang pria yang tidak di didik dengan benar oleh orangtuanya," jawab Mili menyindir terang-terangan.
"Waahh, menyedihkan sekali ya. Putrimu pasti menangis siang malam karena mendapat perlakuan buruk seperti itu. Benar-benar sangat miris," sahut Kayo ikut menimbrung.
Mili mengepalkan tangan saat mendengar sindiran dari putrinya Abigail. Dia kemudian balas menyindir dengan kata-kata yang jauh lebih menusuk dari pada yang tadi.
"Nona Kayo, mulutmu lumayan aktif juga ya. Cukup kaget aku mendengarnya," ucap Mili seraya tersenyum sinis. "Oh ya Nyonya Abigail, dengar-dengar kau itu bukan berasal dari kalangan konglomerat seperti Tuan Mattheo ya? Maaf ya jika pertanyaanku membuatmu tersinggung. Aku hanya penasaran saja."
"Benar, Nyonya Mili. Aku memang bukan berasal dari keluarga konglomerat seperti suamiku, tapi aku berasal dari keluarga bangsawan bermarga Xia. Aaa, mungkin kau bingung kenapa di belakang namaku tidak ada marga tersebut. Jawabannya adalah karena aku tidak ingin mengakui keluarga menjijikkan yang begitu gila harta. Nama asliku sebenarnya bukan Abigail, melainkan Chelsea Xia. Dan aku memang sengaja menggantinya karena tidak sudi menyandang marga keluargaku. Apa sekarang sudah jelas, Nyonya Mili?"
Hah?? Jadi Nyonya Abigail ini masih keturunan bangsawan? Yang benar saja, dia pasti mengada-ngada. Mana mungkin wanita rendah sepertinya bisa terlahir dari keluarga terhormat? Ini mustahil, aku tidak percaya itu. Batin Mili.
Para karyawan salon dan juga pengunjung yang ada di sana begitu kaget saat mengetahui asal usul Nyonya Eiji yang selama ini di tutup dengan sangat rapat. Mereka kemudian saling berpikir untuk menyebarkan kabar tersebut ke media sosial.
Mili terperangah kaget melihat orang-orang yang langsung menghapus pesan yang sedang mereka tulis di ponsel masing-masing. Dia kemudian melihat ke arah Nyonya Abigail dan putrinya yang tengah duduk santai sambil menunggu giliran tiba.
"Jangan memandangi kami sampai seperti itu, Nyonya Mili. Saranku, kalau kau memiliki masalah pribadi dengan Ibuku maka carilah tempat yang tepat untuk kalian bicara. Dan juga jangan pernah berharap ingin merendahkan harga diri Ibuku di depan umum seperti tadi. Karena apa? Karena aku tidak akan tinggal diam. Berani mengusik Ibuku, maka artinya kau berani berurusan denganku. Paham!" gertak Kayo seraya menatap tajam ke arah ibunya Kanita.
"Bicara apa kau, Nona Kayo. Aku ini lebih tua darimu, bisa-bisanya kau mengancamku seperti itu. Tidak sopan sekali!" tegur Mili jengkel. "Nyonya Abigail, sebagai orangtua harusnya kau bisa mengajari sopan santun pada anak-anakmu. Sudah tahu kalian itu membawa nama keluarga Eiji, mengapa kalian malah memperlihatkan attitude yang buruk di hadapan khalayak ramai? Para tetua di keluarga kalian pasti akan merasa sangat malu jika melihat sikap kurang ajar putrimu barusan."
"Aku rasa yang dilakukan oleh putriku tidak ada yang salah, Nyonya Mili. Kau terlalu membesar-besarkan masalah sampai harus membawa nama para tetua di keluarga kami," jawab Abigail santai. Dia sama sekali tidak merasa terprovokasi.
"Cih, membesar-besarkan apanya hah. Jelas-jelas tadi putrimu mengancamku, semua orang juga mendengarnya kok. Iya kan?" sahut Mili kemudian bertanya pada orang-orang yang ada di sana.
Tidak ada satupun orang yang berani menjawab pertanyaan Mili. Mereka semua diam, pura-pura sibuk dengan ponsel dan pekerjaan masing-masing. Meskipun kedua kubu wanita ini sama-sama berasal dari keluarga terpandang, mereka lebih merasa segan pada Nyonya Abigail ketimbang Nyonya Mili. Juga karena mereka takut akan ancaman yang tadi di lontarkan oleh putri dari keluarga Eiji. Yaitu Nona Muda Kayo.
__ADS_1
"Ouwhh, sepertinya mereka tidak ada yang berpihak padamu, Nyonya Mili. Sayang sekali," ejek Kayo sambil tertawa miring.
"Sialan. Berani-beraninya ya kalian memprovokasi kemarahanku. Lihat saja, mulai detik ini aku tidak akan pernah melangkahkan kaki ke salon ini lagi. Aku juga akan mengatakan pada teman-teman sosialku kalau pelayan di salon ini sudah tidak berkelas lagi. Kalian semua adalah sampah penjilat. Dasar brengsek!" amuk Mili kemudian mendorong dengan kasar tubuh karyawan salon yang masih merapihkan rambutnya.
Setelah meninggalkan uang bayaran di atas meja, Mili langsung pergi dari salon tersebut. Dia terlihat sangat marah karena pertanyaannya tadi di acuhkan oleh semua orang. Harga dirinya merasa terlukai.
"Jangan khawatir. Nama baik salon ini tidak akan mungkin rusak hanya karena ancaman Nyonya Mili. Kalian tenang saja, jika ada masalah cari saja aku. Nanti biar aku yang akan mengurusnya," ucap Abigail tanggap akan kekhawatiran pemilik salon.
"Terima kasih banyak, Nyonya Abigail. Kau benar-benar sangat baik!" sahut si pemilik salon penuh suka cita.
Abigail mengangguk. Dia lalu menoleh ke arah putrinya yang sedang tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepala.
"Kau kenapa, Kay?" tanya Abigail bingung.
"Pantas saja jika Ayah tergila-gila pada Ibu. Hati Ibu ternyata begitu baik. Aku kagum padamu, Bu," jawab Kayo dengan bangga.
"Hemm, kau ini. Sama saja suka membual seperti Ayahmu."
"Tapi itu memang benar, Bu. Aku merasa sangat beruntung bisa memiliki orangtua sebaik Ibu di hidup ini. Ibu yang terbaik!"
Kayo mencium pipi sang ibu kemudian memeluknya dengan erat. Dia bahkan tidak peduli meski kini tatapan semua orang tertuju padanya. Dia sedang sangat gembira sekarang. Jadi masa bodo dengan tatapan orang-orang ini.
πππππππππππππππππ
β Gengss.. PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub. Nama Chanelnya βΆMak Rifani. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya
πJangan lupa vote, like, dan comment
ya gengss
__ADS_1
πIg: rifani_nini
πFb: Rifani