Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 52


__ADS_3

Beberapa wali murid sudah keluar membawa amplop berkop surat sekolah mereka dalam keadaan masih tersegel, Yudha dan Yasmin juga sudah keluar dari ruang kelas putra putrinya. Sampai di luar mereka langsung disambut Afwa dan Aryana yang penasaran dengan hasil ujian mereka.


"Ayah bagaimana punyaku?" tanya Aryana yang tahu bahwa ayahnya lah yang mengambil pengumuman kelulusannya.


Sedangkan Afwi juga langsung menghambur pada sang bunda yang mengambil pengumuman hasil kelulusannya.


"Afwi sebaiknya kita buka nanti saja di rumah ya!" pinta Yasmin


"Apa yang dikatakan bundamu itu benar, kita buka di rumah saja sama-sama," ucap Yudha yang mendekat ke arah istrinya.


"Ah, ayah bunda nggak asyik deh masa buka di rumah," rengek Aryana.


"Iya nih, tuh semua temanku dibuka disini pengumumannya masa aku dan Aryana di buka di rumah.


"Ya sudah tidak di buka di rumah tapi kita dibuka di tempat lain, kita makan siang dulu nanti kita buka di sana!" ajak Yasmin.


Yudha menyetujui usul istrinya, Aryana dan Afwi hanya bisa pasrah dengan ide orang tuanya, dengan muka di tekuk dua kakak beradik itu mengekor di belakang kedua orang tuanya yang berjalan di koridor sekolah dengan elegan. Yasmin dan Yudha tak segan melempar senyum ramah pada wali murid yang kebetulan berpapasan dengannya.


Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran milik Dewantara group, sampai di sana mereka langsung dipersilahkan masuk di private room oleh manajer restoran.


"Sekarang kalian duduklah!" titah Yudha pada kedua anaknya.


Afwi dan Aryana segera duduk setelah mendengar perintah dari sang ayah.


"Ini, kalian bukalah!" pinta pada kedua anaknya sambil menyerahkan dua amplop pengumuman kelulusan.


Afwa dan Aryana segera membuka amplop dari sekolah yang sudah bertuliskan nama mereka.


"Alhamdulillah ya Allah," ucap Afwi disusul oleh Aryana mengucap syukur.


"Kita lulus, Dek" ucap Afwi yang secara reflek langsung memeluk tubuh adik kembarnya.


Yudha dan Yasmin melihatnya dengan penuh haru, kedua anaknya lulus dengan baik, besok tinggal menunggu pengguman kelulusan Afwa.


"Gimana kalian bahagia?" tanya Yasmin.


"Tentu saja kami bahagian bunda," jawab Aryana dengan senyum lebarnya.


Tak lama makan siang mereka datang, Yudha menyuruh istri dan anak-anaknya segera makan karena setelah makan akan ada hal yang ingin ia bicarakan dengan Aryana dan Fahmi.

__ADS_1


"Aryana, pengumuman kelulusanmu sudah keluar berarti, acara lamaranmu akan segera dilakukan, apa kamu siap?" tanya Yudha.


"Insyaallah aku siap, Yah, Om Fahmi sudah membicarakan hal ini denganku jauh-jauh hari," jawab Aryana.


"Setelah lamaran mungkin dua atau tiga bulan pernikahan kalian akan segera dilaksanakan, dan setelah menikah Fahmi akan membawamu tinggal di Singapura agar kamu bisa mendapatkan perawatan yang terbaik untuk jantungmu sekaligus kamu bisa kuliah di sana, itu yang Fahmi katakan pada bunda," ucap Yasmin.


"Iya, Bund, apapun keputusan Om Fahmi aku akan menerimanya, ia juga sudah membicarakan hal itu denganku," ucap Aryana.


"Oke kalau begitu, kamu nggak akan kaget jika nanti Fahmi langsung melamarmu, dan kau Afwi sampai mana persiapanmu untuk test di Akpol?" tanya Yudha.


"Sudah enam puluh persen, Yah, tinggal rajin latihan binsik dan soal-soal testnya," jawab Afwi.


"Bagus, tingkatkan terus latihannya, jangan sampai kamu meremehkan latihan binsik apapun karena sainganmu itu banyak, seluruh nusantara!" pinta Yudha


"Iya, Fi, apa yang dikatakan ayahmu benar, profesi menjadi abdi negara terutama dari kalangan militer baik TNI ataupun Polri merupakan profesi berrgengsi, sebagian dari masyarakat kita akan merasa sangat bangga jika anak-anak mereka menjadi tentara atau polisi dalam bahasa sosiologi itu disebut prestise yaitu penghargaan dari masyarakat, bahkan untuk meraih profesi bergengsi itu tak sedikit yang melakukan jalan pintas, kamu pasti mengerti apa yang bunda maksudkan," ucap Yasmin yang ikut nimrung memberi nasehat pada putranya.


Pengertian prestise dalam sosiologi adalah sebuah status sosial, kehormatan dan kedudukan yang dimiliki oleh seseorang di dalam kehidupannya, yang mana orang tersebut akan memiliki unsur-unsur tersebut dalam kategori lebih banyak atau lebih tinggi dari orang lain yang ada di lingkungan sekitarnya. Pada umumnya orang yang memiliki prestise dalam kehidupan sosial akan lebih dihormati dan disegani oleh masyarakat di sekitarnya dan hal tersebut akan membuatnya menjadi seorang pribadi yang istimewa dan menonjol di antara banyak orang.


