Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode 184. Resepsi Pernikahan Afwi


__ADS_3

Afwi sudah selesai menyelesaikan hajatnya di kamar mandi, sungguh ini adalah hal memalukan sepanjang hidupnya. Seorang perwira polisi bisa sangat grogi sampai harus pergi ke kamar mandi ketika mau ijab qobul. Sekarang di sinilah Afwi, di meja ijab qobul dimana sudah ada pak penghulu, para saksi dan jangan lupakan pak Mahendra Bagaskara yang sudah ada di depannya, calon ayah mertuanya yang sebentar lagi akan menyerahkan putri sematawayangnya pada Afwi.


"Mas Afwi, sudah siap!" tanya pak penghulu.


"Siap, Pak," jawab Afwi.


"Baiklah, kalau begitu silahkan mas Afwi menjabat tangan pak Mahendra!" pinta pak penghulu.


Afwi mulai menjabat tangan pak Mahrndra, tangan Afwi sangat dingin menandakan nawa ia sangat gugup. Pak Mahendra hanya mengulum senyum saat merasakan tangan calon menantunya terasa dingin.


"Pria sedingin kamu ternyata bisa grogi juga saat seperti ini," batin pak Mahendra.


"Ayo bapak kita mulai akad nikahnya!" pinta pak Penghulu.


"Ananda, Afwi Shakta Yudhatama bin Yudha Tama Dewantara Aku nikahkan dan kawinkan Engkau dengan anak kandungku Nayla Balqis Andarista binti Mahendra Bagaskara dengan mas kawin seperangkat alat sholat, satu set perhiasan emas, uang tunai seratus lima puluh juta rupiah berserta satu unit ruko dibayar tunai," ucap pak Mahendra sambil sedikit mengeratkan genggamannya pada tangan Afwi.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Balqis Andarista binti Mahendra Bagaskara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Afwi lantang dengan satu tarikan nafas.


" Bagaimana saksi?, sah...?" tanya penghulu.


"Sah...," ucap para saksi.


"Alhamdulillah...!" ucap semua.


Setelah ijab qobul terlaksana, baru Nayla di antar menuju samping Afwi. Nayla terlihat sangat cantik dengan balutan gaun warna putih lengkap dengan hijab dihiasi bunga melati.


"Ayo Nayla cium tangan Afwa!" pinta bunda Nana yang mendampingi Nayla.


Nayla lalu meraih tangan Afwa lalu menciumnya dengan takdzim, Afwi membalasnya dengan mencium kening Nayla sebagai tanda cinta, kasih sayang dan rasa nyaman. Kemudian Afwi dan Nayla saling menyematkan cincin sebagai simbol ikatan cinta mereka dalam pernikahan. Setelah penyematan cicin, Afwa dan Kirana menandatangani buku nikah dan surat administrasi dari KUA, selesai mendandatangi berkas pernikahan dilanjutkan meminta restu pada orang tua kedua mempelai. Suasana haru menyelimuti acara sungkeman meminta restu tersebut, dan yang paling mengharukan adalah moment ketika Afwa meminta doa restu dari ayah mertuanya.


"Afwi, anakku, papa doakan semoga pernikahan kalian selalu bahagia, sakinah mawahdah dan warahmah, papa serahkan putri yang paling papa sayangi kepadamu, sekarang tanggung jawab Nayla sepenuhnya ada padamu. Jika ada masalah bicarakan baik-baik dengan kepala dingin, jangan pernah sakiti hati dan fisiknya karena selama ini aku ataupun alharmahum mamanya Nay, tak pernah seujung kukupun menyakitinya. Jika suatu saat kau merasa bosan dan tak mencintai, Nay lagi, papa minta jangan main di belakang Nay, kembalikan Nay baik-baik padaku seperti saat kau meminta Nayla secara baik-baik untuk menjadi istrimu!" ucap pak Mahendra lalu mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya.


Mendengar perkataan ayah mertuanya, dada Afwi rasanya sesak, sama dengan yang di rasakan Afwa saat menikah. Pikiran Afwi jadi ingat pada sang ayah saat menyerahkan Aryana pada Fahmi. Ternyata sesedih ini melepas seorang anak perempuan saat menikah.


