Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
S2. Kegiatan Sosial


__ADS_3

Perayaan hari idul kurban di rumah opa Dimas sudah selesai, anak-anak Yudha dan Paramitha sudah pulang ke tempat tinggal masing-masing, hanya tinggal Yudha, Yasmin, Paramitha dan Ilham yang belum pulang. Afwi dan Nayla adalah yang terakhir pulang diantara anak-anak Yudha.


"Ingat pesan bunda ya, Nay!" ucap Yasmin setelah mengurai pelukannya pada menantunya itu.


"InsyaAllah, Bunda, Nay akan selalu ingat semua nasehat bunda, doakan Nay dan abang ya, Bund agar semua hajat kami segera terkabul!" pinta Nayla dengan mata yang berkaca-kaca menatap Yasmin.


"Bunda dan ayah selalu mendoakan kamu dan semua anak cucu bunda, oma dan opa juga selalu berdoa untuk kalian semua," ucap Yasmin setelah mengurai pelukannya.


Setelah berpamitan Afwi dan Nayla memasuki mobil yang akan membawa mereka ke bandara. Afwi memang sengaja tak membawa mobil sendiri agar istrinya tak kecapean di perjalanan.


"Perasaan kamu sudah lega kan Sayang?" tanya Afwi.


"Alhamdulillah sudah, Bang," jawab Nayla sambil tersenyum ke arah suaminya.


Nayla kemudian menyandarkan kepalanya di pundak suaminya, Afwa pun membelai kepala Nayla penuh sayang. setelah hampir satu jam perjalanan Afwi dan Nayla sampai di bandara kemuadian mereka pu langsung menuju bagian keberangkatan domestik.


*****


Sekembalinya Nayla dari acara idul kurban bersama keluarga besar suaminya di kota K, Nayla jauh lebih tenang dan ceria. Ia cukup memahami nasehat dari ibu mertuanya yang memang begitu banyak pengalaman dalam kehidupan di banding dirinya. Hari ini ada acara Bhayangkari dengan agenda mengunjungi salah satu panti asuhan di kota Bandung. Sampai di panti asuhan rombongan ibu-ibu Bhayangkari disambut hangat oleh kepala panti yang bernama ibu Lestari dan beberapa pengurus panti.


"Selamat datang ibu, kami sangat senang atas kedatangan ibu-ibu semuanya," ucap bu Lestari.


"Saya dan rekan-rekan juga senang bisa berkunjung ke panti asuhan ini," ucap bu Dirga ketua Bhayangkari.


Bu Lestari kemudian mempersilahkan semua tamu-tamunya untuk memasuki ruangan yang sudah di sediakan untuk para ibu Bhayangkari.


"Ibu Lestari sebenarnya tak perlu repot-repot begini menyambut kami," ucap ibu Dirga yang merasa tak enak karena pengurus panti menyediakan banyak kursi dan menyuguhkan beberapa snack

__ADS_1


"Tidak apa-apa bu, kursi ini dipinjamkan gratis oleh pihak RT di kampung dekat sini dan snacknya ini buatan anak-anak di panti, semoga rasanya tidak mengecewakan.


"Ibu Dirga rasanya ingin sekali menangis mendengar penuturan ibu ketua panti asuhan, beberapa ibu Bhayangkari matanya juga berkaca-kaca termasuk Nayla yang air matanya sudah menetes.


Nayla tahu benar bagaimana kehidupan panti asuhan karena ia pun pernah tinggal di panti asuhan tempat bunda Nana, bagaimana ia harus memberikan pelatihan skill untuk adik-adik pantinya.


Setelah memberikan penjelasan tentang keadaan panti, bu Lestari mengajak rombongan ibu-ibu Bhayangkari untuk berkeliling di panti asuhan. Bu Lestari menunjukkan ruangan-ruangan yang ada di panti tersebut. Saat bu Lestari sedang menjelaskan datanglah salah seorang pengurus dengan tergopoh-gopoh menuju bu Lestari.


"Ada apa bu Irma, kenapa panik begitu?" tanya bu Lestari.


"Itu bu Nirmala tiba-tiba menangis dan tak mau berhenti nangisnya padahal sudah saya beri susu dan popoknya pun masih kering," lapor bu Irma.


"Baik kesana, kamu gantikan saya memandu ibu-ibu Bhayangkari ini!" pinta bu Lestari


"Baik Bu," ucap bu Irma.


