Pilihan Hati Aryana

Pilihan Hati Aryana
Episode. 51


__ADS_3

"Apa!" pekik Aryana kaget


"Nggak usah kaget begitu, Sayang," ucap Fahmi.


"Maksudmu apa honey, hotel itu kamu persembahkan untukku?" tanya Aryana dengan tatapan menyelidik.


Fahmi lalu berjongkok di depan Aryana yang duduk di sofa ruang kerja Fahmi, lalu Fahmi meraih tangan Aryana dan memandang tunangannya itu penuh cinta.


"Sayang, hotel itu akan aku beri nama Aryana Hotel, dan hotel itu akan aku jadikan salah satu mahar pernikahan kita," ucap Fahmi sambil menggenggam tangan Aryana.


"Om, ini berlebihan, kenapa maharnya hotel?" tanya Aryana.


"Untukmu tak ada yang berlebihan sayang, kamu wanita terkuat dan terhebat yang pernah hadir dalam hidupku setelah mami, dan kamu layak mendapatkannya bahkan lebih dari sebuah hotel," jawab Fahmi lembut dengan tatapan penuh cinta.


"Honey, terima kasih, sudah mau mencintaiku, menungguku selama tujuh belas tahun, terima kasih sudah mau menerima gadis yang penuh kekurangan ini," ucap Aryana sambil berurai air mata sambil memandang Fahmi yang berjongkok di hadapannya.


"Sayang, jangan menangis!, Om melakukan ini ikhlas, sebagai salah satu bentuk rasa sayang Om padamu, Om nggak tega lihat kamu menangis. Sebentar lagi pengumuman kelulusanmu, itu berarti hari kita akan bersatu akan segera tiba," ucap Fahmi sambil menghapus air mata di pipi Aryana.


"Honey, apa setelah kita menikah, aku masih boleh meneruskan kuliah?" tanya Aryana dengan sedikit terisak karena menangis tadi.


Mendengar pertanyaan Aryana, Fahmi berdiri lalu duduk di dekat Aryana, ia masih menatap wajah Aryana intens, sesekali ia merapikan anak rambut Aryana.


"Tentu saja boleh, Om malah suka kalau kamu mau melanjutkan kuliah, memangnya kamu mau kuliah dimana hemm?" tanya Fahmi lembut.


"Aku belum tahu honey, mau kuliah bisnis atau kedokteran seperti cita-citaku," jawab Aryana merasa bingung dengan jurusan yang akan dia pilih.


"Turuti kata hatimu sayang, jangan belajar hal yang tidak kamu suka karena itu tidak akan berakhir baik, kalau kamu suka kedokteran ya kuliah itu saja, jangan mengorbankan cita-cita dan perasaanmu demi orang lain meski itu saudaramu sendiri, karena kamu adalah kamu dan kamu berhak bahagia," ucap Fahmi memberi nasehat.


"Jadi apa aku pilih kedokteran saja, lalu yang bantu ayah, honey?" ucap Aryana masih bimbang dengan keputusannya.


"Sayang, dengarkan Om, Kalau belajar berbisnis itu bisa otodidak bahkan banyak pengusaha sukses yang tidak dilatar belakangi pendidikan bisnis, ada yang hanya lulusan SMA, SMP bahka ada yang tidak lulus SD, tapi kalau kedokteran kamu nggak bisa otodidak karena itu berhubungan dengan nyawa manusia, kamu harus belajar yang benar dengan ilmu yang benar, jadi intinya saran Om, kamu tetap ambil jurusan kedokteran saja masalah belajar bisnis bisa sambil jalan, kamu kan punya banyak mentor, ayah kamu, Opa, Om Devan, dan juga tunanganmu yang paling tampan ini," ucap Fahmi sambil menggoda Aryana.


"Ah, kamu narsis honey," ucap Aryana sambil mencubit pinggang Fahmi.


"Auww, sakit Yang, belum halal sudah main kdrt saja," ucap Fahmi sambil memegang pinggang yang habis dicubit Aryana.


"Habis, om narsis sih."


"Narsis gini kamu tetap cinta kan," ucap Fahmi sambil menoel dagu Aryana.


"Ih, honey, sebenarnya aku kesini disuruh bantuin atau cuma dimodusin sih?" tanya Aryana sebal sambil membuang mukanya.


