Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode.76


__ADS_3

Pagi harinya Fahmi dan Aryana mulai menjalani aktivitasnya, Fahmi sudah akan mulai bekerja di kantor pagi ini, namun sebelum ke perusahaan Fahmi menyempatkan mengantar Aryana ke kampusnya, Fahmi sudah mendaftarkan Aryana di jurusan kedokteran di salah satu universitas terbaik di Singapura.


"Sayang hari ini, aku antar kamu ke kampus ya setelah itu, baru aku ke perusahaan," ucap Fahmi saat selesai sarapan dengan istrinya


"Nanti aku pulangnya bagaimana?" tanya Aryana.


"Nanti akan ada supir yang akan menjemputmu, namanya Romi, dia supir perusahaan tapi aku alihkan untuk menjadi supirmu selama kamu belum hafal jalan-jalan di Singapura, jawab Fahmi.


"Oh begitu, kok namanya seperti nama anak muda?"


"Ngarep ya kalau Romi itu masih muda?"


"Ih, nggak ya cuma tanya doang, kalau bisa supirku itu perempuan tapi harus jago bela diri."


"Nanti aku usahakan ya Sayang, ini darurat, jadi sama pak Romi dulu, dia umurnya sekitar tiga puluh lima tahun, dia juga sudah menikah dan punya tiga orang anak."


"Iya-iya, meski pak Romi itu masih seumuran aku, aku juga nggak akan tertarik!" sungut Aryana.


Cup


"Gitu aja marah, aku percaya sama kamu, Sayangku," ucap Fahmi sambil mendaratkan ciuman di pipi Aryana agar istri kecilnya itu tidak marah lagi.


Tak berapa lama mobil mereka sampai di depan kampus, Aryana berpamitan dengan suaminya, tak lupa Aryan mencium tangan Fahmi dan di balas dengan ciuman di kening dan kedua pipi Aryana.


"Aku kuliah dulu ya Honey," pamit Aryana sambil tangannya meraih tangan Fahmi untuk di cium.


"Ya, hati-hati kalau ada apa-apa segera hubungi aku, dan jangan lupa sebelum masuk kamu temui dulu profesor Richard, aku sudah menghubunginya!" pinta Fahmi.


"Oke, Honey, Assalamualaikum," ucap Aryana.


"Waalaikumsalam," balas Fahmi sambil memberikan kiss bay dari dalam mobil setelah Aryana turun dari mobil.


Setelah turun dari mobil Aryana memandangi gedung megah di hadapannya yang merupakan kampus ternama di negara Singapura. Aryana melangkahkan kakinya ke dalam halaman kampus, Pakaiannya yang tertutup membuat banyak pasang mata menatap heran ke arahnya, namun Aryana tidak perduli dengan pandangan orang-orang yang melihatnya, ia menuju ke petugas keamanan di kampus tersebut untuk menanyakan dimana ia bisa menemui profesor Richard.


"Permisi, Pak, saya mahasiswa baru sini, saya ada janji bertemu profesor Richard, dimana saya bisa menemui beliau?" tanya Aryana sopan dan lembut.


Petugas keamanan tersebut, tidak langsung menjawab, ia memindai penampilan Aryana dari kelapa sampai ujung kaki.


"Ada kepentingan apa ya nona ingin bertemu profesor Richard?" tanya petugas keamanan tersebut.


"Saya mau membicarakan tentang kuliah saya selama di sini," jawab Aryana.


"Kalau hanya mengurus tentang kuliah tidak perlu dengan profesor Richard, nona bisa langsung ke bagian administrasi karena profesor Richard bukan seseorang yang mudah di temui," ucap petugas keamanan itu dengan angkuh.


"Oh baiklah, kalau begitu dimana ruang administrasinya?" tanya Aryana.


"Nona jalan saja mengikuti koridor ini, nanti di sana ada ruangan kaca yang besar, di sanalah ruang administrasi," jawab petugas keamanan tersebut.


"Baiklah, terima kasih," ucap Aryana yang kemudian segera berlaku dari hadapan petugas keamanan kampus.

__ADS_1


Aryana akhirnya menemukan ruang administrasi kampus, ia segera memasuki ruangan tersebut, di sana ia di sambut oleh salah satu staf admistrasi.


"Permisi!" ucap Aryana.


