Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 67


__ADS_3

Fahmi memeluk Aryana penuh sayang, ia ingin meminta hak nya hari ini, karena nanti sore ia dan harus menginap di rumah Aryana sampai berangkat ke Jakarta nanti. Apalagi jika ayah mertuanya ada di rumah, ia akan merasa tak nyaman melakukan hal itu. Entah kenapa ia punya perasaan seperti itu.


"Sayang..., aku minta hakku sekarang ya?" tanya Fahmi sambil membelai kepala istrinya.


"Boleh, itu hak mu Honey, kata bunda nggak boleh nolak melayani suami jika tidak mau dilaknat malaikat hingga pagi, boleh nolak jika sedang palang merah atau sakit yang tidak memungkinkan "melayani" suaminya, tapi kalau aku hamil bagaimana?"


"Hah?, memangnya kalau kamu sampai hamil kenapa, kamu 'kan punya suami wajar kalau sampai hamil," tanya Fahmi heran dengan pemikiran istri kecilnya.


"Maksudku, bagaimana dengan jantungku, apa jika aku sampai hamil itu berpengaruh?" tanya Aryana khawatir dengan kondisi kesehatannya.


"Lho kemarin kita sudah ketemu dokter Lidya, dia bilang tak masalah kan?"


"Ya, tapi aku masih takut"


"Sayang, dokter Lidya adalah dokter yang berpengalaman, dia sudah menjelaskan kondisimu tak ada masalah. Kita coba dulu ya, kamu tahu kan usiaku sudah tak muda lagi, masalah nanti di kasih anaknya kapan kita serahkan semua pada Tuhan," ucap Fahmi menjelaskan.


Melihat dan mendengar perkataan suaminya yang seperti sebuah permohonan. Aryana pun tak tega meski masih terbersit keraguan dalam dirinya untuk memiliki anak dengan kondisi jantungnya yang tak sempurna, Aryana menyanggupi permintaan suaminya. Sekelebat bayangan wajah kedua mertuanya yang menaruh banyak harapan besar padanya membuat ia harus mampu melawan rasa takutnya. Apapun yang terjadi padanya nanti ia akan memberikan penerus keluarga Pratama, ia tak ingin mengecewakan suami yang dengan tulus telah bersabar menunggunya selama tujuh belas tahun.


"Baiklah, kalau begitu jangan lupa kita berdoa agar jika Allah berkenan memberi kita amanah, dia akan menjadi anak yang memiliki akhlak yang baik!" ajak Aryana yang di iyakan oleh Fahmi.


"Kau memang yang terbaik, Sayang, aku ingin memiliki duplikat mu sebagai tanda cinta kita," ucap Fahmi dalam hati.


Setelah beradu argumen Aryana mengalah. Fahmi memulai aksinya memberikan nafkah batin pada istrinya, tubuh istrinya yang sudah naked membuat Fahmi benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya. Tubuh Aryana memang tak proporsional model, gunung kembar sang istri juga tak terlalu besar namun hanya tubuh wanita yang sekarang berstatus istrinya itulah yang membuat ia on. Banyak model, bahkan putri para pengusaha mendekatinya namun Fahmi sama sekali tidak tertarik bahkan melihat cara mereka berpakaian saja membuat Fahmi ilfil.


Setelah selesai menjelajahi gunung dan berakhir di lembah yang indah Fahmi langsung berbaring di samping istrinya, ia mencium kening istrinya dan menghujani wajah cantik istrinya dengan ciuman.


"Terima kasih Sayang, kau sudah menjaga hal yang berhargamu untukku, semoga Fahmi atau Aryana junior segera hadir disini," ucap Fahmi sambil mengelus perut Aryana yang masih rata dengan berjuta harapan dan doa, lalu Fahmi memeluk tubuh istrinya dari samping. Aryana yang sudah kelelahan hanya mengangguk dan tersenyum mendengar penuturan suaminya


"Ya Allah akhirnya aku bisa menyerahkan kehormatanku pada pasangan halal yang sudah Engkau pilihkan untukku, semoga Engkau berkenan menitipkan penerus keluarga Pratama pada hamba, dan jika setelah itu Engkau ingin hamba kembali pulang kepada-Mu, hamba ikhlas," batin Aryana yang masih memejamkan matanya.


