
Inilah lagu yang dinyayikan Aryana yang membuat jantung orang tuanya juga tunangannya hampir lepas dari tempatnya
All smiles, I know what it takes to fool this town
Semua senyuman, aku tahu itu dilakukan untuk membohongi kota ini
I’ll do it ’til the sun goes down and all through the night time
Aku akan melakukannya sampai matahari terbenam dan melalui waktu malam
Oh yeah, oh yeah, I’ll tell you what you wanna hear
Oh ya, oh ya, aku akan mengatakan padamu apa yang ingin kau dengar
Leave my sunglasses on while I shed a tear
Tinggalkan kacamatakaku di atas saat aku meneteskan air mata
It’s never the right time, yeah, yeah
Itu tak pernah tepat, ya, ya
I put my arm around, show you how strong how I am
Aku meletakan tanganku, menunjukan kepadamu seberapa kuat bagaimana diriku
I put my arm around, I’ll show you that I am
Aku meletakan tanganku, aku akan menunjukanmu diriku
I’m unstoppable
Aku tak terbendung
I’m a Porsche with no breaks
Aku Porsche yang tanpa istirahat
I’m invincible
Aku tak terkalahkan
Yeah, I win every single game
Ya, aku memenangkan setiap permainan
I’m so powerful
Aku sangat kuat
I don’t need batteries to play
Aku tak butuh baterai untuk bermain
I’m so confident, yeah, I’m unstoppable today
Aku sangat percara diri, ya , aku tak terbendung hari ini
Unstoppable today, unstoppable today
Tak terbendung hari ini, tak terbendung hari ini
__ADS_1
Unstoppable today, I’m unstoppable today
Tak terbendung hari ini, aku tak terbendung hari ini
Break down, only alone I will cry out now
Jatuh, hanya seorang diri sekarang aku akan menjerit
You’ll never see what’s hiding out
Kau tak akan melihat apa yang tersembunyi
Hiding out deep down, yeah, yeah
Tersembunyi dalam hati, ya, ya
I know, I’ve heard that to let your feelings show
Aku tahu, aku pernah mendengar bahwa kau membiarkan perasaanmu terlihat
Is the only way to make friendships grow
Satu-satunya cara untuk membuat persahabatan tumbuh
But I’m too afraid now, yeah, yeah
Tapi aku terlalu takut sekarang, ya, ya
Ya lagu Unstoppable (Tak terbendung) yang di populerkan oleh penyanyi Sia itulah yang di nyanyikan Aryana, selama lagu unstoppable dinyanyikan layar Lcd dibelakang Arayan menampilkan satu persatu wajah siswa SMA xx yang meraih prestasi di berbagai bidang termasuk Aryana yang menjuarai olimpiade sains tingkat nasional dan menyabet juara dua juga kakaknya Afwi yang menjuarai pertandingan karate Popda tingkat kabupaten maupun tingkat nasional.
Penampilan Aryana ini adalah ide dari Irfan mantan ketua OSIS karena setelah mid tes semester satu kemarin Irfan sudah di gantikan oleh Rahardian siswa kelas sebelas. Penampilan Aryana di acara perpisahan ini sudah dengan persetujuan Rahardian sebagai ketua OSIS dan pak Kuncoro selaku waka (wakil kepala) bagian kesiswaan juga Afwi sang kakak. Kostum yang dipakai Aryana siapa lagi yang mendesain kalau bukan si Santi, desainer di butik tentenya yaitu Mitha. Desainer yang membuat Yudha bergidik ngeri saat datang ke butik mamanya dulu atau butik milik Mitha, karena setiap Yudha datang ke butik, Santi selalu memandang Yudha dengan tatapan memuja oleh seorang yang punya senjata keris yang sama dengannya hanya saja casingnya aja seperti sang adik yang bergender perempuan.
"Surprise ya ternyata salah satu bintang kelas di sekolah ini yang terkenal kalem bisa menyanyikan lagu berirama bit," ucap mc setelah Aryana turun panggung. Kemudian acar dilanjutkan acara lain-lain berikutnya.
Di belakang panggung Aryana sudah disambut sang kakak, Irfan, Rahardian dan Fira. Aryana melepas topi dan jaket kulitnya karena gerah. Sebenarnya ia tak suka memakai pakaian seperti itu. Kalau bukan karena untuk menunjang penampilannya, ia nggak mau memakai pakaian rancangan miss Santi itu.
"Sumpah demi apapun lu penampilan dan suara kamu tadi keren banget," ucap Fira menggebu-gebu memuji penampilan Aryana.
"Good job, girls," ucap Rahardian sang ketua Osis.
"Siap-siap di introgasi ayah bunda dan honey bucinmu itu, Dek," ucap Afwi sambil menepuk pundak sang adik.
"It's okay as everything will be fine, ini keinginanku, selama ini aku dianggap lemah oleh keluargaku sendiri, dan saatnya aku tunjukkan siapa diriku yang sebenarnya pada mereka lewat lagu itu," ucap Aryana santai sambil menenggak sebotol air mineral yang di sodorkan Irfan padanya.
Acara demi acara telah terlaksana dengan baik, akhirnya salah satu guru di SMA xx tersebut menutup acara dengan doa. Setelah doa penutup selesai, para orang tua murid dan tamu undangan satu persatu meninggalkan tempat acara. Terlihat Yudha dan Yasmin mencari keberadaan dua anak mereka, termasuk juga Fahmi yang terlihat menelpon nomor Aryana, ia ingin sekali mencubit gemas calon istrinya yang dengan berani menyanyikan lagu seperti itu dan berpenampilan seperti putri seorang mafia.
