Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 41


__ADS_3

Akhirnya hari yang dinantikan Fahmi tiba, ia dihubungi pihak sekolah untuk bertemu Aryana. Entah kenapa rasanya hatinya begitu berdebar, padahal ia hanya akan berkunjung ke sebuah sekolah menengah atas, bukan untuk meeting membicarakan tender bernilai puluhan milyar, karena Fahmi kurang paham daerah ini maka ia menggunakan seorang sopir untuk mengantarnya, mobil sportnya sudah terpakir di halaman sekolah beberapa siswa dan guru menatap heran mobil tersebut karena di desa mereka jarang ada yang memiliki jenis mobil seperti itu dan ketika Fahmi keluar dari mobil beberapa siswa cewek melongo melihat ketampanan Fahmi meski umurnya sudah tak muda lagi. Fahmi langsung menuju ruang kepala sekolah, disana ia disambut hangat oleh kepala sekolah dan wakasek.


"Selamat siang pak Fahmi apa kabar?" sapa kelpala sekolah.


"Alhamdulillah, kabar saya baik," jawab Fahmi.


"Pak Fahmi tidak nyasar kan waktu kesini?" canda kepala sekolah.


"Ah, tidak saya bawa supir orang sini," ucap Fahmi.


Kepala sekolah didampingi wakasek berbincang dengan Fahmi tentang banyak hal sedangkan di dalam kelas Aryana merasa ingin ke belakang, Aryana lalu meminta ijin untuk ke toilet, setelah sampai di toilet Aryana segera menyelesikan panggilan alamnya, pada wakry keluar toilet Aryana dihadang tiga orang cewek siapa lagi jika bukan Rianti and the gank, fans garis keras Irfan sang ketua OSIS.


"Hei anak baru jangan keganjenan lu ya deketin kak Irfan!" sengit Rianti penuh peringatan.


"Apa maksudmu kegajenan?, siapa yang mendekati Irfan, kami hanya berteman saja," ucap Aryana mengklarifikasi.


"Halah jangan percaya Rianti!, anak ini hanya sok lugu aja," ucap Yuli mengompori Rianti.


"Sebagai pelajaran, kamu harus terima hukuman agar kapok jangan sok kecakepan, Yuli, Dini masukan dia ke toilet yang rusak itu dan kunci, biar koit sekalian!" perintah Rianti pada dua sekutunya.


Aryana tak bisa melawan tiga orang cewek di depannya ini, ia berusaha memberontak tapi percuma tenaganya tak seimbang, Rianti berhasil mengurung Aryana di toilet rusak paling ujung yang jarang di datangi siswa. Rianti and the gank tersenyum puas, lalu mereka melenggang pergi meninggalkan Aryana di toilet rusak, namun Rianti and the gank tidak tahu setelah ini jangankan bersekolah mengirup udara bersih saja mereka tidak akan bisa.


Sedangkan di ruang kepala sekolah Fahmi sudah menanyakan tentang Aryana.


"Pak kepala sekolah bagaimana dengan Aryana apa saya bisa bertemu dengannya?" tanya Fahmi.


"Oh iya saya sampai lupa, pak Rusdi tolong minta bu Puji memanggil Aryana ke kelas!" pinta kepala sekolah.


"Baik pak," ucap pak Rusdi.


Pak Rusdi lalu meminta salah satu tenaga admistrasi bernama bu Puji untuk memanggil Aryana di kelas.


Tok tok


"Permisi pak Hamdan, saya diperintahkan memanggil Aryana ke ruang kepala sekolah!" pinta bu Puji.


"Oh tadi Aryana ijin ke toilet tapi sudah setengah jam belum kembali, Seto, Fira, tolong cek ke toilet kenapa sampai sekarang Aryana belum kembali!" perintah pak Hamdan.


Seto dan Fira segera keluar kelas mencari Aryana, semua toilet sudah mereka cek tapi tak ada tanda-tanda ada wujud Aryana.


"Fir, gimana nih kita sudah mencari di semua toilet tapi nggak ketemu, kalau Aryana kabur bolos sekolah nggak mungkin, dia kan pendiam banget, encer lagi otaknya," ucap Seto sambil sedikit terengah-engah.


"Iya, gimana dong, masa kita bilang sama pak Hamdan Aryana menghilang," ucap Fira gusar.


Ketika Seto dan Fira sedang berfikir dimana lagi mencari Aryana, mereka mendengar sebuah suara seperti benda jatuh.


Bugh

__ADS_1


"Eh tolong, nenek, tolong tolong," ucap Fira kaget dan keluar latahnya.


"Suara apa ya Fir?" tanya Seto.


"Idih ya mana aku tahu, apa ada setan ya," ucap Fira bergidik ngeri


"Ngaco, mana ada setan di siang bolong," ucap Seto.


"Sepertinya asal suara dari toilet paling ujung, coba lihat yuk, tapi kamu depan ya!" pinta Fira takut.


"Iya ah berisik, ayo!" ajak Seto.


Seto dan Fira berjalan mendekat ke toilet paling ujung, disitu tertulis toilet rusak dan terkunci dari luar.


"Yakin kamu dengar dari sini Fir?"


"Iya, ayo coba buka paksa aja siapa tahu ada buang bayi atau mayat di dalam seperti di tv itu," ucap Fira ngaco.


"Hush, sembarangan, makannya jangan kebanyakan nonton berita kriminal!" sengit Seto.


Dengan kekuatannya, Seto sekuat tenaga mendobrak pintu toilet yang rusak dan terkunci dari luar. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat teman mereka Aryan sudah terduduk lemas.


