
Afwi masuk ke kamar setelah Nayla menyelesaikan bacaan Al-Quran nya, Nayla yang melihat sang suami memasuki kamar meraih tangan Afwi dan menciumnya dengan takdzim dan di balas ciuman di kening oleh sang suami.
"Abang sudah pulang dari tadi, kok aku nggak dengar?"
"Iya abang sudah pulang dari tadi mau masuk kamar takut menganggu kamu mengaji, abang senang mendengar suara kamu membaca Al Qur'an.
"Abang mau langsung mandi?" tanya Nayla setelah melipat mukenanya
"Iya, hari ini abang dinas pagi," jawab Afwi sambil melepas sarung dan baju kokonya.
"Ya sudah abang mandi, Nay siapin bajunya," ucap Nayla kemudian menuju lemari untuk menyiapkan baju seragam dinas untuk suami tercintanya.
Afwi segera masuk ke kamar mandi karena jam sudah menunjukkan pukul enam lebih dua puluh. Setelah lima belas menit Afwi keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang, namun ia tak melihat keberadaan Nayla di kamar. Afwi segera mengenakan seragam yang sudah di siapkan sang istri, kemudian terdengar pintu kamar di buka.
"Sini Nay bantu, Bang," ucap Nayla lalu segera membantu mengancingkan baju seragam dinas Afwi.
Afwi membiarkan sang istri membantunya, ia sangat menikmati setiap moment kebersamaan dengan sang istri tercinta. Bagaimana tidak selama di Akpol Afwi dituntut untuk mandiri dalam segala hal belum lagi materi-materi akademik kepolisian yang harus ia pelajari. Tentu saja salah satu khayalannya saat jatuh cinta dengan Nayla adalah di manja oleh sang istri tercinta.
"Nah sudah selesai, sudah ganteng sekarang," ucap Nayla setelah selesai membantu sang suami mengenakan seragam.
"Terima kasih, Sayang, kamu memang yang terbaik," ucap Afwi sambil merengkuh pinggang sang istri agar lebih dekat dengannya.
Kini pandangan mata suami istri itu saling bertatap dengan penuh cinta, ada sorot mata yang hangat di mata keduanya.
"Abang selalu terlihat tampan jika mengenakan seragam dinas, bahkan tak terlihat abang sudah berstatus suami," puji Nayla sambil membelai wajah sang suami yang memang sangat tampan.
"Asal kamu tahu, setiap hari kamu juga semakin cantik dan semakin membuatku jatuh cinta," ucap Afwi yang tak kalah romantis bikin baper.
"Abang sudah ah nanti terlambat lho," ucap Nayla sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami.
Merasa apa yang dikatakan sang istri benar Afwi melepaskan pelukannya, kemudian memasang ikat pinggang. Setelah memakai seragam lengkap Afwi keluar kamar bersama Nayla.
"Sayang nanti kamu tidak usah masak, kita buka bersama di luar saja, jangan lupa kasih uang buat bi Jumi biar dia bisa beli makanan yang enak buat keluarganya di hari Asyura. Oh ya satu lagi, tolong kirimkan lima puluh lumpia dan beberapa kue ke kantor abang ya!" pinta Afwi.
"Oke, Bang InsyaAllah, nanti Nay kirim ke kantor," ucap Nayla tanpa bertanya dalam rangka apa sang suami mengirim banyak makanan ke kantornya karena ia sudah mengetahuinya. Selain hari Asyura dianjurkan untuk memberikan makanan yang enak untuk keluarga dan saudara, hari Asyura kali ini jatuh di hari Jumat dimana pahala sedekah akan dilipatgandakan.
Nayla mengantar sang suami sampai teras rumah, Afwi mendaratkan ciuman di kening sang istri setelah tangannya di cium dengan takdzim. Nayla masih berada di teras sampai mobil yang dikendarai suaminya sudah tak nampak. Nayla kembali masuk ke dalam rumah untuk bersiap-bersiap pergi ke gerai, apalagi hari ini ia harus menyiapkan pesanan khusus sang suami.
Pukul delapan Nayla sampai di gerai kuliner miliknya, ia langsung meminta dua karyawannya menyiapkan permintaan sang suami karena pukul sepuluh makanan itu harus sudah ada di kantor Afwi.
"Fia, Lia, nanti sebelum kirim ke kantor bapak cek dulu per packnya jangan sampai ada makanan yang terlewat!" pinta Nayla.
__ADS_1
"Ya bu, jawab dua karyawan wanita di gerai Nayla.
Setelah berkutat selama dua jam akhirnya pesanan sang suami sudah jadi, Nayla meminta karyawannya bernama Asep untuk mengantar ke kantor polisi dimana sang suami berdinas.
"Asep, hati-hati bawanya, ya!" peringat Nayla.
"Iya, Bu, beres, InsyaAllah aman sama Asep," ucap Asep sambil mengacungkan jempolnya.
