Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 57


__ADS_3

Sampai di SMA Taruna, suasana sudah tampak ramai, Afwi dan adiknya agak kebingungan mencari orang tuanya. Sampai akhirnya Afwi menelpon sang ayah untuk menanyakan dimana posisinya. Akhirnya Afwi menemukan dimana posisi sang ayah.


"Ayah!" panggil Afwi


Yudha, Yasmin dan Afwa yang berdiri dengan posisi membelakangi Afwi pun menoleh ke belakang mencari sumber suara.


Senyum mengembang di bibir Yasmin dan Afwa melihat Afwi, Aryana dan Azka telah berada di hadapan mereka.


"Kak Afwa!" teriak Aryana sambil berlari kecil menghampiri kakak sulungnya dan langsung memeluknya.


Afwi membalas pelukan adik kembarnya erat sambil tersenyum, wanita kedua yang ia sayangi sepenuh hati setelah sang bunda.


"Wah kak Afwa tampan sekali, wangi lagi, pantas saja Kirana nggak bisa pindah kelain hati, kalau aku bukan adik kandung kak Afwa aku pasti sudah naksir berat," ucap Kirana setelah ia mengurai pelukannya pada Afwa namun karena kata-kata terakhirnya yang ngawur, Aryana malah mendapat jitakkan di kepalanya.


"Jangan suka ngawur kalo ngomong!, heran deh sebenarnya apa sih yang om Fahmi suka dari kamu sampai rela nungguin kamu tujuh belas tahun," ucap Afwa yang membuat Aryana mengerucutkan bibirnya.


"Ih, sakit kak, tapi bener lho, kak Afwa pakai seragam SMA Taruna saja kece badai sekali apalagi nanti keterima di Akmil, pakai pakaian taruna Akmil nanti pelantikan pakai PDU seperti ayah, wah bisa-bisa Kirana pingsan lihat gantengnya kakakku," ucap Aryana sambil mengerlingkan matanya.


"Dasar kamu ya, kalau dokter bucinmu ada disini dia pasti akan memukulku karena pujianmu yang alay itu," ucap Afwa kesal.


Yudha dan Yasmin yang melihat tingkah konyol anak kembarnya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Afwi dan Azka juga mendekat ke arah Afwa dan memberikan selamat.


"Selamat ya kak Afwa semoga ilmunya bermanfaat dan bisa tembus masuk Akmil," ucap Afwi lalu memeluk Afwa.


"Selamat ya kak Afwa," ucap Azaka setelah Afwi mengurai pelukannya.


"Terima kasih, Azka," ucap Afwa sambil mengacak gemas rambut adik bungsunya itu.


"Ayo kita ke studio foto dulu untuk foto bersama!" ajak Yudha.


"Memang ayah tau tempat studio foto disini?" tanya Yasmin.


"Ya taulah, ayah kan pernah empat tahun menempuh pendidikan Akmil di Magelang, Reno sudah menyiapkam semuanya, kita tinggal ke lokasi," jawab Yudha.


"Reno siapa Yah, tanya Afwa karena merasa asing dengan nama itu.


"Reno anak teman ayah waktu di Akmil dulu, dia buka studio foto di sini," jawab Yudha.


"Reno jadi fotografer, Yah?" tanya Afwi.


"Iya, ia nggak mau mengikuti jejak ayahnya, malah adik perempuannya yang jadi mau jadi polwan tapi baru mau daftar Akpol tahun ini" jawab Yudha.


"Wah, nanti kalau Afwi jadi masuk Akpol, bisa ketemu dong sama anak teman ayah," goda Aryana.


"Kamu ngomong apaan sih, Dek?" ucap Afwi kesal.


Sudah-sudah, kita jadi foto nggak sih, bunda dah kepanasan nih?" sela Yasmin.


"Ayo berangkat kasihan bundam!" ajak Yudha.


Yudha dan keluarga kecilnya segera menuju parkiran mobil untuk segera menuju studio foto milik Reno.


Tak lama Yudha and familiy sudah sampai di studio foto milik Reno, di studio foto Reno sendiri yang menyambut mereka.


"Apa kabar Om?" sapa Reno ramah.


"Alhamdulillah, kabar Om baik, ayah ibu kamu gimana aman kan?" tanya Yudha.


