Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 90


__ADS_3

Di Singapura Fahmi dan Aryana menjalani hari hari mereka dengan bahagia, Fahmi sangat protektif dan posesif dengan kondisi kehamilan istrinya. Fahmi juga jarang lembur di kantor karena ingin lebih banyak meluangkan waktu untuk istri dan ketiga calon buah hatinya. Allah memang Maha Mengetahui kapan hambanya di beri rezeki, untuk mengejar ketertinggalannya dari segi usia di bandingkan teman-teman sebayanya yang sudah memiliki beberapa anak, bahkan anak dari teman-teman seusianya sudah menginjak remaja, Allah langsung menghadirkan tiga calon buah hati untuk Fahmi sekaligus di saat usianya bisa dibilang tak muda lagi.


Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendakiNya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa”[QS. Asy-Syura/ : 49-50]


* Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. Dialah yang menciptakan dan menentukan apa yang Dia kehendaki. Dalam ayat di atas, Allah memaparkan empat golongan manusia ditinjau dari sisi keturunan yang dikaruaniakan kepada mereka. 1) Allah mengaruniakan anak perempuan saja. 2) Allah mengaruniakan anak laki-lakai saja 3) Allah mengaruniakan anak laki-laki dan perempuan ,4) Allah menjadikan seseorang mandul, tidak beranak.


Jadi masalah hadirnya seorang anak dalam rumah tangga adalah hak penuh dari Allah SWT, karena Dia lah yang paling tahu keadaan hamba-hamba-Nya, sekarang, nanti ataupun di masa depan.


.


.


Di tempat lain seorang laki-laki berseragam taruna Akpol sedang menjalani latihan bersama teman-temannya.


"Fi, besok ada jadwal pesiar, kamu mau jalan kemana besok?" tanya Zain teman sekamar Afwi yang sedikit suka kepo dengan kehidupan Afwi, Afwi memang seorang pria yang mungkin paling pendiam, dingin dan datar dari sekian banyak taruna Akpol.


"Belum, tahu tapi aku pingin ke tempat yang jual lumpia Semarang paling enak," jawab Afwi membuat Zain terkejut.


"Hah?, apa?, cari orang jualan lumpia?" ucap Zain terkejut bercampur heran, karena biasanya jam pesiar digunakan untuk lihat yang bening-bening.


"Kamu sehat, Fi?" tanya Zain lagi memastikan.


"Gue sehat, apaan sih?" tukas Afwi sewot karena pertanyaan temannya yang aneh.


"Ya maksudku, biasanya pesiar tuh sambil lihat yang bening-bening, siapa tahu bisa calon ibu bayangkari.


Mendengar perkataan Zain, Afwi langsung mendaratkan tonyoran ke kepala Zain meski tak keras.


"Jangan suka berfikir yang bukan-bukan!" ucap Afwi setelah mendaratkan tonyoran ke kepala Zain.


"Lha, kalau pesiar sekalian cuci mata gitu, biasanya cewek ada di list yang pertama, ini list paling atas malah cari lumpia, kau ini kaya orang ngidam aja. Wah apa jangan-jangan kamu sudah nanam saham di perut cewek, terus lu yang ngidam, yang biasa di sebut kehamilan simpatik," canda Zain tapi malah di hadiahi tonyoran yang lebih keras oleh Afwi.


"Kamu makin lama makin nyebelin ya, apa tampang aku ini tampang mesum seperti itu?, punya gue masih ori belum terkontaminasi apapun!" ucap Afwi kesal.


"Auww, dasar kau ini ya, main tonyor aja, masih kepakai nih kepala," ucap Zain sambil mengusap-usap kepalanya bekas di tonyor oleh Afwi tadi.


"Habisnya kamu, teman nggak ada akhlak, aku 'kan nanya tempat mana yang jual lumpia enak di Semarang, tapi pikiran kamu malah mesum kemana-mana," sarkas Afwi.


"Ya, maaf deh, aku cuma bercanda aja, lagian mana berani kamu main gitu-gitu bisa di libas pasti sama ayahmu ," ucap Zain.


Sedang asyik Afwi dan Zain mengobrol, Rizal dan Faisal datang mendekat kepada mereka.