"Ya bantu aku dong, biar hotelnya cepat selesai dan bisa segera di resmikan," jawah Fahmi sambil tersenyum, ia suka melihat wajah cantik Aryana yang terlihat kesal.


"Kalau begitu aku harus lihat hotelnya dulu secara keseluruhan, baru bisa menentukan furniture yang cocok," ucap Aryana.

__ADS_1


"Oke, princess, tapi sebelum ke hotel kita makan siang dulu, kamu pasti lapar!" ajak Fahmi.


Fahmi lalu mengandeng Aryana keluar dari ruang kerjanya, sampai di lobby hotel semua orang yang ada disitu memandangnya dengan penuh tanda tanya. Fahmi dan Aryana berjalan santai melewati lobby, mereka seakan tak mempedulikan tatapan para karyawan perusahaan yan penuh dengan kekepoan itu.


Fahmi dan Aryana menaiki mobil menuju restoran sunda yang terkenal di daerah itu, kebetulan letak restoran searah dengan hotel Pratama group. Setelah makan siang dan shalat dzuhur mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat hotel yang sudah sembilan puluh persen jadi. Tak lama mereka sampai di hotel milik Pratama group, pak Dadang selaku penanggung jawab proyek menyambut kedatangan big bos mereka.


"Selamat siang, pak Fahmi!" sapa pak Dadang.


"Siang, bagaimana pembagunannya apa masih ada kendala?" tanya Fahmi.


"Tidak ada, Alhamdulillah semuanya lancar setelah revisi di bagian Amdal kemarin," jawab pak Dadang.


"Bagus, segera selesaikan pembagunannya, saya mau melihat ke dalam dulu," ucap Fahmi.


"Silahkan, Pak, mari saya antar!"


Fahmi dan Aryana mulai memasuki hotel, langsung masuk ke lobby, disana mereka berhenti sebentar, Aryana memindai setiap sudut lobby yang sudah di design apik dengan konsep sunda tinggal memasang furniturenya saja. Setelah selesai melihat lobby, dengan diantar pak Dadang mereka melihat hampir semua sudut hotel yang berkenaan dengan tamu, Aryana melihat design kamar hotel agar ia bisa pas menentukan furniture apa yang cocok dipasang di hotel tersebut.


Setelah selesai berkeliling melihat desain interior hotel, Aryana dan Fahmi segera meninggalkan lokasi hotel untuk mengantar Aryana pulang karena sudah terlihat lelah.


"Sayang, aku antar kamu langsung ke rumah ya, kamu sudah terlihat lelah," tawar Fahmi.


"Ya, honey, aku merasa lelah banget, nanti katalog model furniturenya, kirim saja via email saja ya!" pinta Aryana.


"Ya, Sayang, nanti kamu pilih lalu kirim hasilnya ke aku," ucap Fahmi yang kemudian menuntun Aryana masuk ke mobil, lalu Fahmi melajukan mobilnya menuju rumah Aryana.


"Assalamualaikum, Yas"


"Waalaikumsalam."


"Lho Aryana mana, katanya tadi ke kantor kamu?" tanya Yasmin heran.


"Ada, dia ketiduran di mobil, aku membangunkannya tidak tega, boleh aku mengendongnya sampai kamarnya, aku janji tak akan macam-macam," ucap Fahmi


Yasmin menimbang-nimbang permintaan Fahmi, akhirnya dengan terpaksa ia mengijinkan Fahmi untuk mengendong Aryana masuk ke dalam kamar. Akhirnya Fahmi mengendong Aryana dari dalam mobil menuju kamarnya.


"Ternyata kamarmu bagus juga, sayang," gumam Fahmi setelah membaringkan Aryana di tempat tidur dan menyelimutinya.


Setelah membaringkan Aryana di tempat tidur, Fahmi, langsung keluar karena Yasmin mengikutinya sampai ke kamar Aryana.


"Terima kasih," ucap Yasmin


"Sama-sama, aku langsung pulang ya sudah sore," ucap Fahmi.


"Iya, aku antar ke depan," ucap Yasmin.

__ADS_1


Sampai di teras depan Fahmi mengatakan sesuatu pada Yasmin tentang hubungannya dengan Aryana.


