Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode.118


__ADS_3

Deg


"Siapa yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk istriku?" tanya Fahmi antusias.


"Nanti anda akan tahu, sekarang anda di tunggu dokter Luan dan beberapa dokter di ruang rapat!" ucap dokter Nick.


Dokter Nick lalu mengantar Fahmi ke ruang rapat yang terletak di lantai tiga rumah sakit, ruangan tersebut juga yang di gunakan untuk meeting para petinggi rumah sakit termasuk Fahmi. Sampai di ruang rapat empat orang tiga orang dokter dan satu manajer administrasi rumah sakit.


"Selamat siang dokter Fahmi," sapa dokter paruh baya yang ber tag name dokter Luan, dokter Luan adalah direktur rumah sakit ME.


"Siang dokter Luan, dokter Leo, dokter Frans dan tuan Smith," balas Fahmi ramah sambil membungkukkan sedikit badannya tanda hormat pada keempat orang yang ada di depannya.


"Begini dokter Fahmi, kami tahu istri anda sedang membutuhkan donor jantung, dan ini ada salah satu pasien yang meninggal selang beberapa hari pasca melahirkan, sebelum meninggal beliau mengatakan akan mendonorkan jantungnya pada istri anda, karena wanita tersebut tidak memiliki sanak saudara maka wanita tersebut meminta saya menjadi perwakilan untuk menangani masalah ini. Jadi begini wanita yang akan mendonorkan jantungnya mengajukan beberapa syarat," jelas dokter Luan.


"Syarat apa yang dia ajukan?" tanya Fahmi.


"Ini lihatlah!" pinta dokter Luan memperlihatkan satu video yang di putar di sebuah laptop yang di sambungkan di sebuah layar besar di ruangan tersebut.


Fahmi dan semua orang yang di ruangan tersebut memfokuskan ke layar besar di depan mereka, tampak seorang wanita cantik sambil mengendong seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Fahmi begitu terkejut melihat wanita tersebut, dalam hatinya timbul begitu banyak pertanyaan namun hanya dia simpan dalam hati karena sekarang ia fokus pada wanita yang akan mendonorkan jantungnya untuk istrinya.


"Hai, tuan Fahmi, apa kabar, mungkin anda heran melihat saya tahu tentang anda, maaf saya sudah lancang meminta ini pada anda, tapi saya harus melakukan ini demi putri saya. Jika terjadi sesuatu pada saya maka saya akan mendonorkan jantung saya untuk istri anda, tapi anda harus bersedia merawat putriku seperti putri anda sendiri, dan anda harus memastikan bahwa kelak dia akan menikah dengan laki-laki yang dia cintai dan mencintainya sepenuh hati, jangan sampai apa yang menimpaku juga menimpa putriku, dan jangan biarkan siapapun mengambil hak asuh putriku sekalipun ia adalah ayah biologis putriku, dan ada satu video lagi yang hanya boleh kau berikan pada putriku saat dia berusia delapan belas tahun. Aku percaya pada mu tuan Fahmi kau akan menjaga amanahku dengan baik, dan untuk dokter Leo terima kasih atas semua kebaikan anda selama saya menjadi pasien anda. Aku beri nama putriku Alesya Denia Farras yang artinya Hadiah dari Tuhan yang hebat dan jujur. Ku titipkan separuh hidupku pada kalian dan Terima kasih untuk semua tim medis yang ada disini, semoga Tuhan memberi balasan yang baik untuk kalian semua," ucap seorang wanita dalam tampilan video tersebut, setelah menyampaikan semua keinginan terakhirnya, wanita tersebut mencium bayi nya dengan senyum namun juga linangan air mata.


Pemandangan video tersebut membuat para yang hadir di ruangan tersebut terharu bahkan dokter Luan pun hampir menangis. Apalagi Fahmi ia juga tak bisa membendung air. matanya dalam hati ia berjanji akan merawat putri dari pendonor itu dengan baik bahkan ia akan menjaganya dengan nyawanya sendiri.


"Aku berjanji nyonya, akan kujaga putrimu dengan baik, aku janjikan putrimu tak akan kekurangan apapun, dan akan aku pastikan dia akan selalu mendapat kebahagiaan," janji Fahmi dalam hati.


"Bagaimana dokter Fahmi apa anda bersedia dengan syarat yang di ajukan pendonor?" tanya dokter Luan.


"Saya setuju, tapi dari mana dia tahu istri saya memerlukan donor jantung?" tanya dokter Fahmi begitu penasaran dengan keputusan wanita pendonor ini.


