Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 193. Pulang ke Singapura


__ADS_3

Selepas ashar, Aryana dan keluarga kecilnya sudah bersiap untuk pulang ke Singapura, hampir satu minggu mereka pulang ke Indonesia guna menyaksikan secara langsung hari bahagia kedua kakak kembarnya. Tangis haru pun pecah di keluarga Yudha, terutama Yasmin yang tak ingin berjauhan dengan anak perempuannya dan juga keempat cucunya yang sangat mengemaskan.


"Bunda, Ana pamit ya, jaga diri bunda baik-baik, Ana dan anak-anak pasti akan sangat merindukan bunda, Ayah dan semuanya yang ada di sini," ucap Aryana lalu memeluk sang bunda dengan erat.


"Bunda juga akan sangat merindukan kalian," ucap Yasmin sambil mengusap air matanya.


Melihat istrinya menangis, Yudha yang tadi bicara dengan Fahmi, segera menghampiri sang istri langsung merangkul sang istri.


"Bunda, sudahlah, jangan melepas kepulangan anak kita dengan air mata, nanti mereka jadi kepikiran!" ucap Yudha lembut.


Arsen dan Arnan mendekat pada oma mereka ketika sang oma menangis, melihat kedua saudaranya mendekat pada oma dan opa mereka, Alya dan Alesya juga ikut mendekat.


"Oma, jangan menangis, nanti kalau kami liburan kami akan main lagi kesini, atau oma dan opa yang menjenguk kami, nanti kami akan minta papa bayarin tiket pesawat ke Singapura juga traktir makan di sana," ucap Arsen untuk menghibur omanya, namun kata-kata polosnya justru membuat semua orang di sana tertawa termasuk Yasmin.


"Iya, nanti opa dan oma akan ke tempat kalian, dan pastikan papa kalian yang traktir kami," ucap Yudha sambil membelai kepala cucunya yang mengemaskan itu.


"Oma jangan nangis lagi, nanti kalau oma ke Singapula, Lesya dan Alya akan ajak oma shopping dan makan es klim yang banyak," ucap Alesya dengan nada mengemaskan.


"Oke cantiknya oma, besok kalau oma ke Singapura kita akan shopping bareng, kita minta Papa kalian yang bayarin," ucap Yasmin sambil menyeka air matanya dan tersenyum.


Yudha dan Yasmin berjongkok mensejajarkan tubuh mereka dengan cucu-cucunya, lalu mereka mendekap hangat keempat anak Fahmi dan Aryana, ciuman kasih sayang yang banyak di darat kan Yudha dan Yasmin pada keempat cucunya yang mengemaskan.


"Hanya oma dan opa nih yang di peluk, Om dan tante nggak?" ucap Afwi merajuk.


Mendengar ucapan omnya, Keempat anak Fahmi mengurai pelukannya, lalu menoleh ke arah Afwi dan Nayla berdiri. Keempatnya langsung berpindah mendekati om dan tante mereka. Afwi dan Nayla mengambil posisi jongkok dan merentangkan kedua tangan untuk menyambut keempat keponakan mereka yang lucu.


Hap


Afwi memeluk Alesya dan Arsen dan Nayla memeluk Alya dan Arnan, Afwi dan Nayla mengusap lembut kepala dan punggung keempat keponakannya itu. Afwi menyempatkan berselfie dengan keponakan-keponakannya, terutama Alesya, ia lebih banyak mengambil foto Alesya. Saat Aryana tadi bersiap-siap pulang, Afwi menawarkan diri membantu anak-anaknya bersiap terutama Alesya yang menjadi targetnya, dan Aryana pun mengijinkan. Afwi mengajak Alesya yang belum menggunakan jilbab ke kamarnya, di sana Afwi menyisir rambut Alesya dengan sisir yang baru, dan benar saja beberapa helai rambut Alesya menyangkut di sisir tersebut, lalu Afwi segera menyimpan helaian rambut Alesya tersebut untuk keperluan penyidikan.


Semua keluarga kecil Aryana sudah siap untuk pulang dan sekarang mereka berada di ruang tamu untuk berpamitan.

__ADS_1


"Om dan tante juga harus pelgi mengunjungi kami di Singapula, nanti Lesya akan bilang papa buat bayarin om Afwi dan tante Nayla juga," ucap Alesya yang lagi-lagi membuat semua orang tersenyum.


Meski hidup di negara yang warga muslimnya minoritas, Aryana membiasakan kedua putrinya memakai hijab seperti dirinya, semua itu Aryana lakukan untuk mendidik anak-anaknya belajar ilmu agama dan Fahmi sangat mendukung pola asuh yang di terapkan sang istri, ia merasa bangga dan bahagia memiliki istri yang sholehah, sederhana meski ia bisa membeli barang apapun yang ia inginkan.


"Ayo, Sayang, kita harus segera berangkat!" ajak Fahmi pada istrinya yang masih berada di samping bundanya.


"Bunda, Ayah, Ana pamit, doakan kami selamat sampai Singapura," pamit Aryana.


