Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 147


__ADS_3

Setelah membicarakan tentang kerjasama bisnis, Afwi mengajak Nayla makan siang di restoran hotel. Sebenarnya Nayla merasa tak enak tapi ia menghormati keinginan Afwi mengajaknya makan siang.


"Saya jad merepotkan abang kalau begini," ucap Nayla tak enak saat mereka sudah sampai di restoran Aryana Hotel.


Afwi tersenyum simpul mendengar ucapan Nayla, senyum limited edition yang hanya bisa di lihat seorang Nayla dan para wanita di keluarga Dewantara dan Danuarta.


"Nggak merepotkan, hitung-hitung merayakan kerjasama yang berhasil kita jalin," ucap Afwi lalu memanggil pelayan untuk mengurus pesanan mereka.


Nayla cukup kagum dengan menu restoran tersebut yang cukup di dominasi menu tradisional Jawa Tengah dan Jawa Barat.


"Abang menunya banyak sekali, kebanyakan dari Jawa yang western cuma sedikit," ucap Nayla.


"Iya, konsep itu Aryana yang buat untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan luar negeri, keluargaku berasal dari Jawa Tengah dan hotel ini terletak di kota Bandung jadi adikku menggabungkan menu dari dua propinsi tersebut. Ayah dan opaku seorang tentara sudah menjelajah hampir semua wilayah di nusantara, jadi menu-menu ini sebagian ayah dan opa juga bunda dan oma yang kasih masukkan. Apa lagi opa ia sangat doyan makan, ia lebih suka masakan nusantara dari pada western. Apalagi kalau sudah ketemu sayur lodeh dan ikan asin buatan bundaku, nasi satu bakul bisa di gasak habis," ucap Afwi sambil sendikit tertawa saat menceritakan hangatnya hubungan keluarganya dan juga kelakuan opanya.


Nayla ikut tersenyum mendengar cerita Afwi, dia kagum dengan sosok pria tampan di hadapannya ini sampai ia hanya membolal balikan buku menu dan belum memutuskan memilih.


"Dek Nay mau pesan apa?" tanya Afwi ketika ia melihat Nayla sepertinya kebingungan memilih menu.


"Aku bingung Bang," jawab Nayla jujur.


"Kau suka masakan pedas?" tanya Afwi.


"Iya, aku suka masakan pedas," jawab Nayla.


"Baiklah, aku rekomend gurami asam manis pedas dan tumis brokoli jamur saus tiram, bagaimana?" tawar Afwi.


"Boleh kelihatanya enak, Bang," jawab Nayla seraya tersenyum malu-malu membuat Afwi ingin sekali ijab qobul saat itu juga.


Akhirnya Afwi lah yang memilih menu untuk makan siang mereka, Nayla sangat terkesan dengan rasa dan taste menu makanan yang ia santap, Aryana Hotel memang benar-benar pintar memilih koki.


"Bagaimana menurutmu menu di Aryana Hotel?" tanya Afwi meminta penilaian Nayla.

__ADS_1


"Enak, sangat enak, Bang," jawab Nayla.


"Dek, boleh abang tanya?"


"Boleh, mau tanya apa, Bang?'"


"Dek Nay sudah punya pacar ata calon suami.gitu?"


"Belum, Bang memang kenapa?" tanya Nayla menyelidik karena heran dengan pertanyaan Afwi yang bersifat pribadi.


"Kenapa belum punya,? secara fisik kamu ok, anak seorang Kombes, pasti banyak polisi yang suka sama kamu," ucap Afwi.


"Asal abang tau, aku mggak pingin punya pacar atau suami polisi ataupun tentara," ucap Nayla sambil menyuapkan es serut sebagai deserynya.


"Kenapa?" tanya Afwi mencoba mengorek lebih dalam alasan Nayla tak suka pendamping bebau militer.


Nayla menghentikan aktivitasnya menikmati es serut, lalu ia berkata," Aku tak siap di nomor duakan, sejak mamaku meninggal aku kehilangn sosok seorang ibu, ketika papa tugas masih ada mama yang menemani aku, mendengar keluh kesahku dan menghibuku, tetapi semenjak mama meninggal, aku tak merasakakam itu lagi, papa yang aku harapkan bisa mengantikan peran mama pupus sudah, sehari di rumah, empat hari atau bahkan lebih pergi bertugas entah kemana. Jika aku menikah dengan polisi atau tentara bukannya aku akan mengalami hal menyakitkan yang sama, dengan alasan mengabdi untuk negara dan masyarakat, terdengar keren bukan?"


Nayla tersenyum miris saat menceritakan alasanya tak suka punya pendamping berbau militer.


"Aku ingin pria baik dan sederhana, bukan dari kalangan militer, punya profesi yang bisa stay di rumah setiap hari, guru, dosen atau wiraswasta. Aku tak punya stok kesabaran dan ketabahan menjadi ibu bhayangkari maupun ibu persit," jawab Nayla dengan lugas membuat hati Afwi sedikit takut setelah mendengar ubgkapan hati Nayla, sanggupkah ia meruntuhkan benteng kokoh pemikiran Nayla.


"Bagaimana jika jodohmu nanti adalah seorang pria yang berprofesi sebagai polisi atau tentara? apa kau akan melawan takdir?"


