Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 70


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan Fahmi dan Aryana sesion dua yang diadakan di Jakarta berlangsung sangat meriah, beberapa penyanyi terkenal ibukota memeriahkan acara pernikahan Fahmi dan Aryana dengan menyumbangkan suara emas mereka, keluarga besar rumah sakit Permata yang ikut diundang dan hadir di pesta pernikahan Fahmi merasa sangat bahagia dan terhibur kapan lagi bisa kondangan makan enak di hotel berbintang sambil menyaksikan penyanyi terkenal ibukota yang biasanya hanya bisa mereka lihat di tv sekarang bisa mereka saksikan secara live bahkan bisa mendekati para artis dan penyanyi untuk berfoto bersama.


"Sayang kamu capek?" tanya Fahmi pada Aryana yang sudah terlihat gelisah.


"Sedikit Honey, tidak apa-apa," jawab Aryana.


"Tidak Honey kesehatan kamu lebih penting," ucap Fahmi.


"Tidak, Honey aku masih kuat, tamunya masih banyak banget," ucap Aryana.


Disela-sela pembicaraan pasangan pengantin ini, terdengar suara mc memanggil nama meraka.


"Tuan Fahmi dan Nyonya Aryana bersediakah malam ini menyanyikan lagu untuk kami, kemarin saja di kota S nyanyi masa di kota sendiri tidak menyanyi!" pinta sang mc.


Mendengar permintaan sang mc Fahmi dan Aryana saling pandang.


"Bagaimana ini Honey?" tanya Aryana


"Iyakan sajalah, ini kan pernikahan kita rugi dong kalau nggak nyanyi," jawab Fahmi.


"Huh dasar ceo perhitungan!"


"Bagaimana tuan dan nyonya Fahmi bersedia menyanyi duet?" tanya mc.


"Baiklah kami akan menyanyi," ucap Fahmi.yang kemudian mengandenga Aryana turun dari pelaminan menuju tempat para pemain musik berada, riuh tepuk tangan para tamu mengema.di sudut ruangan gedung. Tak lama sebuah lagu berbahasa inggris mengalun dengan indah dari Fahmi dan Aryana.


Heart beats fast


Jantungku berdebar kencang


Colors and prom-misses


Warna-warni dan janji-janji


How to be brave


Bagaimana agar berani


How can I love when I'm afraid to fall?


Bagaimana bisa aku cinta saat aku takut jatuh?


But watching you stand alone


Namun melihatmu sendirian


All of my doubt suddenly goes away somehow


Segala bimbangku mendadak hilang


One step closer


Selangkah lebih dekat


I have died every day waiting for you


Tiap hari aku tlah mati karena menantimu


Darling don't be afraid


Kasih jangan takut


I have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for a thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


Time stands still


Waktu berhenti berputar


Beauty in all she is


Segala tentangnya begitu indah


I will be brave

__ADS_1


Aku akan berani


I will not let anything take away


Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja


What's standing in front of me


Apa yang menghalangi di depanku


Every breath


Tiap tarikan nafas


Every hour has come to this


Tiap jam telah sampai di sini


One step closer


Selangkah lebih dekat


And all along I believed I would find you


Dan selama itu aku yakin aku kan temukan dirimu


Time has brought your heart to me


Waktu tlah membawa hatimu padaku


I have loved you for a thousand years


Aku tlah mencintaimu ribuan tahun


I'll love you for thousand more


Aku kan mencintaimu ribuan tahun lagi


Itulah lagu roma romantis yang dinyayikan Aryana dan Fahmi seakan cinta mereka akan abadi terus hidup seribu tahun lagi.


Setelah mereka selesai menyanyikan lagu, riuh tepuk tangan memberi semangat tersendiri bagi pasangan pengantin untuk terus bergandengan tangan mengahadapi semua rintangan dalam perjalanan cinta mereka.


"Selamat dokter Fahmi ternyata anda mempunyai suara yang sangat indah," ucap seorang wanita berjalan mendekat dengan mengandeng seorang anak perempuan yang sangat cantik dan mengemaskan juga disebelahnya tampak seorang yang lebih muda dari Fahmi mengandenga tangan dokter Sarah.


"Wah-wah tidak dapat ibunya dapat anaknya pun jadi," ucap dokter Sarah sambil tertawa.


