
Sampai di rumah Yasmin, mereka berempat turun dari mobil, Fahmi dengan sigap memapah Aryana masuk ke dalam rumah, Yasmin menyuruh Fahmi mendudukkan Aryana di ruang tengah saja.
"Mas bawa Aryana ke ruang tengah saja!" pinta Yasmin.
"Baik," jawab Fahmi.
Fahmi lalu mendudukkan Aryana di sofa ruang tengah kemudian ia duduk di sebelah Aryana dengan posesif.'
"Kenapa Om duduk disebelah Aryana, belum halal!" ucap Afwi.
"Biarin, salahkan ayahmu memisahkan kami," balas Fahmi.
"Mas Fahmi, sekarang biarkan Aryana ke kamarnya untuk ganti baju dan istirahat, mas Fahmi pulang aja dulu!" pinta Yasmin yang mendapat penolakan dari Fahmi.
"Tidak, aku mau menunggui Aryana!" ucap Fahmi menolak.
"Mas, kalian belum halal, jangan buat rumah kami di grebeg warga!" ucap Yasmin mengingatkan.
"Iya Om, sebaiknya Om pulang dan istirahat, besok kesini lagi!" pinta Aryana juga, sambil menggenggam tangan om kecenya itu.
"Om takut sayang, kalau kamu akan dibawa pergi lagi seperti dulu," ucap Fahmi merajuk membuat Afwi rasanya ingin muntah, sedangkan Yasmin hanya menggeleng-gelengankan kepala.
"Kali ini Aryana jamin, ayah nggak akan bawa kabur Aryana lagi," ucap Aryana meyakinkan.
"Huh baiklah tapi Om akan menempatkan beberapa penjaga untuk mengawasi mu dan rumah ini," ucap Fahmi serius.
"Terserah Om sajalah," ucap Aryana menyerah dengan sikap Omnya yang super posesif itu.
"Oke, om akan pulang, besok kamu nggak usah masuk sekolah dulu, istirahat dan jagan lupa diminum obat dan vitamin yang om kasih ya!" pinta Fahmi.
"Ya Omku sayang, aku bakal nurut sama om," ucap Aryana sambil menangkup wajah Fahmi gemas.
Setelah drama kepulangan Fahmi dari rumah Aryana, akhirnya dengan berat hati Fahmi meninggalkan rumah sang kekasih.
"Afwi antar Ana ke kamar, bunda mau mengantar om Fahmi keluar!" pinta Yasmin yang diiyakan oleh Afwi.
Fahmi pun keluar dengan diantar Yasmin, sebelum pulang mereka berbincang sebentar atas kasus yang menimpa Aryana di sekolah.
"Yasmin, besok aku akan menyuruh pengacaraku pak Jody untuk menangani kasus penganiayaan terhadap Aryana di sekolah, aku benar-benar nggak terima gadis yang kucintai diperlakukan seperti itu," ucap Fahmi dengan nada kesal.
"Mas, aku mengerti perasaanmu, aku juga seorang ibu, aku juga tidak akan terima putriku diperlakukan seperti itu, tapi aku rasa kita bicarakan masalah ini secara kekeluargaan dulu, jika benar Rianti itu yang melakukan penganiayaan terhadap Aryana, kita akan lihat apa dia dan orang tuanya punya niat yang tulus untuk meminta maaf kepada Aryana. Jika tidak baru kita tempuh jalur hukum dan sebaiknya biar pengacara mas Yudha saja yang menanganinya," ucap Yasmin.
__ADS_1
"Kamu memang tak pernah berubah selalu saja sabar, lembut dan pemaaf pantas Aryana hampir sama denganmu, tapi jangan salah paham aku memujimu bukan karena aku gagal move on darimu dan aku mencintai Aryana murni karena pribadi seorang Aryana bukan karena dia adalah putrimu," ujar Fahmi mengklarifikasi perkataannya.
"Aku sudah percaya cinta mas Fahmi sama Aryana tulus, aku memilih jalan kekeluargaan dulu dalam masalah Aryana ini karena aku juga pernah menjadi seorang guru, guru pengetahuan sosial lagi, jadi aku ingin tahu apa motif Rianti melakukan itu dan bagaimana sifat itu membully itu bisa tumbuh dalam dirinya karena apa yang dilakukan Rianti terhadap Aryana adalah kenakalan remaja yang termasuk salah satu penyimpangan sosial di sekolah," ucap Yasmin yang membuat Fahmi mengangguk-angguk mengerti.
