Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 62


__ADS_3

"Apa Om sudah benar-benar yakin dengan perasaan Om pada Aryana?, jika Om hanya jadikan adikku pelarian, aku mohon akhiri sampai disini, orang tua kami pasti mengerti," ucap Afwa yang membuat Fahmi sedikit geram.


"Langkahi dulu mayatku jika kalian membatalkan pernikahanku dengan Aryana!, apa kalian kira aku setolol itu menunggu Aryana dewasa dengan segala kemungkinan hanya untuk menjadikannya pelarian. Aku mencintai Aryana dari lahir dengan segenap jiwa dan ragaku. Asal kalian tahu sejak Aryana bayi hingga tumbuh dewasa aku yang memantau kesehatannya meski jarak kami jauh, aku menugaskan beberapa orang kepercayaanku mengawasi Aryana untuk memastikan keselamatannya terutama jika ada pria yang berusaha mendekatinya. Dengarkan aku baik-baik kakak ipar!, aku sungguh-sungguh mencintai Aryana tanpa memandang ia adalah anak dari Yasmin!" ucap Fahmi tegas.


Pada saat Fahmi menjawab pertanyaan Afwa sebenarnya Aryana sudah mulai sadar, namun karena ia mendengar suara dua orang yang ia kenal sedang berbicara serius, ia pura-pura masih tidur, jadi Aryana tanpa sengaja mendengar ungkapan hati Fahmi yang sebenarnya. Hati yang tadinya sakit berangsur sembuh setelah mendengar ungkapan perasaan Fahmi padanya yang Fahmi sampaikan kepada kakak sulungnya.


"Ok, aku percaya sama Om, tapi aku sarankan jaga bicara Om saat di depan Aryana jika menyangkut tentang bunda kami apalagi sampai memujinya dan juga membandingkannya. Meski bunda Yasmin adalah bunda kandung kami tapi Aryana adalah tetap seorang wanita biasa yang bisa cemburu dan merasa inscure pada diri mereka sendiri saat melihat wanita lain lebih hebat segalanya dari dirinya ditambah orang yang dicintainya memuji wanita tersebut, hal itu akan menambah rasa tidak percaya diri pada diri seorang wanita, apalagi Aryana sejak lahir mengalami kelainan jantung menjadikan dirinya gadis yang inscure pada dirinya sendiri, aku harap om paham akan hal ini!" pinta Afwa tegas.


"Aku mengerti, aku akan lebih hati-hati lagi dalam bicara dengan Aryana," ucap Fahmi.


"Dek!" ucap Afwa ketika melihat pergerakan tubuh Aryana dari tempat duduknya.


Mendengar ucapan Afwa, Fahmi langsung mendekat ke ranjang Aryana.


"Sayang..., kamu sudah sadar?" ucap Fahmi sambil membelai kepala Aryana penuh sayang.


"Om, kenapa ada di kamarku?" tanya Aryana pura-pura tidak tahu.


"Kamu pingsan di kamar mandi, Sayang, bagaimana mana yang sakit hemm?" tanya Fahmi yang dijawab gelengan kepala oleh Aryana.


"Dek, besok kita pulang, jika keadaanmu seperti ini apa kamu masih kuat?" tanya Afwa.


"Insyaallah aku kuat, aku tidak selemah yang kalian bayangkan, hanya pingsan di kamar mandi tak akan membuatku mati semudah itu," jawab Aryana dengan nada sedikit kesal dan Fahmi merasakan hal itu.


"Sayang, kita mau nikah jangan ngomong hal-hal seperti itu lagi, aku tak suka, ucapan adalah doa, jadi jangan bicara sembarangan lagi, atau aku cium!" pinta Fahmi.


"Dasar mesum!" ucap Aryana sambil mencebikan bibirnya.


"Jadi gimana nih jadi pulang besok apa tidak?" tanya Afwa kesal.


"Jadi, Kak, tapi agak siangan ya!" pinta Aryana.


"Sayang, kalau nggak kuat jangan dipaksakan, pulang beberapa hari lagi saja!" pinta Fahmi.


"Aku kuat, honey, jadi jangan terlalu mengkhawatirkan aku," ucap Aryana.


"Ya sudah kamu istirahat dulu, tapi minum teh herbal hangatnya dulu ya biar segar!" pinta Fahmi yang langsung membantu Aryana duduk bersandar di kepala ranjang.


"Makasih honey," ucap Aryana setelah ia duduk dan meminum teh yang disodorkan Fahmi.


"Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu, jangan lupa minum obat dan vitamin yang sudah aku siapkan ini!, aku keluar dulu," ucap Fahmi, disusul oleh Afwa yang juga keluar kamar.


Keesokan harinya Afwa dan Aryana pulang, karena kondisi Aryana kurang sehat dan Fahmi tidak bisa mengantar maka Fahmi menyiapkan jet pribadinya untuk mengantar calon istri dan calon kakak iparnya pulang ke kota S.


*****


Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hari yang dinanti oleh Fahmi dan Aryana pun tiba sejak empat hari menjelang hari pernikahan, keluarga Fahmi sudah berada di kota S mereka menginap di hotel DW group yang sudah disiapkan keluarga Yudha, tentu saja dengan fasilitas terbaik dan di hotel itu juga resepsi pernikahan Fahmi dan Aryana akan dilangsungkan, namun ijab qobul akan dilaksanakan di rumah Yudha. Sehari sebelum hari H, diadakan acara siraman untuk Aryana di kediaman Yudha, sedangkan untuk Fahmi siraman di adakan di tempat terpisah yaitu di hotel tempat keluarganya menginap. Setelah siangnya acara siraman untuk kedua mempelai yang dilakukan secara tertutup, malam harinya atau dalam istilah jawa di sebut malam midodareni atau kumbokarnan di isi dengan pengajian yang dengan isi pengajian bertema pernikahan, nasehat untuk suami istri bagaimana membangun keluarga yang sakinah mawahdah dan warohmah.


Saat acara pengajian semua keluarga Yudha memakai baju warna putih atau dominan putih, para wanita memakai baju gamis warna putih dan hijab senada. Termasuk Aryana juga memakai gamis warna putih dan hijab, Afwa dan Afwi sampai terpesona pada penampilan sang adik malam ini, seperti bidadari yang turun dari surga, karena baru kali Aryana mengenakan pakaian tertutup.

__ADS_1


"Fi, aku nggak salah lihat kan?, itu Aryana adik kembar kita?" tanya Afwa pada Afwi.


"Ya nggak lah memang di kloning apa," jawab Afwi.


"Kita aja terpesona lihat penampilan adik kita ini apa lagi dokter bucin itu," ucap Afwa.


"Yuk sudah melihatnya, kita segera ke depan rombongan dokter bucin kelihatannya sudah tiba!" ajak Afwi setengah menyeret tangan Afwa.


"Aryana kamu cantik banget kalau pakai pakaian seperti ini, ke depannya nenek harap kamu mau istiqomah memakai pakaian tertutup dan hijab seperti ini, jadi adem melihatnya," puji nenek Ratna ketika melihat penampilan Aryana malam ini.


"Insyaaallah, Nek," ucap Aryana.


"Semoga saja si Fahmi nggak pingsan melihat Aryana malam ini," celutuk Dika yang berdiri tak jauh dari bundanya.


Plak


Sebuah pukulan mendarat di tangan Dika karena omongan ngawur nya itu.


"Aduh, bunda kenapa sih main pukul saja," ucap Dika menggerutu sambil memegang tangannya yang habis di pukul sang bunda.


"Dasar, kamu ini anak sudah dua masih saja suka bicara sembarangan dan konyol, sudah pergi ke depan temani Yudha menerima tamu.


Rombongan keluarga Fahmi sudah tiba di kediaman Yudha. Mereka disambut ramah oleh keluarga Dewantara dan kelurga Danuarta. Mata Fahmi terlihat mencari-cari keberadaan seseorang dan papa Dimas pun mengerti.


"Cari Aryana, Nak?" tanya papa Dimas.


"Iya Pa," jawab Fahmi tersenyum kikuk karena ketahuan mencari Aryana.


Tak lama Aryana keluar di temani beberapa kerabat untuk duduk di deretan kursi khusus keluarga. Yasmin, oma Dewi dan nenek Ratna yang dari tadi menemani Yudha menerima tamu kini bergabung dengan keluarga di deretan khusus keluarga. Fahmi yang melihat Aryana dari kejauhan merasa takjub ia hampir tak percaya malam ini calon istrinya mengenakan busana muslim, kalau saja tidak banyak orang Fahmi sudah ingin mendekati Aryana dan memeluknya. Tak berselang lama mc memulai acara midodareni diawali dengan beberap sambutan kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur'an di lanjut acara inti yaitu pengajian yang di isi ceramah oleh salah seorang ustad yang sudah di tunjuk oleh panitia.


