
"Pak Revanda, Nyonya Yasmin, saya mohon maafkan putri saya yang lancang ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya pada nona Aryana dan keluarga Dewantara, mohon jangan pecat saya," ucap pak Sudiro memohon maaf pada Yasmin dan Revanda.
"Pak Sudiro, jangan hanya karena Aryana adalah cucu keluarga Dewantara, anda memohon maaf sampai seperti ini. Yang namanya salah kepada siapapun, jika kita berbuat salah harus meminta maaf, sekalipun itu adalah orang miskin, salah tetap salah, kita bisa saja menghindar dari hukum dunia tapi kita tidak akan bisa menghindar dari hukuman Allah di yaumul hisab nanti. Jadi saya harap kedepannya bapak lebih bisa mendidik anak bapak, keluarga bapak menjadi seseorang yang berkepribadian baik dan berbudi pekerti luhur karena apa yang kita tanam itulah yang akan kita petik baik di dunia maupun di akhirat," ucap Yasmin bijaksana, membuat semua orang di ruangan tersebut tertegun, mereka berfikir pantas saja seorang Yasmin bisa terpilih menjadi menantu keluarga Dewantara.
"Rianti, ayo lekas minta maaf yang benar pada keluarga Aryana!" perintah kepala sekolah.
Rianti dengan wajah pucat dan gemetar meminta maaf pada Yasmin atas apa yang sudah di lakukannya. Yasmin hanya menangapi permintaan maaf Rianti dengan muka datar. Ia beriktikad baik menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan namun gadis di depannya tak hanya angkuh tapi juga tidak tahu sopan santun.
"Sudahlah, saya harap permintaanmu itu tulus, bukan karena Aryana adalah keluarga Dewantara," ucap Yasmin datar.
"Nyonya anak saya benar-benar minta maaf, saya janji akan mendidiknya lebih baik lagi," ucap pak Sudiro.
"Pak Sudiro jika anda ingin mendidik anak anda menjadi lebih baik, sebaiknya anda juga harus memperbaiki apa yang kurang dari diri anda dan istri anda, karena orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, tapi saya menghargai niat baik pak Sudiro untuk mendidik anak anda agar memiliki akhlak yang lebih baik," ucap Yasmin.
"Apa yang dikatakan bu Yasmin itu benar, madrasah pertama bagi seorang anak adalah orang tuanya, kami selaku pihak sekolah hanya sekedar membantu karena waktu anak akan lebih banyak di rumah bersama orangtuanya," ucap kepala sekolah menimpali.
"Bapak kepala sekolah saya rasa, masalah ini sudah selesai, tapi tentunya pihak sekolah mempunyai sanksi tersendiri untuk pelanggaran yang dilakukan Rianti " ucap Yasmin.
"Iya, bu kami akan memberi sanksi keras untuk Rianti, dan saya sangat berterima kasih ibu tidak membawa masalah ini ke ranah hukum," ucap kepala sekolah.
"Saya percayakan semua pada anda pak kepala dan saya sarankan agar sekolah ini mengadakan pembinaan moral akhlak dengan pendekatan agama, karena hanya benteng pertahanan iman dan taqwa kepada Tuhan adalah paling efektif. Jika seseorang merasa diawasi oleh Allah di manapun maka itu akan mencegahnya berbuat keji dan munkar!" pinta Yasmin.
"Baik, Bu Yasmin, saran anda akan kami masukkan dalam agenda sekolah kami," ucap kepala sekolah.
"Kalau begitu kami pamit undur diri, dan sekali lagi saya berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi di sekolah ini," ucap Yasmin.
"Baik, Bu, kami dari pihak sekolah benar-benar minta maaf atas ketidaknyamanan putra-putri anda bersekolah disini," ucap kepala sekolah.
Setelah berpamitan dengan pihak sekolah, Yasmin dan Revanda meninggalkan ruang kepala sekolah, sebelum keluar Revanda memberikan perintah kepada pak Sudiro.
