
Pesta The Royal Wedding ngunduh mantu keluarga Yudha sudah selesai, semua keluarga besar dan para dua besannya sudah pulang ke kediaman mereka masing-masing. Sekarang yang tinggal di rumah hanya keluarga inti Yudha, tinggal Aryana dan keluarganya yang bekum pulang ke Singapura. Saat ini semua anggota keluarga sedang berbincang di ruang keluarga, namun Kirana, Nayla dan Yasmin malah sibuk bermain dengan keempat anak Aryana di gazebo belakang. Jadi di ruang keluarga hanya Aryana yang ada di sana, karena sangat jarang ia bisa berkumpul dengan kakak-kakaknya.
"Tak ada yang ingin berbulan madu ke Singapura?" gratis lho semua aku yang bayar," tawar Fahmi membuka obrolan.
"Kalau yang namanya gratis sih mau aja, tapi gimana cutiku sudah habis," ucap Afwa.
"Aku juga," ucap Afwi menimpali.
"Wah padahal aku sudah menyiapkan anggaran buat kalian."
"Lain kali aja deh, masih berlaku kan gratisan honeymoon nya?" tanya Afwi.
"Nggak, harus di ambil bulan ini, kalau nggak hangus," ucap Fahmi.
"Halah bilang aja nggak niat ngasih," cebik Afwi kesal.
Aryana dan Yudha hanya tersenyum melihat Fahmi menggoda Afwa dan Afwi, padahal nggak mungkin paket honeymoon hangus jika itu berasal dari sang ceo Pratama group.
"Sudah lah, Honey jangan godain kakak-kakakku terus," ucap Aryana.
"Aku, suka melihat wajah kesal mereka, Sayang."
"Halah mulai deh bucinnya, tapi sekarang nggak mempan ya, soalnya kami udah nikah," ucap Afwa dengan tatapan mengejek.
"Iya-iya yang sudah nikah, begitu amat, coba aja kalau kemarin istri kalian lihat tuan Nikko pasti kepincut deh," ucap Fahmi tak mau kalah, ia malah memprovokasi dua kakak iparnya ini.
Mendengar ucapan adik iparnya itu, Afwa dan Afwi langsug melayangkan tatapan tak bersahabat pada Fahmi.
"Siapa Nikko?" tanya Afwi penasaran sekaligus kesal.
Kali ini bukan Fahmi yang menjawab tetapi Yudha.
"Dia adalah rekan bisnis ayah dari Turki, kami baru bekerjasama enam bulan ini, dia jujur dan bertanggung jawab, barang-barang ptoduksi mereka juga berkualitas tinggi dengan harga yang cukup bersaing."
"Apa dia masih singel?" tanya Afwa.
"Ya, dia belum menikah dan dia putra tunggal yang kelak akan mewarisi Diamond Company," jawab Yudha yang membuat Afwa dan Afwi melongo.
__ADS_1
Mendengar nama Nikko, Aryana yang juga ikut menyimak pembicaraan, jadi ikut bicara karena ada sesuatu yang menganjal dalam pikirannya.
"Apa Nikko yang kalian bicarakan adalah tuan Nikko yang waktu pesta pernikahan Afwa dan Afwi tak sengaja di tabrak oleh Alesya?"
"Iya, Sayang, tuan Nikko yang kita bicarakan adalah tuan Nikko yang ditabrak oleh Alesya.
"Tunggu-tunggu ditabrak Alesya apa maksudnya?" tanya Afwa.
Aryana lalu menceritakan kejadian Alesya yang tak sengaja menabrak Nikko, ia juga menceritakan bahwa Nikko sama sekali tak marah pada Alesya, sikap Nikko malah terkesan sangat melindungi Alesya agar tidak di salahkan.
"Kok aku merasa ada yang aneh ya dari sosok Nikko ini," ucap Afwi begitu penasaran dengan Nikko, maklum jiwa polisinya sebagai reserse kriminal meronta-ronta kepo.
"Maksud kamu apa, Afwi?" tanya Fahmi yang kuga ketularan kepo kakak iparnya.
"Ya nggak tahu cuma fellingku ada yang disembunyikan si tuan Nikko ini."
"Kau ini, kebanyakan pacaran sama kasus kejahatan jadi berfikir yang tidak-tidak, asal yang dia sembunyikan bukan niat jahat pada perusahaan dan keluarga kita, nggak usah di urusi."
"Mungkin dia punya selingkuhan," tebak Afwa.
"Kalaupun iya bukan urusan kita, itu privacnya," ucap ayah Yudha dengan tenang tidak seperti anak dan menantunya yang kepo.
Afwi mendengarkan cerita Fahmi dengan seksama, ia mencoba menghubungkan cerita Fahmi dengan cerita Aryana tentang sikap Nikko pada Alesya waktu di pesta, jiwa keponya sungguh meronta-ronta.
