
Kehamilan Nayla sudah menginjak tujuh bulan, semua anggota keluarga Yudha dan keluarga Yasmin datang ke Bandung untuk melaksanakan acara tujuh bulanan kehamilan Nayla, pak Mahendra dan bunda Nana juga datang ke Bandung. Keluarga Fahmi pun juga hadir dalam acara tersebut.
"Wah, Selamat ya Nay, setelah Aryana, baru kamu yang hamil kembar," ucap Kirana sambil mengelus perut Nayla yang lebih besar dari wanita yang hamil tujuh bulan pada umumnya.
"Alahamdulillah setelah lima tahun penantian, Allah kasih aku bonus," ucap Nayla sumringah .
"Makanya kalau dapat ujian dari Allah jangan cepat putus asa karena sesudah kesulitan ada kemudahan, Fa inna ma’al-‘usri yusrā, inna ma’al-‘usri yusrā, dua kali Allah menyebutnya dalam surat Al-Insyirah," ucap bunda Yasmin menimpali.
"Makasih ya Bunda untuk semua bantuan bunda, Nay nggak tahu harus bilang apa sama bunda, bunda baik banget sama Nay, bunda selalu sabar saat menasehati, Nay," ucap Nayla sambil merangkul Yasmin yang duduk di sampingnya
"Sudah jangan nangis, itu semua sudah tugas dan kewajiban bunda," ucap Yasmin sambil mengusap lembut punggung Nayla dengan lembut.
Di acara tujuh bulanan ini diadakan di rumah Afwi di Bandung dengan menambah tenda meja dan kursi karena selain warga sekitar, rekan-rekan Afwi di kepolisian juga di undang di tambah lima puluh anak yatim piatu yang pernah di kunjungi oleh Nayla dan ibu- ibu Bhayangkari. Semua anggota keluarga memakai dress code warna putih dengan jilbab motif dengan warna elegan. Tak lupa Yudha mengundang ustad kenamaan di kota Bandung untuk mengisi pengajian di malam tujuh bulanan kehamilan Nayla. Rasa syukur tak terhingga di ungkapkan Afwi dan Nayla, pasalnya, Nayla tak hanya mengandung satu bayi namun dua bayi yang berarti Nayla mengandung anak kembar dan jenis kelaminnya sudah di ketahui laki-laki dan perempuan.
"Sayang kamu disini?" ucap Afwi ketika akhirnya menemukan keberadaan sang istri di dapur.
"Iya, Bang, tadi Nay kebelet ingin ke belakang."
"Abang khawatir lihat kamu nggak ada di tempat duduk keluarga."
"Abang lebay ah, aku nggak mungkin kemana-mana."
"Sayang kandunganmu itu baru tujuh bulan tapi besar sekali, Abang ngeri kalau kamu berjalan kesana kemari, ayo abang antar kembali ke tempat dudukmu!" ajak Afwi mengandeng sang istri berjalan menuju tempat duduk putri khusus keluarga.
Melihat Nayla yang kembali ke tempat duduk bersama Afwi, membuat Yasmin mengerutkan dahinya.
"Nay, ada apa, kenapa sampai di gandenga suamimi begitu?" tanya Yasmin sedikit heran bercampur khawatir.
"Tidak apa-apa, Bund, tadi aku cuma mencari Nayla ternyata dia habis dari kamar mandi nggak balik-balik," jawab Afwi.
"Oh begitu, Bunda kira ada apa, tapi pesan bunda hati-hati kalau di kamar mandi ya Nak, apalagi kandunganmu sudah besar."
"Iya, Bund."
__ADS_1
"Sayang, abang mau duduk sama ayah dan papa, kamu jangan keman-mana lagi, kalau butuh sesuatu bilang bunda atau yang lainnya!"
Setelah mengantar istrinya duduk di sebelah bundanya, Afwi kembali ke deretan tempat duduk laki-laki khusus keluarga.
"Darimana, Fi?" tanya sang ayah.
"Mencari istriku Yah, jawab Afwi.
"Memang istrimu kemana?"
"Tadi tiba-tiba, aku melihat Nay tak ada di kursinya, lama menunggu dia tak kunjung kembali, karena khawatir aku mencarinya ternyata dia di kamar mandi."
"Ya sudah ayah kira ada apa," ucap Yudha kemudian kembali fokus pada isi pengajian.
Di sisi lain, Nayla juga menyimak dengan baik apa isi pengajian yang di sampaikan oleh ustad ternama dari kota S yang di undang secara khusus.
"Wah ternyata tanggung jawab menjadi orang tua itu berat," gumam Nayla namun masih bisa di dengar Yasmin yang duduk di sebelahnya.
"Iya Bund, bahkan tadi pak ustad bilang mendidik anak bisa dimulai dari dalam kandungan."
Yasmin dan Nayla berhenti berbincang saat sang ustad jeda sejenak karena sang ustad meminta group hadroh yang juga turut diundang untuk melengkapi pengajian malam hari ini diminta menyanyikan lagu Alamate Anak Shaleh yang lagi reliligi yang cukup terkenal akhir-akhir ini.
"Bund, aku pernah dengar lagu ini di beberapa acara pengajian," ucap Nayla yang tanpa sadar ikut sedikit mengerekan tangannya mengikuti irama lagu Alamate Anak Shaleh.
"Memang di daerah Jawa lagu ini sangat populer dinyanyikan saat acara keagamaan agama kita."
