
Setelah mendapat wejangan dari sang ayah, Afwa dan Afwi memulai menata strategi untuk meraih cinta mereka. Kebetulan Afwa di tugaskan di kota Semarang jadi ia bisa lebih sering bertemu Kirana, sedangkan Afwi di tugaskan di Bandung, meski begitu ia tetap akan memperjuangkan Nayla. Hari ini Afwa dan Afwi sama-sama berangkat ke tempat tugasnya masing-masing. Yasmin rasanya berat harus berpisah dengan kedua putranya lagi.
"Bunda, sudah dong jangan cemberut begitu, kita jadi berat nih ninggalin bunda," ucap Afwa sambil merayu sang bunda agar tak merajuk lagi.
"Makanya, kalian cepat nikah, biar bunda punya teman shopping menghabiskan uang ayah kalian," ucap Yasmin kesal.
"Ya Allah, bunda kalau saja tanten Dinda merestui, langsung aku nikahi tuh Kirana, tapi bunda tau sendiri kisahku seperti apa, kalau bunda bikin novel bisa mencapai seratus episode," ucap Afwa.
"Hais!, kau ini kenapa di hubungkan sama novel sih," ucap Yasmin makin kesal.
Melihat istrinya merajuk seperti anak kecil, Yudha hanya geleng-geleng kepala.
"Bunda sudah merajuknya, Afwa dan Afwi nanyi bisa terlambat, ikhlaskan mereka pergi, nanti ada saatnya rumah ini akan ramai dengan anak cucu kita!" pinta Yudha sambil merengkuh pundak Yasmin merapat ke tubuhnya.
"Iya, Bunda kami berangkat dulu, doakan kami semoga kami di beri kelancaran dan keselamataan dalam menjalankan tugas kami, doakan tahun ini kita bisa membawa mantu buat ayah dan bunda," ucap Afwi
"Walau berat ayah dan bunda akan mengiklaakan kalian, doa kami selalu beraama kalian, lakukanlah tugas dan kewajiban dengan baik, untuk Tuhan dan juga untuk negara, jangan lupa shalat, berdoa dan banyak-banyak baca shalawat!" pinta sang bunda lalu memeluk dan mencium Afwa dan Afwi yang sudah memakai seragam kebangaan mereka, begitu juga dengan Yudha yang selalu memberikan pelukan sebagai wujud dukungan untuk kedua anak kembarnya yang memilih profesi sebagai tentara dan polisi.
Akhirnya setelah dengan sedikit drama, Afwa dan Afwi berangkat menuju tempat tugasnya masing-masing.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jan Afwa sudah sampai di kota Semarang, ia langsung ke tempat tugas yang baru untuk melapor. Selesai laporan Afwa menuju asrama tempat ia akan tinggal bersama para prajurit yang masih bujang, tak lupa ia juga menganari sang kekasih jika ia sudah berada di Semarang. Di tempat yang baru, Afwa juga mendapatkan teman baru.
"Kenalkan, saya Letda Ridwan dan saya Letda Saiful," ucap dua orang tentara berpangkat Letda sama dengan Afwa saat Afwa memasuki asrama untuk para tentara yang masih bujang
"Siap, kenalkan nama saya Letda Afwa," ucap Afwa.
"Kamu prajurit baru yang di tugaskan di sini?" tanya Letda Ridwan yang usianya sedikitebug tua dari Afwa.
"Siap, Iya."
"Jangan formal begitu saat kita sedang di asrsma apa lagi ini jam istirahat!" ucap Letds Saiful.
Mereka lalu berbicara ringan bertukar cerita tentang keluarga dan pekerjaan, Afwa adalah pribadi yang supel dan low profile, jadi ia misah berteman dengan siapapun dan kalangan manapun, saar bercerita tentang keluarga, baik Afwa dan Afwi tidak pernah menunjukkan siapa keluarga mereka sebenarnya, bukan karena apa-apa namun Afwa dan Afwi lebih menyukai kehidupan yang bersahaja.