Setengah jam mereka tertidur setelah olah raga panas yang mereka lakukan, Aryana menggeliat, ia berusaha membuka matanya yang terasa berat, ia ingin mengerakkan badannya tapi juga merasa berat, ternyata tangan Fahmi memeluknya dengan erat dan kaki sang suami menindih kakinya.


Aryana mulai mengumpulkan nyawanya, ingatannya berputar di satu jam yang lalu, ia merasa sangat malu jika mengingatnya, bisa-bisanya ia mengeluarkan suara seperti itu.


"Sayang, jangan gerak-gerak terus, nanti kamu membangunkan adikku lagi!" pinta sebuah suara yang ada di sampingnya.


"Hah, apa? bangun?, sejak kapan kamu punya adik? tanya Aryana bingung dan itu justru membuat Fahmi merasa gemas. Lalu Fahmi membisikan sesuatu di telinga Aryana sehingga Aryana terkejut.


"Aaa...,kamu mesum, Honey!" pekik Aryana kaget karena ucapan suaminya


"Mesum sama istri sendiri nggak apa-apa kan, Sayang, aku pingin lagi, boleh ya?" ucap Fahmi dengan suara menahan hasrat.


"Tapi ini sudah mau siang, Honey kita harus temui keluargamu sebelum mereka pulang," ucap Aryana.


"Mereka pulang masih jam satu, kita masih punya dua jam lebih," ucap Fahmi yang langsung melancarkan aksinya


"Terima kasih sayang, kamu mau melayani suamimu yang sudah tua ini, aku.sangat mencintaimu," ucap Fahmi sambil membelai kepala Aryana penuh sayang ciuman pun di daratkan di kening sang istri. Aryana yang masih memejamkan matanya namun ia masih bisa mendengarkan suara suaminya. Akhirnya Aryana tertidur.

__ADS_1


Melihat istrinya tertidur karena kelelahan setelah melakukan kewajibannya lalu Fahmi mencium wajah Aryana, kemudian ia turun dari ranjang, ia meraih ponselnya yang ada di nakas, beberapa panggilan tak terjawab dari orang tuanya. Ya, Fahmi memang mensilentkan ponselnya dan ponsel Aryana, selama proses pembuatan dedek bayi tidak boleh ada yang mengganggunya. Fahmi lalu menelpon balik orang tuanya.


"Hallo, Mi ada apa?"


"Heh, anak nakal kemana saja Mami telpon berkali-kali tidak diangkat!"


"Maaf Mi sedang otw buatkan cucu buat Mami jadi aku nggak mau diganggu."


"Hah, apa!, jadi kamu melakukannya setelah sarapan tadi?"


"Iya, semalam nggak sempat, kasihan Aryana kecapean setelah resepsi."


"Dasar, kau ini awas kalau sampai mainmu kasar sama mantu mami, tak sunat lagi kamu."


"Eh jangan dong, Mi, ntar aku nggak bisa kasih Mami cucu yang banyak."


"Iya, juga ya, eh mami.cuma mau bilang penerbangan diundur setengah jam karena cuaca tidak memungkinkan meski kita pakai jet pribadi, jadi pilotnya memundurkan jadwal terbang kita."


"Baguslah Mi, jadi Mami masih punya waktu disini, nanti setelah dzuhur aku akan menemui kalian bersama Aryana sekalian makan siang bersama."


"Baiklah, salam buat Aryana dan ingat jangan kebablasan, Aryan masih sangat muda!"


"Iya, Mamiku sayang, aku mengerti daa... mami."


Setelah menutup telponnya Fahmi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Aryana masih tertidur. Fahmi mendekati Aryana untuk membangunkannya.


Merasa ada yang menganggu tidurnya, Aryana berusaha membuka matanya untuk bangun.


"Kamu, Honey, jam berapa sekarang" tanya Aryana dengan suara serak.


"Jam sebelas lebih sedikit, makanya ayo bangun sebentar lagi dzuhur," jawab Fahmi.


Aryana berusaha untuk bangun tapi badannya rasanya pegal semua di tambah sakit di pangkal pahanya.