"Iya nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya staf yang bertag name Friska.


"Saya Mahasiswa baru, tadi saya di minta oleh suami saya untuk menemui profesor Richard, tapi kata petugas di depan saya di suruh ke bagian administrasi," jawab Aryana.


"Untuk apa nona bertemu profesor Richard?" tanya Friska.


"Saya kurang tahu, mungkin mengenai kuliah saya di sini, suami saya hanya berpesan agar saya menemui profesor Richard terlebih dahulu," jawab Aryana.


"Memangnya siapa suami anda sampai meminta anda menemui profesor Richard?, tidak sembarang orang bisa bertemu dengan profesor Richard," ucap Friska dengan nada merendahkan.


"Suami saya dokter Fahmi Arya Pratama," jawab Aryana dengan tenang tapi tidak dengan wanita di depannya ini.


Juaderr


"Maaf, mohon maafkan ketidaksopanan saya Nyonya, saya mohon jangan katakan tentang kejadian ini pada dokter Fahmi," ucap Friska memohon maaf pada Aryana sambil berdiri dan membungkukkan badannya, sehingga membuat semua orang yang ada di ruangan administrasi tersebut menatap heran kenapa rekan kerjanya ada yang sampai memohon maaf pada seorang gadis cantik berhijab dengan nada ketakutan.


Mendengar permintaan maaf yang berlebihan padanya, Aryana mengeriyitkan dahinya, ia sama sekali tidak mengerti kenapa wanita di depannya ini begitu ketakutan ketika ia menyebut nama lengkap suaminya. Masih dengan rasa bingungnya, kepala bagian administrasi mendekati Friska.


"Friska ada apa ini, kenapa kau ribut sekali dan meminta maaf pada gadis ini?" tanya kepala bagian yang keluar dari ruangannya karena mendengar kasak kusuk dari para stafnya, saat keluar dari ruangannya ia menemukan Friska sedang memohon maaf pada seorang gadis dengan ketakutan.


"Pa-pak Willy, ini istri dokter Fahmi Arya Pratama ingin bertemu profesor Richard," jawab Friska gugup.


"Ba-baik, pak," ucap Friska


Namun sebelum Friska mengantar Aryana, pak Willy memanggil Friska.


"Tunggu Friska!" pinta pak Willy.


"Iya Pak," ucap Friska


"Biar aku yang mengantar Nyonya Fahmi ke ruangan profesor Richard, tapi setelah ini, kau ke ruangan saya, ada yang harus kau jelaskan pada saya!" pinta pak Willy.


"Baik," ucap Friska.


Pak Willy kemudian mengantar Aryana ke ruangan profesor Richard, selama menuju ruangan profesor Richard pak Willy sedikit mengajak berbincang Aryana karena ia sangat penasaran dengan sosok istri dokter Fahmi yang masih sangat muda.


"Nyonya Fahmi, kalau boleh tahu berapa usia anda sekarang, anda kelihatan masih sangat muda?" tanya pak Willy.


"Usia saya bulan depan menginjak sembilan belas tahun," jawab Aryana.


"Wah sangat muda sekali anda menikah, kenapa anda begitu muda sudah menikah bukankah perempuan seusia anda harusnya menikmati masa remaja pada umumnya?" tanya pak Willy ingin tahu kenapa gadis semuda itu mau menikah dengan seorang laki-laki yang sudah berumur kalau bukan karena harta dan Aryana bukanlah gadis yang bodoh yang tidak tahu arah pembicaraan pak Willy.


"Kalau pak Willy berfikir saya menikah dengan dokter Fahmi karena harta anda salah besar, tidak semua wanita gila dengan harta, maaf pak Willy bukannya saya mau menyombongkan diri, soal harta Alhamdulillah sejak kecil saya tidak kekurangan bahkan berlebih, jadi motif saya menikah dengan dokter Fahmi murni karena cinta," jawab Aryana yang menyerang telak pertanyaan pak Willy.


"Maaf, Nyonya saya tidak bermaksud menuduh Nyonya seperti itu," ucap pak Willy merasa tak enak.

__ADS_1


"Sudahlah tak perlu di pikirkan, orang-orang yang tidak tahu saya pasti juga akan berfikir demikian, apa ruangan profesor Richard sudah dekat?" tanya Aryana.


