
Mendengar pertanyaan Fahmi, Aryana hanya menunduk, menghindari tatapan laki-laki yang resmi melamarnya.
"Emm, iya honey," lirih Aryana.
"Kenapa sampai tak makan, segugup itukah ketika akan dilamar keluargaku?" tanya Fahmi lembut.
"Aku nggak tau honey, sejak sore jantungku berdegup kencang membuatku tak bisa berfikir apapun dan membuatku males buat makan," jawab Aryana.
"Sini aku periksa mungkin jantungmu bermasalah lagi!" ucap Fahmi sambil menarik tubuh Aryana lebih dekat dengannya, membuat pandangan mata mereka bertemu.
"Honey!"
"Besok ke rumah sakit ya kita rekam jantungmu lagi!" ajak Fahmi.
"Nggak usah honey, aku baik-baik saja," tolak Aryana.
"Baiklah tapi besok-besok nggak boleh seperti ini lagi okay?" ucap Fahmi dan secara reflek ia membelai kepala Aryana, pada saat itulah suara deheman membuyarkan keromantisan dua sejoli itu.
"Ekhemm," Afwi berdehem dari belakang dua sejoli tersebut.
Fahmi dan Aryana segera memutar kepala mereka untuk melihat siapa yang berdehem tadi. Setelah mereka tahu Fahmi mendengus kesal begitu juga Aryana.
"Kamu Afi, kenapa selalu menganggu moment romantis kami sih!" ucap Fahmi sambil mendengus kesal.
"Maaf, Om tapi belum halal nggak boleh nempel-nempel ntar kalau ada setan lewat bahaya lho," ucap Afwi santai.
"Sudahlah, honey, nggak usah dengerin kak Afwi, ayo kita gabung sama yang lain!" ajak Aryana sambil mengandeng tangan Fahmi menuju ke orang tua mereka yang tengah asyik mengobrol. Afwi yang di cuekin mendengus kesal.
"Wah dari mana kalian habis makan malam kok malah ngilang?" tanya oma Dewi saat Fahmi dan Aryana menghampiri para sesepuh yang tengah asyik mengobrol.
"Kami cuma berbincang sambil melihat ikan mas koi di kolam," jawab Fahmi.
"Cuma lihat ikan apa ada yang lain?" goda opa Dimas.
"Ih Opa, nggak ada ya, Om Fahmi sama aku beneran cuma ngobrol dekat kolam ikan," sanggah Aryana.
"Nduk, mbok nek nyeluk calon bojomu kui ojo Om nek dirungokne ra penak ngono! ( Nak, kalau manggil calon suami itu jangan Om kalau di dengar rasanya tidak enak)!" tegur kakek Danu.
__ADS_1
Mendengar ucapan kakek Danu ayah dari Yasmin, tuan Pratama, nyonya Miranda dan Fahmi hanya terbengong-bengong karena tidak tahu apa yang diucapkan kakek Danu barusan.
"Ayah, jangan bicara bahasa Jawa, keluarga tuan Pratama nggak ngerti!" tegur Yasmin.
"Ya maaf tadi ayah kelepasan pakai bahasa Jawa," ucap kakek Danu
'Memang artinya apa Yang kalimat yang barusan di ucapkan kakek?" tanya Fahmi pafa Aryana.
Aryana langsung menjelaskan apa arti kalimat sang kakek, begitu mendengarnya Fahmi malah tertawa, justru ia sangat tertarik belajar bahasa daerah dimana calon istrinya berasal itu.
Malam semakin larut akhirnya Fahmi dan keluarganya pamit pulang. Fahmi merasa lega karena satu langkah lagi ia akan segera menghalalkan calon bidadarinya.
