Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 148


__ADS_3

Nayla kembali ke kedai lumpianya dengan wajah sumringah, usahanya yang ia rintis kecil-kecilan sudah menunkukkan hasil yang maksimal, apalagi kuliahnya hampir selesai tinggal menunggu skripsi. Ilmu membuat lumpiah yang di ajarkan bunda Nana membuatnya bisa menyalurkan hobi memasaknya.


"Wah kelihatannya mbak Nayla bahagia banget seperti baru tembus lotre," sapa Dio saat kakak angkatnya memasuki kedai dengan wajah ceria sambil tersenyum.


"Ah kamu bisa aja, anak kecil tau apa, jangan sok iye tahu urusan orang dewasa."


"Aku sudah dewasa lho mbak, sudah lulus SMA."


"Itu belum dewasa, ya, ngomong-ngomong selama mbak tinggal banyak yang beli nggak?"


"Lumayan mbak, Alahamdulillah."


"Dio, mulai besok kita akan tambah buat lumpianya ya, lima puluh biji dulu!" pinta Nayla.


"Ada pesanan mbak?"


"Nggak juga, mbak jadi menjalin kerajasama dengan abang Afwi yang kemarin itu, hari ini kami ketemuan di Aryana Hotel untuk membahas kerjasama dan akhirnya deal, mulai besok kita akan setor lumpia yang belum.di goreng ke Aryana Hotel, nanti kalau banyak yang minat kita bisa menambah setoran lumpianya."


"Alhamdulillah, selangkalah lagi mbak Nay bakal menjadi pembisnis besar yang sukses."


"Aamiin," ucap Nayla.


"Eh mbak tapi aku lihat-lihat bang Afwi ganteng banget lho, kalau aku jadi cewek aku bakal naksir sama bang Afwi, apa mbak Nay nggak kesengsem gitu sama bang Afwi?" tanya Dio yang sukses membuat Nayla menjadi salah tingkah dan Dio menangkap gelagat tak biasa sang kakak.


"Kamu tuh bisa aja, iya sih bang Afwi ganteng dan kelihatan sholeh, sopan meski sikap dia ke orang lain terlihat kaku dan cuek, tapi sama aku kok engak ya? bahka so sweet. Siapapun cewek yang jadi pendampingnya nanti pasti bahagia banget."


"Kalau menurut aku ya mbak, abang Afwi itu ada perasaan sama mbak Nay, masa nggak sadar sih?"

__ADS_1


"Nggak tuh, biasa aja, soalnya saat kami berinteraksi dia cool aja, profesional banget dalam bekerja, jadi mbak nggak merasa bang Afwi suka sama mbak."


"Mbak...nggak ada yang murni pertemanan antara laki-laki dan perempuan, pasti ada salah satu yang memendam perasaan, atau bahkan tanpa di sadari keduanya saling suka," ucap Dio memberikan pendapat yang cukup masuk akal.


"Bang Afwi itu keren banget tau nggak, pasti banyak cewek yang suka sama dia, nggak mungkin bang Afwi suka sama cewek seperti mbak."


"Jangan pesimis mbak jodoh kita nggak ada yang tahu, sudah mbak nggak usah mikir yang aneh-aneh lagi, fokus ke bisnis lumpia mbak ini sama skripsi mbak!" nasehat Dio yang sok dewasa tapi bicaranya bener.


Mendengar ucapan adiknya, Nayla, berusaha mulai fokus lagi dengan aktivitas berjualan lumpianya. Ia harus membuat lumpia yang enak dan berkualitas agar bisnisnya tetap eksis, apalagi dia baru saja menjalin kerjasama dengan Aryana Hotel.


Di tempat lain, Afwi sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang polisi, memeriksa laporan tentang beberapa kasus kejahatan yang telah terjadi di wilayahnya. Rasa lelah sudah menghingapi tubuhnya. Bagaimana tidak dia harus bersandiwara menjadi seorang karyawan hotel demi mendekati wanita pujaan hatinya, padahal tugas dia sebagai aparat keamanan sudah cukup sibuk.


"Ya Allah aku lelah sekali, semoga apa yang aku perjuangkan tak akan sia-sia, semoga Nayla tak marah padaku saat tahu profesiku sebagai seorang polisi," harap Afwi dalam hati.


Satu bulan berlalu, penjualan lumpian buatan Nayla di Aryana Hotel cukup bagus meski belum terlalu signifikan, tetapi hal itu membuat Nayla semakin semangat bekerja. Bahkan Aryana membuatkan satu event untuk program promosi di Aryana resto, yang bertujuan untuk semakin memperkenalkan menu-menu di Aryana hotel maupun di restonya yang terletak di lantai dasar. Meski berada di Singapura namun ia juga memantau Aryana Hotel yang menjadi mahar pernikahannya dengan Fahmi. Aryana tak mau menyia-yiakan pemberian sang suami yang sudah di buat oleh sang suami tercinta.