"Katanya dia pernah bertemu dengan anda dan istri anda secara tak sengaja, dan ia mengatakan bahwa istri anda adalah orang yang sangat baik, lalu tak sengaja ia melihat anda di rumah sakit ini lalu ia menyelediki akhirnya dia tahu keadaan istri anda sedang tidak baik. Setelah mengetahui hal itu dia tak pernah lagi terlihat di rumah sakit sampai akhirnya minggu kemarin ia ke rumah sakit karena sudah merasakan kontraksi, dan saat ia akan di operasi ia mengatakan hal yang mengejutkan, bahwa ia akan mendonorkan jantungnya pada istri anda jika sesuatu terjadi padanya dengan syarat tuan Fahmi harus menerima anaknya menjamin kehidupan masa depannya," Jelas dokter Leo yang menjadi saksi dimana putus asanya wanita yang menjadi pasiennya tersebut.

__ADS_1


Mendengar penuturan dokter Leo, hati Fahmi tiba-tiba merasa sesak, ia bisa merasakan bahwa ibu pendonor untuk sang istri merasakan hal berat dalam hidupnya sampai ia harus merelakan bayinya di rawat oleh orang lain dan merelakan organ tubuhnya di donorkan. Fahmi menghembuskan nafas panjang ia akan membuat suatu keputusan yang besar untuk menghargai pengorbanan wanita pendonor jantung untuk istrinya meski, apa yang ia akan berikan tak sebanding dengan pengorbanan wanita itu.


"Dokter Luan di tempat ini juga di saksikan para dokter sekalian, saya akan memberikan dua puluh persen saham Pratama group pada putri saya Alesya, dia juga akan menerima satu unit apartemen mewah yang saya miliki di Singapura, semua biaya pendidikan dan hidupnya adalah tanggungan saya, besok pengacara saya akan membuatkan surat-suratnya dan saya minta dokter Luan dan dokter Leo bersedia menjadi saksinya!" ucap Fahmi tegas dan serius.


Para dokter tertegun mendengar pernyataan dokter Fahmi barusan, bayi yang baru lahir ini akan langsung menjadi seorang Milyader dan itu baru dari keluarga Pratama, belum keluarga Dewantara yang pasti juga akan memberikan aset milyaran pada bayi kecil yang bernama Alesya yang sudah berstatus yatim piatu saat dia di lahirkan.


"Baiklah jika anda telah menyetujui kesepakatan ini, silahkan mendandatangani dokomen ini!" pinta dokter Luan, kemudian tuan Smith menyerahkan beberapa berkas untuk di tanda tangani oleh Fahmi.


"Apa saya boleh melihat ibu itu dan putriku Alesya?" tanya Fahmi pada dokter Luan, semenjak ibu sang bayi mengatakan bahwa ia bersedia menjadi pendonor jantu untuk istrinya, tanpa ragu dan tanpa syarat ia langsung mengakui Alesya sebagai putrinya, bahkan tanpa pikir panjang, Fahmi menghibahkan dua puluh peesen saham Pratama group dan kekayaan lainya yang bernilai milyaran pada baby Alesya.


Dokter Luan beserta dokter Leo dan dokter Nick mengantarkan Fahmi di ruang dimana wanita pendonor tersebut menghembuaskan nafas terakhirnya


Sampai di sebuah ruangan yang di tunjukkan dokter Leo, pandangan Fahmi langsung tertuju pada seorang wanita cantik yang sudah terbujur kaku namun wajahnya masih terlihat segar, wajah putih itu seolah seperti tersenyum. Fahmi mendekati ranjang tersebut, menatap sendu wanita yang terbaring di depannya, rasanya baru kemarin ia mengenal wanita itu tapi kenapa harus dengan cara seperti ini Tuhan mempertemukan mereka kembali.


"Terima kasih telah menjadi malaikat penolong untuk istriku, kau akan mendapat kasih sayangku dengan cara yang berbeda, Alesya akan tetap mendapat kasih sayangmu lewat detak jantungmu yang ada di dalam tubuh istriku, putri kita akan mendapat cinta dan kasih sayang yang lengkap dari kedua orang tuanya dengan cara yang istimewa. Aku berjanji akan merawat putrimu dengan sepenuh hati seperti anak kandungnku sendiri, dan aku tak akan melepaskan Alesya kepada siapapun kecuali saat ia menikah nanti, dan pria yang akan menjadi menantu kita harus lulus seleksi dari keluarga Pratama dan keluarga Dewantara, tapi yang paling sulit adalah lulus seleksi dari keluarga Dewantara," ucap Fahmi di depan wanita yang terbaring tak berdaya itu.