Bu Lestari kemudian memohon ijin untuk menenangkan salah satu anak panti yang menangis. Sepeninggal bu Lestari, bu Irma melanjutkan memandu ibu-ibu Bhayangkari tadi.


"Enam bulan, Bu," jawab bu Irma.


"Masih sangat kecil, kenapa sampai di titipkan di sini, apa sudah tak punya keluarga?" tanya bu Dirga penasaran.


"Nirmala yang malang, ia di taruh di taman dekat panti sejak anak itu masih merah, sepertinya baru satu hari di lahirkan, itu yang di katakan bidan yang kami panggil untuk menangani Nirmala waktu itu."


"Apa pihak panti tak mencari tahu siapa yang menaruh bayi itu di taman, paling tidak membuat laporan ke polisi?"


"Sudah bu, kami juga sudah melaporkan tapi sampai beberapa minggu tak ada kabar apapun, sebenarnya Nirmala akan di bawa ke Dinas sosial tapi bu Lestari meminta untuk di asuh di panti asuhan ini saja, meskipun harus banyak prosedur yang harus kami lewati."

__ADS_1


Nayla yang ikut mendengar penjelasan bu Irma, diam-diam mengepalkan tangannya, tiba-tiba ia merasa sangat kesal, ada sesak yang menghimpit dadanya.


"Sungguh terlalu, aku dan abang yang mengharapkan seorang anak sampai saat ini belum di beri sama Allah, lni malah sudah di kasih malah dibuang begitu saja, bahkan bayi itu baru satu hari melihat dunia," kesal Nayla dalam hati.


Rombongan ibu-ibu Bhayangkari kembali ke ruangan yang tadi di pakai untuk menerima tamu setelah selesai berkeliling melihat keadaan panti asuhan tersebut. Tampak bu Lestari sudah menunggu di ruang pertemuan sambil mengendong seorang bayi.


"Maaf, bu tadi terpaksa harus meninggalkan ibu-ibu karena Nirmala susah diamnya kalau sudah menangis," ucap bu Lestari merasa tak enak dengan rombongan ibu-ibu Bhayangkari.


"Tidak apa-apa bu, kami mengerti," ucap ibu Dirga sambil tersenyum.


"Mari bu di habiskan dulu minum dan snacknya!" pinta bu Lestari


"Terima kasih Bu," ucap bu Dirga dan ibu-ibu Bhayangkari yang lain.


Setelah berbincang sebentar dan memberikan bantuan berupa uang, bahan makanan dan peralatan sekolah untuk anak-anak panti asuhan, bu Dirga dan rombongan pamit undur diri.


"Kami pamit ya bu, semoga pemberian kami yang tak seberapa ini bisa sedikit membantu anak-anak di sini," ucap bu Dirga.


"Terima kasih banyak bu Dirga dan ibu-ibu semuanya, kami tidak bisa membalas kebaikan ibu-ibu Bhayangkari semoga Allah yang akan membalasnya dengan semua hal yang lebih baik," ucap bu Lestari.


"Sama-sama, Bu,"balas bu Dirga kemudian keluar dari rumah panti asuhan di ikuti ibu-ibu Bhayangkari yang lain.


Saat keluar dari panti asuhan, Nayla memilih paling akhir karena ia ingin bicara sesuatu dengan bu Lestari.


"Bu kenalkan saya Nayla istri dari Ipda Afwi, kalau Nirmala butuh sesuatu ibu bisa menghubungi saya, saya berniat untuk menjadi orang tua asuh untuk Nirmala tapi saya akan membicarakan hal ini dulu dengan suami saya, apa boleh?" tanya Nayla.


"Tentu bu, kalau suami ibu setuju, kita bisa bicarakan kembali, tak perlu buru-buru, mendengar niat baik ibu saja saya sudah senang," ucap bu Lestari.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi, sudah di tunggu teman-teman," pamit Nayla kemudian bergegas menyusul rombongannya yang sudah lebih dulu menuju mobil.


Sebenarnya bu Lestari ingin menanyakan beberapa hal pada Nayla terkait ketertarikan ibu Bhayangkari itu untuk menjadi orang tua asih bagi Nirmala, namun ia urungkan mengingat Nayla terburu-buru karena sudah di tunggu rombongannya.


__ADS_2