"Siapa yang punya ide undang hadroh, Bund?"
"Siapa lagi kalau bukan adikmu Azka, dan Afwi pun menyetujuinya, katanya dia kangen dengan acara seperti ini."
"Abang memang sangat antusias dengan acara tujuh bulanan ini, Bunda. Kata abang, sekalian tasyakuran buat kenaikan pangkatnya kemarin, apalagi bulan bulan depan abang dipindahkan ke Yogyakarta."
"Keputusan Afwi memang tepat, acara tujuh bulanan anak kalian sekaligus tasyakuran kenaikan pangkatnya, bunda banga memiliki anak-anak baik seperti kalian, meskipun memiliki pangkat, jabatan dan finansial lebih, kalian tak melupakan berbagi dan tetap rendah hati. Harta dan tahta boleh setinggi langit tetapi hati tetap di bumi, jangan pernah lupakan akhlak dalam menjalani kehidupan. Pangkat, jabatan, kekayaan, ketenaran, wajah cantik atau tampan, semua hanya titipan, kapapun Allah ingin mengambil kembali tidak ada yang bisa mencegahnya barang sedetikpun. Bunda juga banga pada kamu dan Kirana, meskipun suami kalian seorang perwira didukung kekayaan kelurga Dewantara namun kalian tetap rendah hati dan hidup bersahaja, karena ketika kalian berbuat yang tidak baik maka suami kalian juga akan kena sanksi dari kesatuan," ucap Yasmin menasehati Nayla.
__ADS_1
"Terima kasih, Bunda atas semuanya, semoga nanti Nay diberi kemudahan saat melahirkan nanti," ucap Nayla sambil tersenyum pada ibu mertuanya.
Rangkaian demi rangkaian acara tujuh bulanan kehamilan Naa akhirnya telah di lalui dengan lancar. Semua tamu yang hadir merasa turut berbahagia dan mendoakan yang terbaik untuk Nayla dan Afwi. Tak lupa para tamu juga mendapatkan souvenir cantik sebagai tanda terima kasih mereka bersedia hadir di acara doa bersama dan pengajian tujuh bulan kehamilan istri Afwi. Siapa yang tak kenal dengan sosok Yudhatama Dewantara pensiunan tentara pasukan khusus yang kini menjadi ceo salah satu perusahaan terbesar di tanah air.
Acara sudah berakhir, pihak Wo dan katering sudah mulai membereskan semua perlengakapan. Kini keluarga besar Afwi duduk di ruang keluarga, riuh ramai cucu-cucu dari keluarga Dewantara dan Danuarta memenuhi ruangan, meski sudah lebih dari jam sepuluh malam, tetapi anak-anak itu seperti memiliki energi cadangan yang luar biasa.
"Bagaimana rasanya kehamilanmu ini, Nak?" tanya bunda Nana yang turut hadir bersama Dio adik angkat Nayka di panti.
"Alhamdulillah, Bunda anak-anak Nay nggak rewel, Nay maupun abang nggak mengalami morning sicknes, cuma bawaannya pingin makan terus," jawab Nayla sambil mengelus perutnya yang sudah begitu besar.
"Syukurlah, hati-hati ya, jangan terlalu banyak beraktivitas, ini hami kembar pasti akan lebih sulit."
"Iya, Bunda, Nay mengerti, terima kasih atas nasehat bunda."
Pukul sebelas malam, keluarga Danuarta, dan keluarga Mitha, papa Mahendra, Bunda Nana dan Dio meninggalkan rumah Afwi untuk kembali ke hotel yang dekat dengan kompleks rumah Afwi, sedangkan Afwa, Aryana, oma Dewi dan opa Dimas menginap di rumah Afwi.
Melihat sang istri masih asyik berbincang dengan Kirana dan Aryana, Afwi langsung mendekati sang istri.
"Seru bener, cerita apa sih Sayang, ini sudah malam lho?" ucap Afwi.
"Ini Aryana cerita sewaktu mengandung dan melahirkan triplet," jawab Nayla.
"Dek, jangan cerita yang serem-serem sama istriku!" pinta Afwi dengan tatapan sedikit tajam pada Aryana.
Aryana terkekeh melihat tingkah posesif kakaknya, ia tak menyangka kalau kakaknya yang sejak dulu dingin dan datar bisa juga sebucin ini dengan istrinya.
"Kakak tenang, saja, aku nggak cerita yang serem-serem perihal melahirkan, justru aku mau kasih Kak, Nay motivasi biar selalu semangat apapun yang terjadi," sangkal Aryana atas tuduhan sang kakak.
Bukan tanpa alasan, Afwi takut Aryana cerita hal yang menakutkan soal melahirkan pasalnya Afwi juga ikut menyaksikan drama pasca sang adik melahirkan triplet, jika tidak mendapat donor jantung dari mamanya Alesya, adiknya tak akan tertolong.
"Sayang, ayo ke kamar kamu harus segera istirahat, tak baik ibu hamil tidur larut malam!" ajak Afwi.
Nayla pun menurut, karena memang dokter kandungan juga menyarankan agar Nayla tidak tidur larut malam demi kesehatan janinnya. Setelah mengucapkan selamat malam pada Kirana dan Aryana, Nayla pun beranjak dari duduknya dengan dibantu Afwi, kemudian mereka menuju kamar tidur utama yang sudah di pindah ke lantai dasar demi keamanan Nayla.
__ADS_1