Fahmi berbicara seolah olah wanita itu masih hidup. Tiga dokter yang berada di belakangnya hanya bisa tertegun mendengar ungkapan hati salah satu pemegang saham di rumah sakit tempat mereka bekerja.


"Baik, silahkan, saya akan memberitahu keluarga saya dulu, dan semua proses pemakaman saya yang menanggungnya," ucap Fahmi kemudian ssgera keluar dari ruangan tersebut, tak lupa sebelum keluar Fahmi berpamitan dengan penuh penghormatan pada pada dokter Luan, dokter Nick dan dokter Leo.


Fahmi segera menuju ruang ICU dimana istrinya masih di rawat, Yasmin dan Azka juga masih menunggu di sana. Melihat Fahmi berjalan ke arahnya, Yasmin langsung berdiri.


"Fahmi, apa yang terjadi?, apa yang di katakan dokter Nick?" tanya Yasmin dengan raut wajah cemas.


"Tenanglah, semua baik-baik saja, sebentar lagi Aryana akan menjalani operasi transplantasi jantung, sudah ada orang yang bersedia mendorkan jantungnya pada Aryana," jawab Fahmi dengan antusias meski dalam hati masih terbersit kesedihan waktu melihat siapa pendonor untuk istrinya.


"Apa?, kau sungguh-sungguh, Fahmi?" tanya Yasmin tak percaya, Azka yang duduk tak jauh dari bundanya langsung berdiri dan mendekat pada sang bunda.


"Iya, tapi dia mengajukan syarat sebelum meninggal," jawab Fahmi sendu.


"Syarat apa?"

__ADS_1


"Ia meninggal karena melahirkan, maka ia mau mendonorkan jantungnya jika aku bersedia menjadikan anaknya menjadi putriku, memberi dia kasih sayang dan keluarga yang lengkap juga menjamin masa depannya."


Mendengar jawaban Fahmi, Yasmin menutup mulutnya tak percaya, air matanya tak terbendung lagi, bagaimana mungkin seorang ibu begitu besar mengorbankan dirinya untuk anaknya, dan menyerahkan anaknya pada orang lain.


"Di mana wanita itu, Fahmi aku ingin melihatnya untuk terakhir kali, aku ingin berterima kasih padanya!" pinta Yasmin dengan terisak di pelukan Azka.


"Jangan sekarang, karena operasinya akan di lakukan saat ini juga, tunggu sampai operasi selesai, kita akan melihatnya juga melihat Alesya.


"Alesya?"


"Ya, dia putri keempatku dari wanita berhati malaikat itu," jawab Fahmi sambil tersenyum.


"Ya, Allah berarti aku memiliki empat orang cucu, tapi tunggu, wanita bukan selingkuhanmu kan, Fahmi?" tanya Yasmin dengan tatapan mata mengintimidasi.


"Astagfirulallah, Bunda, aku tidak pernah melakukan hal seperti itu, sumpah demi Allah dan Rasulullah, aku tidak pernah menduakan Aryana meski dalam mimpi sekalipun, aku tak kenal dengan wanita ini sebelumnya, aku dan Aryana hanya bertemu wanita ini secara tidak sengaja sewaktu kami menolongnya," jelas Fahmi dengan suara sedikit tinggi karena tak menyangka ibu mertuanya mencurigainya melakukan hal tak bermoral seperti itu.


"Maaf, aku hanya terbawa perasaan, melihatmu sepertinya bahagia dengan hadirnya Alesya," ucap Yasmin.


"Bunda Yasmin, anak itu rezeki, siapa nggak suka di beri amanah seorang anak, meski aku sudah memilliki tiga orang anak kembar. Sebesar apapun kasih sayang kita padanya tetap tak akan bisa mengantikan kasih sayang ibu kandungnya," ucap Fahmi membuat Yasmin merasa bersalah dengan prasangkanya barusan.


"Sekarang, aku mau memberi tahu papi dan mami dulu tentang hal ini, aku juga minta tolong agar bunda Yasmin memberitahu ayah mertua!" pinta Fahmi yang di iyakan oleh Yasmin.


_________________________________________


Beberapa espisode mungkin akan sedikit baper ya readers.


Please, Like, Vote, Coment, Rate and Favorit


Thank You


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2