"Iya, ayah, bunda, Afwi tahu, insayaallah Afwi akan ingat semua nasehat ayah dan bunda dan berjalan di prosedur yang benar," ucap Afwi.


"Jangan lupa memohon pada Allah agar di mudahkan segalanya, ayah bunda hanya bisa bantu doa, Nak. Setiap habis shalat dikencengin dzikirnya, ojo gur mak nyuk dzikirnya trus uwis, shalawat sing akeh ojo sampek lali (jangan cuma sebentar aja dzikirnya terus sudah, shalawat yang banyak jangan sampai lupa )!" pinta Yasmin pada Afwi.


"Nggih, Bunda, ngestoaken dawuh ( ya Bunda siap melaksanakan perintah). Ampun kulo mawon to bund sing diken sregep donga kalih dzikir, niku calon manten nggih penting kajenge mengke dados keluarga ingkang sakinah mawaddah lan warohmah (Jangan aku saja Bund yang disuruh rajin berdoa dan berdzikir, itu calon pengantin ya penting biar nanti jadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah.


"Sudah-sudah tidak usah berdebat, kalau sudah selesai ayo kita segera pulang, kasihan Azka kalau sudah pulang bunda tidak ada!" pinta Yudha.


Acara makan siang dilanjut membahas rencana ke depan yang akan dijalani putra-putrinya sudah selesai di bahas. Yudha, Yasmin dan kedua anaknya.


Sampai di rumah Azka ternyata baru saja datang dijemput supir, Yasmin langsung mengahampiri putra bungsunya itu.


"Sudah pulang, Nak?" tanya bunda.


"Sudah bunda, tadi dipulangkan lebih awal karena bapak ibu guru mau rapat," jawab Azka.


"Ya sudah, yuk masuk bunda beli makan siang buat kamu dan bik Imah juga pak Asep!" ajak Yasmin lalu berjalan memasuki rumah sambil merangkul Azka sedangkan Yudha dan kakak beradik kemabar berjalan dibelakangnya.


Di Pratama group Fahmi senang bukan kepalang setelah mendapat kabar bahwa Aryana lulus dengab baik bahkan mendapatkan nilai tertinggi di jurusannya. Ia langsung menghubungi papi dan maminya untuk mempersiapkan acara lamaran untuk Aryana. Acara lamaran ini pun juga akan digelar tertutup hanya dihadiri keluarga inti dan keluarga dekat saja. Fahmi benar-benar menjaga privacynya, ia mengantisipasi juga kondisi mental dan psikologi Aryana, biarlah orang-orang nanti akan tahu saat resepsi pernikahannya di gelar.


Begitu mendengar kabar dari putranya, tuan Pratama dan nyonya Miranda segera mempersiapkan semua hal untuk acara lamaran, mereka langsung bertolak ke Bandung.

__ADS_1


Sekarang di rumah Yudha terlihat agak ramai karena orang tua Yasmin datang ke rumah Yasmin di Bandung setelah diberitahu Aryana akan dilamar, anggota keluarga yang lain akan datang satu hari nanti menjelang hari H.


"Yas, apa semuanya sudah disiapkan untuk lamaran Aryana?" tanya bunda Ratna.


"Sudah bund, semua sudah di hendel oleh orang-orang suruhan mas Yudha dan kateringnya kita ambil dari restoran milik Dewantara group, baju untuk acara lamarannya sudah di kirim Mitha kemarin," jawab Yasmin.


"Bunda hanya bisa mendoakan semoga semuanya berjalan lancar," ucap bunda Ratna.


"Terima kasih, bunda atas doanya," ucap Yasmin.


"Yas nanti resepsinya mau diadakan dimana?" tanya bunda Ratna.


"Rencananya setelah lamaran, kami akan balik ke kota S, kami akan menempati rumah lama kami, jadi resepsinya akan diadakan di kota S. Lagian sebagian besar saudara kita banyak di kota S dan saudara mas Yudha juga banyak yang di kota S dan kota K, jadi mereka tidak akan jauh-jauh datang ke sini. Kartu Keluarga kami juga masih tercatat di kota S jadi akan lebih mudah mengurus administrasi untuk pernikahan Aryana," jawab Yasmin.


"Baiklah kalau begitu, kamu harus bilang sama Yudha agar rumah kalian di kota S, harus lebih rajin dibersihkan, cek aliran airnya, dan yang rusak segera direnovasi, kalau memang acara resepsi akan diadakan di kota S," ucap bunda Ratna memberi saran.


"Ya, bund, nanti aku bilang sama mas Yudha agar segera mengurus rumah lama kami," ucap Yasmin.


Sedangkan di sebuah pusat perbelanjaan milik Pratama group, Fahmi dan sang mami sedang sibuk memilih barang untuk lamaran.


"Mami yakin ini nggak berlebihan?" tanya Fahmi pada maminya yang membeli banyak barang.


"Ya nggak lah, Sayang kamu 'kan putra kandung kami satu-satunya jadi semuanya harus perfect dan istimewa.


"Iya, Ma, tapi ini lamaran biasa aja dulu, sama menentukan tanggal pernikahan kami, bawa buah tangan secukupnya saja tapi berkualitas!" pinta Fahmi.


Akhirnya mami Miranda berhenti memilih barang-barang untuk acara lamaran sesuai permintaan Fahmi.


Pengertian Prestise dalam sosiologi


Sumber Brainly Google


__________________________________________


Otw halal Om Fahmi


Maaf nggak bisa up setiap hari ya readrers


Please Like, Vote, Coment, Rate and Favorit

__ADS_1


Thank You


Bersambung....


__ADS_2