"Yaa...ya...bu guru Yasmin, kalau begitu aku pulang dulu, awas jangan bawa kabur Aryanaku lagi!" ucap Fahmi memperingatkan.
"Iya, iya dasar bucin," ucap Yasmin.
"Assalamualaikum," ucap Fahmi kemudian dengan berat hati menaiki mobilnya keluar daru rumah Yasmin.
"Waalaikumsalam," balas Yasmin.
Keesokan harinya, Yasmin mendatangi sekolah Aryana untuk menyelesaikan kasus penganiayaan yang menimpa putrinya. Yasmin tidak datang sendiri, ia di dampingi Revanda putra Om Devan dari beberapa pengawal yang sudah di siapkan Yudha.
Sampai di sekolahan tempat putra putrinya belajar, Yasmin menjadi sorotan karena penampilannya yang begitu cantik dan anggun disampingnya ada Revanda yang cukup tampan sehingga banyak siswa perempuan begitu terpana. Yasmin disambut baik oleh kepala sekolah dan guru BK (Bimbingan Konseling).
"Assalamualaikum, selamat pagi pak kepala sekolah!" sapa Yasmin ramah
"Waalaikumsalam, selamat pagi juga bu Yudha, apa kabar?" ucap pak kepala sekolah sekaligus menanyakan kabar Yasmin.
"Alhamdulillah saya baik," jawab Yasmin.
"Mari Bu silahkan duduk!" pinta kepala sekolah.
"Maksud kedatangan saya kesini ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada putri saya Aryana dengan siswa yang bernama Rianti," ucap Yasmin.
"Maaf sebelumnya bu Yudha, kami selaku pihak sekolah sangat menyesalkan kejadian seperti ini terjadi di lingkungan sekolah kami. Saya, guru BK dan kesiswaan sudah menyelidiki kejadian yang menimpa Aryana dan benar bahwa disini Rianti dan dua orang temannya yang memulai pembullyan yang berakhir dengan mengunci Aryana di kamar mandi," ujar kepala sekolah.
"Dan saya mohon agar masalah ini diselesaikan dengan jalan kekeluargaan!" pinta guru Bk menimpali.
"Benar apa yang dikatakan bu Nina tadi, sebaiknya kita bicarakan secara kekeluargaan, hari ini kami juga mengundang orang tua Rianti," ucap pak kepala sekolah.
Tak lama pintu ruang kepsek diketuk oleh seseorang yang ternyata orang tua dari Rianti
Nampak seorang wanita yang berpenampilan glamour dan seorang yang pria seumuran Yasmin berpenampilan klimis. Kedua orang tua Rianti masuk dengan gaya sedikit angkuh seolah anak mereka tidak melakukan kesalahan apapun, namun begitu melihat siapa pria tampan yang duduk disebelah Yasmin ayah Rianti langsung berkeringat dingin, keangkuhannya tadi menguap entah kemana.
"Waduh, kok pak Revanda ada disini, sedang apa dia, atau jangan-jangan siswa yang dikunci di kamar mandi oleh Rianti masih saudara dengan pak Revanda?" tanya ayah Rianti dalam hati.
"Oh ya pak Sudiro kenalkan ini ibu Yudha beliau adalah bunda dari Aryana," ucap pak kepala sekolah.
Pak Sudiro semakin menegang manakala manik matanya bertemu dengan manik mata Revanda yang begitu dingin penuh intimidasi.
__ADS_1
"Kenalkan Yasmin bundanya Aryana dan ini adalah Revanda keponakan saya sekaligus orang kepercayaan suami saya di perusahaan, karena suami saya tidak bisa hadir disini karena masih ada tugas negara jadi suami saya meminta Revanda mewakilinya," ucap Yasmin ramah.
"Saya Sudiro ayah Rianti dan ini Sukma ibunya Rianti," ucap pak Sudiro sambil menyembunyikan kegugupannya.