"Lagi ngobrol serius apa nih?, ikutan dong!" tanya Faisal yang langsung duduk di sebelah Afwi dan Rizal duduk di sebelah Zain.


"Nggak ngobrolin apa-apa, cuma tuh si Afwi besok pas pesiar pingin beli lumpia di kota Semarang ini yang paling ajib," jawab Zain.


"Beneran kamu pingin makan lumpia?" tanya Faisal dengan mimik serius.


"Iya," jawab Afwi singkat.


"Biyuh, ditanya singkat amat jawabnya," ledek. Riza.

__ADS_1


"Fi, kalau benar kamu pingin lumpia, aku tahu tempatnya, tak terlalu besar tapi dijamin enak banget, kebetulan jadwal pesiar besok aku nggak lagi pingin kemana-mana, jadi nanti aku temani, gimana?" tawar Faisal.


"Oke, deh besok antarkan aku ke tempat itu," ucap Afwi.


Keesokan harinya adalah hari Minggu, para taruna dan taruni mendapatkan kesempatan pesiar, sesuai dengan janjinya, Faisal mengantar Afwi ke tempat penjual lumpia yang menurutnya cukup enak.


"Sal, mana sih penjual lumpia langganan kamu perasaan dari tadi tidak sampai-sampai?" tanya Afwi kesal karena hampir dua kali mereka memutari lokasi yang sama.


"Bentar kenapa sih," ucap Faisal sambil meneliti satu-satu kios yang berada di jalan M itu.


"Kok, penjualnya ganti sih, bukan ibu-ibu, apa aku tanya saja ya," gumam Faisal dalam hati, kemudian ia turun dari mobil grab yang disewanya bersama Afwi.


"Yakin kamu ini tempatnya?, awas ya kalau rasa lumpianya tidak enak!" ancam Afwi dengan tatapan matanya yang tajam membuat Faisal bergidik ngeri.


"Yakin, cuma tadi aku lupa nama kiosnya," ucap Faisal meski sebenarnya ia tak yakin ini tempat penjual lumpia yang pernah di tunjukkan kakak sepupunya dulu.


Dengan percaya diri Faisal mengajak Afwi mendekat ke kios penjual lumpia tersebut, di sana tak terlihat wanita paruh baya yang di kenal Faisal sebagai pemilik kios lumpia tersebut. Sekarang justru terlihat di kios itu ada seorang gadis cantik berkulit putih, hidung mancung bibir mungil dengan rambut di ikat ekor kuda, memakai celemek nampak sedang meniriskan lumpia yang batu saja selesai di.goreng.


"Permisi!, apa benar ini kios lumpia bu Nana?" tanya Faisal pada gadis yang sedang meniriskan lumpia yang baru saja di goreng.


Mendengar suara seorang pria gadis itupun langsung mendongakkan kepalanya, terlihat di depan mata gadis itu dua pria tampan berseragam seperti militer.


"Iya, benar ini kios bu Nana," jawab gadis itu.


"Lalu dimana bu Nana, kenapa saya tidak melihatnya di kios?" tanya Faisal.


"Ada apa anda mencari bu Nana?" jawab gadis itu yang malah balik bertanya.


"Bu Nana beliau baik, hanya beberapa bulan terakhir belia kesehatannya sedikit menurun jadi saya di bantu beberapa adik-adik panti mengantikan beliau berjualan lumpia di sini agar dapur di panti bisa terus mengepul," ucap gadis itu.


"Oh, begitu," ucap Faisal tersenyum kikuk.


"Ngomong-ngomong mas hanya mau tanya tentang bu Nana atau ada yang lain?" tanya gadis itu.


"Ehm, ini teman saya pingin beli lumpia,"Jawab Faisal sambil menunjuk Afwi yang ada di sampingannya.


"Mau beli berapa, Mas?" tanya gadis itu ramah.


"Jenisnya apa saja?" tanya Afwi datar namun gadis itu tetap melayaninya dengan ramah, tanpa niatan genit ataupun menggoda, murni profesional dalam melayani pembeli.


"Di sini ada dua varian yang isi rebung dan isi sayur," jawab gadis itu.


