Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 63


__ADS_3

Hari bahagia yang di tunggu Fahmi dan Aryana pun tiba. Rumah kediaman Yudha sudah disulap menjadi sangat indah, tenda warna putih dengan aksen menawan menghiasi halaman depan rumah Yudha. Bunga mawar putih, bunga sedap malam, bunga melati menghiasi tempat ijab qobul akan dilangsungkan. Rombongan keluarga Fahmi sudah datang pukul delapan pagi, mereka dipersilahkan duduk di tempat yang sudah disediakan khusus untuk besan. Fahmi sudah duduk di kursi tempat ijab qobul akan dilaksanakan, sebagai saksi dari pihak Fahmi adalah Rendy kakak angkat Fahmi. Sedangkan dari pihak Aryana sebagai saksi adalah Dika kakak dari Yasmin.


Fahmi terlihat sangat gagah dan tampan dengan setelah jas warna putih dan juga peci dengan warna senada meski usia Fahmi tak muda lagi. Yudha pun juga sudah bersiap untuk melepaskan putri satu-satunya pada calon menantunya.


"Huh, tak kusangka aku akan melewati hari dimana aku akan menjabat tangan pria yang pernah menyukai istriku dan menjadikannya menantuku, takdirku benar-benar aneh, apa mungkin di dunia ini hanya aku yang memiliki takdir aneh seperti ini," gumam Yudha dalam hati.


"Pak Yudha silahkan anda duduk di depan mempelai laki-laki untuk proses ijab qobul!" pinta pak penghulu


Yudha lalu duduk di depan Fahmi yang di batasi sebuah meja, sedangkan Aryana menunggu di dalam kamar dengan hati yang berdebar.


"Silahkan mas Fahmi menjabat tangan pak Yudha untuk melakukan ijab qobul!, jangan tegang ya Mas, rileks aja!" pinta pak penghulu. Tangan Fahmi sudah berkeringat dingin, rasanya lebih menegangkan daripada harus meeting memperebutkan tender bernilai ratusan milyar atau pun saat memegang pisau operasi.


"Ananda Fahmi Arya Pratama bin Pratama Wijaya Saya nikahkan engkau dengan putri kandung saya Aryana Maira Yudhatama binti Yudhatama Dewantara dengan mas kawin seperangkat alat shalat, satu buah hotel, satu buah mobil sport dan satu buah rumah dibayar tunai," ucap Yudha.


"Saya terima nikah dan kawinnya Aryana Maira Yudhatama binti Yudhatama Dewantara dengan mas kawin tersebut tunai," ucap Fahmi.


"Bagaimana saksi Sah?"


"Sah....


"Alhamdulillah."


Setelah mendengar kata sah, Aryana di bawa keluar oleh tantenya yaitu Mitha dan Humaira. Aryana memakai kebaya warna putih dan kali ini Aryana memakai kebaya muslim berhijab, ya, saat memutuskan menikah Aryana berniat akan berhijab seperti sang bunda bukan karena ingin seperti sang bunda namun ia menyadari bahwa menutup aurat adalah kewajiban seorang muslimah.


Aryana dituntun untuk mendekat pada Fahmi, semua orang kagum dengan penampilan Aryana di hari pernikahannya kali ini, satu hal yang membuat berbeda selain riasan dari MUA yaitu kepala Aryana yang tertutup hijab. Fahmi pun tak kalah terpana pada wanita yang sekarang sudah sah menjadi isterinya itu. Aryana duduk di sebelah Fahmi, kemudian mereka saling menyematkan cincin lalu Aryana mencium tangan Fahmi tanda takzim setelah itu Fahmi mencium kening Aryana sambil memanjatkan doa untuk kebahagiaan pernikahannya. Kemudian Aryana dan Fahmi diminta menandatangani surat-surat pernikahan juga buku nikah mereka.


"Kamu cantik banget, Sayang," lirih Fahmi berbisik di telinga Aryana membuat wanita yang sudah sah menjadi calon istrinya itu tersipu malu.


"Ekhem, bisakah bermesraannya ditunda dulu," ucap Dika yang berdehem mengingatkan keponakan barunya yang terlihat tidak sabaran.


"Maaf Pakdhe," ucap Fahmi tak enak.


"What, pakdhe?, memang aku setua itu apa," gerutu Dika.