"Namanya juga jodoh, Dok mau jauh seperti apa nanti juga akan bertemu," ucap Fahmi mengalihkan pembicaraan.


"Selamat nyonya Fahmi, anda berhasil membuat para jomblo di Pratama group dan rumah sakit Permata patah hati massal," ucap dokter Sarah.


"Oh maaf aku tidak tahu kalau itu," ucap Aryana.


"Sayang, ini dokter Sarah, salah satu dokter kandungan terbaik di rumah sakit ME di Singapura, dulu dialah yang membantu bundamu mempertahankan kau dan kedua saudara kembarmu waktu masih di kandungan bundamu," ujar Fahmi menjelaskan.


"Oh iya kenalkan ini suamiku Daniel dan ini putri kami Selina," ucap dokter Sarah.


"Salam kenal tuan Daniel, kenalkan saya Fahmi sahabat dokter Sarah," ucap Fahmi mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Daniel.


"Salam kenal juga dokter Fahmi," balas Daniel ramah.


"Putrimu cantik sekali dokter Sarah," ucap Aryana sambil menoel pipi selina yang putih dan chuby.


"Terima kasih tante, tante juga sangat cantik," puji Selina.


"Dokter Fahmi, kami permisi dulu, Selina tampaknya sudah mengantuk, sekali lagi selamat semoga selalu bahagia, dan cepat dikaruniai keturunan," ucap dokter Sarah berpamitan untuk pulang.


"Semoga," ucap Fahmi


"Terima kasih atas kedatangannya dokter Sarah," ucap Aryana.


"Sama-sama, jaga sahabatku dengan baik," ucap dokter Sarah kemudian berlalu pergi bersama suami dan putrinya.


"Putri dokter Sarah sangat cantik dan lucu sangat mengemaskan," ucap Aryana sambil tersenyum sambil memandang gadis cilik yang semakin menjauh darinya.


"Kamu ingin anak yang cantik dan lucu seperti itu, aku bisa membantumu asal kita berdua rajin olahraga malam," bisik Fahmi di telinga Aryana.


Mendengar ucapan suaminya yang sudah menjurus ke hal yang vulgar membuat bulu kudu Aryana meremang.


"Honey, kamu mesum ah, persta pernikahan kita saja belum selesai sudah membahas hal begituan," ucap Aryana.

__ADS_1


"Berarti kalau sudah selesai pesta berarti boleh ya?" goda Fahmi.


"Nggak, aku capek," ucap Aryana cemberut lalu meninggalkan sang suami berjalan menghampiri saudara-saudaranya yang lain.


Fahmi mengulum senyum melihat tingkah istri kecilnya yang mengemaskan, ia berharapa pesta ini segera berakhir, sungguh ia tak tahu berapa jumlah undangan yang disebar orang tuanya.


Malam semakin larut para tamu sudah banyak berkurang, dan pukul sepuluh malam semua undangan sudah meninggalkan hotel tempat resepsi. Hanya keluarga Aryana dan keluarga Fahmi yang masih tinggal.


"Fahmi, kalau kalian capek kalian bisa kembali ke kamar lebih dahulu, jangan pikirkan kami, kasihan istrimu sepertinya dia sudah tak nyaman dengan gaun pengantinnya!" pinta mami Miranda karena sudah melihat menantunya kelihatan gelisah.


"Iya Fahmi, ajak Aryana ke kamar dia pasti lelah," ucap papi Pratama.


"Iya Pi, Fahmi akan mengajak Aryana ke kamar," ucap Fahmi.


Kemudian Fahmi mengajak istrinya ke kamar untuk ganti baju dan beristirahat.


Sampai di kamar Fahmi mengajak Aryana duduk di ranjang lalu memberinya minum segelas air putih yang di sediakan pihak hotel.


"Sayang kamu duduk dulu, sama ini minumlah?" pinta Fahmi.


"Terima kasih," ucap Aryana.


"Kamu capek?" tanya Fahmi sambil memegang tangan Aryana.


"Capek Honey pakai banget," jawab Aryana.


"Kalau begitu aku bantu lepas bajunya ya?" tawar Fahmi.


"Nggak usah, bantuin buka resleting belakang saja," ucap Aryana.