Tak terasa sudah hampir enam bulan Afwa bertugas di Semarang, Afwa juga sering bertemu dengan Kirana, dan hari Minggu ini mereka janji bertemu di kota tua Semarang, kota tua cukup ramai, bentuk baguanan yang menyiratkan suasana tempo dulu memberi kesan romantis dan keunikan tersendiri. Sekarang Afwa dan Kirana sedang berada di salah satu cafe di kota tua tersebut, namun wajah Kirana tak seperi biasanya, gadis pujaan Afwa tersebut terlihat sangat muram.
"Kirana, kau kenapa?, sakit, wajahmu tampak muram begitu?" tanya Afwa sambil menelisik raut wajah Kirana.
"Ibu mau menjodohkan aku sama anak temannya, seorang guru dan sudah menjadi ASN," jawab Kirana tanpa basa-basi yang langsung membuat Afwa tersedak.
Uhuk uhuk
"Apa!, tante Dinda mau menjodohkanmu dengan dengan laki-laki lain, sepertinya ibu kamu niat banget nggak pingin punya mantu tentara, terus ayah kamu bagaimana dengan ide ibu kamu?"
"Ayah tentu saja nolak, karena ayah pinginnya kak Afwa yang jadi menantunya, bukan laki-laki lain."
"Kamu sudah pernah ketemu dengan laki-laki itu?"
"Sudah, sekali."
"Terus reaksinya laki-laki itu gimana?"
"Ya biasa aja, tapi sepertinya dia menyukai aku, tapi aku tak menyukainya,"
"Gantengan aku atau laki-laki itu?"
"Ya gantengan kak Afwalah."
__ADS_1
Mendengar jawaban Kirana, Afwa mengulas senyum termanisnya.
"Jadi gantengan aku, gitu?" goda Afwa membuat Kirana tersipu, Afwa berhasil membuat gadisnya kembali tersenyum.
"Tapi bagaimana kalau ibu memaksaku unyuk menerima laki-laki itu, Kak, aku takut," ucap Kirana kembali sendu.
"Kamu bisa minta bantuan ayah kamu, masa om Raka kalah sama tante Dinda," saran Afwa.
"Sudah, Kak, Ayah sudah bicara baik-baik sama bunda, tapi hasilnya nihil ayah dan ibu bahkan sampai bertengkar, kalau aku nggak nikah sama kak Afwa lebih baik aku mati saja, aku nggak bisa hidup dengan laki-laki yang tak aku cintai, hiks...hiks," ucap Kirana disertai isakan.
"Hush, kamu nggak boleh ngomong sembarangan, ingat Kiran, kata-kata adalah doal, kamu harus kuat, percayalah kita pasti bersama," ucap Afwa sambil memegang tangan Kirana, lalu dengan lembut ia mengusap air mata sang kekasih.
Di tengah sikap romantis dua sejoli itu, terdengar suara dari panggung kecil yang terdapat fasilitas musik, menawarkan siapa pengunjung cafe yang ingin menyanyikan sebuah lagu, dan tawaran itu langsung disambut senang oleh Afwa, ia akan menyanyi untuk sang kekasih.
"Siapa yang ingin menyanyikam sebuah lagu saya persilahkan!"tawar seorang wanita yang merupakan salah satu penyanyi di cafe tersebut.
"Saya, mbak!" ucap Afwa yang kemudian langsung berdiri menuju panggung mini
"Mau nyanyi lagu apa mas?"
"Saya mau menyanyikan lagu cinta sampai mati," jawab Afwa.
"Ah so sweet mas nya ini ya, pasti senang nih kekasihnya punya cowok kayak gini, cakep dan romantis."
Afwa lalu menyanyikan lagu cinta sampai mati dari Andhika Kangen Band dengan penuh perasaan dan penghayatan.