Saat Fahmi tau salah satu tujuan program promosi yang dibuat sang istri, Fahmi sampai tertawa terpingkal-pingkal, ternyata bukan hanya dia yang ujian cintanya berat tapi kedua kakak iparnya juga mengalami hal yang sama, tapi apa yang dialami Afwi ini sangat unik menurut Fahmi.


Bandung


Event promosi yang di buat Aryana terbilang sukses, banyak yang menyukai menu-menu di Aryana Hotel, selain harganya cukup terjangkau, Aryana juga membuat harga paket event promo untuk pernikahan ataupun rapat. Otak bisnis keluarga Yudha memang lebih banyak di wariskan kepada Aryana, apalagi dia di dampingi sang suami yang berprofesi sebagai seorang ceo Pratama group


Hari ini Afwi janjian bertemu dengan Nayla di Aryana resto, mereka ingin membahas tentang perkembangan bisnis Nayla yang bekerjasama dengan Aryana Hotel.


"Selamat ya, Bang, event kemarin sukses banget, banyak yang booking Aryana hotel buat pernikahan, meeting, seminar dan acara lainnya. Adik abang pinter banget dalam dunia bisnis," puji Nayla saat sedang makan siang bersama dengan Afwa.


"Terima kasih, adikku Aryana memang punya otak encer sejak masih sekolah, sering dia dapat juara lomba sains, meski sering ijin sakit tetap aja nilainya bagus. Pernah waktu SMP dia lupa kalau ada ulangan biologi mana gurunya killer, dan Aryana lupa nggak belajar dia malah malamnya nonton TV, tapi pas ulangan dia dapat nilai mutlak seratus, gila nggak tuh," ucap Afwi.

__ADS_1


"Orang yang dari sononya pintar mah gitu, Bang. Mau ujian nggak belajar aja nilainya seratus apalagi kalau belajar, bisa nilainya seratus sepuluh," ucap Nayla sambil terkekeh.


"Kamu itu aneh aja, mana ada nilai seratus lebih untuk nilai pelajaran sekolah."


"Aku juga pernah punya teman Bang, waktu SMA, temanku tuh cewek pintar banget kerjakan matematika, pada waktu itu guru matematika kasih PR lima puluh soal dengan materi persamaan, linier berganda dan campuran juga akar kembar. Busyet Bang, dia ngerjainnya sambil di ajak ngobrol sama pacarnya, bisa-bisanya gitu lho baru diapeli cowoknya di sambil ngerjakan PR matematika yang susah gitu, huh kalau aku ngerjakan satu soal persaamaan saja susahnya minta ampun perlu konsentrasi tinggi, nah ini temanku bisa sambil ngobrol pula ngerjainya dan bener semua lagi PRnya," ucap Nayla.


"Kadang aku heran, Dek sama aku dan dua saudara kembarku."


"Heran kenapa, Bang?"


"Ya heran, kami bertiga hidup sembilan bulan di rahim yang sama dan waktu yang sama tapi kenapa otakku dan otak kak Afwa tak se cemerlang adik kembarku Aryana."


"Itu mah takdir, abang, jangankan kepintaran, anak kembar ada yang satu baik hati dan yang satu jahat saja banyak terjadi, apalagi perbedaan kepintaran, karena setiap manusia itu di lahirkam dengan kapasitas jumlah sel otak yang sama, cuma nasipnya aja yang beda."


"Kalau kita nikah dan punya anak kira-kira nak kita pintar banget apa bisa saja ya?" ucap Afwi tanpa dosa membuat Nayla hampir tersedak puding jeruk yang di makannya.


Uhuk...uhuk...


"Hati-hati, Dek makannya jangan buru-buru nggak akan ada yang ambil!" ucap Afwi sambil menyodorkan segelas air di depan Nayla.


Nayla langsung meminum air yang diberikam Afwi, matanya sampai mengeluarkan air mata karena tersedak tadi.


"Bukan karena makanannya, Bang tapi karena omongan abang aku jadi kaget dan tersedak,* batin Nayla sedikit kesal.


"Maaf, aku tadi hanya bercanda" ucap Afwi setelah menyadari Nayla tersedak karena keaalahannya


________________________________________

__ADS_1


Please Likez Vote, Komentar, Rate and Hadiah


Thank You


__ADS_2