"Besok, temui saya di kantor!" ucap Revanda pada pak Sudiro dengan nada tegas dan dingin.
"Baik, Pak," ucap pak Sudiro seraya menunduk hormat.
Pak Sudiro juga ikut undur diri, sedangkan Rianti kembali ke kelas, dan ia dijatuhi skorsing selama satu minggu dan menyapu mushola yang ada di sekolah mereka selama satu minggu, sedangkan pak Sudiro diturunkan jabatannya dari kepala Divisi menjadi karyawan biasa dan di mutasi ke cabang lain karena ternyata selama dua tahun terakhir kinerja pak Sudiro di nilai tidak bagus.
__ADS_1
Setelah kejadian Aryana di kunci di kamar mandi oleh Rianti juga kedatangan Yasmin ke sekolah membuat sekolah sedikit gempar karena terkuak sudah siapa sebenarnya Afwi dan Aryana. Dua orang anak sultan yang bersekolah di sekolah biasa, kalangan rakyat jelata. Banyak cewek-cewek yang kini melirik Afwi dan cowok-cowok yang berusaha mendekati Aryana. Afwa dan Afwi jadi trending topik di lingkungan sekolah dan Rianti beserta ganknya sekarang sudah tak berkutik setelah hampir semua siswa tahu perilakunya
"Muke gile si Aryana, ternyata dibalik penampilannya yang sederhana dia ternyata anak sultan," ucap Fira salah seorang teman sekelas Aryana.
"Iya, pantes Aryana nggak tertarik sama sekali sama Irfan ternyata, oh my god dia tuan putri Dewantara group, pemilik beberapa mall, hotel, restoran, villa dan beberapa butik ternama," ucap Farida yang juga teman sekelas Aryana.
"Eh berarti si Afwi itu kakaknya Aryana dong, omg pantesan wajahnya rada mirip-mirip gitu, wajahnya alamak nggak kalah ganteng dengan kak Irfan, oh Tuhan bahagianya kalau aku kadi pacar Afwi," ucap Risa sambil membayangkan wajah tampan Afwi.
"Ngayal kamu sana, mana ada kak Afwi suka sama kamu, muka pas-pasan gitu mau masuk keluarga Dewantara, ngaca non, ngaca!" ucap Farida.
Risa yang mendengar ucapan Farida menjadi jengkel dan cemberut mendengar ejekan temannya itu.
Disisi sekolah yang lain, dua orang siswa di laki-laki juga sedang berbincang membicarakan terkuaknya status Aryana dan Afwi.
"Hoalah bro kasihan benar nasib kamu, sekali suka sama cewek ternyata tuh cewek sudah ada yang punya, anak sultan lagi," ucap Singgih sambil menepuk pundak sahabatnya Irfan.
"Tapi sebelum janur kuning melengkung Aryana masih milik umum," ucap Irfan.
"Tapi saingan kamu berat, anak pengusaha biasanya juga anak pengusaha, apalah diri kita hanya remahan peyek, ya kalau level di desa kita pekerjaan ayah kamu sudah terbilang keren tapi kalau disandingkan dengan Dewantara group, kalah jauh bro," ucap Singgih berusaha menyadarkan Irfan.
"Sudahlah bro, lupakan Aryana, dia bukan level mu, sudah terima saja si Yunar, Lisa atau si Devi yang ngejar-ngejar kamu, aku lihat mereka juga tak kalah cantik dengan Aryana," ucap Singgih memberi saran.
"Kalau aku mau sama mereka sudah sejak dulu, aku pacari mereka," ucap Irfan menolak usul Singgih.
"Lha terus mau gimana lagi, ibunya Aryana sendiri yang bilang kalau Aryana sudah memiliki kekasih dan setelah lulus mereka akan segera bertunangan. Eh bro pantes di Aryana cantik dan kalem gitu, ibunya saja kemarin cantik banget dan anggun padahal anaknya sudah SMA, kalau lihat Afwi yang tampan dan Aryana yang cantik pasti ayahnya oke punya," ucap Singgih.