Hari berganti hari tak terasa detik detik hari kelulusan sekolah Aryana telah tiba. Sekolah Aryana mengadakan perpisahan sekolah untuk melepas kelulusan siswa kelas dua belas. Mereke tak menyewa gedung, pihak sekolah menyulap halaman sekolah menjadi tempat perpisahan yang apik dan semu itu berkat Pratama group yang mensponsori langsung acara perpisahan ini. Sebenarnya Fahmi sudah menawarkan ballroom dari salah satu hotel miliknya namun pihak sekolah menolaknya dengan alasan akan lebih berkesan jika perpisahan siswa di lakukan di sekolah saja.
Lapangan dan halaman sekolah sudah di sulap seperi ballroom yang besar dan indah, pihak WO yang di kirim Pratama group untuk membantu mendekor tempat acara memang bukan kaleng-kaleng. Para orang tua siswa, tamu undangan maupun para siswa sendiri semuanya tercengang melihat tempat acara perpisahan mereka terlihat sangat keren dan mewah daripada saat perpisahan kakak kelas mereka. Tentu saja karena ada anak sultan yang bersekolah di sekolah mereka
"Gilak baru kali ini tempat perpisahan kita sekeren ini," ucap Seto salah seorang teman sekolah Aryana.
"Iya, beruntung ada dua anak sultan yang sekolah kita," ucap Sita yang juga siswa kelas dua belas jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.
"Eh, katanya yang punya Pratama group akan datang ke acara perpisahan kita ini," ucap Seto.
"Ih ini lagi kalau denger yang seperti ini saja pasti antenanya langsung manjer," seloroh Seto.
"Ya iyalah, kabarnya dia belum nikah, meski sudah berumur dia masih ganteng lho gaess, dia juga seorang dokter, wah jadi penasaran seperti apa wajahnya," ucap Wati sambil matanya menerawang membayangkan wajah pemilik Pratama group, membuat teman-temannya jengah
Pukul sembilan pagi para tamu dan orang tua siswa yang akan menghadiri acara perpisahan siswa kelas dua belas sudah mulai berdatangan. Tak lama kemudian Yudha dan Yasmin datang bersama kedua putra-putrinya. Tentu saja kehadiran mereka membuat sebagian besar tamu memandang ke arah Yudha dan Yasmin yang terlihat mempesona. Yudha masih tampah gagah dan tampan sedangkan Yasmin masih terlihat muda dan cantik. Yudha dan Yasmin menempati deretan kursi paling depan bersama kepala sekolah dan tamu undangan lainnya. Sedangkan para siswa kelas dua belas yang akan di wisuda di acara perpisahan bertempat duduk di deretan kursi bersebelahan dengan orang tua mereka.
Tiba-tiba terdengar kehebohan di bagian depan gerbang sekolah, usut punya usut ternyata Fahmi lah yang datang dengan mobil sport keluaran terbaru bersama asisten Joan. Penampilan dua pria yang beda usia itu tentu saja menghipnotis para siswa perempuan.
"OMG, itukah pemilik Pratama group yang terkenal itu, tapi yang mana ya yang pemiliknya?" monolog salah satu siswa perempuan yang terpesona dengan penampilan Fahmi dan asisten Joan.
"Selamat pagi pak Fahmi, mari silahkan masuk!" ucap wakil kepala sekolah.
"Terima kasih," ucap Fahmi sambil tersenyum tipis.
Wakil kepala sekolah mengarahkan Fahmi untuk duduk di deretan kursi paling depan bersama tamu undangan. Kebetulan Fahmi duduk di sebelah Yudha dan asisten Joan duduk di deretan kursi di belakang Fahmi.
__ADS_1
"Ya Tuhan kenapa dari sebanyak kursi disini kenapa aku harus duduk dengan calon ayah mertuaku yang judes ini sih," gerutu Fahmi dalam hati.
"Selamat pagi dokter Fahmi, ternyata ada juga datang di acara sekolah Aryana," ucap Yudha setelah Fahmi duduk di sebelahnya.
"Tentu saja, ini hari penting untuk calon istriku aku tak boleh melewatkannya," ucap Fahmi membalas ucapan Yudha yang rasanya tak enak di dengar.