"Honey aku nggak bisa bangun, badanku sakit semua dan bagian bawahku juga sakit," ucap Aryana sambil menunjukkan wajah menahan sakit.


"Maaf, Sayang, aku terlalu bersemangat tadi, sini aku gendong ke kamar mandi, aku sudah siapkan air hangat untukmu," ucap Fahmi yang langsung menyibakkan selimut dan saat akan mengendong Aryana yang masih dalam keadaan naked, Aryana malah menarik selimut menutupi tubuhnya


"Kenapa ditutupi?" tanya Fahmi heran


"Malu Honey."


"Nggak usah malu aku suamimu dan aku juga sudah melihatnya," ucap Fahmi


Akhirnya dengan perasaan malu, Aryana pasrah saat tubuhnya di gendongan sang suami. Perlahan Fahmi menurunkan Aryana ke bath up yang sudah ia isi dengan air hangat dicampur aroma terapi yang Fahmi pesan khusus dari luar negeri.


"Mandilah, aku tunggu di luar kalau butuh apa-apa panggil saja, atau mau aku bantu mandi?" tawar Fahmi.

__ADS_1


"Tidak usah, Honey aku bisa sendiri," jawab Aryana.


"Ya sudah, aku tunggu di luar ya," ucap Fahmi sambil mendaratkan ciuman di kepala sang istri.


Fahmi keluar mandi dengan tersenyum Aryana sudah benar-benar miliknya dan menjadi istri seorang Fahmi Arya Pratama yang sesungguhnya. Sungguh tak sia-sia penantiannya selama tujuh belas tahun, istri yang muda, cantik, cerdas dan taat beragama. Kau sangat beruntung Fahmi, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


Setelah Fahmi dan Aryana membersihkan diri, mereka langsung menunaikan shalat dzuhur berjamaah di hotel. Lalu mereka segera menemui keluarga Fahmi yang akan pulang ke Jakarta siang ini. Namun sebelum pergi Fahmi mengambil seprei yang terdapat bekas bukti cinta mereka untuk kenang-kenangan.


"Sayang bilang ayah ya, spreinya aku ambil buat kenang-kenangan MP kita!" pinta Fahmi yang melipat sprei hotel dan menyimpanya di sebuah kantung plastik.


"Kamu ini ada-ada saja barang kotor kok disimpan," ucap Aryana.


"Ini barang langka, bagiku sangat berarti, nanti kalau ayah Yudha tak terima aku beli deh sepreinya berapapun harganya," ucap Fahmi.


"Ayah nggak mungkin jual sprei bekas seperti itu, apalagi sama menantu sendiri," ucap Aryana.


"Ya siapa tau"


"Yuk, kita segera menemui papi dan mami juga kakakmu!" ajak Aryana.


Fahmi dan Aryana berada di restauran hotel menemui keluarga Fahmi sekalian makan siang.


"Assalamualaikum," ucap Aryana dan Fahmi bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab keluarga Fahmi.


"Kalian sudah makan?" tanya mami Miranda.


"Belum, Mi tadi habis shalat dzuhur langsung kesini, takut nggak bisa ketemu Papi Mami sebelum pulang ke Jakarta," jawab Aryana.


"Uhhh, manis sekali menantuku, pantes putraku tergila-gila padamu," puji mami mertuanya.


Aryana yang mendapat pujian dari mami mertuanya hanya tersipu malu.


"Mami sudah ah jangan godain Aryana!" pinta Fahmi.


Fahmi dan Aryana siang itu makan siang bersama dengan keluarga Fahmi sebelum keluarga sang suami pulang ke Jakarta meskipun di Presdental suite room tersedia pelayanan khusus soal makanan apalagi yang menempati adalah cucu dari sang presdir pemilik hotel Dewantara.


________________________________________


MP nya Fahmi dan Aryana sudah di up ya, maaf kalau tak sesuai ekspektasi kalian soalnya, kemarin sudah up tapi dari kemarin belum lulus review juga, author harus merevisi beberapa bagian sampai berkali-kali biar lulus review, jadi sabar ya


Jangan lupa tinggalkan Like, Vote, Komentar, Rate bintang 5 dan masukan di favorit ya


Thank You


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2