Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 64


__ADS_3

Satu buah lagu berjudul My Love milik Westlife, mengalun indah dibawakan oleh Fahmi mengiringi tampilan foto-foto dan video kebersamaan mereka sampai ijab qobul. Sungguh pemandangan yang langka, kalau bukan di moment seperti ini kapan lagi bisa mendengarkan suara emas sang ceo Pratama group yan tak tersentuh. Banyak tamu wanita yang baper mendengar Fahmi menyanyikan lagu my love, kerabat dan keluarga bahkan orang tua Fahmi sendiri tercengang melihat penampilan anaknya, mereka tak menyangka Fahmi memiliki suara semerdu itu.


Bagaimana dengan Aryana, gadis yang sudah menyandang istri Fahmi itu tak bisa membendung rasa haru dan air matanya. Sungguh perasaan sayang yang luar biasa, ia sangat berterima kasih pada Allah, setelah semua ujian yang ia dapatkan , kelainan jantung yang ia derita, Allah mengirimkan seorang pria yang mencintainya sepenuh hati, pria yang sudah mengambil alih tanggung jawab sang ayah padanya.


"Ternyata dokter bucin itu pinter nyanyi juga," ucap Afwa.


"Iya akau tak menyangka adik ipar kita pintar menyanyi," ucap Afwi sedikit terkekeh.


Selesai bernyanyi Fahmi kembali ke tempatnya. Ia kembali duduk di sebelah Aryana.


"Terima kasih honey," ucap Aryana yang langsung memeluk Fahmi.


"Ini kejutan untukmu Sayang, apa kau suka?" tanya Fahmi setelah mengurai pelukannya dan pertanyaannya tadi di jawab anggukan oleh Aryana dengan senyuman.


Acara semakin meriah karena ada beberapa selebriti yang diundang di acara tersebut, para selebriti tersebut adalah model yang menjalin kerjasama dengan butik oma Dewi dan perusahaan fashion yang di kelola Mitha, juga ada beberapa artis dan aktor, mereka mendapat undangan karena diantara mereka pernah menjalin kerjasama dengan Dewantara group maupun Pratama group, entah itu sebagai brand ambasador produk mereka ataupun murni kerjasama di bidang bisnis.


Afwa tak ketinggalan menyumbangkan sebuah lagu berduet dengan Kirana, Ia dan Kirana tak perduli dengan tatapan Dinda yang seolah tak suka dengan kedekatan mereka berdua karena Afwa resmi di terima di Akmil yang berarti Afwa akan menjadi seorang prajurit. Afwa dan Kirana menyanyikan lagu Separuhku dari Nano.


"Selamat malam semuanya, malam ini saya dan wanita cantik di sebelah saya ini yang akan menjadi separuh hati saya di masa depan, kami akan menyanyikan sebuah lagu untuk adik saya yang paling cantik dan separuh hatinya yang sekarang sedang posesif berdiri disebelahnya, terimalah satu lagu dari kami, Separuhku," ucap Afwa dengan posisi tangan menggenggam tangan Kirana dan pandangan Afwa tertuju pada Aryana dan Fahmi dengan senyum yang tulus, dan ucapan Afwa dibalas dengan kiss bay dari Aryana yang sedang duduk di pelaminan bersama Fahmi.


Senyuman terlukis di wajahku


Di saat ku mengingat kamu


Tawamu manjamu membuatku rindu


Tak sabar, ingin bertemu


Suara lembut menyapa aku


Lembutnya, selembut hatimu


Tulusnya, setulus cinta padaku


Kusadar beruntungnya aku


Hidupku tanpamu


Takkan pernah terisi sepenuhnya


Karena kau separuhku


Berbagi suka duka


Saling mengisi dan menyempurnakan


Karena kau separuhku


Suara lembut menyapa aku


Lembutnya, selembut hatimu


Tulusnya, setulus cinta padaku


Kusadar beruntungnya aku


Hidupku tanpamu


Takkan pernah terisi sepenuhnya


Karena kau separuhku


Berbagi suka duka


Saling mengisi dan menyempurnakan

__ADS_1


Karena kau... kau separuhku


Separuh jalan hidupku


Kau separuhku


Tak ada penyesalan


Hidup lebih mudah


Bila kita berdua


Jalaninya


Hidupku tanpamu


Takkan pernah terisi sepenuhnya


Karena kau separuhku


Berbagi suka duka


Saling mengisi dan menyempurnakan


Karena kau separuhku


Itulah lagu yang dinyanyikan Afwa dan Kirana secara duet, para tamu pun memberikan aplause kepada pasangan kekasih tersebut.