"Emang kamu pernah lihat ibunya Aryana?" tanya Irfan.
"Ya lihatlah, hello... kamu kemarin kemana aja, hampir satu sekolah heboh waktu emaknya Aryana datang," jawab Singgih.
Dua sahabat itu masih berbincang tentang Aryana, Singgih masih terus menyemangati Irfan agar bisa move on dari Aryana.
Di tempat lain Fahmi sedang mengurus pembangunan hotel di dekat perkebunan teh di kota Bandung. Fahmi meminta Evan mengurus segala keperluannya karena satu tahun ke depan dia akan lebih banyak menjalankan bisnisnya di kota Bandung, Fahmi tak ingin berpisah lagi dengan Aryana. Restu dari kedua orang tuanya dan Yudha sudah ia kantongi. Fahmi tak akan menyianyiakan restu yang sudah susah payah ia dapatkan. Suka duka, luka dan air mata mewarnai kisah cintanya dengan Aryana, penantian panjangnya selama tujuh belas tahun akan segera berakhir. Namun dengan kekuasaan yang dimiliki Pratama group, hubungannya dengan Aryana tidak tercium publik. Fahmi tak bermaksud menyembunyikan hubungannya dengan Aryana. Ia hanya ingin menjaga Aryana dari serangan publik karena Aryana masih berstatus pelajar.
Sore itu Fahmi mengajak Aryana untuk jalan-jalan menikmati indahnya perkebunan teh di wilayah itu. Yasmin pernah bercerita bahwa sebenarnya Aryana sangat menyukai pemandangan alam di wilayah kebun teh namun ia malas jalan-jalan karena tidak ada seseorang spesial yang menemaninya.
__ADS_1
"Sayang, kata bundamu selama disini kamu jarang jalan-jalan kenapa?" tanya Fahmi dengan posisi tangan kananannya merangkul Aryana sembari berjalan menikmati pemandangan kebun teh.
"Ya malas aja, nggak ada yang diajak jalan," jawab Aryana.
"Kan kamu bisa ajak kakakmu Afwi, atau teman-teman sekolahmu," ucap Fahmi.
"Bosenlah, di sekolah sama kak Afwi, di rumah sama kak Afwi masa hangout juga sama kak Afwi. Kalau teman-temanku, aku belum terlalu akrab dengan mereka jadi kalau mau ngajak hangout bareng ya nggak enak aja, gimana gitu," ucap Aryana.
"Itu dulu, sekarang pasti banyak yang deketin kamu, dan berebut ngajak jalan, ya kan?" ucap Fahmi menggoda.
"Ih..., kok Om tahu aja sih, Om pasang mata-mata ya di sekolah?" tebak Aryana kesal.
"Ya iyalah, masa calon istri Fahmi Arya Pratama, lepas dari pengawasan," ucap Fahmi.
"Om posesif banget ya, nggak usah segitunya kali Om kaya anak pejabat aja," ucap Aryana.
"Lho kamu ini gimana sih, kamu itu lebih dari anak pejabat Yang, kamu putri dari Yudhatama Dewantara, ayahmu termasuk orang penting di militer, kamu juga cucu Dimas Aji Dewantara dan jangan lupakan!, kamu adalah calon istri ceo Pratama group," ucap Fahmi.
"Memang papi Om sudah menyerahkan semua pengelolaan perusahaan sama Om?" tanya Aryana heran.
"Sudah, sayang, seminggu yang lalu setelah aku mengabari papi aku sudah menemukanmu, dan kami sepakat acara pertunangan kita dipercepat, dan setelah kamu lulus kita akan langsung menikah," jawab Fahmi dengan binar bahagia.
_____________________________________________
Seneng nggak?
Please, Like, Vote, Coment, Rate and Favorit
Thank You
Pengumuman cover novel Pilihan Hati Aryana diganti/dikasih sama pihak NT, terima kasih Noveltoon.
Bersambung...
__ADS_1