"Mereka semua aman Om dan sehat," jawab Reno.


"Oh ya, ini kenalkan istri dan anak-anak Om," ucap Yudha yang disusul Yasmin dan anak anaknya berkenalan.


Reno tampak bingung melihat dua pria tampan yang hampir mirip tapi lebih tepatnya terlihat seperti anak kembar dan Yudha melihat kebinggungan Reno.


"Kamu pasti bingung ya Ren, tiga putra Om ini terlahir kembar," ucap Yudha sambil merangkul Afwa, Afwi dan Aryana.


"What!" pekik Reno kaget.


"dan anak tertua kami adalah Afwa yang memakai seragam SMA Taruna, kemudian Afwi lalu Aryana," sambung Yudha menjelaskan tentang tiga anak kembarnyan.


"Lalu Azka anak keempat kami meski ia lahir di kehamilan kedua istri Om," jelas Yudha lagi sambil menunjuk Azka yang sedang dirangkul Yasmin.

__ADS_1


"Waduh apa nggak berat tante bawa tiga bayi dalam kandungan?" tanya Reno.


"Berat sih iya, tapi tante menikmatinya, karena yang merasakan gejala kehamilan adalah ayahnya sampai harus ijin tidak masuk karena mengalami sindrom kehamilan simpatik," jawab Yasmin sambil terkekeh geli.


"Bunda...!" ucap Yudha pelan namun terdengar tegas, sepertinya ia tak suka kartu As nya di buka oleh sang istri.


"Mas Reno fotonya bisa dimulai sekarang?" tanya Aryana.


"Oh bisa bisa, maaf malah jadi ngobrol," jawab Reno tak enak.


Kemudian Yudha dan keluarganya masuk ke ruang studio foto, mereka bisa memilih background apa yang ingin mereka gunakan. Keluarga Yudha berfoto dengan berbagai gaya dan posisi sehingga hampir satu jam sesi foto studio baru selesai. Aryana juga meminta foto sendiri karena ia sangat terarik dengan fasilitas studio foto milik Reno yang terkesan alamiz dan saat Aryana meminta foto sendiri Reno sangat senang, karen ia bisa memandang puas gadis cantik di depannya ini. Sejak datang tadi Reno sangat terkesan dengan wajah Aryana yang cantik alami apalagi jika tersenyum, duuh manisnya.


"Sudah selesai Om, fotonya nanti kalau sudah jadi saya kabari dan langsung saya kirim ke kota S," ucap Reno.


"Terima kasih, semoga usahamu sukses, Om banga dan senang dengan anak muda yang mandiri, pekerja keras dan kreatif seperti kamu," ucap Yudha.


"Terima kasih untuk pujiannya, Yud, untuk putraku" ucap seseorang yang masih memakai seragam PDH yang datang bersama seorang gadis cantik dengan rambut sebahu.


"Heri!" panggil Yudha kaget.


"Ya kenapa kaget?" tanya Heri yang langsung memeluk sahabatnya yang sudah bertahun-tahun tak bertemu.


"Tentu saja, aku kira kamu masih tugas di Jawa Timur," ucap Yudha.


"Waktu kamu telpon kemarin aku masih tugas disana, tapi hari ini aku sudah balik karena acaranya selesai lebih cepat," ucap Heri.


"Eh, siapa gadis cantik ini Her?" tanya Yudha.


"Oh ya ini anak keduaku Salsa," jawab Heri sambil mengenalkan Salsa.


"Siang Om, salam kenal," ucap Salsa ramah.


"Siang, salam kenal juga, oh ya kenalkan juga ini putra putri Om," ucap Yudha lalu mengenalkan anak-anaknya.


"Oh ini anakmu yang kembar tiga itu, yang pernah kamu ceritakan?" tanya Heri.


"Iya, dan anakku yang di SMA Taruna adalah yang sulung, yang kedua ini Afwi yang mau masuk Akpol juga seperti putrimu dan ini kembar yang ketiga Aryana yang tiga bulan lagi akan melangsungkan pernikahannnya," ucap Yudha mengenalkan ketiga anak kembarnya agar Heri tak binggung, namun kalimat terakhir Yudha membuat Heri dan kedua anaknya shock.