Duhai engkau, sang Belahan Jiwa
Namamu terukir dalam pusara
Di setiap langkah, ku s'lalu berdoa
Semoga kita bersama
Labuhkanlah cintamu di hidupku
Ku ingin kau tahu betapa merindu
Hiduplah engkau denganku
Dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Bersujud dan lalu aku meminta
Semoga kita bersama
Dengarkanlah
Di sepanjang malam, aku berdoa
Cintaku untukmu s'lalu terjaga
Dan aku pasti setia
Beberapa pengunjung sampai baper mendengat Afwa menyanyi, Kirana bahkan sampai menangis sesengukan mendengar curahan hati Afwa pada dirinya, melihat semua ini ia bertekad akan memperjuangkan cintanya apapun yang terjadi.
__ADS_1
"Aku akan berjuang untuk cinta kita kak, meski nyawaku yang akan jadi taruhannya," batin Kirana
Selesai menyanyi, Afwa langsung menghampiri sang kekasih, ia tersenyum melihat Kirana yang sudah tersenyum kembali.
"Kau suka lagunya, Sayang?"
"Suka, Kak, makasih."
"Sekarang, mau jalan lagi apa mau pulan" tawar Afwa.
"Aku masih mau jalan lagi, Kak."
"Kemana, hemm?" tanya Afwa lembut.
Hal inilah yang membuat Kirana tak bisa berpaling dari sosok Afwa, di balik seragam dinasnya yang sarat akan ketegasan, dan kehidupan yang keras, namun ketika bersama dirinya, maupun keluarga, Afwa bertransformasi menjadi sosok yang lembut penyayang dan kadang manja. Hanya bunda Yasmin dan Kirana yang kena manjanya putra sulung Yudhatama Dewantara ini.
"Aku mau ke Sam Poo Kong."
"Kok kesana, Yang?"
"Lha emang kenapa?, biar agak dekat gitu, kalau destinasi yang lain ntar kejauhan, nanti kakak bisa terlambat balik ke asrama."
"Oke, Sayang, pengertian banget sih?, terus disana mau ngapain, jajan lagi?"
"Nggak, cuma pingin lebih lama saja sama kakak, karena mungkin kakak akan sibuk dan kita akan jarang ketemu atau bahkan nggak akam ketemu lagi," ucap Kirana yang membuat Afwa terhenyak.
"Tuh kan mulai ngomong aneh-aneh lagi," protes Afwa yang di balas cengiran oleh Kirana.
"Sorry," ucap Kirana yang langsung mengandeng lengan Afwa untuk segera meninggalkan cafe yang berada di kota lama.
Mereka kemudian melanjutkan perjalan ke Sam Poo Kong, sekitar dua puluh menit mereka sampai di destinasi wisata bernuansa China itu.
"Nah kita dah sampai, Yuk masuk!" ajak Afwa.
"Sekarang mau apa di sini, jajan kuliner lagi?" tanya Afwa.
"Kita kesana aja, Kak!" ajak Kirana ke sshuah stand studio foto yang menyewakan costum pakaian tradisional China.
"Kita kesini, mau foto pakai pakaian seperti itu?"
"Iya, 'kan lucu," jawab Kirana sambil mengandeng tangan Afwa manja.
"Apa nggak terlihat aneh, kita pakai costum seperti itu?" tanya Afwa ragu.
"Ya nggak lah seru tau, yuk!"
Akhirnya Afwa menuruti permintaan Kirana berfoto dengan menggunakan costum pakaian tradisional China, dan hasilnya ternyata tak terlalu buruk, meski Afwa merasa dirinya tampak aneh tapi demi nyeneningin ayang beb tak apalah.
"Heh, penampilan gue boleh juga pakai costum ini, tapi...kalau sampai teman-teman di batalyon tau bisa runyam nih, diledekin sampai habis pasti."
_______________________________________
Kira-kira Kirana mau ngapain ya untuk mempertahankan cintanya pada Afwa?
Please, Like, Vote, Coment, Rate and Favorit, hadiah juga oke.
Thank You
__ADS_1
Kalau ada protokol militer yang salah harap maklum njih, ampun di bully, juga ada revisi di eps ini setelah up load 🙏🙏