"Papa, aku janji akan menjaga Nayla dengan baik, aku akan berusaha membahagian Nayla sepanjang hidup dan hanya kematian yang akan memisahkan kami. Aku akan selalu berusaha agar bisa sehidup dan sesurga dengan, Nayla" ucap Afwi kemudian memeluk pak Mahendra dengan erat.


Apa yang di ucapkan pak Mahendra pada Afwi bisa di dengar oleh Yudha, Yasmin, Nayla dan bunda Nana, keempat orang itu begitu terharu mendengar apa yang di ucapkan ayah mertua dan menantu laki-lakinya itu. Terutama Nayla, yang sudah tak bisa membendung air matanya, persepsinya pada sang papa selama ini salah besar. Saat ini ia benar-benar tahu bahwa dirinya sangat berarti bagi papanya, rasa bersalah semakin menyeruak ke dalam relung hatinya. Andai ini bukan di acara akad nikahnya yang di hadiri banyak orang, Nayla pasti akan memeluk sang ayah sambil menanggis sesenggukan.


Bunda Nana yang sedari tadi duduk di samping Nayla, mengusap punggung Nayla lembut, sebagai tanda agar Nayla bersikap tenang karena ia tahu bagaimana perasaan Nayla sekarang.


Moment haru saat sungkeman sudah berakhir dilanjutkan dengan sesi foto bersama keluarga dan sahabat. Afwi dan Kirana tak henti-hentinya menyungingkan senyum kebahagiaan. Setelah selesai akad nikah, acara dilanjutkan persiapan resepsi yang akan di adakan di gedung. Afwi dan Nayla berganti pakaian terlebih dahulu sebelum mereka berangkat menuju gedung pernikahan.


Saat di kamar ganti Afwi masih sempat-sempatnya meminta waktu untuk berduaan dengan Nayla yang sekarang sudah berstatus sebagai istrinya.

__ADS_1


"Tolong tinggalkan kami sebentar.!" pinta Afwi pada tim MUA.


"Baik, tapi jangan lama-lama, kami tak boleh terlambat merias mbak Nayla," ucap salah satu perias.


"Oke."


Setelah tim MUA meninggalkan kamar rias, Afwi segera merengkuh pinggang Nayla dan menatapnya lekat.


"Dek, kamu cantik banget, apa sebaiknya kita nggak usah resepsi saja ya, aku nggak rela kecantikanmu dilihat orang lain, aku kurungin aja di kamar."


"Abang ini ada-ada aja, mana bisa begitu, kasihan keluarga kita, setelah resepsi kita akan habiskan waktu bersama, aku milikmu sepenuhnya," ucap Nayla sambil tangannya membelai wajah tampan laki-laki yang baru saja berstatus suaminya itu.


Afwi tertawa mendengar perkataan Nayla apalagi dengan bibir yang mengerucut sebal.


"Baiklah, tapi janji ya setelah resepsi kita habiskkan waktu berdua," ucap Afwi sambil semakin mengeratkan pelukkannya pada Nayla.


Tak lama terdengar ketukan pintu, yang ternyata tim MUA, sehingga mau tidak mau Afwi harus mengakhiri aksinya memeluk snag istri tercinta.


"Maaf, kami harus segera merias mbak Nayla," ucap salah seorang perias.


"Iya, mbak, maaf atas sikap suamiku yang manja ini," ucap Nayla kemudian pergi ke dapan meja rias, sedangkan Afwi keluar kamar untuk beganti pakaian di kamar lain.


Setelah sekitar dua jam lebih akhirnya Nayla selesai di rias, Afwi pun juga sudah selesai mengenakan pakaian pernikahannya. Kedua mempelai segera masuk ke mobil pengantin menuju gedung tempat resepsi pernikahan mereka di adakan. Sampai di gedung mereka menuju ruang transit sebentar, selang dua puluh menit Afwi dan Nayla memasuki ruangan resepsi.yang sudah di hias begitu indah. Pancaran kebahagiaan tak lepas dari wajah kedua mempelai.


"Sayang..., jangan sedih, hari ini adalah hari kebabagiaan anak-anak kita!" pinta Yudha memberikan nasehat pada istrinya.