Percakapan dua pria itu terhenti ketika mc, sudah mengucap salam dan mulai membacakan susunan acara satu per satu. Acara pertama pembukaan kemudian di lanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua yang hadir di acara perpisahan sekolah tersebut. Setelah selesai menyanyikan lagu Indonesia Raya, bapak kepala sekolah menyampaikan sambutan kemudian di lanjut acara berikutnya, sampai pada saat pengumuman peraih nilai tertinggi dari semua masing-masing jurusan, tentu saja dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam Aryana lah yang menjadi juaranya. Yudha dan Yasmin tentu saja sangat bahagia apalagi Fahmi, ia sudah mengembangkan senyumnya dari tadi. Sampai pada ucapan mc membuat ia makin bahagia karena Fahmi diminta untuk menyerahkan piala dan hadian untuk para siswa peraih nilai tertinggi.
"Mohon untuk bapak Fahmi Aryana Pratama ceo dari Pratama group untuk berkenan menyerahkan piala dan hadiah pada siswa yang hebat di depan kita ini!" pinta mc.
Fahmi segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju arah panggung, dengan di dampingi kepala sekolah Fahmi menyerahkan piala dan hadiah pada siswa peraih nilai tertinggi di jurusannya masing-masing. Tiba giliran Fahmi menyerahkan pada Aryana ia tersenyum sangat manis dan hampir lupa melepas jabatan tangannya pada Aryana kalau saja Aryana tak memberi kode padanya.
Setelah sesi penyerahan hadiah, Fahmi kembali ke tempat duduknya semula. Setelah penyerahan hadiah di lanjut hiburan persembahan dari beberapa siswa berupa tarian daerah dan nyanyian.
Semua orang sangat gembira dengan hiburan persembahan para siswa, pada saat mc mengumumkan persembahan spesial dari salah seorang siswa kelas dua belas semua suasana tiba-tiba hening, mereka penasaran persembahan spesial apa yang akan di tunjukan oleh siswa tersebut.
"Para hadirin semua hari ini akan ada satu persembahan lagu dari salah seorang siswa kita yang sangat cantik namun juga pintar dan sembari kita menyaksikan penampilan ananda yang cantik ini bapak ibu juga bisa menyaksikan di layar beberapa prestasi yang sudah di raih SMA xx ini. Marilah kita sambut Aryana Maira Yudhatama!" ucap mc dengan penuh semangat.
Dari balik panggung munculah penampilan Aryana dengan dandanan yang sangat berbeda dari biasanya persis penyanyi rock internasional membuat Yudha dan Yasmin shock apalagi Fahmi matanya hampir melompat keluar dari tempatnya, dan tunggu lagu yang dinyanyikan Aryana membuat jantungnya mau copot.
"Ya Allah, Yah benar yang di panggung itu putri kita, bukan orang lain," ucap Yasmin cemas sambil memegang lengan suaminya dan setengah berbisik pada Yudha.
"Bukan!" jawab Yudha asal.
"Astaga, Sayang kenapa berpenampilan seperti itu dan kenapa lagunya seperti itu, dan musiknya oh ya Tuhan, semoga jantungmu akan baik-baik saja," batin Fahmi cemas melihat penampilan Aryana dan lagu yang tengah dinyanyikannya.
Teman-teman Aryana pun hampir semua sangat kaget dengan penampilan Aryana kali ini, mereka tak menyangka siswa kalem dan pintar seperi Aryana bisa pecicilan di atas panggung sambil bernyanyi.
_________________________________________
Nah loo lagu apa yang dinyanyikan Aryana ya sampai ortunya dan Fahmi sampai mau jantungan?
Maaf baru bisa up setelah dua hari hilang dari peredaran, author baru banyak pikiran dan capek sehingga badmood sehingga stuck ide untuk merangkai kata 🙏🙏🙏🙏.
Please Like Vote, Coment, Rate and Favorit
Thank You
__ADS_1
Bersambung....