"Oh tidak, ya Allah semoga tebakanku salah," batin Afwi ketika sudah bisa menerka apa yang terjadi, namun ia tak berani mengungkapkan apa yang ia pikirkan.
"Sayang sekali aku sudah tak punya anak perempuan, kalau punya mungkin aku akan jodohkan dengan tuan Nikko," celutuk Yudha lalu menyesap kopinya dengan santai.
"Ayah apaan sih, sekarang bukan jamannya perjodohan, lagipula ayah sudah tak punya anak perempuan yang singel," ucap Azka yang sedari tadi diam saja karena sibuk dengan gamenya, anak Yudhatama yang sedikit badung.
"Satu-satunya putri ayah sudah laku sejak masih bayi dan sekarang dia adalah milikku selamannya," ucap Fahmi sambil megenggam erat tangan Aryana lalu menciumnya dengan mesra membuat kakak dan adiknya memutar matanya jengah, tidak di Singapura, tidak di Indonesia selalu saja bucin tak tahu tempat.
Saat mereka asyik berbincang, Nayla, Kirana dan Yasmin menyusul para suami mereka bersama anak-anak Aryana.
"Papa...mama....!" panggil keempat anak Fahmi dan Aryana sambil sedikit berlari.
"Kalian main apa tadi sama tante dan oma?" tanya Aryana.
__ADS_1
"Kita main petak umpet sama kasih makan ikan di kolam," jawab Arsen.
Keempat anak Fahmi dan Aryana bercoletah ria menceritakan pengalaman-pengalamannya selama di Indonesia, dan Alesya ternyata menceritakan tentang insiden dia menabrak seorang tamu di pesta pernikahan Afwa dan Afwi. Saat bercerita terlihat ada sorot keceriaan karena insiden itu membuat Alesya seolah memiliki teman baru.
"Alesya suka paman Nikko?" tanya Afwi yang memulai aksi keponya.
"Lesya suka, uncle Nikko handsome," jawab Alesya mengemaskan.
"Idih, kecil-kecil dah kecentilan," seloroh Azka yang selalu saja merusuh.
"Lesya nggak kecentilan, uncle Nikko itu sepelti papa, ia baik, nggak malah waktu ditablak Lesya," ucap Alesya polos namun membuat Afwi ketar-ketir.
"Astaga, ngalamat bener dugaan gue, dan gue harus cari cara untuk membuktikan dugaanku," batin Afwi khawatir setelah mendengar celotehan keponakannya yang mengemaskan itu.
"Oh jadi uncle Nikko itu tampan ya? kalau sama om Afwa dan om Afwi tampan mana?" tanya Nayla yang sengaja menggoda suami dan iparnya.
Mendengar pertanyaan Nayla, Afwi dan Afwa langsung mendelik tajam, seolah berkata, maksud kamu apa tanya begitu, sudah punya suami kece badai masih menanyakan laki-laki lain. Fahmi yang melihat reaksi Afwa dan Afwi tergelak, ia puas dengan apa yang dilihatnya, putri Kombes Mahendra sungguh jahil.
"Mole handsome uncle Nikko," jawab Alesya sambil tertawa membuat semua orang di situ tertawa kecuali Afwa dan Afwi yang menatap Alesya dan Nayla sengit.
"Aryana, kamu harus memakaikan kacamata yang bagus untuk putrimu itu agar tidak salah menilai orang," ucap Afwi sebal.
"Kakak ada-ada saja, mata Alesya masih sehat dan berfungsi normal buat apa di kasih kaca mata, kak Afwi ini kekanak-kanakan, ucapan Alesya jangan di ambil hati, dia memang suka begitu, uncle Kim asisten mas Fahmi saja dibilang lebih tampan dari kak Afwa," ucap Aryana lalu tersenyum sambil geleng-gelenga kepala melihat tingkah kedua kakaknya.
"Sudah-sudah ayo kita makan dulu!" ajak bunda Yasmin menengahi perdebatan tak berfaedah anak dan cucunya itu.
Mendengar intruksi Yasmin, semua orang segera bergegas ke meja makan, meskipun Afwa dan Afwi masih dongkol dengan penilaian Alesya perihal ketampanan mereka yang dinilai kalah dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua dibanding mereka.
Wong ko ngene kok dibanding-bandingke (banding-bandingke)
Saing-saingke, yo mesti kalah
Tak oyak'o, aku yo ora mampu
Mung sak kuatku mencintaimu
Sambil menuju ruang makan Azka pun jahil, ia berjalan sambil menyanyikan lagu yang lagi viral membuat ia jadi bulan-bulanan Afwa dan Afwi. Ketiga putra Yudhatama itu benar-benar membuat semua orang angkat tangan, tapi itulah saudara, jika dekat bertengkar dan saling menjahili tapi jika tak ada saling merindukan.
__ADS_1
_________________________________