"Yuk kalian sungkem dulu sama orang tua kalian!" ajak tante Mitha menuntun Fahmi dan Aryana ke tempat duduk Yudha dan Yasmin.


Aryana dan Fahmi kemudian sungkem pada Yudha dan Yasmin.


"Bunda maaf jika selama ini Ana banyak salah sama bunda, belum bisa membahagiakan bunda, doakan pernikahanku agar selalu bahagia sakinah mawadah warohmah, ya Bund," ucap Aryana ketika sungkem dengan sang bunda.


"Kamu nggak salah, Sayang, mungkin bunda yang kurang bisa menjadi bunda yang baik untuk kamu. Bunda selalu mendoakan yang terbaik untukmu, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, patuhlah pada suamimu karena surga seorang istri ada pada suaminya," pesan Yasmin pada Aryana.


Aryana sedikit terisak mendengar petuah sang bunda. Setelah Aryana ganti Fahmi berbicara kepada Yasmin sebagai ibu mertuanya, tak banyak yang Fahmi katakan, ia hanya meminta doa restu yang tulus dari Yasmin. Sekarang ganti Aryana sungkem pada sang ayah, suasana harupun tak terelakan.


"Ana sayang, sekarang kamu sudah jadi seorang istri, patuhi suamimu selama perintahnya tidak bertentangan dengan hukum Allah dan negara, jika ada masalah bicarakan baik-baik dengan suamimu, jangan mengambil keputusan saat sedang marah, meski kau sudah menikah pintu rumah ayah, selalu terbuka untukmu dan dada ayah masih kuat untuk kau bersandar, berbahagialah putriku, doa terbaik ayah selalu menyertaimu," ucap Yudha yang langsung disambut pelukan oleh Aryana, sungguh pemandangan yang sangat mengharukan.


Sekarang giliran Fahmi meminta restu pada Yudha sebagai ayah mertuanya.


"Ayah doakan kami agar rumah tangga kami selalu bahagia dan melahirkan cucu-cucu yang lucu untuk ayah," ucap Fahmi pada Yudha yabg sekarang berstatus menjadi ayah mertuanya.


"Itu saja yang kau pikirkan, aku hanya ingin mengatakan padamu, titip putriku, dia adalah harta yang paling berharga bagiku, jangan pernah kau sakiti hatinya apalagi fisiknya, jika kau sudah tak mencintainya jangan pernah berkhianat di belakangnya ataupun menduakannya, kembalikan Aryana padaku atau katakan padaku maka aku akan menjemput Aryana kembali," ucap Yudha dengan suara parau menahan tangis, sekuat apapun jiwanya sebagai seorang militer namun ketika berhubungan dengan putrinya Yudha tak bisa menahan perasaannya lagi dan kata-kata Yudha pada Fahmi tersebut membuat para wanita menangis mendengarnya. Baru kali ini mereka melihat seorang Yudhatama Dewantara yang datar dingin apalagi terhadap anak buahnya sekarang bisa terlihat sedih dan hampir menangis karena harus melepas putri satu-satunya.


"Ayah aku berjanji aku akan membahagiakan Aryana dengan segenap jiwa dan ragaku, dan aku pastikan aku tak akan pernah mengkhianatinya, aku tak akan pernah mengembalikan Aryana pada ayah, dia tanggung jawabku seumur hidup, jika sampai aku melanggar janjiku, ayah boleh melakukan apa saja padaku dan aku tak akan melawan," ucap Fahmi membalas ucapan Yudha yang memberi nasehat namun bagi dirinya justru terdengar suatu alarm peringatan yang berbahaya.

__ADS_1


Setelah sungkem pada Yudha dan Yasmin, Fahmi dan Aryana sungkem pada tuan Pratama dan nyonya Miranda. Tuan Pratama dan nyonya Miranda memberikan nasehat pada Fahmi dan Aryana agar selalu rukun dan saling mengerti dalam menjalani pernikahan. Nyonya Miranda mencium dan memeluk Aryana penuh sayang seolah ia menemukan putrinya yang telah lama hilang.


Acara sungkeman selesai dilanjutkan foto bersama dengan keluarga dan sahabat. Mereka memberikan selamat pada Fahmi dan Aryana yang telah sah menjadi suami istri.