Tuan dan nyonya Pratama cukup takjub dengan acara yang di gelar oleh Yudha, sederhana namun terkesan mewah, perpaduan kearifan lokal dan nilai-nilai agama begitu terasa pada acara ini. Biasanya mereka menghadiri acara seperti ini hanya sambutan dari tuan rumah kemudian dilanjut makan-makan sambil membicarakan hal pribadi ataupun bisnis. Para tamu perempuan baik dari tetangga ataupun kerabat hampir semua mengenakan pakaian tertutup dan hijab menambah pandangan mata terasa sejuk.


"Pi, mami jadi merinding lihat acara ini, belum pernah kita menghadiri acara seindah ini, dari kita masuk tadi kita disambut dengan sangat ramah, senyum mereka tulus, mami bisa merasakan itu, dan untung saja kemarin Fahmi memberi tahu mami kalau ada acara pengajiannya, kalau tidak bisa salah kostum kita," ucap nyonya Miranda.


"Sepertinya aku harus belajar banyak dari pak Dimas, bisa punya anak yang hebat seperti Yudha dan menantu yang sholehah seperti Yasmin. Menurutku Yudha dan Yasmin berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik, meski mereka adalah keluarga kaya dan terpandang tapi tidak sombong, rendah hati dan bisa bergaul dengan semua lapisan masyarakat. Bahkan yang ku dengar dari Fahmi dua kakak laki-laki Aryana memilih masuk di dunia militer dari pada dunia bisnis," ucap tuan Dimas yang merasa kagum dengan karakter keluarga calon besannya.


Acara demi acara terlaksana dengan baik, acara telah selesai tinggal keluarga Fahmi dan kelurga Aryana. Fahmi segera mendekati Aryana ketika acara telah selesai.


"Sayang... kamu cantik sekali hari ini," ucap Fahmi tiba-tiba di hadapan Aryana membuat gadis itu terjengkit kaget.


"Ah kamu honey, bikin kaget aja seperti hantu tiba-tiba ada di depanku," ucap Aryana.


"He...he...maaf sayang membuatmu kaget," ucap Fahmi tersenyum.


"Kamu sudah mau pulang honey?" tanya Aryana.


"Belum, aku kesini aku ingin menyapa bidadariku yang sedari tadi sulit kujangkau," jawab Fahmi.


"Kamu ini bisa aja, honey, sudah makan?" tanya Aryana.

__ADS_1


"Sudah sayang, malah sudah sangat kenyang," jawab Fahmi.


"Sayang kamu disini rupanya," ucap nyonya Miranda tiba-tiba.


"Mami?"


"Ya sayang mami kangen sama kamu," ucap nyonya Miranda.


"Maaf mami, tadi saya sibuk menyapa para tamu dan kerabat sampai tidak memperhatikan mami," ucap Aryana tak enak.


"Nggak apa-apa, Sayang mami ngerti kok, tapi setelah menikah kalian harus tinggal di masnsion mami beberapa bulan!" pinta mami Miranda.


"Mami apaan sih, aku sudah menyiapkan runah sendiri untuk Aryana," tolak Fahmi.


"Dasar pelit, kamu kan anak tunggal kami, kamu nggak ngerti perasaan mami, mami kan juga ingin merasakan bagaimana rasanya punya menantu di rumah," ucap nyonya Miranda.


"Insyaallah, Mi kalau honey mengijinkan aku tidak keberetan tinggal sama mami," ucap Aryana.


"Tuh kan Aryana aja mau, dasar kamu aja yang serakah," ucap nyonya Miranda yang kesal dengan putranya sendiri.


Setelah berbincang dengan calon mertua, Fahmi dan keluarganya segera pamit untuk kembali ke hotel guna beristirahat agar meeeka siap untuk proses acara pernikahan Aryana dan Fahmi.


****


...🌷🌷🌷UNDANGAN🌷🌷🌷...


...Menikah...


...Aryana Maira Yudhatama...


...dengan...


...Fahmi Arya Pratama...


...Hari Tanggal : 9 November 2021...


...Tempat : Di perhaluan masing-masing...


...Turut Mengundang...


...Segenap Keluarga...


Nb. Khusus Readers Tidak menerima sumbangan berbentuk apapun kecuali doa yang ikhlas, Like, Vote, Rate bintang lima dan Hadian untuk Author.


______________________________________


Jangan lupa datang ya readers


Please Like, Vote, Coment, Rate and Favorit

__ADS_1


Thank You


Bersambung...


__ADS_2