"Aku menangis bahagia, Mas namun sekaligus juga sedih karena sebentar lagi mereka bukan lagi sepenuhnya milik kita," ucap Yasmin sambil menyeka sebulir bening yang keluar dari sudut matanya.


"Ayo kita harus mendampingi Afwi di pelaminan!" ajak Yudha pada Yasmin.


Kini Afwi dan Nayla sudah berada di atas pelalaminan, di samping kanan dan kiri mereka ada kedua orang tua mereka masing-masing. Sesi foto bersama pun di laksanakan secara bergantian dari pihak keluarga, atasan Afwi dan juga para sahabat dua keluarga.


Suasana berlangsung sangat meriah, Afwi dan Nayla tak hentinya-hentinya menyunggingkan senyuman saat para tamu mengucapkan selamat. Suasana semakin hangat ketika wedding singer menyanyikan lagu-lagu romantis termasuk juga sebuah lagu ost film ketika cinta bertasbih.


Bertuturlah cinta mengucap satu nama


Seindah goresan sabda-Mu dalam kitabku


Cinta yang bertasbih mengutus hati ini


Kusandarkan hidup dan matiku pada-Mu


Bisikan doaku dalam butiran tasbih

__ADS_1


Kupanjatkan pintaku pada-Mu Maha Cinta


Sudah di ubun-ubun, cinta mengusik rasa


Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit


Ketika cinta bertasbih, nadiku berdenyut merdu


Kembang-kempis dadaku merangkai butir cinta


Garis tangan tergambar, tak bisa aku menentang


Sujud syukur pada-Mu atas segala cinta.


Ketika lagu ini mengalun indah Afwi dan Nayla saling berpandangan, seolah pandangan mereka mengatakan bahwa mereka sangat bersyukur bisa di pertemukan dan di satukan dengan ikatan suci oleh takdir Allah. Perjuangan Afwi meyakinkan Nayla bahwa profesi sebagai sebagai seorang polisi tak seburuk apa yang ia pikirkan dan Nayla berjuang untuk menghilangkan rasa takutnya pada laki-laki yang berprofesi seorang polisi.


"Lagunya sangat bagus ya, Bang, aku sampek baper lho," ucap Nayla sambil menyeka sudut matanya yang berair.


"Iya, lagunya sangat bagus apa lagi suara penyanyinya juga sangat bagus, lagu ini mengingatkan kita bahwa manusia harus saling mencintai karena Allah," ucap Afwi.


"Apa ada yang request lagu ini?" tanya Nayla.


"Kalaupun ada, kemungkinan lagu itu request bunda, karena bunda nge fans sama penulis novel Ketika Cinta Bertasbih."


"Memang siapa penulis novelnya, Bang?"


"Penulis novelnya Habiburahman El Shirazy."


"Wah, Bunda suka baca novel ya?"


"Iya, bahkan bunda kadang nulis novel on line kalau lagi sengang."


"Bunda hebat ya, sudah banyak cuan masih mau nulis novel on line."


Ucapan Nayla hanya di angguki oleh Afwi, karena ada beberapa tamu lagi yang nail ke pelaminan dan memberikan selamat pada kedua mempelai.


Waktu terus bergulir waktu sudah menunjukkan bahwa pesta resepsi pernikahan Afwi dan Nayla akan segera selesai. Afwi dan Nayla di dampingi turun dari pelaminan menuju pintu keluar untuk menyalami tamu yang akan meninggalkan acara resepsi pernikahan. Pukul dua belas siang pesta pernikahan Afwi dan Nayla sudah selesai. Kini tinggal mempelai dan beberapa keluarga yang tinggal, mereka menggunakan moment tersebut untuk beramah tamah.


__________________________________________


Bukan hanya bunda Yasmin yang nge fans sama Habiburahman El Shirazy, author juga juga nge fans dan Alhamdulillah kemarin saya di beri kesempatan bertemu beliau, berfoto bersama dan bertanya langsung tentang tips sukses menjadi penulis novel. Doakan ya readers semoga suksesnya beliau bisa nular.🙏🙏


Please Like, Vote, Komentar, Rate, and Favorit

__ADS_1


Thank You


__ADS_2