Acara terakhir adalah pelemparan buket bunga dari pasangan pengantin, para jomblowan dan jombowati juga para pasangan kekasih sudah bersiap menerima lemparan buket bunga dari sang pengantin yang memiliki mitos siapapun yang mendapatkan buket bunga yang di lempar pasangan pengantin, maka mereka akan segera bertemu jodoh mereka dan bisa ketularan segera menikah.


"Semua siap?" tanya mc yang memandu acaranya


"Siap!"


"Ayo tuan Fahmi dan Nyonya Aryana lempar bunganya setelah hitungan ketiga dari saya ya!" pinta mc yang di jawab acungan jempol dari Fahmi.


Buket bunga dilempar Fahmi dan Aryana dengan posisi membelakangi para jombowan dan jombolwati yang akan memperebutkan buket bunga tersebut.


Dan...hap


Entah kebetulan atau sebuah pertanda, buket bunga yang dilempar Aryana dan Fahmi di tangkap secara bersamaan oleh Kirana dan Afwa. Kirana dan Afwa saling pandang dengan posisi memegang buket bunga bersama.


"Semoga ini pertanda yang baik," ucap Raka dengan senyum mengembang namun tidak dengan Dinda, ia memasang muka cemberut melihat Afwa dan Kirana berhasil menangkap buket bunga pengantin yang diperebutkan


Sedangkan para keluarga yang tahu kisah cinta Afwa dan Kirana tersenyum dan berharap ini pertanda baik untuk kelanjutan hubungan mereka ke depannya.


"Semoga ini pertanda baik dari Tuhan untuk hubungan kita ya, Say," bisik Afwa pada Kirana setelah bisa berdiri tegak.


"Semoga ya Kak," ucap Kirana tersenyum


Malam semakin larut, para tamu berangsur-angsur pamit meninggalkan ballroom, dan akhirnya sebagian besar tamu sudah pulang tinggal keluarga dan kerabat dekat yang masih tinggal di ballroom.


"Fahmi, sebaiknya kamu segera ajak Aryana ke kamar sepertinya dia sudah sangat lelah!" pinta nyonya Miranda.


"Iya, Mi, sebenarnya sudah sejak tadi menawarkan untuk segera istirahat saja saat tamu sudah mulai berkurang tapi Aryana menolak, katanya masih kuat," ucap Fahmi.


Fahmi kemudian mendekati sang istri yang masih berbincang dengan keluarganya dan beberapa kerabat.


"Permisi semuanya, saya ingin bicara sebentar dengan istri saya!" pinta Fahmi pada keluarga yang masih berbincang dengan Aryana.


"Fahmi, sini Nak!" pinta nenek Ratna.


"Huh baru sebentar aja dah dicariin," ucap Andre adik dari Yasmin.


"Maaf, Om bukannya begitu, sebenarnya Aryana sudah lelah dari tadi, tapi karena tidak enak dengan para tamu yang masih ada juga keluarga ia menahannya, saya tak mau ambil resiko malam pertama kami berakhir di rumah sakit," ucap Fahmi tenang namun tersirat aura dingin dan kesal, apalagi jika berhubungan dengan kesehatan Aryana.

__ADS_1


"Oh, maaf, Om tidak tahu, lagian Om hanya bercanda tadi," ucap Andre tak enak.


"Nggak apa-apa, Om, honey memang seperti itu jika menyangkut kesehatanku, dia akan over protective," ucap Aryana.


"Aryana sebaiknya kamu segera ke kamar dan istirahat, benar apa yang dikatakan suamimu, jangan memaksakan diri, toh pestanya sudah selesai, dengarkan kata suamimu, dia yang merawat kesehatanmu sejak kamu masih bayi, dia pasti tahu tentang dirimu!" pinta kakek Danu.


"Iya, Kek, kalau begitu kami permisi dulu," pamit Aryana begitu juga Fahmi meminta ijin untuk mengajak Aryana untuk segera beristirahat.


Sepeninggal Fahmi dan Aryana, Humaira mengomeli suaminya yang tadi bicara sembarangan pada Fahmi.


"Mas Andre ini asal aja deh kalo bicara ketularan mas Dika, kelihatanya Fahmi agak tersinggung," ucap Humaira.


"Ya mana mas tahu, Dek si Fahmi bakal begitu, posesif banget dia sama ponakan ku, ah masih mending mas Yudha kalau diajak ngomong dari pada suaminya si Aryana," ucap Andre kesal.


