Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 186. Surga Dunia Afwi dan Nayla


__ADS_3

Menjelang magrib, Afwi dan Nayla menuju rumah utama, karena Nayla diberi tahu bahwa banyak teman dari papanya yang mengucapkan selamat dengan datang ke rumah. Beberapa tamu cukup kagum dengan kecantikan dan keramahan Nayla juga ketampanan Afwi, meski miskin senyum tapi Afwi cukup ramah dengan tamu-tamu sang papa mertua.


"Wah Nayla sangat cantik setelah besar, tahu begitu kulamar buat putraku sejak dulu," canda salah seorang teman pak Mahendra.


Pak Mahendra hanya tersenyum menangapi omongan temannya itu begitu juga dengan Nayla dan Afwi.


"Kau bisa saja, kalaupun kamu tahu dari dulu putriku cantik, belum tentu putramu atau Nayla juga suka," ucap pak Mahendra yang di tanggapi dengan gelak tawa teman-temannya yang lain.


"Ngomong-ngomong kapan Nayla mau di boyong ke rumah suami?" tanya seorang teman pak Mahendra yang lain.


"Seminggu lagi, ngunduh mantunya akan di selenggarakan di kota K, tempat kelahiran besan saya," jawab pak Mahendra.


Para tamu yang datang ke rumah pak Mahendra bisa di bilang cukup banyak, mengingat pak Mahendra hanya akan punya hajat mantu satu kali karena Nayla anak tunggal. Waktu terus bergulir dan adzan magrib mulai terdengar para tamu satu persatu mulai meninggalkan rumah pak Mahendra, setelah semua tamu pulang, pak Mahendra mengajak anggota keluarga shalat magrib berjamaah di rumah utama di lanjutkan makan malam bersama. Setelah makan malam mereka mengobrol sebentar karena sudah tak ada tamu lagi.


"Kalian nggak ingin pergi bulan madu?" tanya pak Mahendra membuka pembicaraan.


"Kalau bulan madu pingin sih, tapi seminggu lagi kan acara ngunduh mantu, rasanya akan capek di jalan," jawab Nayla.


"Bulan madu nggak harus ke tempat yang jauh, apalagi sampai keluar negeri, kota Bandung juga bisa jadikan alternatif pilihan," usul bunda Nana yang ikut mengobrol dengan mereka.


"Benar itu mbak, kota Bandung juga banyak menyimpan kenangan kalian berdua, di Bandung juga banyak Destinasi wisata yang nggak kalah dengan luar negeri," ucap Dio menimpali.


Afwi dan Nayla saling pandang setelah mendengar pendapat dari bunda Nana dan Dio, mata mereka saling bicara seolah tahu apa yang ada di dalam isi hati masing-masih.


"Boleh juga ya, Abang, Bandung juga banyak destinasi wisata untuk bulan madu, lagian kalau nanti Abang dipindah tugaskan ke daerah lain lagi kan Nay bisa ikut, sama aja kan," ucap Nayla membuat Afwi tersenyum sambil mengusap kepala istrinya.


"Apapun untuk kamu, Dek, asal hal itu membuat kamu bahagia, abang akan penuhi," ucap Afwi.


"Nah itu keputusan bagus, sekalian kalian bernostalgia , ha...ha...," ucap Mahendra tertawa.


Waktu sudah masuk shalat isya, mereka pun kembali melaksanakan shalat isya berjamaah. Selesai shalat isya, Afwi dan Nayla pamit untuk kembali ke paviliun. Pak Mahendra pun mengijinkan karena ia paham apa yang menjadi keinginan anak dan menantunya.


Sampai di Paviliun Afwi langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size yang empuk.


"Ah, Alhamdulillah enaknya bisa rebahan seperti ini."


Melihat suaminya yang langsung berbaring di tempat tidur membuat Nayla menyusul sang suami duduk di tempat tidur dekat dengan kaki Afwi.


"Abang, capek? Nay pijitin ya?" tawar Nayla.


Mendengar tawaran yang mengiurkan dari istrinya, mata Afwi yang tadinya terpejam langsung terbuka lebar. Ia langsung bangun tidurnya lalu duduk dengan menatap istinya sambil tersenyum.


"Sungguh kamu mau pujitin, Abang?" tanya Afwi girang seperti anak yang akan dibelikan mainan kesukaannya.