"Apa kalian mencari kami?" ucap Afwi dan Aryana yang tiba-tiba muncul di hadapan orang tuanya. Fahmi juga merasa lega melihat orang yang dicarinya sudah ada di hadapannya.
Yudha dan Yasmin bernafas lega sekaligus kesal dengan dua anak kembarnya ini.
"Kalian!, bikin kaget saja, dan kamu Aryana kenapa berpenampilan seperti itu saat pentas dan lagu apa tadi, huh, apa kamu nggak ingat kesehatan jantungmu!" gerutu Yudha sambil mengomeli putrinya.
"Pakaian itu miss Santi yang rancang lho, Yah, bagus kan?" ucap Aryana santai tanpa dosa.
"Oh jadi Santi alias Santo itu yang bikin kostum seperti itu!" ucap Yudha kesal.
"Ya kan lagunya bit yang menceritakan semangat seseorang, masa kostumnya pakai gaun malam," ucap Aryana membela dirinya.
Perdebatan ayah dan anak itu berhenti ketika Fahmi tiba-tiba berdiri di dekat mereka.
"Dan kenapa kamu pilih lagu bit seperti itu?" tanya Fahmi langsung memotong pembicaraan Yudha dan Aryana.
__ADS_1
"Ah, kamu honey, laguku bagus kan?" tanya Aryana manja pada Fahmi.
"Bagus, tapi lagu yang kamu nyanyikan membuatku dan orang tuamu jantungan," jawab Fahmi.
"Ih kok Jantungan, itu nggak seberapa, sebenarnya malah aku dan kak Afwi akan berduet menyanyikan lagu Demons x Jar Of Hearts, tapi takut ntar panggungnya roboh karena banyak orang yang akan ngefans ke kita," ucap Aryana ngawur.
Mendengar penuturan putrinya Yasmin hanya memijat pelipisnya, satu rasa yang ia rasakan saat ini yaitu pusing, sedangkan Yudha mendengus kasar.
"Dasar bocah gendeng (dasar anak gila)," ucap Yudha sambil menghembuskan nafas kasar.
"Ayo Yah kita pulang saja kepala bunda pusing nih!" ajak Yasmin
"Yudha kamu bawa Yasmin pulang, biar Aryana sama aku saja, aku mau bawa Aryana ke rumah sakit dulu!" pinta Fahmi.
"Honey kamu ngapain bawa aku ke rumah sakit, aku nggak apa-apa kok," tolak Aryana.
"Iya Om, lebay deh, adikku nggak apa-apa, tadi saja habis dibelakang panggung masih asyik ngobrol sama teman-teman, jadi ngapain adikku mau dibawa ke rumah sakit," ucap Afwi sedikit kesal.dengan tingkah kebucinan calon kakak iparnya yang berlebihan.
"Sudah-sudah, ayah mau bawa bunda pulang dulu untuk istirahat, dan kau Ana mau pulang ikut ayah atau si honey bucinmu itu?" tanya Yudha.
"Aku ikut ayah saja, mau jagain bunda," jawab Aryana.
"Aku juga pulang bareng ayah," sahut Afwi.
"Jadi Om pulang sendiri nih?" tanya Fahmi dengan wajah memelas.
"Iya, honey, maaf ya, soalnya bunda nggak enak badan," jawab Aryana.
.
"Oke, nggak apa-apa urus dulu bundamu, besok aku akan ke rumahmu," ucap Fahmi.
Setelah drama pulang ke rumah, akhirnya Aryana dan Afwi ikut pulang bersama orang tuanya sedangkan Fahmi kembali ke kantor bersama asisten Joan untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena menghadiri acara perpisahan sekolah si cantik Aryana.
"Yah, kapan wisuda kak Afwa di SMA Taruna?" tanya Aryana.
"Wisuda kakakmu selang empat hari setelah SMA kalin, jadi empat hari lagi kita siap-siap ke Magelang!" titah Yudha pada Afwi dan Aryana.
"Hore kita ke tempat kak Afwa empat hari lagi," ucap Aryana kegirangan seperti anak kecil.
"Dek, jangan berisik di dalam mobil!" tegur Afwi.
"Maaf, aku hanya terlalu senang saja, masa begitu saja tidak boleh," ucap Aryana cemberut.
"Sudahlah nggak usah baperan dan merajuk, tuga bulan lagi sudah bergelar nyonya Fahmi," ucap Afwi santai membuat adik kembarnya menatap tajam padanya.
Akhirnya mereka sampai di rumah, Yudha membantu Yasmin turun dari mobil dan memapahnya sampai kamar, sedangkan Aryana dan Afwi masuk ke kamar mereka masing-masing.
Jika tiga bulan lagi Aryana segera menuju hari bahagiannya dengan usia yang masih belia maka di lain tempat seorang pria menatap keluar jendela asrama yang sebentar lagi akan ia tinggalkan. Ia sudah tidak bisa mundur lagi. Ia percayakan semua pada takdir Allah bahwa rezeki itu tak akan pernah tertukar, Allah lah pembuat skenario kehidupan yang paling baik dan Allah selalu memilihkan yang terbaik untuk hamba-Nya.
______________________________________
Sudah tau ya lagu yang dinyayikan Aryana, lagu itu juga favorit author bila lagi down suka puter lagu milik mbak Sia ini.
Please, Like, Vote, Coment Rate and Favorit
Thank You
Bersambung...
__ADS_1