"Nggak usah khawatir aku nggak bakal ngapa-ngapain kamu, cuma pingin bantu kamu, lihat tuh jarum pentul di hijab kamu banyak banget, yakin bisa lepas sendiri," ucap Fahmi sambil menunjuk banyak jarum pentul di hijab pengantin yang dipakai sang istri.


Meendengar ucapan suaminya, Aryana meraba kepalanya, benar juga sepertinya hiasan kepalanya penuh dengan jarum pentul.


"He...he..., iya Honey, maaf," ucap Aryana sambil tertawa.


"Makanya, jangan berfikir mesum dulu, nggak baik suudzon sama suami sendiri," sungut Fahmi.


"Iya Honey sayang, maaf deh," ucap Aryana sambil mencium pipi suaminya.


"Jangan mancing-mancing, duduk sini biar lebih mudah aku melepas jarum di hijabmu!" pinta Fahmi menyuruh Aryana duduk di kursi depan meja yang ada cerminya.


Beberapa kali Aryana tampak meringis kesakitan saat ada jarum pentul yang sulit di lepas.


"Ya Allah, Sayang sebenarnya siapa yang mendandanimu seperti ini, entah berapa lusin jarum yang dipakaikan padamu," gerutu Fahmi saat menemui begitu banyak jarum si hijab pengantin sang istri.


"Iya, Honey gara-gara ini kepalaku jadi pusing," keluh Aryana.


"Besok lagi jangan dandan pakai ribuan jarum seperti ini!" pinta Fahmi mengerutu.


"Iya, lagian ini pesta kedua kita, nggak mungkin aku pakai hijab pengantin begini lagi, pusing," ucap Aryana.


"Selesai," ucap Fahmi ketika sudah bisa membuka keseluruhan hijab sang istri.


"Akh, akhirnya lega, rasanya enteng nih kepala, makasih ya Honey," ucap Aryana dengan nada manja.


"Iya, sama-sama, tapi malam ini jangan nakal, atau aku akan nekat memakanmu!" ancam Fahmi pada Aryana karena ia sudah susah payah menahan hasratnya agar tak membuat sang istri tambah capek, tapi wanita yang sudah ia halalkan itu malah melakukan hal-hal yang memancing dirinya.


"Iya-iya, heran deh apa semua pria begitu, cuma disentuh dikit saja langsung on," ucap Aryana mengerutu karena sedari tadi separuh hatinya yang sudah halal itu beberapa kali memperingatkannya tentang alarm tanda bahaya yang harus ia waspadai.


"Reseleting belakang sudah ku buka, sekarang kamu mandilah pakai air hangat biar tidak masuk angin!" pinta Fahmi.


"Ok makasih Honey," ucap Aryana setelah itu ia segera bergegas ke kamar mandi untuk melepas gaunnya dan membeesihkan diri, karena gaun pengantin super mahal yang ia kenakan itu tidak menjamin badannya tidak gerah.


Sedangkan Fahmi duduk di sofa kamar, ia sudah melepas jas pengantinnya, tingal kemeja putih dan celana panjang yang ia pakai membuat tampilannya makin seksi.


Ceklek


"Honey, aku sudah selesai buruan mandi dan kita istirahat kamu pasti lelah!" pinta Aryana.


Mendengar ucapan istrinya Fahmi segera bangkit dari duduknya menuju kamar mandi, ia juga sebenarnya merasa sangat lelah, pernikahannya yang dilangsungkan di Jakarta lebih melelahkan daripada pernikahannya waktu di kota S tempat Aryana tinggal.


Setelah selesai mandi, Fahmi dan Aryana melaksanakan shalat isya berjamaah di kamar hotel, selesai menunaikan kewajibannya menyembah Yang Maha Kuasa, mereka langsung merebahkan diri di tempat tidur dengan posisi saling memeluk, tidak ada aktivitas vulkanik yang mereka lakukan karena Fahmi dan Aryana sudah sama-sama kelelahan dan sekarang dua sejololi dalam ikatan halal itu sudah masuk ke alam mimpi masing-masing.


_______________________________________


Part ini mengingatkanku saat menikah dulu, selesai malam para perias sudah pulang semua, akhirnya pasangan halalku yang bantuin lepas semua jarum di kepalaku.


Jangan lupa Like, Vote, Komentar, Rate bintang lima dan masukkan ke rak favorit kalian.

__ADS_1


Thank You


Bersambung....


__ADS_2