"Iya menikah, kenapa kalian terlihat kaget begitu?" tanya Yudha.


"Anakmu masih muda sekalai seumuran Salsa kenapa menikah terlalu muda?" tanya Heri.


"Sebenarnya aku pingin Aryana kuliah dulu, tapi tunangannya ngebet pingin segera dihalalkan," jawab Yudha.


"Memang siapa calon suami putrimu, apa dari kalangan militer?" tanya Heri.


"Bukan, dia seorang dokter," jawab Yudha.


Dari semua yang ada disitu Renolah yang paling shock sekaligus sedih, baru kali ini asa gadis yang membuatnya berdebar pada pandangan pertama namun harus layu sebelum berkembang.


"Gila, belum juga pedekate, ternyata sudah jadi calon istri orang," batin Reno kecewa.


"Oh aku kira calon mantumu dari militer," ucap Heri.


"Putriku nggak suka punya suami tentara, nggak mau LDR," ucap Yudha.


"Berarti kedua kakak kembarnya di langkahi dong?" tanya Heri.


"Iya, kedua kakaknya ikhlas dilangkahi adiknya, kalau Afwa sudah punya pacar tapi mereka LDR ran, kalau Afwi keliahatannya masih jomblo tuh," ucap Yudha sambil tersenyum membuat Afwi jengah.


"Om Heri nanti datang ya ke pernikahanku, ajak mas Reno dan mbak Salsa juga, siapa tahu aku bisa dapat calon kakak ipar satu lagi" pinta Aryana.


"Insaallah ya Nak, kalau Om nanti lagi nggak tugas luar, akan Om usahakan datang," ucap pak Heri.


Ucapan Aryana sontak membuat Afwi melototkan matanya pada Aryana, apa maksudnya coba.


"Ini putrimu yang mau masuk Akpol tahun ini?" tanya Yudha.


"Iya Salsa ini yang akan daftar Akpol tahun ini," jawab pak Heri.


"Wah, kalau anak kita lolos masuk Akpol, mereka bisa berteman siapa tahu lanjut berjodoh," canda Yudha.

__ADS_1


"Ayah ngomong apaan sih, kenal juga baru hari ini, daftar Akpol aja belum sudah ngomongin berteman dan apa itu tadi berjodoh, kalau kami nanti sama-sama keterima jadi polisi, ogah deh punya istri satu profesi," umpat Afwi dongkol dengan omongan ayahnya yang satu ini.


Setelah obrolan yang agak panjang, akhirnya Yudha dan keluarganya pamit meninggalkan studio foto milik Reno.


Diperjalanan ponsel Aryana berdering berkali-kali, sebenarnya ia malas mengangkatnya karen Aryana sudah kecapean tapi, Yasmin mengingatkan untuk mengangkatnya.


Aryana


"Hallo, Assalamualaikum, honey"


Fahmi


"Waalaikumsalam, kamu dimana sayang?


Aryana


"Aku di Magelang honey, di acara wisuda kak Afwa."


Fahmi


"Balik kapan?"


Aryana


"Mungkin besok honey, kenapa?"


Fahmi


"Nggak apa-apa, cuma kangen aja."


Aryana


"Aku kira kenapa, ya udah aku tutup telponya ya sudah mau sampai hotel."


Fahmi


"Iya, hati-hati sayang jangan telat makan!"


Aryana


"Oke honey, kamu juga jaga kesehatan honey, ingat jangan macam-macam sama cewek lain disana!"


Fahmi


"Nggak sayang, aku tetap jaga hati dan tubuhku hanya untukmu."


Aryana


"Ok, Assalamulaikum."


Fahmi


"Waalaikumsalam."


"Fahmi yang nelpon, Na?" tanya bunda.


"Iya bund memang siapa lagi," jawab Aryana


"Maklumlah kamu kan sekarang resmi calon istrinya," ucap bunda.


"Iya sih, tapi kadang lebay deh si honey," ucap Aryana.


"Memang baru tahu?" ucap Yudha, Afwa dan Afwi bersamaan.


________________________________________


Yang menantikan hari H nya Om Fahmi dan Aryana sabar ya, nanti ada pemberitahuan sebentar lagi.


Please Like, Vote, Coment Rate and Favorit


Thank You

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2