Pukul sepuluh kurang lima belas menit, Asep sudah sampai di kantor polisi tempat suami bu bosnya berdinas. Asep turun dari mobil menghampiri pos jaga untuk memberi tahu akan mengantar pesanan Afwi.
"Permisi Pak, ini saya disuruh ibu Nayla untuk mengantar pesanan pak Afwi, mau di taruh mana?" ucap Asep pada seorang anggota polisi yang berjaga.
"Oh pesanan pak Afwi, mari ikut saya, tadi bapak sudah pesan langsung di bawa ke ruang beliau," ucap polisi yang berjaga.
Asep kemudian memindahkan makanan pesanan Afwi ke dalam kantor dibantu dua orang anggota polisi. Saat tahu karyawan sang istri datang mengantar pesanannya Afwi yang langsung bergegas mempersilahkan masuk, namun saat melihat bentuk pesanannya berbeda dengan permintaannya, ia sedikit terkejut.
"Asep, ini benar pesanan yang diantar ke kantor saya, kamu nggak salah kirim kan?" tanya Afwi keheranan.
"Benar atuh Pak, bu bos malah bilang saya harus hati-hati bawanya," jawab Asep jujur.
"Tapi saya pesannya nggak usah di pack begini, biasa aja," ucap Afwi.
"Lha kalau itu tanya langsung sama bu Bos, saya cuma diminta ngantar aja, kalau begitu saya permisi Pak," ucap Asep kemudian keluar dari ruangan Afwi.
Afwi
"Assalamualaikum, Sayang,"
Nayla
"Waalaikumsalam, Abang Sayang."
Afwi
"Sayang, ini kamu nggak salah kirim pesanan kan ke kantor abang?"
Nayla
"Tidak, Bang, Nay tidak salah kirim, kenapa? ada yang kurang?"
Afwi
__ADS_1
"Sayang, kan tadi abang pesannya lima puluh lumpia saja sama tambahin kue beberapa aja, ini kenapa malah di pack macam mau arisan saja."
Nayla
"Emang sengaja buat begitu, selain ini hari Jumat ini kan hari Asyura, jadi tampil beda dikit nggak apa-apa kan, InsyAllah barakah, Bang."
"MasyaAllah, kebaikan apa yang aku dilakukan di masa lalu sehingga punya istri sebaik ini," batin Afwi
Nayla
"Bang, abang masih di sana? Abang nggak marah kan?"
Afwi
"Iya, Sayang, abang nggak marah, terima kasih snacknya semoga usahamu dilancarkan rezekinya oleh Allah."
Nayla
"Aamiin, terima kasih, Bang."
Afwi
"Sudah dulu ya Sayang, Assalamualaikum."
Nayla
"Waalaikumsalam."
Setelah menutup telponnya dengan sang istri, Afwi meminta dua anggotanya untuk membagikan snack pada anggota yang lain. Tentu saja hal ini membuat para anggota polisi di kantor itu sangat senang bahkan office boy di kantor polisi itupun juga mendapatkan jatah snack. Apalagi makanan yang di pesan Afwi adalah makanan buatan istri tercintanya dengan kualitas yang tidak kaleng-kaleng.
"Alhamdulillah rezeki anak sholeh," ucap salah seorang anggota polisi bernama Bripda Marwan.
"Alhamdulillah juga aku juga belum sarapan," ucap Bripda Amir.
"Hualah bejo tenan Ipda Afwi, punya istri cantik, sholehah, dermawan, pinter masak, pinter bisnis juga, bener-bener spek bidadari, bisa nggak ya aku dapat yang seperti itu," ucap Bripda Joko yang langsung mendapat tonyoran di kepala dari Bripda Amir.
"Mbok ngaca to Bro, Ipda Afwi tuh siape, lu siape, mimpi jangan ketinggian," ucap Bripda Amir.
"Emang pangkat ku kalah jauh sama Ipda Afwi tapi siapa tahu aku juga bisa dapat istri spek bidadari seperti bu Afwi," ucap Bripda Joko yang masih kekeh dengan doa dan harapannya.
"Sebahagiamu ajalah Joko, sebagai best friends aku cuma bisa nyumbang doa semoga doa dan harapanmu di kabulkan," ucap Bripda Amir sambil merangkul Bripda Joko yang terlihat nelangsa sedangkan Bripda Marwan hanya bisa mengeleng-gelengkan melihat tingkah dua rekannya itu.
__ADS_1
Siang itu kantor polisi dimana Afwi bertugas diliputi kegembiraan, Afwi merasa bahagia melihat dan mendengar kebahagiaan rekan-rekan kerjanya mendapatkan makanan Jumat berkah. Istrinya memang luar biasa, andai ada malaikat kecil diantara mereka pastilah kebahagiaan yang ia rasakan akan sempurna. Dalam hati Afwi berdoa semoga semua kebaikan Nayla di terima Allah dan bisa menjadi jalan agar semua doanya terkabul.