Nayla tertawa lucu ketika melihat ekspresi suaminya saat mendengar tawaran dipijit olehnya.

__ADS_1


"Iya, Abang, serius, sini duduk yang bener!" pinta Nayla.


Afwi segera menurut dengan posisi duduk yang diinginkan oleh istrinya, perlahan tangan mungil Nayla memijit bagian tengkuk dan pundak Afwi. Putra kedua Yudha ini benar-benat menikmati pijatan istrinya, bibirnya menyunggingkan senyuman kebahagiaan.


"Ah ternyata punya istri bisa seenak ini, pantas ayah sama si dokter pedofil itu bucin sekali sama bunda dan Aryana," batin Afwi.


"Yang, paha sama kaki aku juga agak pegal, pijatnya, aku sambil tengkurap aja ya?" pinta Afwi yang semakin tak tahu diri.


"Abang ih, jangan ngadi adi deh, tanganku cuma kecil gini masa suruh pijit paha sama kaki abang yang segede ini," protes Nayla.


Mendengar protes sang istri, Afwi bukannya marah tapi malah tersenyum misterius, timbul ide mengerjai istrinya yang masih polos itu.


"Ehm kalau begitu, pijit yang ini aja, tangan kamu pasti cukup," ucap Afwi membalikan badannya yang tengkurap, lalu mengarahkan tangan mungil Nayla ke aset berharganya.


Sontak Nayla langsung mengibaskan tangannya saat Afwi sudah mendaratkan tangannya ke aset Afwi sambil memekik kesal.


"Abang..., jangan mesum!"


Afwi langsung tertawa melihat wajah kesal Nayla, rasanya sangat menyenangkan bisa menjahili sang istri.


"Dek Nayla, Sayang, kalau abang nggak mesum mana mungkin kita akan punya bayi, hemm?" ucap Afwi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.


"Abang, ngomongnya gitu sih, Nay kan malu, Bang."


"Nggak usah malu, kita sudah sah secara agama dan negara, mau ngapain aja boleh kok, kalau kamu minta duluan, dengan senang hati abang bakal turuti, lagi pula kalau istri yang minta duluan pahalanya lebih banyak lho," ucap Afwi sambil memeluk Nayla dari belakang.


"Sudah abang bilang, nggak usaha malu, nggak usah jaim sama suami sendiri, kalau sudah tahu rasanya kamu pasti nagih."


"Ih abang, bisa ya ngomong gitu, jangan-jangan abang udah gak ori!"


"Astagfirullah, Dek, abang nggak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain selain kamu, cinta pertama dan terakhit abang cuma kamu, Dek," ucap Afwi sambil menatap Nayla intens karena Afwi sudah merubah posisinya di depan Nayla.


"Ya deh, Nay percaya sama abang, tapi jangan gitu lagi lho ya, Nay kaget!"


"Kenapa harus kaget, bentar lagi juga bakal lihat secara live, yuk kita wudhu dulu, biar kelak jika Allah mengizinkan kita diberi momongan dari kerja keras kita di atas tempat tidur ini, kelak dia akan menjadi anak yang sholeh atau Sholehah!" ajak Afwi yang diangguki Nayla disertai senyum yang manis.


Sebelum mereguk nikmatnya surga dunia, Afwi Nayla mengambil wudhu kemudian shalat dua rekaat, setelah itu mulailah Afwi melancarkan serangannya. Lampu kamar ia buat temaram, Afwi mulai mencium pucuk kepala dan Nayla seraya memanjatkan doa. Perlahan Afwi membuka penutup tubuhnya satu persatu, begtu juga dengan Nayla yang entah sejak kapan tubuhnya menjadi naked karena ulah sang suami.


Perlahan Afwi mencumbu mesra sang istri dengan memberi rangsangan di titik-titik sensitif sang istri. Nayla yang memang baru pertama kali tubuhnya di jamah secara intim oleh laki-laki, membuat tubuhnya merasakan gelayar yang aneh, sensasi rasa yang luar biasa, secara tak sadar suara merdu keluar dari bibir Nayla, meskipun Nayla berusaha menahannya tapi perlakuan lembut dari Afwi saat bermain di dua spot asetnya paling atas membuat Nayla tak bisa menahan suaranya.


"Ah....A-Abang----."