" Aku beli sepuluh isi rebung dan sepuluh isi sayur," jawab Afwi.


"Mau makan di sini apa dibawa pulang?" tanya gadis itu.


"Di bawa pulang," jawab Afwi dengan nada datarnya, meski dalam hatinya ia memperhatikan gadis penjual lumpia tersebut, perasaannya mengatakan gadis di depannya seperti menyimpan sebuah misteri.


"Terlalu cantik untuk seorang gadis berjualan lumpia" gumam Afwi dalam hati.


"Baik, tunggu sebentar ya, Mas!" pinta gadis penjual lumpia tersebut.

__ADS_1


Afwi dan Faisal menunggu dengan duduk di kursi yang sudah di sediakan sambil lumpia selesai di goreng, para pembeli di kios gadis itu juga cukup ramai, kebanyakan mereka membeli untuk di bawa pulang. Sekitar lima belas menit akhirnya lumpia pesanan Afwi pun jadi.


"Ini Mas pesanannya," ucap gadis penjual lumpia itu.


"Berapa semuanya?" tanya Afwi.


"Per bijinya dua belas ribu jadi total semuanya dua ratus empat puluh, Mas," jawab gadis itu.


Setelah gadis penjual lumpia menyebutkan nominal yang harus di bayar, Afwi mengeluarkan tiga lembar uang seratus ribu lalu memberikannya pada gadis itu, namun pada saat gadis itu akan memberi kembaliannya pada Afwi, putra kedua Yudha itu menahannya.


"Kembaliannya buat mbak dan adik-adik mbak saja," ucap Afwi membuat gadis penjual lumpia tadi tertegun.


"Tapi, Mas---"


"Sudah saya tidak terima penolakan, saya ikhlas memberikannya, saya permisi!" ucap Afwi kemudian segera berlalu dari kios lumpia itu sedangkan Faisal langsung menyusul sahabatnya yang berjalan lebih dulu dengan langkah cepat.


"Eh, Afwi rese kamu ya, main ninggalin aja!" omel Faisal sambil berjalan cepat agar bisa menyamai langkah Afwi.


"Dasar, lelet, aku heran kenapa kamu bisa masuk Akpol," umpat Afwi dengan nada datarnya.


"Eh kuya, gini-gini gue jujur, aku bisa masuk Akpol karena memenuhi syarat," ucap Faisal kesal.


Afwi melihat jam di pergelangan tangannya, ternyata menunjukkan pukul sebelas siang, sebentar lagi masuk waktu dzuhur. Kebetulan di sekitar situ ada masjid, lalu Afwi berjalan menuju masjid, ia akan istirahat sebentar di masjid tersebut sekalian shalat dzuhur, sembari menunggu waktu shalat tiba, Afwi mengajak Faisal mencicipi lumpia yang barusan di beli Afwi.


"Enak, nggak, Fi?" tanya Faisal pada Afwi yang sudah memakan setengah lumpia yang berisi rebung, sedangkan Faisal mencoba varian baru lumpia yang berisi sayur.


"Enak," jawab Afwi singkat karena ia masih menikmati lumpia yang masih setengah potong.


"Cobain yang, isi sayur deh, Fi, tak kalah enak!" pinta Faisal.


Afwi pun mengambil satu buah lumpia yang berisi sayur dan memasukkan ke dalam mulutnya, saat ia mengigit lumpia berisi sayur Afwi merasa amazing, ia merasakan lumpia berisi sayur memiliki taste rasa yang berbeda. Tanpa Afwi sadari ia memakan lumpia berisi sayuran sambil tersenyum sendiri.


______________________________________


Ah, Mas Afwi author jadi pingin lumpia Semarang nih


Tapi kenapa ya Mas Afwi senyum-senyum sendiri sambil makan lumpia, wah gawat


...HAPPY NEW YEAR 2022...


...Semoga di tahun baru ini segalanya bisa berubah menjadi lebih baik, Aamiin...🤲...


Please, Like, Vote, Coment, Rate and Favorit


Maaf baru bisa up pagi ini


Thank You


Bersambung...


*) Referensi: https://almanhaj.or.id/1352-keturunan-atas-kehendak-dan-taqdir-allah.html

__ADS_1


__ADS_2