Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode 117


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Aryana terbaring tak sadarkan diri di ruang ICU. Dokter sudah menyerahkan hasil observasi Aryana pada Fahmi. Sebagai dokter spesialis jantung ia paham benar apa yang sedang dialami sang istri tercinta. Kalau saja yang kelainan adalah ginjal, masih bisa cepat mendapatkan donor ginjal karena manusia masih bisa hidup meski hanya dengan satu ginjal, tetapi ini jantung, hanya orang yang sudah dinyatakan meninggal boleh mendonorkan jantungnya.


"Ya Allah, kemana lagi aku harus mencari donor jantung untuk istri hamba, tolonglah hamba ya Allah, berilah petunjuk kepada hamba," ucap Fahmi dalam untaian doa dan air mata.


Mami Miranda yang melihat sang putra sedang bersimpuh di hadapan sang Rabb merasa dadanya sesak, cinta sang putra pada istrinya sangatlah besar, sosok gadis muda yang mampu membuat putra tunggalnya jatuh cinta sejak sang gadis masih bayi, rela menunggu sampai tujuh belas tahun. Aryana adalah gadis yang sekarang tergolek di ranjang setelah perang sabil melahirkan penerus keluarga Pratama.


Di tempat lain, Afwa dan Afwi merasakan sesuatu yang tidak enak di badan mereka selama satu bulan ini, mereka sudah memeriksakan diri di klinik kesatuan militer tempat mereka menempuh pendidikan. Afwa dan Afwi hanya di beri tahu jika Aryana sudah melahirkan dengan proses cesar, selebihnya sang ayah tidak memberitahu kabar apapun. Andai mereka tidak sedang dalam pendidikan militer di asrama, bisa di pastikan dua laki-laki yang merupakan kembaran Aryana akan langsung terbang ke Singapura. Mereka kembar tiga, jadi apa yang di rasakan salah satunya maka dua yang lain juga akan merasakan hal yang hampir sama.


Bahkan saat Aryana merasakan sakit karena melahirkan Afwi yang sedang latihan di lapangan tiba-tiba perutnya merasa sakit sampai terjatuh, Afwi merasa dalam perutnya serasa di remas dan terbelah, tim medis Akpol yang menangani Afwi sampai kebingungan karena tidak di temukan penyakit apapun di tubuh Afwi. Hal tersebut membuat pihak Akpol menelpon Yudha karena tim medis tidak bisa menangani Afwi, akhirnya tim medis mengerti penyebab sakit taruna Akpol yang mereka tangani, dengan terpaksa tim medis membiarkan Afwi kesakitan sambil menunggu sakit Afwi reda dengan sendirinya. Kenapa Afwi yang paling bisa merasakan itu karena Afwi saudara kembar yang paling dekat dengan Aryana, sedangkan Afwa hanya merasakan tak enak dengan perutnya, tidak separah Afwi.


Di Singapura Fahmi sedang berkonsultasi dengan dokter Nick tentang kondisi sang istri, sebagai suami dia sungguh tak sanggup melihat istrinya hanya hidup bergantung dengan peralatan medis.


"Dokter Nick, apa tidak ada cara lain menyembuhkan istri saya selain dengan donor jantung?" tanya Fahmi penuh harap.


"Dokter Fahmi, anda juga dokter spesialis jantung dan anda yang menjadi dokter nyonya Aryana sendiri pasti anda juga paham akan hal ini, dengan kondisi nyonya Aryana yang seperti ini merupakan suatu keajaiban, bertahan sampai dua puluh dua tahun dengan kondisi jantung sepeti itu bahkan sampai bisa mengandung bayi kembar.


"Baiklah, dokter Nick terima kasih, jika sudah ada pendonor tolong segera hubungi saya!" pinta Fahmi dengan sorot mata penuh harapan dan permohonan. Dokter Nick hanya mengangguk sambil mengulas senyum tipis, dokter yang berusia empat puluh tahun itu juga merasa sedih dengan nasib yang dialami rekan seprofesinya meskipun dokter Fahmi sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit.


"Fahmi!"


Mendengar ada yang memanggilnya, Fahmi menoleh ke belakang, ternyata adalah Yasmin yang datang bersama Azka. Yudha tak bisa berlama-lama di di Singapura, sedangkan harus ada yang mendampingi Yasmin selama di sini, kebetulan Azka sedang libur sekolah, jadi ia yang mengantikan ayah Yudha menemani sang bunda di Singapura


"Yasmin, Azka," lirih Fahmi.


"Bagaimana hasil konsultasi mu dengan dokter Nick?" tanya Yasmin.

__ADS_1


"Belum ada perkembangan yang signifikan kecuali Aryana bisa segera mendapat donor jantung," jawab Fahmi sendu.


"Jadi kak Ana nggak akan bisa sadar sebelum mendapat donor jantung?, dan bagaimana kalau sampai tahun depan kak Ana nggak mendapat donor jantung?, bagaimana nasib ketiga keponakanku?" seloroh Azka yang langsung mencecar kakak iparnya dengan begitu banyak pertanyaan.