"Keluarkan saja suara indahmu sayang, Abang suka, ini nikmat sekali," ucap Afwi yang terus bermain di atas tubuh sanga istri.


Afwi tahu punya sang istri masih bersegel, sungguh ia bahagia karena ia lah pria pertama bagi istrinya, maka dari itu Afwi berusaha agar jika saat juniornya masuk ke gua milik sang istri, Nayla tak akan terlalu merasakan sakit

__ADS_1


"A-Abang...a-aku pingin ke kamar mandi!"


"Sebentar, Sayang, bagian bawahmu sudah basah, abang masuk ya, kalau sakit tahan sedikit karena setelah itu semua akan terasa nikmat, dan ku jamin kau akan ketagihan."


Plakk


Tangan mungil Nayla mendarat di lengan Afwi, bisa-bisanya pada saat seperti ini masih sempat menggoda istrinya.


"Kenapa pukul sih, Sayang?"


"Habis abang godain terus sih, ini beneran lho, Nay pingin pipis," ucap Nayla polos.


"Ya Allah sungguh nikmatnya punya istri polos begini, apa Nay benar-benar tak tahu tanda apa itu," batin Afwi dengan terus berusaha memasukkan miliknya secara berlahan.


Nayla membulatkan matanya saat merasakan bagian bawahnya di masuki sesuatu yang asing seperi benda tumpul.


"Sudah Sayang nikmati saja, biar abang yang memimpin," ucap Afwi sambil terus memompa aset berharganya ke aset berharga milik sang istri.


Rasa sakit dan perih yang dirasakan Nayla berangsur hilang, berganti dengan nikmatnya surga dunia yang tiada tara. Nayla benar-benar bahagia bisa menikah dengan belahan jiwanya, mempersembahkan mahkotanya hanya untuk.sang suami tercintanya. Putra kedua Yudhatama yang berparas tampan dan punya karir cemerlang, laki-laki yang miskin senyum pada orang lain namu ia sangat baik dan posesif pada dirinya.


Tak lama kemudian terdengar erangan dari keduanya, menandakan sepasang pengantin baru itu sudah mencapai puncaknya, Afwi membenamkan miliknya di aset Nayla agar benihnya segera masuk ke rahim sang istri dan berharap kabar baik segera menghampiri mereka.


Setelah puas, Afwi mengeluarkan asetnya dari milik Nayla lalu berbaring di samping istrinya, tak lupa beberapa kecupan ia berikan di kening dan wajah istrinya tanda terima kasih yang luar biasa.


"Makasih, Sayang, kau menjaganya untuk Abang, terima kasih atas semua cinta dan perhatianmu, I love you so much, my wife," ucap Afwi.


Nayla yang kelelahan karena serangan pertama sang suami yang begitu gencar, ia hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Sayangku, bagaimana kalau besok kita berangkat ke Bandung karena hari Jumat kita sudah harus di kota K untuk acara ngunduh mantu!" ajak Afwi sambil membelai rambut Nayla.


"Terserah abang saja, Nay ngikut aja," ucap Nayla dengan suara yang masih lemah.


"Ok, besok siang kita berangkat ke Bandung, kamu nggak usah bawa banyak pakaian, abang yang akan urus semuanya. Sekarang tidurlah kamu pasti capek!" pinta Afwi sambil membenarkan selimut yang dipakai istrinya lalu ia memeluk sang istri dengan penuh cinta.


Malam ini, Nayla sudah menjadi istri Afwi seutuhnya, tak hanya hati namun tubuh mereka juga sudah menyatu dengan penuh cinta dan hasrat yang membara. Itulah nikmatnya surga dunia setelah halal, semua hal yang dulu haram saat belum ijab qobul, setelah janji suci terlaksana semua hal yang dilakukan untuk membahagiakan pasangan akan berbuah pahala dan surga.


___________________________________________


He...he....maaf ya readers kalau ML kurang gimana gitu, kalau terlalu hihi nanti nggak lolos review, semoga cepat lolos review dan maaf juga author molor up nya kelamaan soalnya banyak kegiatan menjelang PAS



Kemarin sempat healing bentar di sini, semoga bisa fresh dan lancar up-nya.


Please, Like, Vote, Komentar, Rate and Favorit

__ADS_1


Thank You


__ADS_2