"Yas, begitu kelulusan Aryana di umumkan, aku akan segera mengadakan acara lamaran dan aku berencana setelah kami menikah, aku akan membawa Aryana ke Singapura untuk menuntaskan pengobatannya sekalian dia bisa kuliah di universitas terbaik disana," ucap Fahmi.


"Semua terserah Aryana saja, senyamannya dia, Mas. Kalau dia sudah menikah dengan mas Fahmi, Aryana harus nurut dan ikut kemana mas pergi," ucap Yasmin.


"Baiklah, nanti aku bicarakan lagi dengan Aryana, semoga dokter Chan di Singapura yang aku tugaskan mencari donor jantung untuk Aryana bisa segera mendapatkannya," ucap Fahmi membuat Yasmin terharu.


"Terima kasih banyak, aku bersyukur mas Fahmilah yang akan menjadi pendamping Aryana, andai pria lain, belum tentu ia bisa menerima kekurangan Aryana yang satu ini," ucap Yasmin dengan sedikit sendu.


"Terima kasih juga kamu dan Yudha bersedia mempercayakan salah satu harta bergarga kalian kepadaku, aku janji akan membahagiakan Aryana dengan seluruh hidupku," ucap Fahmi meyakinkan.


Setelah sedikit membicarakan niatnya terhadap Aryana pada Yasmin, Fahmi segera meninggalkan kediaman Yudha.


*****


Satu bulan telah berlalu dengan begitu cepat, hari ini adalah hari pengumuman kelulusan, yang mengambil adalah wali murid. Tentu saja hal ini sangat dinantikan oleh semua siswa tak terkecuali Aryana dan Afwi. Moment kali ini Yasmin tak ingin anak-anaknya kecewa lagi, ia mewanti-wanti sang suami agar menyempatkan diri mengambil pengumuman kelulusan bagimanapun caranya. Akhirnya dengan susah payah Yudha bisa memenuhi permintaan sang istri. Atasan Yudha memberi sedikit kelonggaran, meski setelah mengambil pengumuman ia harus segera bertolak lagi ke kota S tempat ia bertugas.


"Ayah!" pekik Aryana kaget bercampur bahagia sang ayah bisa bersama sang bunda mengambil pengumuman kelulusannya, ia langsung menghambur dan memeluk sang ayah.


"Hei ini sekolahan apa nggak malu peluk-peluk ayah di depan teman-temanmu?" goda Yudha pada putrinya.


"Ya nggak lah, ayah adalah ayah terkeren sepanjang jaman, lihat saja sudah berumur tapi tubuh ayah tetap atletis nggak kaya teman seproresi ayah yang seusia ayah, mereka sudah banyak yang gendut, ayah masih cocok jika dijadikan model cowok sama tante Mitha, ha...ha...," ucap Aryana setelah mengurai pelukkannya.


"Kamu ini ya ngawur aja kalau ngomong, bisa di ketawain orang sejagat raya kalau ayah beralih profesi jadi model, dan dipegang-pegang sama orang yang pagi bernama Sinta siang kalau malam bernama Santo," ucap Yudha sedikit kesal dengan ucapan putrinya.


Yasmin dan Aryana hanya terkekeh mendengar ucapan sang ayah barusan. Ya di usia yang sudah tak muda lagi, Yudha masih tergolong memiliki bentuk tubuh yang proporsional apalagi jika Yudha harus berperang dengan sang istri di atas ranjang, ia akan lebih jago dari yang berusia lebih muda.


"Ayah ibu yuk masuk ke dalam, tuh sudah ada panggilan bahwa semu wali murid di minta masuk ke kelas putra putrinya masing-masing!" ajak Aryana.


Yasmin dan Yudha membagi tugas, Yudha mengambil pengumuman kelulusan Aryana di kelas 12 A dan Yasmin di kelas Afwi di kelas 12 C dan wajah tegangpun mewarnai wajah para siswa kelas 12 yang sedang menunggu walinya mengambil pengumuman kelulusan mereka.


________________________________________


Aryana dan Afwi lulus nggak ya?


Maaf hari ini cuma bisa segini, hp direcokin si bocil ditambah lagi saya ada kegiatan Maulid Nabi, Insyaallah lanjut besok.


Pemberitahuan:


Episode 45 dan 46 isnya sama, author sudah coba edit lewat draft tapi tidak bisa🙏


Please, Like, Vote, Coment, Rate and Favorit.


Thank You

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2