"Aku tak tahu, tapi yang jelas aku beusaha tak punya hubungan dekat dengan pria-pria dari kalangan militer. Ada memang beberapa polisi yang berusaha menendekatiku tapi aku selalu pasang friends zone pada mereka," jawab Nayla.


"Tapi kamu tidak akan bisa menghindari takdir Allah, jika seorang polisi adalah jodohmu, dan semua hal yang terjadi di dunia ini sudah Allah tuliskan beribu-ribu tahun yang lalu sebelum bumi ini di ciptakan. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik untukmu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu," ucap Afwi membuat Nayla tertegun, sejak kapan teman barunya ini mendadak ustad.


"Ya Allah ternyata selain menjadi asisten pemilik hotel, abang juga pandai berceramah ya," ucap Nayla sambil terkekeh.


"Aku serius, Dek, tak semua apa yang kita angap baik itu baik dan tak selamanya yang kita angap buruk itu buruk, cinta dan benci itu beda tipis. Rasulullah pernah mengatakan jangan terlalu mencintai seseorang terlalu berlebihan dan jangan terlalu membenci seseorang terlalu dalam, karena bisa jadi suatu saat orang yang paling kau benci adalah orang yang palinh kau cintai, dan bisa jadi orang yang paling kau cintai bisa menjadi orang yang paling kau benci maka sebaik-sebaiknya cinta adalaha seseorang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah," ucap Afwi memberi Nayla pencerahan sesuai ilmu yang ia tahu tentang hakekat mencintai.

__ADS_1


"Abang makin pintar aja jawabnya," komentar Nayla.


"Aku tak sepintar itu, kalau dulu aku nggak sering temani adikku ke pengajian nggak mungkin sekarang aku berkata seperti tadi."


"Adik abang sering pengajian?, hebat lho masih muda suka ke majelis taklim, biasanya anak muda jaman sekarang lebih suka ngemall, yang pengajian kebanyakan ibu-ibu."


"Majelis tempat adikku dulu pengajian itu beda, disana itu tak hanya ibu-ibu tapi anak-anak muda seusia SMA dan kuliah banyak yang mengikuti pengajian bahkan yang bagian ambil video untuk live streaming adalah cowok-cowok yang masih muda."


"Jam berapa berangkat pengajian, Bang?"


"Ahad pagi jam enam sampai jam sembilan, bayangin aja, pagi-pagi belum sarapan sudah di ajakin pengajian, biasanya di awali dengan pembacaan maulid di lanjut ceramah dari ustad pengisinya, nah Aryana itu paling seneng kalau pengajian ada pembacaan maulidnya, katanya bikin hati adem dan bisa lebih tabah ketika di terjang badai cobaan. Dulu kadang aku kesel juga kalau harus antar Aryana pengajian kalau bunda lagi sibuk, tapi sekarang aku jadi nyesel pernah kesal sama Aryana gara-gara temenin dia pengajian maulid, efeknya dia jadi istri sultan, di kasih anak langsung kembar tiga plus bonus satu anak angkat dan mendapatkan donor jantung yang ia tunggu selama bertahun-tahun."


Mendengar cerita Afwi, Nayla jadi penasaran dengan sosok Aryana, adik kembar dari teman barunya ini.


"Aku jadi penasaran dengan adik abang yang bernama Aryana, sepertinya dia adalah wanita yang sangat hebat* puji Nayla..


"Ya, dia sangat hebat, berjuang untuk tetap sehat.sejak bayi, adikku punya kelainan jantung bawaan, sehingga hidupnya sebagian di habiskan dengan obat dan rumah sakit, tapi dari kekurangan yang ia miliki, ia pinya otak yang cerdas, lebiu cerdas dari pada aku dan kak Afwa. Aku sampai mengubur keinginanku bersekolah di SMA Taruna Nusantara demi menjaga adikku yang memilih di SMA biasa, karena nyaris dari TK sampai SMP kami bertiga tak pernah berpisah, aku dan kak Afwa selalu menjaganya," ucap Afwa bercerita tentang perjuangan hidup sang adik.


Nayla sangat terharu mendengar kehiduapan Aryana, ia sendiri membayangkan tak akan bisa sesabar dan setegar Aryana, pwmilik hotel tempat ia makan siang kali ini.


"Kita kembali ke topik, tadi, jadi cinta dan benc beda tipis, kata orang jawa gething nyanding, kamu pasti tahu istilah itu dan kebanyakan itu terjadi, dan bisa jadi karena Dek Nay nggak suka sama laki-laki berprofesi sengai polisi, maka jodoh Dek Nay justru seorang polisi."


"Ah abang, nggak mungkin jodoh aku seoramg polisi."


"Dunia ini penuh dengan kemungkinan, nggak ada yang mungkin jikq Allah sudah berkehenda."


"Benar juga kata bang Afwi mwmang ada kemungkinan ia berjodoh dengan seoramg polisi, tapi semoga aja jangan ya Allah," bTin Nayla.


________________________________________


Maaf baru up lagi soalnya mood author lagi nggak bagus jadi sempat stuck buat nerusin cerita.

__ADS_1


Please Likez Vote, Komentar, Rate and Hadiah


Thank You


__ADS_2