"Doa kami selalu menyertai kalian," ucap Yasmin.


Setelah berpamitan dengan sedikit drama, akhirnya Fahmi dan Aryana beserta empat kurcacinya masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka ke bandara, Jet pribadi Pratama group sudah menunggu di sana. Semua keluarga masuk ke dalam rumah setelah mobil yang ditumpangi Fahmi dan keluarga kecilnya keluar dari halaman rumah Yudha.


Afwi segera masuk ke kamar karena ada hal yang harus ia selesaikan, rambut Alesya sudah di dapatkannya, tinggal mencari cara agar bisa bertemu laki-laki bernama Nikko dan mengambil rambut atau darahnya untuk membuktikan kecurigaannya. Afwi berencana akan melakukan tes DNA secara diam-diam tanpa sepengatahuan keluarganya.


"Sekarang aku harus cari alasan agar bisa bertemu dengan Nikko, tapi gimana caranya wajahnya saja aku nggak tahu, kalau tanya ayah bisa curiga dia, ya Allah berikan aku jalan keluar, hah urusan si Fabian itu saja belum selesai, sekarang tambah ini," batin Afwi riweh sendiri karena rasa keponya yang tinggi.


Tak lama terdengar suara pintu kamarnya di ketuk dari luar.


"Abang...,abang di dalam ya?" panggil Nayla karena pintu kamarnya terkunci.


"Ya Sayang sentar!" sahut Afwi.


Ceklek.


"Abang tumben pintunya di kunci?"


"Iya abang tadi habis dari kamar mandi."


"Kamu kenapa, Yang kok mukamu kusut begitu?" tanya Afwi yang melihat wajah sang istri tak ceria.


"Besok kita juga harus balik ke Bandung, cuti abang kan sudah habis."

__ADS_1


"Terus kamu sedih karena itu?"


"Iya, aku bakal kesepian kalau abang kerja."


"Lho kan ada kios lumpia kamu di Bandung, juga butik mama yang bakal kamu bantu awasi di sana, kamu nggak akan kesepian karena banyak kegiatan."


"Tapi tetap aja nggak ada abang setengah hari rasanya ada yang kurang."


"Dek, jangan gitu!, aku cuma kerja siang hari, sore pulang, itu nggak ada apa-apanya dibanding Kirana yang sebentar lagi bakal di tinggal kak Afwa satgas ke Papua enam bulan padahal baru pengantin baru lho, kamu harusnya bersyukur kita akan lebih sering sama-samannya daripada nggaknya."


Mendengar nasehat suaminya, Nayla merasa malu, betapa apa yang ia rasakan belum seberapa dibandingkan pengorbanan para wanita di keluarga suaminya yang pernah mengalami mendampingi seorang prajurit. Bahkan istri kakak iparnya akan segera di tinggal tugas selama berbulan-bulan.


"Maafkan Nayla ya, Bang, nggak tau nih kenapa Nay jadi melow gini," sesal Nayla.


"Nggak apa-apa, kamu memang butuh penyesuaian saja, abang ngerti, sini!"


Nayla lalu mendekat pada Afwi yang duduk di sisi ranjang, Afwi langsung merengkuh pinggang Nayla dan mendudukannya di sisi ranajang bersebelahan dengannya kemudian ia memeluk sang istri dan menyandarkannya di dadanya yang bidang.


"Ini sudah resiko, Dek, sabar ya," ucap Afwi sambil mendaratkan beberapa kali ciuman di pucuk kepala istrinya.


"Iya, Bang, tapi ngomong-ngomong Alesya sangat mengemaskan dan juga pintar, aku nggak bisa bayangin kelak kalau Alesya tahu dia bukan anak kandung Aryana dan mas Fahmi," ucap Nayla sambil membayangkan wajah cantik Alesya dengan mata hazelnya.


"Nggak usah berandai-andai, cukup kamu tutup rapat rahasia ini, aku yakin Aryana dan Fahmi bisa mengatasinya kelak. Abang mengatakan rahasia Alesya padamu karena kamu istri abang, ngerti kan maksud abang, Dek?"


"Ngerti, Bang, aku salut sama Aryana dengan perjalanan hidup penuh liku, semoga kelak Alesya bisa mengerti saat ia tahu yang sebenarnya."


"Semoga, kita doakan yang terbaik untuk kebahagiaan Aryana dan keluarganya," ucap Afwi sambil memeluk sang istri.


Sepasang pengantin baru itu saling menguatkan dan memberi pengertian, salah satu kunci kebahagiaan adalah komunikasi dan saling percaya Apapun masalah yang membuat hati tak nyaman harus di komunikasikan dengan pasangan, namun harus dengan bahasa yang baik dan santun. Jadi istri anggota kepolisian dan anggota TNI, bukanlah hal yang mudah, harus punya mental yang kuat, karena ia pasti akan banyak di nomor duakan setelah bangsa dan negaranya.


_________________________________________

__ADS_1


__ADS_2