"Jangan begitu, Ndre, kamu hanya belum mengenal Fahmi saja, pada dasarnya dia juga baik dan ramah, mungkin dia kecapean menjalani proses pernikahannya,kemarin saja Fahmi ngobrol sama ayah dia baik kok, bahkan dia memberikan tips bagaimana menjaga kesehatan jantung juga memberikan vitamin buat ayah dan bunda," ucap kakek Danu.


Mendengar penjelasan sang ayah, Andre menjadi merasa bersalah sudah salah sangka pada Fahmi, keponakan barunya itu


Sedangkan Fahmi membawa Aryana ke kamar, saat di keluar lift Fahmi sudah tak tega melihat Aryana, lalu tanpa aba-aba ia langsung mengendong Aryana ala bridal style.


"Auww," pekik Aryana kaget karena tiba-tiba tubuhnya melayang di udara.


"Kenapa digendong sih, aku masih kuat jalan, hoeny," ucap Aryana.


"Aki nggak tega lihat kamu, Sayang."


Tak lama Fahmi dan Aryana sudah sampai di depan pintu kamar mereka. Saat kamar di buka, Aryana tercengang melihat dekorasi kamar hotel yang ia tempati, tempat tidur king size yang di hiasi bunga yang sangat indah, tak ketinggalan bunga melati dan bunga sedap malam tertata cantik di sana mengeluarkan bau wangi yang alami membuat suasana kamar menjadi semakin romantis.


"Masyaallah, ini indah sekali, kau kah yang menyiapkan?" tanya Aryana yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Fahmi mendekati Aryana dan memeluknya dari belakang, ia menaruh dagunya di bahu Aryana.


"Tentu saja itu ideku tapi yang menghiasnya pihak WO atas permintaanku, kau suka, Sayang?" tanya Fahmi.


"Aku suka, honey," jawab Aryana sambil menahan degub jantungnya yang tak beraturan, karena baru kali ini Fahmi begitu dekat dengannya, hembusan nafas Fahmi membuat bulu kudu Aryana meremang.


"Honey, boleh aku ganti baju dulu?"


"Tentu boleh, Sayang, mau aku bantu?" tawar Fahmi dengan senyum misteriusnya.


"Ah, tidak perlu honey, aku hanya minta tolong bantu bukakan kancing belakang bajuku!" pinta Aryana dan dengan senang hati Fahmi membantu Aryana membuakan kancing belakang gaun pengantin sang istri.


Melihat punggung Aryana yang mulus kuning langsat, membuat Fahmi menelan slavinanya. Begitu kancing belakangnya sudah terlepas, Aryana langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Fahmi terkekeh geli melihat istri kecilnya yang masih malu-malu. Sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi Fahmi melepas jas dan dasinya sehingga menyisakan kemeja yang dipakainya. Fahmi juga sangat gerah memakai jas pengantin tersebut.


Tak lama Aryana keluar dari kamar mandi dengan mengunakan jubah mandi, Fahmi yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponsel langsung mengalihkan pandangannya pada Aryana.


"Honey, sekarang kamu segera membersihkan diri, setelah itu kita shalat isya berjamaah ya!" pinta Aryana.


"Oke, princes, aku akan segera membersihkan diri lalu kita shalat berjamaah," ucap Fahmi.


Fahmi lalu masuk ke kamar mandi setelah selesai ia segera berganti baju dengan baju koko dan sarung yang sudah di siapkan Aryana. Aryana memang memasukkan alat shalatnya juga pakaian untuk shalat Fahmi ke dalam koper.


"Aku nggak nyangka kamu sudah mempersiapkan alat shalat untuk kita, Sayang," ucap Fahmi.


"Aku di rias habis magrib jadi pasti nggak keburu kalau shalat isya dulu makanya aku siapkan biar bisa shalat di hotel," ucap Aryana.


"Benar-benar bidadari surgaku," puji Fahmi.


"Yuk, shalat jangan gombal melulu!" pinta Aryana.


Sepasang pengantin baru itu pun segera melaksanakan shalat jamaah berdua untuk pertama kalinya, sungguh pemandangan yang indah. Mereka berdua berbagia dengan status barunya sebagai suami istri namun mereka berusaha tidak melupakan Allah yang mencintai hamba-hambanya lebih dari siapapun.


_______________________________________


Jangan lupa kasih Like, Vote, Coment Rate bintang lima dan masukkan ke favorit ya karata recehan author ini, biar author tambah semangat up meski kesibukan di dunia nyata sangat banyak.

__ADS_1


Thank You


Bersambung...


__ADS_2