"Sudah, Nyonya, itu yang pintunya paling besar!" tunjuk pak Willy ke sebuah pintu yang tampak lebih besar dari pintu yang lain.


"Nah ini ruangan profesor Richard," ucap pak Willy.


"Terima kasih pak Willy sudah mengantar, oh ya jika pak Willy masih penasaran pak Willy bisa lihat di internet tentang DW group," ucap Aryana yang kemudian mengetuk pintu besar tersebut, setelah ada suara yang menyuruhnya masuk, Aryana segera masuk ke dalam ruangan profesor Richard. Sedangkan pak Willy benar-benar kepo dan langsung browsing di internet, dan matanya membulat sempurna melihat profil DW group, dalam hati ia berdoa semoga kariernya masih bisa di selamatkan.


"Di ruang profesor Richard, Aryana melihat seorang lak-laki yang sudah berumur seperti suaminya sedang duduk di kursi kebesarannya dengan pandangan masih memeriksa sebuah dokumen.


"Kok masih muda ya, seperti seumuran Honey, bener nih aku nggak salah ruangan, aku kira yang namanya profesor itu sudah tua seperti opa Dimas, tapi ini kok masih muda?" tanya Aryana dalam hati.


"Selamat pagi profesor!" sapa Aryana membuat laki-laki di depannya mendongakkan kepalanya.


"Siapa anda dan ada perlu apa menemui saya?" tanya profesor Richard datar.


"Maaf menganggu kegiatan profesor Richard, perkenalkan saya Aryana Maira Yudhatama istri dari dokter Fahmi Arya Pratama, dan suami sayalah yang menyuruh saya menemui anda sebelum masuk kuliah," ucap Aryana yang sukses membuat profesor Richard terkejut sampai menjatuhkan pulpen yang di pegang nya.


"Ya Tuhan ini kah istri Fahmi, cantik, masih sangat muda, sopan dan pakaiannya tertutup," batin profesor Richard mengagumi sosok gadis muda di depannya itu.


"Prof!" panggil Aryana yang membuat profesor Richard tersadar dari lamunannya.


"Oh iya, mari silahkan duduk, Nyonya Fahmi!" pinta profesor Richard pad Aryana agar duduk di kursi yang ada di depannya.


"Terima kasih."


"Apa saya bisa mulai kuliah hari ini?" tanya Aryana.


"Sudah, tapi ada hal yang akan saya saya sampaikan, yang pertama Nyonya Fahmi akan berada di kelas khusus bersama beberapa mahasiswa kalangan atas sistem pembelajarannya juga cukup fleksibel berbeda dengan kelas reguler, nanti asisten saya yang akan memberitahu dimana kelas anda," ucap profesor Richard.


"Apa ini permintaan suami saya?" tanya Aryana yang tersirat rasa tak suka dengan sistem pembelajaran yang akan dia terima.


"Iya, Nyonya Fahmi, suami anda menginginkan yang terbaik untuk anda, dan sepertinya dia sangat menyayangi anda," jawab profesor Richard.


"Tapi saya tak suka di kelas khusus, saya ingin di kelas reguler biasa bersama teman-teman mahasiswa dari kalangan umum, dan saya minta agar identitas saya untuk di rahasiakan, saya ingin semua orang di kampus ini mengenal saya sebagai seorang Aryana Maira, seorang mahasiswi kedokteran dari kalangan biasa!" pinta Aryana.


Mendengar permintaan istri dari sahabatnya, profesor Richard di buat tercengang, baru kali ini dia menemukan seorang wanita yang masih sangat muda yang tidak silau dengan kekayaan, ketenaran dan status. Jika di luar sana banyak anak muda dari kalangan atas sangat sombong dan arogan dengan status sosialnya yang tinggi juga kekayaan yang mereka miliki tapi tidak dengan gadis cantik berhijab yang sedang duduk di hadapannya ini.


"Pantas saja Fahmi tergila-gila sama kamu Aryana, Tuhan bisakah Engkau sisakan satu saja wanita seperti Aryana untukku," batin profesor Richard .


__________________________________________


Hai readers, ngarep banget ya Aryana segera hamil, author juga ngarep tapi sabar ya nanti juga nyampai ke kehamilan Aryana.


Please, Like, Vote, Rate, Coment and Favorit


Thank You


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2