Prosesi acara ijab qobul telah selesai kedua pengantin pun beristirahat untuk acara resepsi pernikahan yang akan dilaksanakan malam hari nanti.


Acara resepsi sebagai perhelatan akbar dua pemegang perusahaan besar malam ini digelar dengan megah di hotel DW group. Ballroom utama yang mampu menampung seribu undangan lebih sudah dekor dengan luar biasa, pengamanan ekstra ketat pun diberlakukan di pesta pernikahan Aryana dan Fahmi. Keamanan gabungan dari pengawal Dewantara group dan Pratama group juga pengaman gabungan TNI dan Polri mengingat Yudha masih berdinas aktif meski ia masih dalam proses pengajuan pensiun dini dari militer dan juga papa Dimas mantan petinggi militer yang masih disegani juga sebagai ceo Dewantara group.


Pintu utama ballroom terbuka, terlihat Aryana dan Fahmi memasuki gedung bak raja dan ratu, Fahmi tampak gagah dan tampan dengan setelan jas pengantin berwarna silver yang ia kenakan, disampingnya berjalan dengan anggun sang istri yang memakai gaun pengantin muslim dengan warna senada dengan Fahmi. Aryana terlihat sangat cantik, orang tak akan mengira kalau usia Aryana baru delapan belas tahun lebih.


"Aryana kelihatan cantik banget ya," ucap salah seorang kerabat.


"Ya orang kaya mah bebas mbak, biar Fahmi sudah tua dia masih gagah dan tampan kaya lagi, jadi nggak masalah," ucap kerabat lainnya.


'"Iya ya mbak daripada dapat yang masih muda tapi kerjaan pas-pasan lebih baik seperti si Aryana ini, tuo rapopo angere sugih (tua nggak apa-apa asal kaya), bener yo mbak istilah, bondo kui goleki kancane ( harta itu mencari temannya), wis sugih malah etuk bojo wong sugih (sudah kaya malah jodohnya juga orang kaya)," ucap salah seorang kerabat dari keluarga Yasmin.


"Lagi iki lho mbak aku mlebu gedung apike koyo ngene, nganti merinding aku mbak pas mlebu ruangan iki, apik tenan (Baru ini lho mbak aku masuk gedung bagusnya seperti ini, sampai merinding aku mbak masuk ruangan ini, bagus sekali).


Banyak yang memuji pernikahan mewah dua pewaris kekayaan pengusaha sukses di negeri ini. Petinggi militer, pengusaha banyak yang hadir dalam pernikahan ini.


Sedangkan di pelaminan Fahmi dan Aryana sibuk menyalami para tamu yang akan memberi ucapan selamat dan meminta foto bersama senyum mengembang tak lepas dari bibir Fahmi dan Aryana.


"Kamu capek, Sayang?" tanya Fahmi.


"Sedikit, tapi nggak apa-apa bentar lagi pestanya akan selesai," ucap Aryana menenangkan Fahmi.


"Kalau nggak kuat jangan dipaksakan, yang penting kesehatan kamu," ucap Fahmi.


"I'am fine," ucap Aryana.


 I wonder how


Aku bertanya-tanya bagaimana semua terjadi


I wonder why


Aku bertanya-tanya kenapa semua terjadi


I wonder where they are


Aku bertanya-tanya dimanakah


The days we had


Hari-hari kebersamaan kita dulu


The songs we sang together (Oh yeah)


Lagu-lagu yang kita nyanyikan bersama


And, oh, my love


Dan, oh, cintaku

__ADS_1


I'm holding on forever


Aku kan bertahan


Reaching for a love that seems so far


Merengkuh cinta yang tampak begitu jauh


So I say a little prayer


Maka kupanjatkan doa


And hope my dreams will take me there


Dan berharap mimpi-mimpiku kan membawaku ke sana


Where the skies are blue


Ke tempat di mana langit biru


To see you once again


Tuk bertemu denganmu sekali lagi


My love


Cintaku


Overseas from coast to coast


Seberangi lautan


To find the place I love the most


Tuk temukan tempat yang paling kusuka


Where the fields are green


Di mana ladang menghijau


To see you once again


Tuk bertemu denganmu sekali lagi


My love


Cintaku


_______________________________________


Untuk para readers sumbang like, vote, coment rate bintang lima, hadiah yang banyak buat author ya, he...he...


Thank You

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2