Fahmi yang mendengar cecaran pertanyaan adik iparnya ini hanya bisa menggeleng pasrah dengan tatapan sendu, ia benar-benar hancur dan merasa tidak berguna, semua kekayaan yang ia miliki tak bisa memberikan satu jantung saja untuk sang istri.


Yasmin merangkul pundak Azka untuk menenangkannya, ia dan Yudha memang hanya sebatas mengatakan pada Azka kalau Aryana belum sadarkan diri karena pendarahan, mereka tak mengatakan penyebab sebenarnya pada putra bungsunya itu.


Azka terduduk lemas di kursi tunggu sambil menakupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya. Sedih, sesak, dan frustasi merasuk ke dalam hatinya, lama tak bertemu sang kakak perempuan satu-satunya, sekali bertemu langsung justru kenyataan menyakitkan yang ia dapatkan.


Yasmin mengambil tempat duduk di sebelah Fahmi, dengan menahan air matanya ia mencoba memberi semangat pada sang menantu yang usianya tak jauh beda dengannya itu.


"Fahmi, Allah tidak akan menguji seorang hamba di luar batas kemampuan yang di miliki hambanya, Allah memberikan ujian ini padamj karena Dia percaya kamu dan Aryana bisa dan sanggup melaluinya. Di saat seperti inilah keimanan dan ketaqwaan seorang hamba di uji. Kau sudah berusaha sekarang tinggal kamu mendekat pada Allah dan Baginda Rasulullah SAW. Perbanyak isgtifar dan shalawat, InsyaAllah, jalan keluar pasti ada karena sesungguhnya Allah memberi kesulitan pasti di sertai dengan kemudahan. Seperti Allah telah berfirman di surat Al-insyirah, Fa inna ma’al ‘usri yusraa, Inna ma’al ‘usri yusraa” , yang artinya maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Bahkan di surah itu Allah menyebutkan sampai dua kali beserta kesulitan ada kemudahan. Janji Allah pasti itu pasti, Fahmi, jadi sekarang kau pasti tahu apa yang harus kamu lakukan," ucap Yasmin memberi nasehat panjang lebar untuk suami putrinya yang hampir putus asa itu.


Mendengar petuah dari ibu mertuanya yang usianya beberapa tahun lebih muda darinya membuat ia justru menitikan air mata. Hampir saja ia melakukan kesalahan, yaitu melupakan Allah pemegang hak paten hidup dan mati manusia, Dzat yang mampu mematiikan yang hidup dan menghidupkan yang mati, Dzat yang bisa memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang menjadi malam, Dzat Maha Pemberi karunia tanpa batas pada hamba yang di kehendaki-Nya.


"Kau sudah berjuang demi melahirkan anak kita, Sayang, dan kini saatnya aku berjuang untuk kamu," ucap Fahmi sambil menyeka air mata di sudut matanya, kemudiam ia menghampiri Yasmin untuk berpamitan keluar sebentar.


"Yas!, aku ada keperluan sebentar, titip Aryana, jika ada apa-apa langsung hubungi aku!" pinta Fahmi.


"Baiklah, jangan khawatir aku dan Azka akan menjaga Aryana, pergilah hati-hati!" ucap Yasmin.


Setelah berpamitan Fahmi dsngan Yasmin, ia segera keluar dari rumah sakit, ia meninta supirnya mentanggi masjid yang dulu pernah di kunjungi oleh Aryana. Ia megambil wudhu kemudian shalat dua rekaat di sana. Fahmi banyak brtdzikir dan bershalawat, bahkan setiap ia mengucap igstifar, ia menanggis. Rasa berdosa dan bersalah pada Allah memrenuhi ruang hatinya, Fahmi memasrahkan diri pada putusan Allah dan apapun pilihan takdir untuknya, ia harus siap menerimanya. Saat Fahmi sedang khusyuk berdzikir, ponselnya berbunyi terpampang na ibu mertuanya di sana.


Fahmi

__ADS_1


"Assalamualaikum, ada apa, Yas?"


Yasmin


"Kau di mana, dokter Nick ingin bicara denganmu sekarang penting!"


Fahmi


"Baiklah, sebentar aku balik ke rumah sakit, Asslamulaikum."


Fahmi langsung menutup teleponnya, ia bergegas untuk kembali ke rumah sakit, setelah empat puluh menit perjalanan ia sampai di rumah sakit. Fahmi segera menemui dokter Nick, ia langsung masuk keruangan dokter Nick.


"Selamat siang, Dokter Nick, apa anda mencari saya?"


"Selamat siang, silahkan duduk!, ada yang ingin sampaikan berkaitan dengan istri anda."


"Apa itu dokter?" tanya Fahmi dengan hati yang berdebar, ia takut jika dokter Nick akan mengatakan hal yang buruk tentang kondisi istrinya.


"Kami sudah menemukan donor jantung untuk istri anda."


Deg


__________________________________________


Please Like, Vote, Coment, Rate and Favorit

__ADS_1


Thank You


Bersambung...


__ADS_2