"Aaaaa....!" teriak Fira


"Ya Tuhan Aryana, kenap bisa begini," ucap Seto sambil mendekat ke Aryana.


"Masih, cepat beritahu pak Hamdan!"


Fira lalu berlari menuju ruang kelasnya menemui pak Hamdan.


"Pak, Pak!" ucap Fira sambil ngos-ngosan ngosan.


"Ada apa Fira kok sampai ngos-ngosan?, mana Aryana sudah ketemu belum?" tanya pak Hamdan.


"Anu, eh anu pak itu, Aryana pingsan di toilet," jawab Fira yang membuat pak Hamdan kaget.


"Apa pingsan?, Irfan kamu kasih tahu ke kepala sekolah, bapak mau melihat Aryana dulu!" pinta pak Hamdan.


Irfan langsung berjalan cepat menuju ruang kepala sekolah, sampai di sana Irfan lanhsung menyampikan bahwa Aryana pingsan di kamar mandi, dan hal tersebut sontak membuat Fahmi menegang.


"Pak boleh saya ikut melihat Aryana, kebetulan saya juga seorang dokter!" pinta Fahmi.


"Baiklah silahkan, mari ikut kami!" ajak pak kepala sekolah.


Selama berjalan menuju kamar mandi dimana Aryana ditemukan pingsan, entah hati Fahmi semakin berdebar. Akhirnya Fahmi dan kepala sekolah sampai di ruang uks karena ternyata Aryana sudah dibawa ke ruang uks.


"Pak Hamdan kenalkan ini pak Fahmi dia tamu saya kebetulan beliau juga seorang dokter," ucap kepala sekolah.

__ADS_1


"Oh mari silahkan pak saya antar ke ruang tindakan!" ajak pak Hamdan.


Sampailah Fahmi di ruangan kecil tertutup gorden putih, perlahan ia menarik gorden tersebut dan terlihat seorang gadis cantik terkulai lemas disampingnya duduk siswa perempuan yang berusaha menyadarkan Aryana, ketika Fahmi benar-benar mendekat ke bed uks matanya terbelalak, jantungnya seolah ingin melompat keluar.


"Sayang!" ucap Fahmi reflek dan langsung memeluk tubuh Aryana yang terbaring lemas. Tindakan Fahmi ini membuat orang-orang di uks yang melihatnya terbengong-bengong, satu pertanyaan yang sama di benak mereka adalah ada hubungan apa Aryana dan Fahmi selaku Direktur Pratama group.


"Sayang, akhirnya aku menemukanmu, tapi kenapa keadaanmu menyedihkan seperti ini," ucap Fahmi parau. Akhirnya Fahmi tersadar atas tindakannya pada Aryana, ia pun langsung memeriksa Aryana.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Aryana?" tanya Fahmi dingin membuat kepala sekolah dan orang-orang yang ada di uks merinding.


"Tadi Aryana ijin ke kamar mandi sewaktu pelajaran saya berlangsung, lalu saya ijinkan namun setelah setengah jam Aryana belum kembali, kemudian saya menyuruh Seto dan Fira menyusulnya karena bu Puji mencarinya untuk menghadap kepala sekolah. Nah pada saat itulah saya mendengar kabar Aryana pingsan di sebuah toilet yang rusak. Aryana ditemukan sudah pingsan ketika Seto mendobrak pintu kamar mandi yang terkunci dari luar," ujar pak Hamdan menceritakan kronologi kejadiannya.


Fahmi yang mendengar kronologi kejadian menjadi geram, terlihat jelas dalam kasus ini gadisnya sengaja dikunci di dalam kamar mandi oleh seseorang. Tiba-tiba seseorang menerobos masuk ke ruang Aryana di rawat dan ia pun terkejut mendapati Om Fahmi ada di situ.


"Ana, ya Allah dek kenapa jadi begini, apa yabg terjadi padamu?" ucap Afwi sambil membelai kepala adik kembarnya.


Ya begitu mendengar Aryana pingsan Afwi langsung menuju ke uks, dia seperti kesetanan berlari menuju uks sampai ia tak sengaja menabrak beberapa siswa lain, tak lama sebuah deheman menyadarkan Afwi


Ekhemm


"Om Fahmi, sedang apa Om disini?" tanya Afwi


"Aku kebetulan ada proyek disini dan kebetulan juga Tuhan masih berbaik hati kepadaku untuk bertemu dengan Aryana," jawab Fahmi


"Bagaimana keadaannya?" tanya Afwi.


"Aryana hanya mengalami kekurangan oksigen yan membuat di pingsan," jawab Fahmi.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Afwi.


"Aku akan bawa Aryana kerumah sakit," jawab Fahimi.


Fahmi langsung mengendong tubuh Aryana menuju mobilnya diikuti Afwi dibelakangnya, dan sebelum pergi Fahmi mengatakan sesuatu yang membaut kepala sekolah terkejut.


"Aku akan usut tuntas apa yang terjadi pada gadisku, kupastikan siapapun yang melakukan ini akan membayar mahal semuanya!" ucap Fahmi kemuadian berlalu sambil masih mengendong tubuh Aryana.


Fahmi meletakan Aryana di kursi penumpang, ia dibelakang bersama Aryana sedangkan Afwi berada di depan bersama supir.


____________________________________


Sekali lagi maaf baru bisa up dan soal pemberian Give Away sudah author pikirkan namun belum bisa terelalisasi karena honor aurthor dari NT belum bisa dicairkan.


Please Like, Vote, Rate, Coment and Favorit


Thank You


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2