Pak kepala sekolah lalu menjelaskan tujuan Yasmin datang ke sekolah, juga permasalahan yang terjadi antara Aryana dan Rianti. Meskipun kemarin guru bk sudah mengantongi pengakuan Rianti dan dua temannya tapi, Rianti juga turut di hadirkan di ruang tersebut. Namun Aryana tidak dihadirkan karena ia masih istirahat di rumah untuk pemulihan psikologi dan fisiknya.
"Rianti sekakarang kamu katakan kepada orang tuamu sendiri dan orang tua Aryana, kenapa kamu sampai melakukan tindakan tercela tersebut!" pinta bu Nina.
"Saya hanya bermain-main sebentar dengan Aryana, siapa yang tahu baru gitu aja sudah pingsan," ucap Rianti membela diri.
"Apa yang membuatmu melakukam hal tercela seperti itu pada putriku?" tanya Yasmin dengan berusaha tetap tenang.
"Salahkan Aryana, dengan wajah polosnya mendekati kak Irfan," jawab Rianti tanpa dosa.
"Nak Rianti, apa kamu melihat sendiri putriku merayu atau mendekati siswa yang bernama Irfan?" tanya Yasmin.
"Ya, aku tahu beberapa kali aku melihat meeeka jalan berduaan, dan sepertinya kak Irfan mulai terpengaruh oleh Aryana," jawab Rianti lagi.
"Nak, Rianti, kalau kamu hanya melihat putriku berjalan berdua dengan siswa yang bernama Irfan itu belum bisa membuktikan bahwa putriku Aryana mendekati Irfan. Ketahuilah putriku sudah memiliki seorang kekasih dan setelah lulus nanti mereka akan bertunangan, dan maaf kekasih putriku lebih segalanya dari siswa bernama Irfan itu jadi buat apa Aryana susah-susah mendekati siswa bernama Irfan itu.
"Oh ya, maaf ya bu, bukan saya tak percaya, gadis pendiam dan jarang bergaul seperti itu bisa punya kekasih," ucap Rianti dengan nada mengejek membuat Revanda naik pitam.
"Jaga bicara anda nona, jangan sampai karena kelakuanmu yang tidak sopan ini membuat kau dan keluargamu jadi gembel dijalanan!" ucap Revanda emosi dan Yasmin berusaha menenangkannya. Tapi dasar Rianti dia tidak menyadari kesalahannya malah makin menjadi.
"Memang siapa anda bisa membuatku keluargaku jadi gembel dijalanan?" tanya Rianti tanpa dosa. Sang ayah berusaha memberi kode pada Rianti agar diam namun sayang, Rianti tak mengerti ayahnya sudah panas dingin.
Suasana semakin memanas, pak kepala sekolah dan bu Nina sudah memperingatkan Rianti namun siswanya itu tetap bandel.
"Oh baiklah nona Rianti, sebenarnya nyonya kami berbaik hati ingin meyelesaikan dengan cara damai tapi sepertinya kami salah. Ketahuilah nona dan dengarkan baik-baik, tadi kau bertanya siapa aku kenapa bisa membuatmu dan keluargamu jadi gembel, karena ayahmu itu hanya karyawan biasa perusahaan yang dipercayakan padaku, hanya saja dia menjadi kepala divisi dan pemilik perusahaan dimana ayahmu bekerja adalah tuan Yudhatama Dewantara ayah dari Aryana Maira Yudhatama, yang berarti nona Aryana adalah cucu dari tuan besar Dimas Aji Dewantara pemilik Dewantara group, sudah jelas nona!" ujar Revanda sinis.
Jederr
Sekketika tubuh pak Sudiro dan bu Sukma lemas, Rianti menganga tak percaya, kepala sekolah dan bu Nina juga tak kalah terkejut mengetahui siapa sebenarnya Aryana.
___________________________________________
Makasih para readers tercinta yang masih mengikuti cerita recehan author ini dan maaih setia menanti up nya.
Maaf jika up nya kelamaan maklumlah author juga ada profesi lain di dunia nyata juga dua bocil cowok yang harus ekstra pengawasan 🙏🙏🙏
Please Like, Vote, Coment, Rate and Favorit
__ADS_1
Thank You
Bersambung...